Menikmati keindahan Buah Tangan Tuhan di Atas Danau Mas Harun Bastari Bengkulu

Apakah Readers pernah mendengar sebuah nama danau dengan nama yang cukup unik bahkan nyentrik? Jika belum, salah satu danau di provinsi bengkulu ini cukup menarik untuk Readers kunjungi. Pasalnya, nama danau unik ini adalah Danau Mas Harun Bastari. Tapi jangan sampai salah fokus nih Readers, meskipun namanya danau mas bukan berarti ada bongkahan mas dimana-mana, ya.


Bagaimana jika liburan kali ini Readers isi dengan mengunjungi Danau Mas Harun Bastari ini. untuk warga lokal mungkin danau ini sudah menjadi makanan sehari-hari karena selalu di lewati jika ingin pergi keladang,tapi bagi para wisatawan baru liburan tidak harus pergi keluar kota bahkan keluar negeri ya Readers, belajar sambil bermain di Danau Mas Harun Bastari pun bisa menjadi poin penting dalam berwisata. Apakah ada yang masih penasaran dimana letak Danau yang cantik ini ? yuk kita bahas bersama.


Danau Mas Harun Bastari adalah danau terbesar yang berada Kota curup provinsi bengkulu. Danau ini berada di Desa Karang Jaya, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, Akses untuk menuju ke lokasi pun juga tidak terlalu sulit untuk Readers temukan karena lokasi danau yang terletak di pinggir jalan lintas Curup-Lubuk Linggau. Jarak yang harus Readers tempuh untuk sampai di lokasi ini jika Readers dari pusat Kota Bengkulu adalah kurang lebih sekitar 95 km, sedangkan jika Readers dari Lubuk Linggau, Readers hanya menempuh jarak sekitar 32 Km. Luas Danau ini pun tidak main-main ya Readers yakni sekitar 75 Ha dan yang menariknya adalah sepanjang mata memandang, danau ini dikelilingi oleh barisan bukit-bukit yang berdiri gagah nan menghijau dan bermacam tanaman sayur dan buah organik dari para petani lokal.


Tanaman hijau yang di tanam oleh warga lokal memiliki jenis yang beragam ya Readers, mulai dari sayur mayur, cabe-cabean, bermacam bunga yang beraneka warna dan tentu saja buah-buahan yang hidup di iklim yang dingin seperti stroberi, jeruk dan pepaya. Jika Readers tertarik untuk merasakan bagaimana rasanya memanen sayur dan memetik buah, Readers bisa langsung mengunjungi ladang yang bedekatan langsung dengan Danau Mas Harun Bastari. Para petani biasanya membuka ladang untuk umum agar bisa di panen. Harganya pun terbilang murah, Readers hanya dikenakan biaya tiket masuk dan untuk hasil yang telah Readers panen akan ditimbang, disanalah Readers akan membayar hasil panen untuk dibawa pulang. Tapi, apabila Readers juga sedang mager untuk bermain kotor di ladang, Readers bisa membeli buah yang dijajakan langsung oleh petani.

Sebenarnya, awal dari nama danau ini adalah Danau Kasnah yang berarti cermin. Dahulu banyak warga lokal yang bercermin di danau sebab karena airnya yang terlalu jernih tapi karena Danau ini sempat dikuasai Barisan Tani Indonesia (BTI) yang mana bertujuan untuk meng-konsolidasi wilayah. Namun, diawal tahun 1960, Kodam II Sriwijaya justru mengambil alih kawasan dan Kodam yang dipimpin perwira tinggi militer bernama Harun Sohar itu membuka akses jalan untuk ditata dan menjadikan Danau mas sebagai objek wisata. 


Sebab trobosannya itu, melalui Surat Keputusan Bupati Nomor 461 Tahun 2002, ditetapkanlah kawasan ini sebagai kawasan objek wisata dengan nama objek wisata alam Danau Mas Harun Bastari (DMHB). Bastari sendiri diambil dari nama belakang wakil bupati Rejang Lebong yang berasal dari wilayah tersebut yaitu Iqbal Bastari. Adapun penambahan kata 'Mas' di sini merupakan julukan bagi Kol. Inf. Harun Sohar yang  berasal dari Pulau Jawa.


Selain itu, saat Readers berada disana, Readers akan melihat sebuah pulau yang cukup besar diapit oleh air dari danau yang jika Readers perhatikan dengan teliti pulau itu membentuk huruf " C ", yang katanya berarti awlan nama Kota Curup. Duh, so sweet banget kan. Kemudian, Danau Mas Harun Bastari sendiri turut dilengkapi dengan beberapa fasilitas yang menyenangkan, loh Readers seperti beberapa permainan outdoor ( flying fox, outbond dan wahana permainan anak lainnya), lalu wc umum dan pondok-pondokan dimana pengunjung bisa bersantai disini bersama keluarga .


Piknik pun bisa menjadi pilihan saat berada di Danau Mas Harun Bastari ini karena lokasi yang sangat asri, ditemani oleh semilir angin yang sangat dingin karena posisi danau ini sendiri berada di daratan tinggi jadi tidak heran jika suhu udara disini sedikit lebih rendah , sekitar 20-23 derajat. Namun, apabila sedang turun hujan atau mendung suhu akan semakin turun dan timbulnya kabut tipis yang menyelimuti danau tersebut. Meskipun banyak kantin disana, tapi Readers diperbolehkan untuk membawa makanan dari luar.


Jika Readers melihat ada beberapa perahu yang bersandar di pinggir danau dan ingin menaikinya, Readers bisa langsung berbicara dengan pihak pengelola ya karena perahu tersebut juga digunakan untuk wisatawan yang ingin mengelilingi danau mas secara keseluruhan. Sepanjang perjalanan di atas kapal, Readers akan ditemani oleh beberapa profesional staff yang akan menceritakan segala hal tentang Danau Mas Harun Bastari yang sedang Readers pijak, mulai dari asal-usul, sejarah hingga beberapa kepercayaan yang masih penduduk lokal pegang teguh hingga saat ini. untuk Readers yang hobi memancing, Readers juga diperbolehkan memancing di pinggiran danau atau langsung ke tengah danau dengan duduk diatas perahu yang sedang Readers tumpangi. 


Atau, Readers ingin berduaan dengan doi di berkeliling danau dengan mengayuh kapal berbentuk bebek? Yang penting Readers kuat untuk mengayuh sampai pinggiran ya, he..hee...


Tapi ada peringatan keras, nih Readers bahwa pengunjung dilarang mandi terlebih berenang di Danau Mas Harun Bastari sebab faktor utamanya adalah tidak diketahui berapa dalam danau ini, belum lagi tanaman gambut yang bisa saja menjerat kaki Readers saat sedang asik berenang. Dinginnya air di danaupun bisa berpengaruh, karena secara tidak langsung tubuh Readers akan kram dan berakhir tenggelam.


Tiket masuk terbilang cukup murah, Readers hanya perlu membayar parkir 5.000, tetapi jika Readers ingin menaiki wahana ada biaya tambahan, ya Readers


Jika Readers datang terlalu malam, Readers bisa menginap terlebih dahulu di homestay atau villa yang telah di sediakan oleh beberapa penduduk lokal dengan view yang sangat memanjakan mata, dijamin bahwa Readers tidak akan menyesal menginap disana. Meskipun malam, penerangan tetap terjaga agar pelancong tetap merasa nyaman.


Namun sayangnya meskipun sudah memasuki provinsi bengkulu, Readers tidak bisa menemukan bunga Rafflesia Arnoldii dan Bunga Bangkai Amorphophallus Titanum, tapi jangan khawatir Readers masih bisa menikmati hamparan bunga kecil lainnya yang tumbuh liar maupun sengaja di tanam oleh pengelola untuk mempercantik tiap sudut danau.


Waktu terbaik dalam mengunjungi danau mas ini adalah di siang hari, meskipun siang hari tapi pastikan bahwa Readers tetap memakai pakaian hangat ya. Danau dibuka pada pukul 07.00 dan tutup pada pukul 18.00. Disekitar Danau Mas Harun Bastari banyak yang menjual makanan ringan, snack oleh-oleh khas daerah dan gorengan yang selalu hangat khas kota Curup dengan kuah kental yang sangat menggoda.


Readers jangan ragu untuk menghabiskan banyak waktu di danau yang indah ini, panorama yang menenangkan bisa menghipnotis Readers agar selalu betah berlama-lama. Mengopi dan ditemani senja yang menyingsing cukup menghibur Readers yang sedang galau. Itulah sedikit informasi tentang Danau Mas Harun Bastari yang dapat Writer berikan sebagai salah satu tempat wisata yang ada di Curup, Rejang Lebong, provinsi bengkulu. Semoga informasi ini bermanfaat khususnya bagi Readers yang akan berkunjung ke tempat wisata ini. Happy weekend, sampai bertemu di tulisan selanjutnya.