Kemurnian Pantai Air Langkap Bengkulu yang Berbumbu Cerita Apik Nan Melegenda

 Kaur dan sejuta pesona. Entah majas seperti apa lagi yang harus Writer ungkapkan untuk menunjukkan sebaik apa citra sebuah wilayah Kaur yang mendiami sisi Provinsi Bengkulu ini. Terlalu banyak hal menarik yang di genggang oleh Kaur, baik itu berupa darat maupun laut. Ia yang ber-Ibu Kota di Bintuhan ini, sangat pintar dalam menarik perhatian para pelancong, baik lokal, luar daerah maupun luar negeri. Hal ini bukanlah sesuatu yang aneh, karena Letak Kabupaten Kaur yang berada di wilayah pesisir. Yang mana wilayah pesisir sangatlah terkenal dengan keindahannya. Sebab pantai yang terbentang di wilayah pesisir ini mempengaruh kondisi iklim di Kaur, yakni berupa siang hari akan terasa sangat panas, hal ini disebabkan karena angin yang berembus itu berasal dari laut yang memiliki uap yang panas. Namun, saat di malam hari kondisinya akan berbanding terbalik yakni Readers akan merasakan angin yang sangat sejuk, karena yang berhembus adalah angin pegunungan dari arah Bukit Barisan yang tinggi.


Banyaknya pantai indah yang ada di wilayah kaur membuat Readers seolah tak pernah puas jika tidak mengunjunginya satu per satu, ya. Nah, ada baiknya jika Readers terlebih dahulu mengunjungi pantai cantik ini terlebih dahulu, namanya Pantai Air Langkap. Mengapa harus mengunjungi pantai ini terlebih dahulu ? Karena Pantai Air Langkap adalah pantai yang baru dibuka untuk umum oleh Pemda setempat. Selama ini, kemurnian Pantai Air Langkap hanya di nikmati oleh sebagian kecil penduduk lokal saja, loh. . Padahal pantai elok ini hanya berjarak sekitar 250 meter dari jalan utama yakni jalan lintas Barat, atau lebih tepatnya di Desa Sukarami Kecamatan Kaur Tengah, Kabupaten Kaur, Bengkulu Selatan. Untuk menuju ke pantai air langkap ini Readers akan melintasi jalan yang di kiri dan kanan jalan akan Readers temui persawahan segar milik warga setempat. Readers ingin menjelajahi pantai eksotis ini ? Boles saja, namun Readersharus menempuh perjalanan selama 6-7 jam perjalanan dengan jarak lebih kurang 245 meter dari Kota Bengkulu menuju Kaur melewati jalan lintas utama yakni, Jl.lintas Barat Sumatera. Kabar baiknya adalah, Readers bisa membawa kendaraan pribadi berupa motor atau mobil saat melewati jalan utama ini, ya. Karena, jalan utama ini mempunyai aksesbilitas jalan yang sangat memadai, jalanan beraspal mulus dan rambu-rambu yang bisa menjadi pemandu masih berguna dengan baik, loh Readers. Dan jangan lupakan bahwa selama perjalanan pun Readers akan di temani oleh beberapa pantai dan hutan lindung yang akan Readers lewati, menyenangkan sekali, kan!


Jika Readers berpikir bahwa 'air langkap' itu dibaca sama seprti yang dituliskan, maka Readers salah besar, ya. Penyebutan kata dari air langkap ini sangat unik, loh Readers. Penywbutannya seperti ini aya’ langkap, dengan tanda baca (‘) sebagai pengganti huruf R didalam bahasa indonesia, membacanya pun seperti penyebutan huruf ‘ain didalam bahasa arab. Hal ini terjadi sebab penduduk setempat tidak menyebut abjad R seperti kebanyakan orang pada umumnya.


Meski baru saja di perkenalkan kepada masyarakat luas namun belum di promosikan secara global, namun antusiasme masyarakat luar terhadap Pantai Air Langkap sangatlah luar biasa, nih. Hal ini terbukti dengan ramainya para pelancong yang menyesaki pantai di saat hari libur nasional maupun di akhir pekan. Mereka berbondong-bondong datang bersama sanak keluarga, pacar bahkan bersama teman-teman. Saat berada di sini, seluas mata memandang maka seluas itu pula keindahan dan kedamaian batin yang akan Readers dapatkan. Kecantikannya yang masih sangat murni yang telah di jaga oleh penduduk lokal secara turun temurun itu berhasil menarik minat para wisatawan.


Saat Readers mengedarkan mata ke arah pinggir laut, mata Readers akan melihat ada bagian air laut yang menerjang masuk ke arah daratan atau dalam bahasa geologinya bisa Readers sebut dengan nama teluk. Nah, air laut yang menerjang masuk dan membentuk sebuah teluk ini memiliki panjang lebih kurang 100 meter dan lebar sehingga fisiknya lebih mirip seperti sungai. Lalu, lebih kedaerah pinggir-pinngir pantai, Readers akan melihat banyak pohon kelapa yang berdiri berbaris, seolah mengundang Readers dan wisatawan lain untuk datang dan berbaring di bawah rindangnya daun kelapa itu. Ditemani oleh kerasnya ombak air yang saling bertabrakan, dan angin yang membelai tubuh Readers lembut, membuat Readers tak ingin pergi dari sana barang sedikit pun. Laut yang memiliki warna cenderung biru kehijauan itu semakin menghipnotis Readers di sepanjang waktu. Semakin lama menatap hamparan air yang menyentuh bibir pantai yang berpasir halus itu, maka selama itu pula Readers semakin 'tenggelam' dalam pesona yang air langkap miliki. Jika ingin mandi pun ,tak apa. Ombak di Pantai Air Langkap tergolong sedang dan masih aman untuk para pelancong, tapi jangan terlalu ketengah karena banyak karang-karang yang tajam, ya Readers.


Apabila dirasa kurang, pihak pengelola pantai akan mempersilahkan Readers untuk snorkeling dan diving, loh. Yang berarti, Readers bahkan bukan hanya menikmati keindahan di darat, namun Readers juga berkesempatan untuk menikmati alam bawah laut yang masih sangat terjaga ini. Dan kemungkinan besar Readers dan para pengunjung akan menjelajahi keelokan terumbu karang yang ada di sekitar pantai maupun di tengah laut. Keanekaragaman tumbuhan bawah laut yang cantik, berpadu dengan berbagai spesies ikan lucu nan unik dan terumbu karang yang warna-warni, menciptakan pengalaman yang tak bisa di ungkapkan dengan sebuah frasa bagi para penyelam dan snorkeler.


Jika Readers sudah sampai ke Kaur dan ingin berkunjung ke Pantai Air Langkap, tidak usah khawatir masalah biaya, ya. Karena pihak pengelola pantai hanya mematok tarif sebesar Rp 2.000 untuk membeli tiket pengendara motor dan Rp. 5000 untuk pengendara mobil.


Selayaknya daerah wisata pada umumnya, Pantai Air Langkap pun turut serta tumbuh dalam bayang-bayang cerita rakyat yang melegenda, diceritakan secara turun temurun hingga saat ini. Salah satu cerita yang sangat terkenal dan masih di percaya hingga saat ini adalah sebuah tragedi yang cukup mengenaskan. Dimana dahulu, ada seorang penduduk setempat yang secara tidak sengaja menemukan mayat yang tertelungkup atau dengan posisi badan menghadap ke bumi. Mayat itu mengapung didalam perairan pantai itu, karena sebelumnya tidak pernah terjadi akhirnya tempat tersebut menjadi terkenal dan disebut dengan dusun  air langkap (aya’ langkap) atau penduduk lokal juga sering menyebut pantai ini dengan dengan nama aya’ besak (air besar). 


Terlepas benar atau salah, terjadi atau tidak, Sebagai pelancong yang datang dari daerah luar, sangat penting bagi Readers untuk tetap menghargai dan meresapi nilai-nilai legenda yang melekat pada tempat wisata yang telah Readers kunjungi. Jangan sampai salah berucap dan malah menjadi bumerang untuk Readers dan orang lain disekitar, ya. Pastikan bahwa Readers dan pelancong lain telah menjaga kebersihan dan menjalankan praktik-praktik berkelanjutan untuk melindungi lingkungan dan keanekaragaman flora dan fauna yang ada di Pantai Air Langkap. Pantai ini adalah sebuah harta alam yang berharga dan menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaganya agar tetap indah dan lestari untuk generasi mendatang.