De Javu di Pantai Pengubaian Bengkulu : 'Pantai Kuta' di Tanah Sumatera

Siapa yang masih 'asing' dengan wilayah paling Selatan Provinsi Bengkulu ini ? Wilayah yang terkenal dengan banyaknya pantai yang eksotis nan mempesona ini sangatlah menarik untuk readers kunjungi untuk berakhir peka maupun liburan panjang. Biasanya pelancong yang menginjakkan kaki di ujung Selatan Provinsi Bengkulu ini adalah orang-orang yang penat dengan perkerjaan yang mereka jalani di setiap harinya, sehingga mereka healing di sini. Nama wilayah menakjubkan ini adalah Kaur. Mengapa bisa wilayah Kaur sangat cantik, ya Readers ? Sebab, secara geografi, wilayah Kabupaten Kaur ini  menempati sebagian besar lereng di bagian barat Pegunungan Bukit Barisan. Sehingga hal inilah yang membuat Kabupaten Kaur sangat kaya akan potensi alam yang indah. Mulai dari pantai, hutan dan pegunungan bersera perbukitan. Ibu kota Kaur sendiri berada di Bintuhan, ya. Lalu sekedar informasi bahwa Kabupaten Kaur lahir bersamaan dengan lahirnya Kabupaten Seluma dan Kabupaten Muko Muko. Dampak positif yang dirasakan oleh masyarakat lokal tentang keadaan wilayah mereka adalah banyaknya mata pencaharian utama penduduk lokal, nih. Jika biasanya di wilayah lain hanya mengandalkan satu atau dua mata pencaharian saja untuk menghasilkan uang, maka penduduk lokal Kaur bisa mengandalkan banyak sektor pencaharian seperti pertanian, perkebunan, dan perikanan.


Karena wilayah yang cukup strategis nan menjanjikan dan bekas daerah jajahan Inggris dan Belanda, menjadikan Kabupaten Kaur mendapatkan berbagai macam suku penduduk, diantaranya adalah Kaur, Lembak, Serawai, Semendo, Pasemah, Pekal, dan berbagai macam asal dan keturunan seperti Minangkabau, Palembang, Aceh, Jawa, Madura, Bugis, dan Melayu, bahkan ada juga yang dari India, Cina. Namun, jika pada dasarnya ada pendatang, maka pasti ada penduduk asli. Lalu, siapakah penduduk asli dari Kaur ? Nah, etnis asli yang mendiami Kaur terlebih dahulu adalah etnis Rejang dan Pasemah, dan mereka adalah etnis terbesar hingga saat ini. Bahkan, semua penduduk ini sangat bangga menampilkan bahwasanya dirinya adalah "Orang Kaur". Duhh,, keren sekali, kan Readers.


Memiliki kawasan yang sangat menjanjikan, membuat penduduk lokal berlomba-lomba untuk 'meng-eksploitasi' semua sumber alam yang mereka punya. Nah, salah satu hasil dari 'eksploitasi' penduduk setempat adalah pantai Pengubaian. Apakah Readers pernah mengunjungi pantai ini ? Jika pernah, maka apa kesan Readers setelah bermain di pantai cantik ini ? Apakah menyenangkan ?


Namun, jika belum jangan berkecil hati, sebab hari ini Writer akan memberikan informasi seputar pantai Pengubaian untuk Readers. Stay tune, ya!



Pantai Pengubaian, begitulah namanya. Pantai yang memiliki nama sama dengan desa yang Ia diami ini adalah pantai yang sangat menarik perhatian banyak pihak, mulai dari pelancong lokal, luar daerah bahkan berhasil go Internasional, loh Readers. Hal ini terbukti dengan intens-nya pelancong mancanegara yang sudah menikmati indahnya pantai cantik ini. Pantai Pengubaian sendiri bahkan di gadang-gadang memiliki pesona yang tak kalah cantik dengan pantai Kuta yang ada di Bali, nih Readers. Untuk memastikan hal ini nyata atau tidaknya, Readers bisa langsung mendatangi pantai ini untuk menilai apakah pantai yang berlokasi di Desa Pengubaian, Kecamatan Kaur Selatan, Kabupaten Kaur itu memang layak untuk mendapatkan pujian sebaik itu, ya. Jika Readers memang telah berniat untuk kesini, welcome to paradise, Readers! Namun, untuk mencapai 'Paradise' ini, Readers harus melakukan perjalanan yang cukup melelahkan, ya. Jika Readers berangkat dari kota Bengkulu Maupun Kota Lampung, Readers harus melewati berbagai kecamatan, kabupaten hingga kota dengan jarak tempuh yang panjang. Jika berangkat dari Kota Bengkulu, Readers harus menumpuh jarak sekitar 233,5km atau setara dengan 6-7 jam perjalanan. Dan jika Readersberangkat dari kota Lampung, Readers akan memerlukan jarak tempuh sekitar 414km atau setara dengan 9-10 jam perjalanan, ya. Apakah sudah terbayangkan selelah apa di perjalanan ? Tapi jangan khawatir, dong. Disepanjang perjalanan pun Readers akan ditemani oleh semilir angin pantai, pepohonan rindang dan sesekali Readers akan melewati hutan yang di lindungi. Perjalanan akan semakin menyenangkan manakala Readers bisa menggunakan kendaraan pribadi baik roda dua maupun roda empat, ya. Karena, jalan lintasnya sudah sangat memadai, loh Readers. Tapi, jika Readers adalah warga lokal dan ingin bermain di pantai Pengubaian, Readers hanya perlu menempuh jarak sekitar sekitar 45 km atau setara dengan waktu sekitar 1 jam dari pusar Kota Kaur.


Ketika akan memasuki pantai, Readers akan kembali melajukan kendaraan sepanjang 2 kilometer pinggir jalan raya utama untuk sampai ke Pantai Pengubaian ini. Barulah setelah sampai, pantai Pengubaian akan segera menggoda Readers dengan wilayah kekuasaannya yang sangat eksotis, hati-hati terhipnotis, ya. He..he..


Yang pertama, Readers akan disapa oleh luasnya area parkir pantai yang mampu menampung puluhan bahkan ratusan kendaraan. Hal ini wajar, ya. Mengingat pantai Pengubaian ini sangatlah populer yang menjadikan pantai ini adalah destinasi wisata yang sangat wajib untuk di kunjungi oleh penduduk lokal maupun daerah sekitar. Apalagi jika di hari libur tertentu, seperti momen lebaran, pantai seolah tidak bisa menampung ramainya hiruk-pikuk masyarakat yang berbondong-bondong bermain di bibir pantai maupun sekedar berjemur di di pasir pantai. Diantara mereka, ada yang memang warga lokal yang datang untuk menghabiskan waktu, ada juga para pemudik yang pastinya menjadikan Pantai Pengubain sebagai salah satu wisat yang wajbi mereka kunjungi saat pulang kampung, dan ada juga wisatawan yang tak sengaja melihat keindahan Pantai Pengubaian saat melintasi Kecamatan ini, ya Readers.

 

Saat bermain di pantai, Readers pasti akan sedikit kalut saat ingin buang air kecil, karena terkedang pantai sendiri jarang menyediakan toilet. Namun jika Readers berwisata di sini, Readers akan melihat toilet yang tersedia secara menyebar di berbagai titik demi menghindari antrian panjang saat ingin ke toilet. Jangan lupa untuk membayar uang setelah menggunakan toilet, Readers.


Mushola puntak luput dari pantauan para pengelola pantai. Mereka menyediakan mushola yang bersih dan terawat untuk jamaah sholat ataupun sekedar istirahat sejenak. Disediakan pula beberapa mukenah dan sarung untuk para jamaah yang ingin sholat, ya Readers.


Pantai tanpa wahana permainan seperti sayur tanpa garam, nih Readers. Wahana permainan adalah pelengkap bagi para pengunjung pantai. Selain bermain air, Readers dan pelancong bisa menghabiskan waktu dengan bermain di wahana permainan. ya. Nah, resto adalah hal wajib terakhir yang turut di sediakan oleh pihak pengelola. Selesai bermain air di pantai, perut akan berdemo meminta jatah, maka dari inilah awal mula terjadinya wisata kuliner dadakan. Sebab, Readers akan berlari kesana kemari untuk menikmati semua makanan lezat yang di jajakan oleh para pedagang, mulai dari masakan seafood yang segar, bakar-bakaran, penjaja seafood keliling dan masih banyak lagi pedagang yang membuka lapak di sepanjang bahu pantai, nih Readers. Jadi, tidak perlu takut untuk kelaparan selama berada di pantai indah ini. Ah, jangan lupakan juga bahwa pihak pengelola pastinya sudah mempersiapkan spot foto yang menarik, baik itu alami maupun telah mendapatkan sentuhan tangan dari pihak pengelola, ya Readers.


Masuk ke area yang lebih dalam lagi, yakni Readers akan menemukan Pantai Pengubayan yang sangat menawan. Meskipun terbilang cukup baru dalam debutnya menjadi pantai yang cantik, pantai ini benar-benar berhasil membuat para pelancong terhipnotis dengan keindahan lautnya. Ia memiliki air yang  sangat jernih, berwarna biru sedikit kehijauan, di taburi dengan pasir pantai yang berwarna putih yang bisa membuat foto Readers menjadi instagramable dalam sekali foto. Keindahan itu ditambah lagi dengan berbarisnya pohon kelapa hijau yang rindang menjadikan suasana di pantai ini sejuk dan sepoy-sepoy khas angin pantai. Ada juga para 'koloni' rerumputan hijau yang tumbuh di sekitar pantai ini yang membuat pantai terasa lebih asri dan pastinya terbebas dari sampah. Semua keindahan ini membuat siapa saja menjadi De javu dengan keindahan pantai Kuta yang ada di Bali. Sebab itulah pelancong sering membandingkan keindahan dua pantai yang sangat luar biasa ini, ya Readers.


Untuk masuk ke wisata alam indah tak terkira ini, Readers cukup mengeluarkan kocek sebesar Rp 5.000 untuk pengendara motor dan Rp 10.000 untuk pengendara mobil saja. Dengan harga tiket sebesar itu, Readers dibebaskan untuk menikmati ke indahan yang luar biasa ini, ya. Jadi, apa lagi yang Readers tunggu. Jadikan Pantai Pengubaian sebagai pantai yang akan Readers datangi di akhir pekan maupun liburan di bulan ini, ya. See you and happy weekend, readers.