Galau ? Taklukkan Bukit Hitam Kepahiyang-Bengkulu Obatnya !

Bagi sebagian pendaki, wilayah Kepahiyang adalah surga. Sebab, wilayah yang mendiami provinsi Bengkulu ini memiliki beberapa bukit yang sangat layak untuk Readers takluki. Dari sekian banyaknya bukit yang dimiliki provinsi bengkulu, ada 1 bukit yang wajib sekali untuk para Readers daki, yakni bukit Hitam. Ada yang pernah dengar nama bukit ini ? Mari kita bahas hal istimewa apa yang dimiliki oleh bukit ini, namun sebelum itu mari Readers berkenalan dulu dengan Kecamatan Kepahiyang, ya. Stay tune !


Jika sudah menapakkan kaki ke Kecamatan Kabawetan, Readers tidak akan mau kembali lagi ke rumah, loh. Sebab, alam di Kabawetan sangat asri dan sejuk. Ada yang belum pernah kesini ? Kabawetan adalah sebuah kecamatan yang berdiri di Kabupaten Kepahiang, Bengkulu. Awal mula terbentuknya Kecamatan ini adalah sebab dahulu berjalannya program transmigrasi yang menyebabkan para pendatang di tanah Marga Merigi dan Bermani Ilir. Adapun para peserta transmigrasi ini datang dari Jawa Barat, Jawa Tengah, maupun Jawa Timur yang bahkan memiliki jumlah tak kurang dari 600 kepala keluarga, saja. Lalu, dari 600 KK ini dikelompokkan menjadi 12 grup dan kemudian ditempatkan di wilayah Marga Bermani Ilir ini. Sebab program transmigrasi ini, menjadikan Kabawetan satu-satunya kecamatan yang ada di Kepahiang memiliki mayoritas penduduk yang bukan asli dari suku bangsa Rejang, melainkan Jawa dan Sunda, walaupun suku Sunda termasuk minoritas, tetapi cukup bisa diperhitungkan kehadirannya. 


Wilayah Kabawetan berada di sebelah utara dan merangkap juga sebagai ibu kota kabupaten. Bentuk daerah ini umumnya berbukit-bukit dengan lembah dan lereng-lereng pada ketinggian antara 600-1.200 mdpl. Meskipun berada di provinsi bengkulu, namun semua wilayah Kabawetan berada di pedalaman dan jauh dari kawasan pesisir, ya Readers. Nah, jika biasanya kabawetan terkenal dengan kebun teh yang sangat luas, di artikel ini kita akan membahas tentang gunung Hitam, atau masyarakat lokal lebih familar dengan sebutan bukit Hitam. Bukit Hitam sendiri berlokasi di Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang. Bukit Hitam adalah gunung yang terletak di perbatasan 3 kabupaten yaitu, Kabupaten Seluma dan Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, serta Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan, Indonesia. Tinggi bukit Hitam ini 1.279 m (4.196 kaki).


Untuk Readers yang ingin mencapai Bukit Hitam, Readers terlebih dahulu harus melakukan perjalanan yang tak mudah. Apabila Readers berangkat dari Kota Bengkulu, Readers harus berkendara selama 1,5 jam untuk mencapai Kepahiang. Saat sudah sampai di Kepahiyang, Readers akan melanjutkan perjalanan menuju Desa Wisata Air Sempiang selama lebih kurang satu jam. Jangan takut bosan, ya Readers. Karena sepanjang perjalanan Readers akan bertemu dengan panorama perkebunan teh dan perbukitan, belum lagi udara yang jau hdari kata polusi sangat cocok buat Readers yang ingin membersihkan paru-paru dari udara kotor, ya. Perjalanan dari bengkulu ke kepayang bisa Readers tempuh menggunakan kendaraan roda empat maupun kendaraan roda dua, namun saat Readers mulai memasuki perbatasan Desa Air Sempiang, Readers hanya bisa menggunakan sepeda motor saja, ya Readers. Apabila Readers datang terlalu larut, Readers bisa bermalam di "Winnies Homestay" tentu saja dengan budjet yang tidak menguras kantong, loh. Readers bisa menyewa penginapan yang beralamat di Desa Sido Makmur tak jauh dari Desa Air Sempiang dengan harga 250 ribu saja, loh Readers. Suasana yang disajikan oleh " Winnies Homestay" ini sangatlah Hommy, karena Ia memiliki pemandangan berupa hamparan Kebuh kopi luas dan di lengkapi dengan Strawberry yang tumbuh liar di sisi hamparan Kebuh kopi, jangan lupakan kicauan burung di tiap waktu yang bisa menambah semangat Readers saat terbangun dari tidur. Ingin tetap menyewa tapi tidak ingin tidur di Homestay? Bisa, dong. Readers bisa menyewa tenda plus dengan fasilitas yang cukup lengkap, loh. Listrik dan toilet juga bisa Readers gunakan dengan bebs namun bijak, ya. Namun, apabila Readers ingin minim budget alias gratis, Readers juga di perbolehkan untuk membangun tenda di sekitaran Desa Sido Makmur, nih. Wahh.. Menyenangkan sekali, kan Readers.


Setelah malam yang dingin nan panjang, tibalah saatnya Readers akan memulai perjalanan yang melelahkan. Selama perjalanan dari homestay ke pos pendakian, Readers akan selalu di temani oleh berbagai macam tanaman penduduk lokal yang menghijau. Readers akan memulai perjalanan dengan berjalan kaki melalui jalur tanah. Sebelum memasuki 'kawasan' air terjun Bidadari, Readersbisa terlebih dahulu melipir ke sumber air panas, dari jalur utama, Readers silahkan turun kebawah menuju sumber air panas, Readers membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk sampai. Meskipun hanya 10 menit, namun perjalanan terasa panjang sebab Readers akan berhadapan dengan kontur jalan yang terbilang tidak terlalu susah. Readers akan melintasi track yang cukup terkenal yakniTebing Ambyar, Tebing ini memiliki nama yang unik karena track yang dilalui menanjak dan juga sisi yang licin. Kawasan kawah atau air panas ini masih masuk dalam kawasan gunung berapi, yakni Bukit Kaba. Readers pun di perbolehkan untuk berendam di air hangat guna merelaksasikan otot serta menyegarkan pikiran. Meskipun dikenal menawarkan pemandangan yang menakjubkan, biaya tiket masuk yang cukup terjangkau yakni sekitar Rp 8.000,- per orang saja.. Selama 2-3 jam pertama dari terakhir kali Readers meninggalkan pos Pokdarwis, Readers akan bertemu dengan 'penghuni' kedua di bukit Hitam yakni Air Terjun Bidadari. Disini, Readers akan benar-benar melihat definisi cantik yang alami. Readers akan disugukan dengan pemandangan air terjun setinggi 20 – 30 meter, kicauan – kicauan burung dan hutan yang asri, dan kolam yang terbentuk secara alami oleh alam. Berhati-hati dalam melangkah, sebab bebatuan sangat licin terbukti dengan bebatuan yang di peluk oleh lumut alami berwarna hijau. Readers bisa membasuh tubuh dengan segarnya air yang mengalir langsung dari bukit Bawah. Jika ingin, Readers bahkan bisa beristirahat disini sejenak sembari menyegarkan pikiran sebelum melanjutkan perjalanan ke puncak bukit Hitam. 


Lalu, Readers akan kembali melanjutkan perjalanan dengan track yang mulai  menurun dan kembali  menanjak. Sangat menguras tenaga, loh. Namun, semua lelah Readers akan segera terbalaskan ketika Readers sudah menginjakkan kaki di hamparan ilalang yang luas atau para pendaki biasa menyebutnya dengan padang savana. Saat disini, Readers bisa berhenti dan berfoto ria. Lokasi ini sangat instagramable, loh Readers. Terdapat beberapa pohon yang hidup dengan jarak yang berjauhan satu dengan yang lain, setelah puas dengan padang savana yang penuh dengan ilalang, perjalanan di lanjutkan kembali melalui track terakhir yaitu puncak  Bukit Hitam. Jika di padang savana saja, rasa lelah di bayar lunas oleh pemandangan sekitar apalagi jika Readers sudah mencapai puncak ini. Luasnya pemandang membuat Readers merasa telah menaklukkan Mount Everest. Terlebih lagi jika pada malam hari hirup pikuk lampu kota akan Readers temui disini, sembari menikmati secangkir kopi, Teh dan roti akan menambah pengalaman pendakaian Readers yang berkesan. Jadi, secara keseluruhan perjalanan Readers dari Pos 1 menuju air terjun waktu tempuhnya sekitar dua jam. Sementara puncaknya yang setinggi 1.933 mdpl dapat para pendaki dan Readers akses dengan pendakian sekitar 7-8 jam. Dengan medan yang tidak masuk akal.


Nah, apabila Readers adalah seorang pemula, Readers harus mempelajari dulu hal-hal dasar tentang pendakian, ya Readers. Ada beberapa tips yang bisa Readers lakukan untuk pendaki pemula jika ingin mendaki gunung bukit Hitam ii, apa saja tips-nya, ayo kita kupas bersama :

  • Kumpulkan Niat : Yang paling penting untuk mendaki gunung adalah punya niat, ya Readers. Seorang pendaki harus memiliki keyakinan dan dan kegigihan yang kuat waktu mendaki. Apalagi jika Readers adalah baru pertama kali mendaki. Niat ini adalah pendorong utama yang akan membimbing setiap langkah pendaki di setiap jalur yang menantang. 
  • Cari Tahu Aturannya : Bagi para pendaki pemula, Readers wajib memcari perihal track apa saja dan seberapa ingkat kesulitan yang akan Readers hadapi. Apalagi setiap gunung itu memiliki peraturan dan etika yang perlu diikuti untuk menjaga kelestarian alam dan keselamatan pendaki. 
  • Bawa Teman : Ini sangat penting, jangan mentang-mentang lagi galau, Readers memutuskan untuk mendaki gunung sendiri tanpa membawa teman. Membawa teman pun tidak sembarang, sebab jika perlu Readers mengajak teman yang sudah terbiasa dengan keadaan gunung, ya.
  • Cek Cuaca Sebelum Mendaki :Cuaca adalah kunci utama dari berat atau tidaknya track yang harus Readers lewati. Karena, dari segi cuaca saja, pemilihan pakaian, persiapan perlengkapan, dan penjadwalan perjalanan bisa berbeda,ya.
  • Siapkan Perlengkapan dan Peralatan yang Dibutuhkan : Bawalah perlengkapan dan peralatan yang sesuai. Jangan membawa hal-hal tidak penting sehingga bisa menyulitkan diri sendiri saat berada di perjalanan. Persiapkan logistik dengan cermat, bila perlu bawa ekstra,ya.
  • Bawa Perlengkapan Darurat : Perlengkapan darurat biasanya merujuk seperti peta dan kompas untuk navigasi, senter atau kepala lampu untuk kondisi gelap, dan perlengkapan medis ringan untuk keperluan pertolongan pertama..
  • Siapkan Kondisi Fisik dan Psikis :  Untuk itu menyiapkan kondisi fisik dan psikis bagi para pendaki pemula usahakan Readers melakukan latihan fisik yang cukup seperti jogging dan berjalan jarak jauh, sehingga otot tidak terasa kaku saat melakukan pendakian. 
Jangan ragu untuk mendaki bukit Hitam, ya. Banyak keajaiban yang akan Readers temui di sini. Istirahatkan tubuh dengan menikmati keindahan alam yang telah di sajikan oleh bukit Hitam.