Basahi Badanmu Dengan Kesegaran Air di Pantai Zakat Bengkulu

 Bengkulu dengan sejuta pesona ! Tak terlalu berlebihan, ya. Bukan tanpa sebab, karena Bengkulu yang merupakan salah satu wilayah yang terletak di Sumatera Bagian Selatan, yakni pesisir barat pulau Sumatera yang menjadikan Bengkulu menjadi tujuan utama para pelancong, khususnya yang berasal dari Sumatera Selatan. Kota ini merupakan kota terbesar kedua di pantai barat Pulau Sumatra, setelah Kota Padang. Pantai di Bengkulu benar-benar menjadi primadona untuk para pelancong Readers, terlebih Sumatera Selatan tidak memiliki laut seperti Bengkulu.


Libur sekolah atau libur nasional lainnya adalah puncak kepadatan di beberapa pantai yang ada di kota Bengkulu, jika pantai panjang hanya dikhususkan untuk bermain, menikmati pesona alam dan menjelajah kuliner, maka untuk Readers yang ingin berenang manja dan berbaur dengan ombak yang memikat, Readers dipersilahkan untuk datang ke pantai zakat. Secara geografis, letak pantai zakat ini sebenarnya berhadapan langsung dengan Samudra Hindia, loh Readers. Akan tetapi, meskipun berhadapan dengan samudra hindia yang memiliki ombak yang lumayan menyeramkan, pantai ini justru memiliki ombak yang terhitung cukup tenang dan sangat aman bagi para pelancong yang ingin mencicipi kesegaran air laut dengan berenang bersama keluarga maupun teman. Selain itu kondisi pantai ini juga cukup landai yakni sekitar 1,5 meter sehingga memudahkan para pengunjung untuk bermain air secara langsung dibibir pantai.


Pantai Zakat sendiri berada di Kelurahan Bajak, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu. Nah, apabila Readers menggunakan kendaraan pribadi, untuk rutenya Readers bisa menggunakan rute yang paling mudah dan dekat jika Readers berangkat dari Kota Bengkulu. Jarak dari Kota Bengkulu menuju Pantai zakat ini sekitar 3 kilometer saja .Adapun rute yang akan Readers ambil adalah :

  • Readers hanya perlu mengambil arah menuju Jl. Jendral Sudirman.
  • Kemudian silahkan lanjut ke Jl. Khadijah.
  • Setelah itu, Readers akan melewati Pantai Paderi dan Benteng Marlborough.
  • Lalu, ambil arah menuju Jalan Bencoolen. Dan Readers pun tiba di Pantai Zakat.

 

Namun, jika Readers adalah seorang pelancong yang tidak mau repot, Readers bisa menggunakan taksi atau ojek online, ya. Jadi, Readers tidak perlu lagi kebingungan tentang arah mana saja yang akan Readers lewati.


Tidak ada tiket masuk saat Readers memijakkan kaki di pantai zakat ini atau biasa kita sebut dengan GRATIS! Readers cukup membayar parkir saja, ya. Untuk parkir mobil sebesar Rp 5.000 dan parkir motor sebesar Rp 2.000. Sesaat setelah Readers memijakkan kaki di pantai ini, banyak hal yang akan  pelancong maupun warga lokal lakukan. Para pedagang pun memberikan tempat duduk dan payung yang cukup besar disetiap kursi agar pelancong tak tersengat matahari secara langsung.  Namun, jika Readers ingin berjemur, Readers bisa mencari lokasi yang masih kosong atau jauh dari para pedagang yang memasang payung. Namun Readers wajib membeli makan atau minum ya saat duduk di salah satu kursi yang disediakan oleh para pedagang. Tak hanya pedagang tetap, ada juga pedagang yang menjajakan dagangannya dengan cara berkeliling. Yang paling terkenal adalah makanan laut yang di tusuk dan digoreng renyah dengan tepung, seperti udang, kepiting maupun cumi-cumi.


Ada juga kantin yang berdiri permanen di pinggir pantai, namun letaknya agak jauh dari bibir pantai,disana Readers akan disuguhkan dengan tempat yang lebih luas dan bersih, karaoke gratis dan berbagai macam menu makanan laut yang pastinya selalu fresh.


Tak mau berenang dan hanya ingin bersantai sambil menikmati sunset ? PILIHAN YANG TEPAT, Readers ! Karena banyak pelancong yang bahkan datang ke pantai zakat hanya untuk menikmati sunrise maupun sunset.


Bermain dan membuat istana pasir adalah hal utama yang akan selalu anak kecil lakukan ketika berada di pantai, tapi bukan hanya bermain pasir, Readers di perbolehkan untuk berenang di pantai, ya. Namun, jika Readers masih takut tenggelam atau terbawa ombak, Readers bisa menyewa ban yang khusus di sewakan oleh para pedagang , tidak ada batasan waktu, walaupun Readers gunakan selama berjam-jam, ban tersebut tidak terkena biaya tambahan, ya Readers.


Adalagi permainan yang cukup seru untuk orang dewasa, yakni Readers bisa menaiki banana boat, berselancar, bola voli, bola kaki dan masih banyak hal seru lainnya yang bisa Readers lakukan selama berada di pantai yang indah ini. Banyak kapal nelayan yang terparkir tidak jauh dari para pedagang. Saat akan mengabadikan moment, cobalah Readers lihat sekitar, biasanya banyak perahu nelayan yang sedang bersandar dipagi sampai sore hari. Jadikan perahu tersebut sebagai spot yang menarik saat berfoto.


 Saat selesai mandi di air asin, badan akan terasa sangat lengket dan tidak nyaman. Readers harus segera mandi. Kabar baiknya ada beberapa masyarakat lokal yang membuka pemandian air tawar disini. Amda hanya perlu mengeluarkan kocek sebesar Rp 5.000 untuk air dingin dan Rp 10.000 untuk air hangat. Itu termasuk plastik dan sampo, loh Readers.


Lupa membawa baju atau pakaian dalam ? Wah, tidak usah khawatir dong. Banyak penjaja pakaian nyaman juga di sepanjang pintu masuk pantai. Harga yang di tawarkan bervariasi, loh mulai harga receh sampai harga yang sedikit sultan, nih Readers. Mulai dari baju set, baju ala-ala bali, baju santai, baju anak, daster sampai underware juga dijual disini.

Ada beberapa tips yang akan Writer berikan untuk Readers agar selama di pantai zakat, Readers akan selalu happy dan menikmati setiap moment yang sedang Readers bangun brsama keluarga. Tips:

  • Pastikan cuaca hari itu cerah dan tidak turun hujan. Karena jika sedang mandi dan tiba-tiba hujan, angin di pantai akan sangat dingin menusuk tulang, loh Readers. Jadi pastikan Readers membaca prakiraan cuaca sebelum mandi di pantai zakat,ya .
  • Pastikan semua perbekalan dan perlengkapan tidak tertinggal. Para pedagang setempat tidak akan bertanggung jawab jika Readers mengalami kehilangan, sebab dipantai tidak ada tim keamanan, Readers. Berhati-hatilah selama bermain di pantai.
  • Membawa alat mandi, pakaian untuk di pantai, dan pelembab kulit. Pelembab kulit sangat di perlukan terlebih jika Readers ingin mandi saat siang hari, saat matahari sedang bersemangat memberikan panasnya.
  • Pastikan anak-anak saat bermain di pantai dengan selalu berada di bawah pengawasan Readers, ya.
  • Abadikan selalu momen kebahagiaan Readers bersama keluarga. Berfoto ria di segala spot terbaik di pantai zakat.
  • Jangan merusak alam dan jangan membuang sampah sembarangan !

Tak jauh dari sana, Readers bisa membeli hasil laut nelayan dengan harga yang cukup miring di banding di pasar. Apa lagi jika Readers membeli langsung dari nelayan yang baru turun dari kapal. Harganya benar-benar jauh dari harga yang ada di pasar tuh Readers, he..he..
Beragam ikan dan segala hasil laut dijual dipasar ikan ini, bahkan tersedia juga beberapa penggilingan ikan, loh. 


Aduh, Readers tunggu apalagi, dong. Ayoo nikmati masa liburanmu dengan mengunjungi provinsi Bengkulu, sang bumi rafflesia. Happy weekend and see yaa...