Cosplay Menjadi "Ninja Hattori" Demi Air Terjun Paliak Lebong, Bengkulu

Mendaki gunung melewati lembah.. sungai mengalir indah ke samudra.. bersama teman berpetualang~

Duh, anak tahun 90-an mana sih yang tidak tau sebait lirik lagu ninja Hattori ? animasi Ninja Hattori yang terkenal dengan karakter utamanya yang bernama Hattori ini selalu melakukan segala hal untuk sahabat sekaligus keluarganya, yakni Kenichi.Menjaga Kenichi dari kejahilan teman sebaya dan tak jarang mereka berpetualan kesana-kemari untuk bermain. Namun, apa hubungannya ninja Hattori dan air terjun Paliak, nih ? Simak saja sampai bawah, ya.


Liburan merupakan hal yang sangat dinantikan oleh semua kalangan umur, baik itu anak-anak, remaja dewasa bahkan manula pun membutuhkan sebuah liburan untuk menghilangkan penat, ya. Walaupun libur hanya di akhir pekan maupun libur nasional, Readers harus mempersiapkan liburan dengan sangat baik dari jauh-jauh hari agar liburan singkat Readers berjalan dengan aman, nyaman dan lancar, ya Readers. Nah, untuk liburan kali ini, apakah Readers sudah mempunyai tempat yang akan di kunjungi oleh keluarga ? Liburan akan lebih berkesan jika Readers menghabiskan waktu di objek wisata alam, ya. Apabila Readers masih bingung ingin berlibur kemana, silahkan Readers kunjungi salah satu objek wisata alam yang dimiliki oleh Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu.  Dari sekian banyak objek wisata yang dimiliki oleh Kabupaten Rejang Lebong, Air terjun Paliak ini adalah salah satu objek wisata yang cukup populer di Kabupaten Rejang Lebong. Sebelum Readers lanjut menelusuri Air terjun Paliak, mari kita berkenalan dulu dengan Kabupaten Rejang Lebong, ya Readers.


Kabupaten Rejang Lebong adalah salah satu kabupaten yang berdiri tegak di Provinsi Bengkulu, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini adalah Kecamatan Curup, ya Readers. Meskipun sebuah Kabupaten, namun luas wilayahnya cukup luas, loh Readers. Yakni sekitar 1.559,42 km². Kabupaten ini berada pada ketinggian 600-700 mdpl. Kabupaten Rejang Lebong adalah sebuah daerah yang berbukit-bukit, sebab Kabupaten Rejang Lebong masuk dalam Jajaran Bukit Barisan dengan ketinggian 100 hingga 1000 mdpl. Nah, dari sinilah semua keindahan alam di Kabupaten Lebong bermula. Dimana air terjun, gunung, hutan dan lembah tercipta dan menjadi daya tarik sendiri bagi sebagian orang. Diartikel ini, kita akan membahas air terjun yang bernama Air terjun Paliak.


Air terjun cantik ini terletak di lereng bukit barisan dan Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS), dimana aliran air terjun yang mengalir ini terpantau sangat bersih dan bening ditambah dengan nuansa asri hutan alami hujan tropis semakin membuat Air terjun Paliak sangat ideal menjadi tempat menghabiskan waktu bersama keluarga maupun sahabat. Sebab, memiliki air yang jenih dari aliran air bukit barisan, menjadikan air ini di klaim bisa di minum tanpa harus di masak dulu, loh Readers. Meskipun menurut Readers ini cukup asing, namun biasanya para pendaki gunung meminum air pegunungan yang berasal dari air yang mengalir, ya.


Seperti kata pepatah, berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian, ya Readers. Ketika akan menikmati keindahan Readers harus memiliki sesuatu hal yang harus dipejuangkan. Nah, saat ingin menikmati panorama Air terjun Paliak, Readers akan mengarungi beberapa rintangan yang sangat memelahkan, nih. Apabila Readers berangkat dari Kota Bengkulu, maka Readers harus menempuh perjalanan darat sejauh 133 km atau dengan durasi waktu tempuh sekitar 3,5 jam melalui Jalan Padang-Bengkulu atau Jl. Lintas Barat Sumatera. Tapi, sejauh ini jalanan dari kota Bengkulu menuju Desa Embong memiliki kondisi jalan yang cukup memadai, apalagi Readers bisa menggunakan kendaraan pribadi baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun sayangnya, kendaraan Readers hanya bisa sampai ke bendungan irigasi sungai Uram, sehingga Readers masih membutuhkan waktu sekitar 30 - 60 menit dengan berjalan kaki menuju Air terjun Paliak dengan cara menelusuri pinggiran sungai Uram.



Bendungan tempat parkiran tadi adalah pintu masuk menuju kawasan hutan, Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS), lokasi di mana Air Terjun Paliak berada. Selama 30-60 menit kedepan, Readers harus menembus hutan, menyeberangi sungai, dan melompati bebatuan, anggap saja diri Readers adalah ninja Hattori yang sedang berjalan-jalan, ya. Sama seperti Ninja Hattori, Readers memerlukan nyali, kemampuan berenang, fisik, dan mental demi menjumpai air terjun yang memiliki panorama menggila itu. Kurangnya fasilitas yang memadai air terjun ini disebabkan karena Air Terjun Paliak hanya populer dikalangan masyarakat lokal, namun tidak terlalu pupuler untuk pelancong luar, nih. Tantangan pertama adalah Readers harus menuruni bendungan yang membelah sungai dengan lebar sekitar 30 meter. Disini Readers akan mulai diuji kemampuannya, sebab Readers harus menuruni dinding bendungan yang telah disediakan 10 anak tangga, ya. Nah, saat reader sampai ke dasar sungai, Readers akan menemukan air yang ketinggiannya hanya semata kaki, kemudian Readers akan berpindah ke dinding berikutnya yang jumlah anak tangganya pun sama dengan tangga yang pertama. Sesaat setelah berhasil melewati tantangan itu, Readers akan menemukan luasnya hutan dengan bertutupan kanopi yang cukup lebar. Itulah mengapa udara disini lebih terasa segar dan menyenangkan. Perjalanan kembali dilanjutkan dengan menyisir sungai, disin Readers akan berjumpa dengan tantangan berupa batu-batu berukuran besar. Kemampuan Readers akan kembali di uji dengan kemampuan melompat dan kesimbangan tubuh yang baik agar Readers tidak terjatuh dan berakhir dengan cedera parah, ya. 


Atau jika Readers ingin opsi yang lain, Readers bisa menggunakan cara berenang yang artiyna Readers harus menerobos arus sungai yang jernih dan sejuk itu. Airnya bahkan sejernih kaca, loh Readers. Ikan yang berenang kesana kemaripun terlihat dengan mata telanjang. Jangan katakan hutan apabila sepanjang perjalanan Readers tidak bertemu dengan suara khas, ya. Seperti siamang bersahut-sahutan dari kedua sisi sungai, atau suara gareng yang sangat hobi bernyanyi di hujan hujan. Hal ini akan terus berulang sampai Readers melewati empat sungai dengan kondisi yang sama, ya. Sampai akhirnya Readers akan mendengar suara gemuruh air terjun dari kejauhan. Air terjun yang memiliki tinggi hampir menyentuh titik 30 meter ini sangatlah deras, apalagi kolam alami yana air terjun miliki di bawahnya sangatlah menggoda untuk segera menceburkan diri di dalam sana. Keindahan ini kembali di hiasi dengan rimbunnya pepohonan yang gagah nan tinggi sangat mengundang diri untuk beristirahat di bawahnya setelah hampir satu jam Readers berkelana.


Belum lagi saat Readers mengedarkan mata di sekitaran air terjun, mata Readers langsung bersiborok dengan tebing dan bebatuan besar yang saling tindih menindih menciptakan formasi yang unik nan dramatis. Suara burung dan serangga hutan yang saling bersahutan akan memberikan ketenangan yang luar biasa saat Readers beristirahat. Readers benar0benar akan dibuat seperti berada di dunia lain, dimana hanya ada Readers dan ketenangan yang hakiki. Jangan tanyakan perihal fasilitas umum yang akan Readers dapati disini, ya. Sebab air terjun yang beradan di tengah-tengah hutan Taman Nasional Kerinci Seblat ini sangatlah mustahil untuk di lalui. Jadi lebih baik Readers mempersipkan semua kebutuhan baik logistik maupun obat-obatan dari rumah, ya. 


Untuk memperlancar dan mempermudah perjalanan Readers, Writer punya beberapa tips agar Readers bisa berlibur dengan nyaman, ya. Nah mari Readers simak bersama :


  • Persiapan Matang : Kunjungan ke alam terbuka haruslah Readers lakukan dengan baik dan benar. Persiapan seperti logistik dan perobat-obatan serta informasi cuaca harusnya Readers diketahui dari awal.Sebab biasanya jika sedang dalam musim penghujan, air terjun rawan terjadi banjir Bah, loh Readers.
  • Patuhi Aturan : Peraturan yang paling penting adalah Readers wajib menghormati alam yang dikunjungi dengan melakukan kegiatan positif. Jangan pernah melanggar semua yang telah ditentukan baik tertulis maupun tidak, ya Readers. Pelancong sebaiknya bertoleransi dengan pelancong lainnya dan mematuhi aturan yang dibuat oleh masyarakat setempat.
  • Hormati Kehidupan Makhluk Hidup : Readers wajib untuk tidak merusak, mengambil dan mengubah sesuatu yang dilihat pada Air terjun Paliak. Menghormati masyarakat lokal yang berada pada kawasan air terjun juga harus dan sebaiknya dilakukan karena secara tidak langsung mereka sebagai penyedia dan pelindung dari alam terbuka yang Readers nikmati.

Jadi, apakah Air terjun Paliak 'pantas' untuk wisata yang akan Readers kunjungi di akhir pekan atau liburn panjang kali ini ? jika, iya. Selamat bersenang-senang dan ikuti semua tips yang Readers berikan, ya. Jadilah pengunjung yang bijak, jangan membuang sampah sembarang dan tetaplah taat dengan aturan, ya. Happy weekend and see you.