Lorong Watu, Secuil Surga di Sisi Utara Bengkulu

Berwisata ke bengkulu utara takkan lengkap rasanya jika Readers belum pernah menginjakkan kaki di  kecamatan Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, Indonesia. Desa Kemumu memiliki banyak sekali objek wisata yang membuat Readers betah berlama-lama berada disini, bahkan Readers sempat berpikir untuk menetap di desa ini saja, loh. Mulai dari petak-petak awah yang terbentang berhektar-hektar luasnya, banyaknya air terjun yang mendiami desa kemumu dan sungai yang mengalir dengan damai namun tetap mempesona. Semua itu benar-benar keindahan yang dimiliki oleh desa kemumu, Arga makmur. Siapa yang bisa menolak keindahan yang telah Tuhan persembahkan ini ?

Nah, kali ini Writer akan membahas salah satu objek wisata yang sampai saat ini masih eksis dan sering menjadi 'daftar penting' yang harus pelancong datangi saat berada di desa kemumu, yakni Lorong Watu.

Objek wisata Lorong Watu di Desa Kemumu ini adalah salah satu objek wisata andalan yang dimiliki oleh desa kemumu. Ada satu julukan yang sangat melekat di 'tubuh' objek wisata Lorong Watu yakni Pemandian Putri Kahyangan. Kenapa demikian ? Sebab, apabila sehabis hujan melanda di sekitaran Lorong Watu, warga lokal akan selalu melihat berkas cahaya pelangi yang sangat cantik menghiasi wisata ini. Jadi, warga lokal berpendapat bahwa para putri dari kahyangan sedang turun dan mandi disini, itulah asal-muasal kenapa Lorong Watu disebut sebagai Pemandian Putri Kahyangan, ya Readers.


Nah, apabila Readers ingin bermain air disini, Readers harus berjuang sedikit, ya. Karena, lokasi Lorong Watu ini berada di Desa Kemumu, Kabupaten Bengkulu Utara, dimana jika Readers berangkat dari bengkulu, Readers harus menempuh perjalanan sekitar 60 kilometer dari pusat Kota Bengkulu dengan memakan waktu tempuh sekitar 1-2 jam perjalanan darat. Readers bisa menggunakan kendaraan pribadi, ya. Baik motor atau mobil bisa memasuki desa ini. Saat memasuki objek wisata cantik ini, harap berhati-hati sebab meskipun rute-nya mudah untuk di tempuh namun jalanannya sedikit berpasir, ya Readers.


Sesaat setelah sampai di sekitaran Lorong Watu, Readers harus memarkirkan kendaraan di lokasi parkir yang cukup luas, kemudian pertualangan segera dimulai, dimana Readers harus berjalan kaki sejauh 2km. Wah.... pasti sangat melelahkan, bukan. Namun, nilai positifnya adalah, selama perjalanan menuju Lorong Watu Readers akan menikmati pemandangan yang telah disediakan oleh alam, seperti menanjaki tanjakan yang cukup terjal nan curam, belum lagi jika Readers datang sesaat setelah turun hujan maka Readers akan 'ditemani' oleh licinnya jalan yang hendak Readers lalui. Tapi, ada kabar baik, loh Readers. Apabila Readers tidak ingin kelelahan, Readers bisa menaiki ojek motor warga lokal yang siap  sedia mengantar Readers ke Lorong Watu.


Ketika sampai disini, Readers akan dibuat terpanah dengan panorama ciamik yang ditelan oleh Lorong Watu. Readers akan melihat sebuah sungai yang diapit oleh batu berbentuk sangat abstrak naik disebelah kiri dan disebelah kanan dengan ketinggian mencapai 4-5 meter, lalu jangan lupakan air sungai yang jernih nan berkilau. Daya tarik objek wisata ini ada di keunikannya, dimana objek wisata ini seakan kolaborasi untuk menuntukkan pada mahluk hidup jika Lorong Watu sangat mengagumkan. Air terjun yang gagah, sungai dangkal yang mempesona, dan tebing cekung berbatu, menjadikannya tempat ini sangat patut untuk Readers kunjungi bersama keluarga maupun teman. Selain air terjun utama, ternyata masih ada beberapa air terjun namun dalam bentuk mini yang berhasil menambah keindahan Lorong Watu. Sebenarnya, objek wisata Lorong Watu sendiri ada sejak zaman dahulu, namun Ia baru naik kepermukaan setelah berhasil ditemukan oleh sekelompok pemuda yang hobi bertualang lalu memotret dan diposting dimedia sosial pada kisaran tahun 2016. Semenjak itu, Lorong Watu menjadi destinasi wisata yang sering dikunjungi oleh pelancong, ya Readers.


Jika sudah disini, jangan lupa untuk bermain air, loh Readers. Suhu air yang menyentuh 20 derajat celcius dan di temani oleh gemericik air bisa menjadi pelipur lara dikala kegalauan melanda. Sekedar informasi, nih bahwa dinginnya air itu murni sebab berasal dari air pegunungan, ye Readers, jadi bukan karena cuaca yang mendung. Kedalaman sungai ini berada di 50cm sampai dengan 3meter, jadi apabila Readers membawa anak kecil untuk mandi disini, Readers tetap harus mengawasi, ya. Jangan pernah meninggalkan mereka bermain air sendiri. Atau, anak-anak juga bisa bermain air di pancuran air yang terbuat dari bambu. Air mengalir dari celah-celah batu itu adalah air yang sama dengan air yang mengalir ke sungai. Disarankan untuk tidak berkunjung pada saat musim hujan, sebab terkadang tanpa pemberitahuan akan sering terjadi banjir bah, dimana ketinggian air bahkan bisa melebihi 5meter, ya Readers.


Apabila Readers tidak ingin bermain air, Dibagian atas Lorong Watu ini, terdapat tatanan watu (batu red) yang berbentuk seperti tempat duduk yang berjejer cukup rapi. Selain sekedar menikmati jernihnya air dan sejuknya udara yang belum terkontaminasi dengan polusi di lokasi ini, Readers bisa menemukan sebuah komunitas sering berselancar di lokasi Lorong Watu di bawah naungan karang taruna Kelurahan Kemumu.


Readers, ada beberapa tips yang bisa Readers lakukan agar perjalanan dan liburan Readers bisa berjalan dengan lancar tanpa penghalang, ya. Seperti, Readers lebih disarankan untuk memarkirkan kendaraan di pekarangan rumah warga dipinggir jalan raya atau lokasi parkir yang tersedia, sebab terkadang sering turun hujan tanpa aba-aba yang mengakibatkan kondisi jalan akan sangat sulit untuk kendaraan Readers lalui. Apabila Readers adalah seorang pemula yang menjelajahi hutan, lebih baik jangan bermain terlalu lama, sebab suhu air gunung yang sangat dingin dan juga suara air terjun yang deras dan kuat akan membuat gendang telinga sakit dan bedengung. Jika perlu, Readers bisa membawa perlengkapan safety, seperti: sandal gunung, rompi pelampung, sarung tangan, dan bila perlu setiap satu tim/rombongan membawa tali tambang ukuran sedang, hal ini untuk mencegah barang kali Readers dan teman terjebak banjir bah. Bawa makanan, camilan dan minuman, sebab di sepanjang perjalanan hingga titik objek wisata Lorong Watu, Readers tidak akan menemukan kantin satupun, ya Readers. Jadi, jangan sampai kelaparan apalagi jika Readers yang berjalan kaki. Jangan pernah membuang sampah yang Readers bawa sembarang, terlebih membuang ke aliran sungai, ya. Jangan pernah berbuat hal-hal yang melanggar kepercayaan setempat maupun melanggar norma, seperti sombong, berbicara sembarang dan lainnya. Ingat, ya Readers. Selalu bijak dalam berbuat baik tingkah maupun laku.


Untuk menikmati setiap keindahan yang ada, Readers cukup membayar tiket masuk sebesar Rp 5.000,- saja, dan parkir kendaraan sebesar Rp 5.000,- saja juga. Sangat wajar saja jika penduduk lokal menyebut Lorong Watu ini sebagai Pemandian Putri Kahyangan, sebab tempat ini begitu cantik nan alami tanpa tersentuh bangunan modern sedikitpun. Mungkin saja para Putri Kahyangan benar-benar pernah mampir untuk mandi disini. Sebaiknya, Readers mengunjungi lorong waktu ini saat senggang, ya. karena jika memilih waktu weekend atau hari libur nasional, objek wisata ini akan penuh dengan pelancong baik dalam maupun luar daerah. Sekian dulu artikel kali ini, sampai berjumpa di artikel selanjutnya, ya. Happy weekend and see yaa.....