Pesona Memikat 'Jalur Kematian' di Gunung Bukit Kaba Bengkulu

Readers masih asing dengan nama Bukit Gunung Bukit Kaba ? Sudah gunung menjadi bukit pula. Untuk mempermudah, mari kita sebut saja dengan nama Bukit kaba. Bukit ini sedari dahulu selalu menjadi primadona di kalangan pendaki, terkhususnya pendaki provinsi Bengkulu dan provinsi Sumatera Selatan. Bukit Kaba sangat menjanjikan akan kecantikan yang sesungguhnya. Dari sini Readers bisa melihat gugusan Bukit Barisan yang berbaris rapi, kemudian ada juga keindahan kota Lubuklinggau siap menyapa.


Kenapa di sebut Gunung Bukit Kaba ? Secara pengetahuan awam, mau dikatakan gunung tapi puncaknya belum mencapai syarat ketinggian sebuah gunung pada umumnya. Mau dikatakan bukit, tapi tapi Ia memiliki 2 kawah, yakni kawah aktif dan kawah mati. 


Namun secara pengetahuan yang lebih mendetail Bukit Kaba memiliki ketinggian 1.938 mdpl berhasil menciptakan pemandangan yang sangat eksotis. Pada puncak Gunung ini dihiasi dengan dua buah kawah yang masing-masing berwarna hijau dan putih kecoklatan. Ada dua buah jalur yang dapat Readers dan pendaki tempuh untuk mencapai puncak. Jalur pertama menyuguhkan pemandangan hutan lebat yang penuh semak belukar dengan jurang di kanan-kirinya, sedangkan jalur yang lain telah dikeraskan dengan menggunakan aspal. 

Kecantikan dari 'jalur kematian' Dok : pribadi

Foto yang Readers lihat diatas sering disebut dengan jalur kematian. Jalur ini merupakan jalur khusus yang tidak boleh di lewati oleh pendaki pemula. Kenapa disebut jalur kematian ? Karena, jalur ini begitu ekstrim dan beresiko tinggi yakni berupa kematian untuk pendaki, apalagi jika Readers adalah pendaki pemula. jalur ini terbentuk dari bebatuan besar dan jarak dari batu ke batu yang lain cukup jauh, jadi jika Readers tidak mempunyai kekuatan pada tumpuan pada tangan dan kaki, apalagi pengalaman dalam jalur ekstrim, maka jalur ini sangat mematikan untuk Readers. Jalur kematian memiliki medan yang sangat sulit untuk dilalui yaitu berupa jalan setapak yang kiri-kanannya dihiasi oleh jurang terjal yang berisi bebatuan tajam.


Jika Readers datang dari Kota Curup, letak gunung ini berada di sebelah tenggara dengan jarak perjalanan sekitar 15 km. Bukit Kaba adalah salah satu gunung berapi aktif yang dimiliki oleh Bengkulu. Terletak di Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, Indonesia. Kawasan wisata Bukit Kaba sendiri dikelola sebagai taman wisata alam oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bengkulu, ya Readers. Taman Wisata Alam Bukit Kaba ini  memiliki luas 14.650,51 hektar. Meskipun dikelola sebagai taman wisata alam, tapi perlu Readers ingat bahwa seluruh kawasan ini tidak diperuntukkan sebagai tempat aktivitas wisata. Tetap ada wilayah lainnya telah didedikasikan untuk perlindungan habitat berbagai jenis tumbuhan dan satwa liar, pemulihan ekosistem, dan pemanfaatan tradisional oleh masyarakat sekitar. 


Bukit yang berdiri kokoh di Bumi Raflesia ini masuk dalam 76 gunung aktif bertipe A di Indonesia, loh Readers. Gunung tipe A sendiri adalah gunung yang memiliki sejarah letusan sejak tahun 1600. Bukit ini menjadi salah satu bagian dari sabuk gunung berapi yang berada di Sumatera, Readers. Sejauh ini Bukit Kaba atau Bukit Kaba berada di level normal. Hal ini berarti tidak ada indikasi peningkatan aktivitas vulkanik, baik secara visual maupun kegempaan.


Untuk asal-usul namanya sendiri, Menurut buku Sejarah dan Budaya Tanah Serawai karya Ismaoen, nama kaba berasal dari bahasa Minangkabau yang artinya 'kamu' , iya kamuuuu . Alkisah, nenek moyang dahulu berpindah dari Desa Mertandi, Pasemah, Kabupaten Lahat ke daerah Kenangan, Bengkulu Selatan yang sekarang berubah nama menjadi Kecamatan Kota Manna. Di sana, mereka membangun sebuah kerajaan bernama Kerajaan Pepinau. Suku Pasemah tersebut kemudian datang ke daerah Serawai dan berusaha menguasai tanah tersebut hingga terjadi peperangan antara Suku Pasemah dan Suku Rejang di sana. Suku Rejang akhirnya dipukul mundur hingga ke daerah perbukitan. Saat mengusir Suku Rejang, masyarakat suku Pasemah mengusir dengan menunjuk ke bukit untuk mereka tinggali. Jadi yang dimaksud Bukit Kaba adalah bukit (untuk) kamu, yang merujuk pada Suku Rejang.


Bukit kaba sering menjadi pilihan para turis kala jemu dengan mendatangi pantai. Bukit kaba adalah gunung yang cukup ramah untuk para pendaki pemula, ya Readers. karena waktu tempuh dari pos pendakian menuju puncak hanya memakan waktu sekitar 2-3 jam perjalanan. Pos jaga Pendakian dikelola oleh Pokdarwis (KelompoK Sadar Wisata). 


Untuk Readers yang baru pertama kali naik gunung alias pemula, pasti memiliki tantangan tersendiri sebelum berangkat mendaki, yakan . Bingung mau mulai dari apa dan bagaimana. Apalagi jika di tengah peralanan, Readers malah kebelet ingin BAB/BAK, duh.. jadi repotkan jika tidak bagimana membuang hajat saat di gunung. Writer ada beberapa tips yang mungkin bisa membantu readers selama di bukit kaba. Apa saja tips nya, mari kita bahas bersama :

  • Cari tempat yang nyaman untuk BAK/BAB: Pastikan Readers mencari tempat yang aman dan nyaman, ya. pergi ketepian perkemahan atau cari tempat yang sedikit bersemak atau bisa gunakan matras untuk di jadikan bilik.
  • Bawa tongkat/kayu kecil : Pastikan Readers selalu membawa pisau kecil, tongkat atau kayu, gunanya adalah untuk menggali lobang. Tidak perlu dalam, ya tapi pastikan cukup untuk menimpa hajat Readers. Lalu tutup lah dengan batu yang ada di sekitar agar tidak terinjak pendaki lain.
  • Bawa air secukupnya : Nah, mengingat Readers ada di atas gunung, air akan sedikit susah untuk Readers dapatkan. Jadi, jangan BAB di sekitaran mata air atau dekat dengan mata air! agar mata air di gunung tidak tercemar.
  • Jangan memasukan kencing di dalam botol! jangan BAB di bungkus Asoi/Plastik, jangan BAB di mata air dan di sekitaran mata air. Jadilah pendaki yang pintar dan tidak merugikan sekitar Readers.

Lalu, ada beberapa peraturan penting yang harus Readers dan pendaki lain ketahui kemudian diterapkan ketika ingin memasuki taman wisata alam Bukit Kaba, seperti memahami apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dibawah. Berikut ada lah beberapa hal yang boleh dan tidak boleh Readers bawa selama mendaki :

BARANG YANG TIDAK BOLEH DI BAWA
  • Alkohol, ekstasi, ganja, dan sejenisnya
  • Speaker aktif/Bluetooth dan sejenisnya
  • Spidol, cat semprot, cat air dan sejenisnya
  • Senjata api, Petasan, parang panjang dan sejenisnya
  • Alat kontrasepsi

BARANG YANG WAJIB DI BAWA
  • Tiket masuk Twa Bukit Kaba
  • Sepatu gunung/ Tracking
  • Logistik
  • Peralatan lengkap camping
  • P3k

CATATAN PENTING!
  • Jika tidak memakai sepatu gunung/tracking akan di pulangkan/dilarang memasuki kawasan.
  • Sampah yang sudah di ceklis saat naik bila tidak sesuai catatan saat turun wajib memungut kembali dan di bawa turun ke pos pokdarwis.
  • Satu renda, pria dan wanita yang belum suami isteri akan dilarang memasuki kawasan Twa Bukit Kaba.

Ternyata, selain terkenal dengan keindahannya, Bukit Kaba juga terkenal karena cerita mistisnya. Seperti kisah tentang makhluk gaib seperti Malim Bagus, Elang Berantai, dan Putri Saudari Kandang menambahkan daya tarik misterius gunung ini. Meskipun masih menjadi misteri yang masih menadi cerita rakyat, namun tidak ada salahnya jika Readers tetap menghormati alam dan berlaku sopan di Bukit Kaba untuk menghindari bahaya yang bisa mengintai.


Jadi jika readers masih ragu akan keindahan bukit kaba, Readers bisa kepoin ig resminya di @bukit_kaba_gunungkaba . Disana Readers bisa mencari informasi tentang bukit kaba dan melihat berbagai macam foto yang di repost oleh akun ini. Tunggu apa lagi , Lautan awan sedang menantimu, Readers , kemasi barangmu sekarang juga dan nikmati pesona bukit kaba.