Healing Anti Mainstream di Bengkulu Utara : Curug Sembilan

Bengkulu atau yang lebih Readers kenal sebagai bumi rafflesia adalah provinsi yang memiliki banyak keindahan, seperti hutan lindung, flora dan fauna khas hingga beragam pantai yang indah. Namun apakah Readers tau bahwa dari sekian banyaknya keindahan yang disungguhan, ada salah satu daerah di bengkulu yang sanggup memikat setiap mata menatap yakni Bengkulu Utara. Bengkulu Utara sampai memiliki satu julukan khas loh Readers yang menjadi identitas daerah tersebut, yakni bumi dengan seribu air terjun. Bukan tanpa sebab, pasalnya kabupaten ini adalah rumah bagi sederet air terjun yang masih sangat otentik akan keindahan. Beberapa di antaranya adalah Air Terjun Palak Siring Kemumu, Air Terjun Pacitan, Air Terjun Alas Bangun, dan Air Terjun Intake.

Diantara banyaknya air terjun yang ada di Bengkulu Utara, ada satu air terjun yang sangat populer di telinga warga lokal maupun pelancong. Yakni, air terjun curug 9. Duh... dari namanya saja, Readers pasti sudah kebayang seberapa cantiknya curug ini, kan. Ayo kita kenalan dengan air terjun curug 9 ini Readers.


Air terjun curug 9 berdiri kokoh di kawasan hutan lindung Boven Lais, tepatnya di Desa Tanah Hitam, Kecamatan Padang Jaya Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu. Jika Readers memulai perjalanan dari Bundaran Arga Makmur sampai ke desa terakhir sebelum ke air terjun, jarak curug ini sekitar 22 kiloemter. Dengan waktu tempuh sekitar 1 jam berkendara. Ada dua pilihan rute yang bisa Readers gunakan untuk menuju ke curug 9 dari Arga Makmur. Rute pertama, Readers bisa lewat Desa Senali atau lewat Tugu Bunga Bangkai dan rute kedua akan bertemu diSimpang Jenggot Kuro Tidur. Dari simpang ini, Readers masih harus berkendara ke arah Utara ke Desa Tanah Hitam sejauh sekitar 13,8 kilometer lagi, ya.


Apabila Readers berangkat dari Kota Bengkulu, Readers akan menempuh perjalan dengan menggunakan mobil ataupun sepeda motor dengan jarak sekitar 68 kilometer menuju Desa Tanah Hitam Kecamatan Padang Jaya. Ketika sampai, Readers akan kembali menempuh perjalanan ke curug 9. Nah, dalam perjalan itu, Readers hanya bisa menggunakan sepeda motor khusus atau sepeda motor trail dan kabar buruknya pertualangan Readers pun belum sampai langsung ke lokasi  air terjun 9, nih. 


Disebut dengan curug 9 karena menurut masyarakat lokal, air terjun ini memiliki posisi air terjun yang berjajar, atau bisa Readers sebut dengan bertingkat. Untuk sampai ke air  terjun 9 itu, air terjun ini berada di kaki Gunung Gedang dan kaki Gunung 3, loh Readers.


Namun, jika Readers malah ingin melakukan perjalanan yang lebih menantang menuju Curug 9, Readers bisa melakukan dengan berjalan kaki atau trekking. Readers akan trekking sejauh sekitar 7,5 kilometer (4,67 mil), dengan Readers membutuhkan waktu antara 2-3 jam berjalan kaki. Jangan khawatir dengan perjalanan yang super membosankan, ya. Sebab, di sepanjang perjalanan, Readers akan benar-benar dimanjakan dengan pemandangan hutan lindung yang sangat sejuk selama perjalanan. Readers akan benar-benar dimanjakan dengan suasana hutan yang masih penuh dengan flora dan fauna di dalamnya, jangan lupakan kicauan burung yang siap menemani Readers selama perjalanan menuju curug 9. Di sekeliling lokasi  Curug 9 juga terkenal masih terdapat binatang-binatang hutan meskipun diyakini bukan binatang yang berbahaya. 


Saat melakukan trekking, Readers akan disuguhkan dengan jalur trekking yang memiliki jalur setapak yang cukup jelas, Jadi, Readers tak perlu khawatir untuk tersesat, ya. Namun, meskipun jalur setapaknya jelas, Readers lebih disarankan untuk tetap mengajak pengelola atau warga sekitar sebagai pemandu agar perjalanan berjalan lancar dan aman. Waktu perjalanan yang di sarankan oleh penduduk lokal adalah saat musim kemarau, yakni sekitar bulan Juli hingga Agustus dan juga perjalanan hiking Readers di hutan akan lebih mudah karena tanahnya kering dan keras. Selain itu, air terjun juga tidak meluap apalagi sampai banjir bah, sehingga Readers dan keluarga dapat bermain dengan aman di sekitar air terjun. Aliran air sungai yang deras, jernih, dan bersuhu rendah akan membuat kaki terasa dingin ini berhasil membuat Readers betah berlama-lama berdiam diri disini.


Setibanya Readers di Desa Tanah Hitam, Readers wajib melapor dulu, ya di Posko 9. Selain untuk pencatatan, Readers juga akan dikenakan biaya masuk. Adapun tiket untuk masuk ke 'surga tersembunyi' ini adalah Rp. 10.000 per orang saja. Dan sekali lagi di ingatkan bahwa, Readers sangat disarankan untuk menggunakan jasa pemandu lokal untuk menuju lokasi air terjun. Terutama jika Readers yang sangat awam dengan lingkungan hutan. Air terjun curug 9 ini ini selalu buka setiap hari selama 24 jam, loh Readers. Jadi, Readers bisa datang kapan saja, ya.


Sesaat sesampainya disini, Readers akan dibuat terpana oleh panorama cantik yang di peluk oleh curug 9. Ada banyak hal yang bisa Readers lakukan disini, seperti :

  • Menikmati Keindahan Alam : Seperti yang Writer jabarkan di atas bahwa, air terjun curug 9 ini mendiami tengah hutan lindung yang masih sangat alami. Jadi, jangan heran jika Readers dapat dengan mudah menikmati keindahan alam sekitar, seperti pepohonan hijau yang tinggi, udara yang sangat segar, dan kicauan burung.
  • Berfoto-foto : Berfoto untuk dokumentasi sangatlah penting untuk menunjukan kepada pelancong lain jika Readers telah berhasil menginjakan kaki di salah satu curug tertinggi di bengkulu ini. Ditambah, lokasi Curug 9 memiliki pemandangan yang sangat indah, sehingga sangat cocok untuk spot foto yang sangat aestetic.
  • Bermain Air : Apabila telah sampai disini, jangan lupa untuk bermain air bahkan bila perlu berenang, ya Readers. Ada kolam alami, loh di sekitar air terjun. Namun, selalu berhati-hati dan pastikan selalu saling mengawasi antar sesama, ya.
  • Piknik : Jika tidak ingin bermain air, opsi lain yang bisa Readers lakukan adalah piknik. Membawa bekal dan nikmati piknik di sekitar Curug 9 sangatlah menyenangkan di tambah ada area yang cukup nyaman untuk Readers bersantai dan menikmati makanan bersama keluarga atau teman-teman. Pastikan untuk selalu menjaga lingkungan dan membuang sampah pada tempatnya Readers.
  • Menikmati Suasana Damai : Sesekali menjauh dari hiruk-pikik kota tak menjadi masalah, loh Readers. Ditambah beban perkerjaan yang sangat di luar nalar membuat Readers semakin merindukan kehidupan yang damai. Curug 9 adalah tempat yang sempurna untuk merasakan kedamaian alam. Disini, Readers dapat duduk bersantai, meditasi, atau sekadar menikmati ketenangan alam yang ada.
  • Melakukan Trekking :Selain perjalanan menuju air terjun, Readers juga bisa menjelajahi lebih dalam ke hutan dengan melakukan trekking bersama teman. Pastikan untuk memakai perlengkapan yang sesuai dan mengikuti petunjuk pemandu jika ada.

Perlu dingat, ya Readers bahwa air terjun ini merupakan air yang berada di kawasan hutan lindung, jadi akan sangat mustahil jika Readers menemukan fasilitas di sini. Jadi, apabila curug 9 adalah tujuan wisata yang akan Readers dan teman-teman datangi,  maka Readers sangat di anjurkan untuk menyiapkan stamina dan jangan lupa untuk membawa bekal yang ekstra, ya. karena di sini tidak ada orang yang menjual makanan ataupun minuman. Jangan membuang sampah sembarangan, meskipun berada di hutan lindung ada baiknya jika Readers bersikap bijak dengan selalu membawa pulang sampah yang telah Readers bawa. Selalu berhati-hati dan have fun, readers. See yaa...