Jangan Berasumsi Liar Sebelum Menikmati Segarnya Air Terjun Mandi Angin Bengkulu

Apa yang terlintas di pikiran Readers saat mendengar kata Mandi Angin ? Mandi bersama anginkah atau memandikan angin, atau bagaimana ? Meskipun memiliki nama yang sedikit nyeleneh, bukan berarti tempat ini abal-abal, ya readers. Ada banyak air terjun mendiami provinsi Bengkulu, mengingat bahwa provinsi ini berbatasan  langsung dengan Bukit Barisan yang merupakan hutan suaka alam dan hutan lindung, jadi tidak heran jika banyak wisata alam yang indah disini. Nah, dari sekian banyaknya air terjun di Provinsi Bengkulu, Air terjun Mandi Angin adalah salah satunya. Penasaran dengan air terjun ini ? Namun, sebelum Readers mampir kesini, ada baiknya jika Readers terlebih dahulu mengetahui lokasi air terjun Mandi Angin ini, ya. Air terjun Mandi Angin berada di Desa Air Berau, Kecamatan Pondok Suguh, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu. Ada yang sudah tau dimana Kabupaten Mukomuko? Ayo kita ulik bersama, ya.

Kabupaten Mukomuko merupakan Kabupaten yang secara Administrasi, Kabupaten Mukomuko termasuk dalam Provinsi Bengkulu, Indonesia. Kabupaten yang penuh dengan objek wisata indah ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat di Utara, Kabupaten Kerinci dan Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi di Timur, Samudera Hindia di Barat dan Kabupaten Bengkulu Utara di Selatan. Kabupaten Mukomuko ini terbagi menjadi 15 kecamatan, 148 desa, dan 3 kelurahan. Dari 148 desa itu, salah satunya Ialah Desa Air Berau. Meskipun berada di daerah berbukit, namun Suhu udara di kota Mukomuko terbilang cukup normal, nih Readers. Yakni berkisar antara 21,10 C sampai dengan 34,60 C.

Mayoritas penduduk di Muko-muko ini adalah para transmigran yang berasal dari Jawa, Sunda, Minang, dan lain sebagainya. Sebab, dahulu hampir keseluruhan provinsi Bengkulu, termasuk mukomuko adalah daerah jajahan kolonial Belanda. Jadi untuk 'merubah nasib' , banyak penduduk pulau Jawa yang menjadi peserta trasmigran itu menjadikan Bengkulu sebagai harapan yang baru. Adapun persentase jumlah suku yang mendiami Kabupaten Mukomuko yakni 37,4 persen suku Minang, 6,3 persen suku Jawa, 5,4 persen suku Sunda dan sisanya dari Bali, Bugis, Melayu, Rejang, Serawai, Lembak, serta lainnya. Namun, apakah Readers tahu bahwasanya penduduk asli Mukomuko bagian utara adalah suku Minangkabau? Hal ini terjadi sebab Secara adat, budaya, dan bahasa, Kabupaten Mukomuko cukup dekat dengan wilayah Pesisir Selatan di Sumatera Barat. Dan menurut cacatan sejarah, di masa lalu daerah Mukomuko ini termasuk salah satu bagian dari rantau Pesisir Barat (Pasisie Baraik) Suku Minangkabau, loh Readers.


Air terjun Mandi Angin masih bisa dikatakan sebagai destinasi wisata yang baru yang dimiliki oleh Mukomuko. Nah, untuk bisa merasakan air di air terjun Mandi Angin ini, silahkan Readers datang ke Desa Air Berau, Kecamatan Pondok Suguh, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu. Adapun rutenya yakni jika Readers berangkat dari Mukomuko, maka kemungkinan besar untuk Readers sampai ke desa ini kurang lebih selama 3 jam dengan jarak sekitar 70 kilometer. Jika Readers berangkat dari Kota Bengkulu, Readers akan membutuhkan waktu perjalanan sekitar 3-4 jam, ya. Sepanjang perjalanan dari kota Bengkulu, Readers akan bertemu dengan banyaknya pantai eksotis yang terhampar di pinggir jalan. Saat sudah sampai di jalan lintas barat sumatera desa Air Berau, Readers akan melanjutkan perjalanan untuk masuk kedalam dengan jarak kurang lebih 9 (sembilan) kilometer. namun agar  dapat sampai ke bawah Air Terjun Mandi Angin harus menempuh dengan  jalan kaki kurang lebih 15 menit. Meskipun berada di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) yang masih alami, namun Readers tak akan kesulitan untuk mencapai air terjun ini karena medan menuju air terjun terpantau cukup aman untuk digunakan kendaraan baik motor maupun mobil, namun hanya sampai ke tebing air terjun. 

Sesaat menginjakan kaki disini, Readers akan di buat tercengang dengan indahnya air terjun ini. Air terjun ini memiliki ketinggian 80 meter dan digadang-gadang oleh penduduk lokal menjadi air terjun tertinggi di Provinsi Bengkulu. Rumornya mengapa diberikan nama Mandi Angin, karna apabila dari jarak dekat sekitar 50 meter dari titik jatuh air terjun ini, maka Readers sudah langsung merasakan mandi uap air yang jatuh dengan ceria dari atas.Makanya Air Terjun ini di namakan Air Terjun Mandi Angin, ya readers.

Ada kolam di bawah air terjun yang bisa digunakan untuk berenang, namun tetap berhati-hati, ya readers. Sebab air yang terjun dari atas sangat deras dan berbahaya jika Readers terjebak di bawahnya. Air Pegunungan segar yang mengalir membuat Readers betah berlama-lama, belum lagi keadaan sekitar yang sangat alami, bebatuan besar berdiri kokoh seolah menjaga sang air terjun dari tangan nakal mahluk lainnya. Sebab berada di HPT dan masih sangat alami, bukan hal yang mengejutkan jika Readers bisa mendengar kicauan burung dari berbagai arah, belum lagi udara yang sangat sejuk berpadu dengan banyaknya hewan liar di sini. 

Untuk Readers yang datang terlalu larut atau sore, Readers di perbolehkan untuk menginap terlebih dahulu di penginapan desa terakhir dan besok baru dipersilahkan untuk melanjutkan perjalan menuju Air Terjun. Namun, apabila Readers adalah jiwa yang bebas, maka Readers dan keluarga bisa membawa perlengkapan untuk ber-camping tidak jauh dari air terjun. Sebelum memutuskan untuk melakukan camping, usahakan untuk memantau cuaca terlebih dahulu, ya readers. Apabila hujan dan Readers sedang mendirikan camp, ditakutkan akan terjadi banjir bah yang dikirim oleh hulu sungai. Pastikan juga Readers membawa logistik yang cukup dan beberapa obat pribadi maupun obat P3K, hal ini guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diharapkan ketika sedang camping, seperti terjatuh atau terserang flu sebab udara yang cukup dingin. Untuk semua perlengkapan camping termasuk obat-obatan memang seharusnya Anda siapkan dari rumah Selain camping, Readers bisa juga piknik cantik bersama keluarga dan sahabat, nih. Membawa bekal dari rumah berupa makanan ringan, makanan berat sampai kue-kue kering-pun tak apa. Tapi tetap perhatikan lingkungan sekitar, jika Readers membawa semua makanan yang berkemasan plastik usahakan untuk membuang sampah pada tempatnya atau Readers bisa menyediakan kantong plastik besar untuk sisa plastik maupun makanan yang Readers bawa, ya.

Jangan lupa untuk mengabadikan setiap momen baik bersama keluarga maupun sendirian. Penuhi laman sosial media Readers dengan semua foto yang Readers ambil selama di air terjun mandi angin. Bahkan, banyak pelancong yang sengaja datang ke sini untuk meng-eksplore Air terjun Mandi Angin dan membuat konten di sosial media, loh. Mulai dari instagram,facebook bahkan youtube, nih Readers.

Readers, selama berada di air terjun Mandi Angin ini usahakan untuk tetap menjaga tata krama baik tingkah maupun laku, ya. Seperti jangan sombong atau takabur, berbicara sembarangan, berbuat mesum dengan pasangan non-halal, dan jangan merusak apapun yang berkaitan dengan alam yang berada di kawasan itu. Jagalah diri dari semua hal yang bisa merugikan Readers, ya. Semoga bermanfaat dan selamat berakhir pekan, Readers.