'Berburu' Lumba-Lumba di Pulau Terluar Indonesia : Pulau Enggano Bengkulu

Beribu pulau besar maupun kecil, berpenghuni maupun tidak yang dimiliki Indonesia sangatlah menarik untuk Readers kunjungi. Tak jarang banyak yang menyebutkan, bahwa pulau-pulau di indonesia adalah salah satu jelmaan surga yang ada dunia. Tidak terlalu berlebihan, ya Readers. Mengingat bahwa pulau di Indonesia ini sangat diminati baik pelancong dalam maupun luar negeri. Untuk Readers yang ingin berliburan ala selebgram namun ingin lokasi dan dana yang relatif terjangkau, maka silahkan saja readers langsung injakkan kaki ke Pulau Enggano. Pulau ini termasuk salah satu pulau yang sangat digilai para wisatawan. Ada yang ingin snorkling, berselancar sampai khusus datang ke pulau Enggano hanya untuk ‘berburu’ lumba-lumba di sore hari. Bahkan, jika ingin disamakan keindahan Pulau Bunaken, pesona pulau Enggano tidak akan terbanting sedikitpun.


Apakah Readers ada yang tahu dimana letak pulau Enggano yang tersohor akan kecantikannya ini?

Pulau Enggano berdiri kokoh di garis laut terluar di Indonesia, yang letaknya bersinggungan langsung dengan samudra Hindia, loh Readers. Pulau Enggano mempunyai banyak versi nama dari berbagai suku, namun nama yang paling terkenal adalah nama dari orang Melayu, mereka menamai Pulau Enggano sebagai "Pulau Telanjang" . Bukan bermaksud lain, tapi saat itu, masyarakat adat Enggano baik pria maupun wanita tidak menggunakan penutup untuk bagian atas alias mereka semua bertelanjang dada.  Sedangkan orang asli Enggano menyebut pulau mereka sebagai "È Loppeh" yang dalam bahasa Enggano berarti ‘tanah’, ‘daratan’, atau ‘bumi’.

Ada juga yang mengatakan bahwa nama “Enggano” yang banyak dikenal sekarang ini,  kemungkinan berasal dari bahasa Portugis, nih Readers. Engano (diucapkan /eŋgano/) memiliki makna yang berarti ‘kesalahan’. Dahulu, ada seorang pelaut Portugis yang bernama Alonzo Talesso, pernah terdampar di pulau karena terhempas oleh badai di tahun Pada 1506. Sebab itulah Ia menamain pulai itu sebagai pulau Engano.

Wow, menarik bukan ? Ingin mendengar lebih lanjut ? Mari kita bahas pulau Enggano bersama yuk, Readers.

Di masa lampau, Kemungkinan besar orang yang menemukan dan mencatat keberadaan pulau Enggano ini adalah Marco Polo, yang saat itu sedang melakukan perjalanan kembali ke Venesia setelah 24 tahun menetap di Asia. Kemudian ditahun 1345 atau 53 tahun setelah catatan Marco Polo ini terjadi, seorang penjajah yang bernama Ibnu Batutah juga mencatat keberadaan "Pulau Telanjang" di selatan Pulau Sumatra.  Meskipun demikian, tidak diketahui pasti apakah keduanya mendarat di Pulau Enggano, ya Readers. Meskipun pulau ini sangat indah dan 'menggairahkan' , namun nyatanya pulau ini termasuk pulau yang di sempat di telantarkan oleh Belanda sampai akhirnya Pulau Enggano berada di bawah kekuasaan Inggris bersamaan dengan keberhasilan mereka merebut Bengkulu dari Belanda dan berpindah tangan Pada 1684.

Pulau Enggano yng berada di wilayah Samudera Hindia ini memiliki posisi astronomis yang terletak pada 05°31'13 LS dan 102°16'00 BT. Nah, secara administratif, Pulau Enggano ini memasuki kawasan Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu dengan pusat pemerintahan berada di Desa Apoho, Readers. Luas wilayah Pulau Enggano menyentuh angka 400,6 km², loh Readers.  Di pulau seluas ini, masyarakat mampu membangun enam desa yaitu Desa Banjarsari, Meok, Apoho, Malakoni, Kaana,dan Kahyapu. Untuk mencapai pulai ini, Readers akan berangkat dari Pelabuhan Pulau Baai, Kota Bengkulu, menggunakan kapal feri dan membutuhkan waktu sekitar 12 jam perjalanan laut untuk sampai di Pulau Enggano.

Selain pulau utama yakni pulau Enggano, pulau eksotis ini ternyata memiliki beberapa pulau-pulau kecil yang menjadi 'temannya', yaitu Pulau Dua, Merbau, Bangkai yang posisinya berada di sebelah barat Pulau Enggano, dan Pulau Satu yang berada di sebelah selatan Pulau Enggano. Adapun Jarak Pulau Enggano ke Ibukota Provinsi Bengkulu sekitar 156 km atau 90 mil laut, sedangkan jarak terdekat adalah ke kota Manna, Bengkulu Selatan sekitar 96 km atau 60 mil laut.

Kemudian, di wilayah Pulau Enggano mengalir beberapa sungai yang cukup unik, loh Readers di mana curah airnya akan dipengaruhi musim yang sedang melanda. Apabila sedang musim penghujan, maka debit air sungai tergolong cukup tinggi, sebaliknya pada musim kemarau debit air akan rendah bahkan bisa sampai sedikit mengering. Sungai-sungai itu antara lain adalah Sungai Kikuba, Sungai Kuala Kecil, Sungai Kuala Besar, Sungai Kahabi, Sungai Kinono, dan Sungai Berhawe. Beberapa sungai kecil lainnya antara lain Sungai Kaay, Sungai Kamamum, Sungai Maona, dan Sungai Apiko.

Curah hujan pada bulan kering masih di atas 100mm. Kapan terjadinya bulan kering ya? Bulan kering biasanya terjadi pada bulan Juni dan Juli, kemudian akan disambung dengan hujan basah yang kadang mencapai lebih dari 400 mm per bulannya. Suhu udara rata-rata setiap harinya berkisar antara 27,8 °C dengan suhu terendah 23,2 °C dan tertinggi bisa menyentuh angka 34 °C. Hal tersebut menunjukkan bahwa di Pulau Enggano kelembaban udara yang lumayan tinggi sepanjang tahun. Angin dominan terbagi dalam dua musim, yaitu angin musim barat (terjadi pada Bulan September sampai Januari) dan angin musim tenggara (bulan april).

Jika Readers ingin melakukan diving, maka Tanjung Kokonahdi dan Tanjung Kaana merupakan pilihan yang tepat, sebab pantai bagian timur Pulau Enggano ini dipenuhi dengan pasir putih dan reef flat, kurang lebih 100-200 meter dari pantai yang berarus tenang ini. Dasar perairannya adalah berupa batu karang yang ditutupi terumbu karang. Akan ada banyak karang yang akan Readers temui disini, seperti kelompok Acropora tabulat dengan lebar mencapai 2 meter, Acropora hystrik, Pocillopora, Seryatopora hystrik, Montipora sp. Biota lain yang ditemukan adalah jenis lili laut dan soft coral. Kemudian, di kedalaman 15-20 meter, Readers akan bertemu pasir dengan rubble dan sedikit jenis teripang. Sayangnya, pada bagian Teluk Enggano, kecerahan perairan sedikit memburuk apalagi kedalaman lebih dari 5 meter memiliki dasar perairan berpasir dan bercampur lumpur. di kedalaman 4 meter Readers akan bertemu dengan beberapa koloni karang hidup yang didominasi jenis coral massif yaitu Goniopora sp, Porites sp, dan Acroporadigitete. Biota lain yang dapat Readers temui juga berupa kelompok soft coral sponge, kelompok Antipeae.

Dan hidangan utamanya adalah , 'berburu' lumba-lumba. Tak harus menyewa kapal dan menunggu di tengah laut, dari tepi pantai saat petang hari saja, Readers dapat menjumpai Lumba-lumba di Pantai Kahyapu, Malakoni, namun mata harus benar-benar jeli untuk mengamati kehadiran mereka, sebab lumba-lumba juga bisa malu, loh Readers. Jadi ketika malu, lumba-lumba hanya akan berenang ke permukaan dan memunculkan sedikit siripnya. Namun jika sedang bahagia, Mamalia laut itu akan melompat ke udara dan menari-nari kegirangan dengan sangat lincah. Sangat menggemaskan, ya Readers. Jangan lupakan dengan berselancar. Ombak di pulau Enggano benar-benar 'gila', sehingga para peselancar akan sangat bahagia jika menghabiskan waktu disini.


Bosan dengan pantai, Readers bisa mengunjungi Wisata danau Bak Blau di Meok. Disini, Readers akan disuguhkan dengan danau eksotis, dimana memiliki bentuk yang sangat unik yakni danau yang berbentuk mata dengan air berwarna biru. Jadi, makanya danau itu disebut Bak Blau adalah bahasa Enggano itu sendiri yang berarti mata biru.

Pulau Enggano memiliki hasil bumi yang sangat unggul, loh Readers, yaitu pisang kepok. 

Selain hasil laut yang sangat melimpah ruah, ternyata Pisang ini tak hanya menjadi bagian penting dari ekonomi lokal, tetapi juga telah menarik perhatian nasional dengan kadar produksi dan hasil yang menjanjikan. Tak main-main, saat musim panen tiba, para petani pisang akan menghasilkan hingga 8 truk pisang per kali panen, dengan setiap truk memiliki kapasitas hingga 7 ton. Sebab ke-molekannya, para petani sudah berhasil mengirim pisang hasil tanam mereka sampai ke luar daerah, seperti Sumatera Barat, sampai Lampung, loh. Ada juga sebagian daerah mengolah pisang ini menjadi pisang kipas, kripik, hingga selain namun tak membuat Enggano terkenal akan nama itu. 

Sebenarnya, masih banyak hal yang bisa Readers lakukan disini seperti memancing, tracking, menjelajah hutan mangrove, birdwatching, berkemah dan hal menarik lainnya. Jadi, masih bingung mau kemana untuk menghabiskan waktu berlibur. Ayo berkemas dan segera habiskan waktu terbaikmu di pulau Enggano bengkulu. Happy weekend and see yaa......