Mahakarya Tuhan di Pelosok Bumi Bengkulu : Danau Gedang

 Jika Readers berpikir bahwa Bengkulu yang notabene-nya adalah pesisir, maka objek wisata yang ada di Bengkulu hanya seputar pantai saja ? Tidak, salah besar, dong. Meskipun secara geografis Bengkulu memang terletak di daerah pesisir, namun Bengkulu juga banyak objek wisata yang lain termasuk pegunungan, hutan dan lainya. Bahkan bunga langka seperti Fafflesia Arnoldi lebih memilih untuk hidup di daerah bagian ini, loh !



Yang akan kita bahas bukan objek wisata yang berada di kota, melainkan objek wisata yang terletak di daerah kabupaten namun tidak kalah cantik jika di bandingkan dengan wilayah Bengkulu lainnya. Msri kita sambut Danau Gedang . Ada yang pernah berlibur ke danau yang luar biasa cantik ini ?


Desa Padang Betuah Kecamatan Pondok Kelapa yang masuk kedalam administratif Kabupaten Bengkulu Tengah ini ternyata memiliki kecantikan tersembunyi, loh Readers yakni Danau Gedang . Namanya cukup unik. Kerap dipanggil Pantai Danau Gedang oleh warga lokal sebab danaunya yang berdekatan dengan pantai, yakni hanya berjarak sekitar 30 meter. Nah, jadi poin penting dan menarik destinasi wisata ini adalah keindahan danau yang berdekatan dengan pantai. Bisakah Readers membayangkan betapa mengangumkannya danau yang berdampingan langsung dengan laut ini? bentuknya bagaikan sebuah muara yang begitu luas namun tetap terpisah oleh hamparan pasir yang berjarak 30 meter.


Meskipun masuk ke daerah kabupaten, namun Akses menuju lokasi ini cukup mudah untuk Readers tempuh. Jika Readers berangkat dari pusat Kota Bengkulu, Readers hanya perlu menempuh jarak perjalanan sekitar 25 km. Sepanjang perjalanan-pun Readers akan disuguhi oleh panorama yang cukup menarik, dari deretan pohon pinus yang menjulang tinggi hingga penjual ikan asin di pinggir jalan siap menyapa Readers, ya. Jalan raya yang sudah beraspal mulus ini membuat perjalanan Readers semakin menyenangkan, Nah, setibanya di Desa Padang Betuah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bengkulu Utara, Readers harus melanjutkan perjalanan kembali dengan melalui jalan beraspal sekitar 3 km dan Readers akan menemukan destinasi wisata yang Readers inginkan.


Di tengah perjalanan, Readers akan melihat sebuah usaha tambak yang luar biasa besar. Bentuknya tentu saja berpetak-petak seperti kolam buatan. Tambak dengan alas dan dinding kokoh ini adalah tempat budidaya udang. Dengan area seluas itu, mungkin sebagian besar pemasok udang yang berada di pasar berasal dari sini. Kemudian, tak jauh dari tambak buatan ini, Readers akan kembali disuguhkan dengan  satu spot khusus yakni berupa tanah yang terselimuti oleh rumput gajah yang tumbuh dengan sangat subur. Ada beberapa bangunan kayu yang bisa digunakan untuk berswafoto. Saat Readers berada disini Readers akan langsung mendengar desis angin dan deburan ribut sang ombak ombak laut yang sedang bernyanyi ria.


Bisa dibilang bahwa Pantai Danau Gedang termasuk dalam destinasi wisata yang tersembunyi atau biasa di sebut hidden gem yang ada di pondok kelapa, jadi jangan kaget jika saat menginjakkan kaki disini, yang Readers temukan adalah suasana yang masih asri dan tentu saja jauh dari keramaian. Readers bisa dengan bebas bersantai di tepi pantai atau berenang di air laut yang menyegarkan Nah, selain berenang bersantai, Readers juga bisa melakukan bahyak hal menyenangkan yang telah di siapkn oleh pengelola Danau Gedang , diantara lain :


  • Berkemah: Pengunjung diperbolehkan untuk mendirikan tenda pribadi di tepi pantai, atau jika tidak mau lelah Readers bisa menyewa tenda untuk berkemah. Lokasi perkemahan yang tersedia di Danau Gedang ini memiliki design yang nyaman dan tentu saja aman. Bahkan, Readers dapat bebas memilih tempat perkemahan sesuai dengankeinginan Readers, ya. Ada yang lokasinya dekat dengan danau hingga yang lebih berdekatan dengan area hijau. Disini, Readers akan mendapatkan pengalaman malam yang unik. Seperti suasana malam yang cukup tenang yang menciptakan suasana sempurna untuk bersantai di bawah bintang-bintang, menggali keindahan alam di malam hari. Dan, jangan lupakan sunrise yang siap menyambut Readers saat pagi menyingsing.
  • Memancing: Apakah Readers penggiat memancing ? jika iya, Danau Gedang merupakan habitat berbagai jenis ikan, sehingga menjadi tempat yang ideal untuk Readers memancing. Dengan menyewa perahu, Readers bisa sedikit menengah untuk memancing ikan, ya.
  • Menjelajahi Hutan Bakau: Hutan bakau di sekitar danau merupakan rumah bagi berbagai jenis flora dan fauna. Nah, pelancong dapat mengikuti tur menjelajahi hutan yang eksotis ini dengan seorang pemandu untuk mempelajari lebih lanjut tentang ekosistem hutan bakau yang berada di sekitar Danau Gedang .

Jam buka disini sangat fleksibel, loh Readers. Jadi Readers bisa datang kapa saja, ya. Namun, Danau Gedang ini akan disesaki oleh pelancong baik dalam atau luar daerah jika sudah bersinggungan langsung dengan hari libur atau weekend, jadi siapkan diri untuk 'berdesak-desakan' dengan pelancong yang lain demi mendapatkan spot yang Readers inginkan. Pada hari libur nasional seperti lebaran atau natal, pengelola seolah tidak ingin mengambil resiko dengan hal-hal yang tidak diinginkan, jadi objek Wisata Danau Gedang mendapat pengamanan dari pihak kepolisian, Dinas Perhubungan dan warga  lokal yang ikut andil dalam menertibkan kendaraan baik mobil maupun motor seperti mempersiapkan lahan parkir kendaraan pengunjung.


Biaya masuk ke  Danau Gedang sangat terjangkau dan amah di kantong untuk semua kalangan. Dimana harga tersebut sangat tidak sesuai dengan apa yang akan Readers dapatkan sesaat setelah sampai di Danau Gedang . Adapun tarif parkirnya adalah Untuk pengendara sepeda motor, tarifnya hanya sebesar Rp 5.000,- Sementara untuk mobil sendiri Readers hanya perlu mengocek tarif sebesar Rp 10.000,- saja. Perlu dingat bahwa tarif ini sudah mencakup hak akses ke fasilitas dan keindahan alam yang ditawarkan oleh  Danau Gedang. Readers disarankan untuk mengunjungi danau ini saat cuaca cerah saja, ya. Sebab, dengan cuaca yang baik akan membuat pengalaman bermain Readers untuk menikmati keindahan alam sekitar jauh lebih baik. Mengingat bahwa kantin disana masih sangat terbatas, akan lebih baik dan menyenangkan jika Readers membawa bekal dan snack endiri dari rumah, hitung-hitung Readers sekalian piknik cantik di danau memikat ini.


Namun, tetaplah dalam keadaan bijak, ya Readers. Yakni tidak membuang sampah sembarang, dan jangan sampai merusak apapun yang ada di Danau Gedang . Sebab, keindahan Danau Gedang -pun tergantung dengan alam sekitar yang saat ini Readers sedang kunjungi.


Ada yang unik di Danau Gedang , yakni setiap 6 bulan sekali ketika air laut sedang tinggi, warga lokal akan melakukan sebuah tradisi yang dilakukan secara turun temurun selama hampir ribuan tahun yang lalu, loh Readers. Yang mana tradisi ini sering disebut dengan Tradisi Danau Terbelah atau Danau Patah yang dilakukan  oleh para penduduk asli dengan menggunakan alat-alat tradisional. Para warga akan membuat tumpukan yang terbuat dari pasir sebagai pembatas antara air danau dengan air laut. Pembatas tersebut sengaja dibuat penduduk lokal dengan ukuran kurang lebih sekitar setengah meter hingga mencapai satu meter. Hal ini bertujuan agar air yang berada di danau bisa mengalir  ke laut atau ke pantai yang ada di sebrangnya. Meskipun dilakukan secara gotong royong, namun faktanya tradisi membelah danau ini tidak semudah yang dibayangkan, Tradisi membelah danau ini dilakukan mulai dari bagian pangkal danau yang memiliki ukuran lebar kurang lebih sekitar 20 sampai 25 meter. Setelahnya para penduduk lokal akan mengawasi aliran air ini, apabila danau telah surut, galian pasir yang dibuat itu akan ditutup kembali. Tradisi ini sengaja dilakukan dengan untuk mengambil berbagai jenis ikan-ikan, udang maupun kepiting yang memang hidup di danau ini. 


Danau Gedang  adalah definisi mahakarya tuhan yang berada di pelosok bumi rafflesia. Dimana seolah Tuhan diam-diam menciptakan lukisan panorama yang penuh keajaiban dan disembunyikan disini. Harmoni antara air dan pasir, ditambah dengan perbatasan yang jelas nan tegas antara danau dan laut, dan muara yang lebar memberikan kesan luas namun masih indah untuk Readers nikmati. Suasana disini benar-benar berbanding terbalik antara satu sisi dan sisi lainnya, saat Readers melihat danau-disana Readers hanya akan melihat air yang tenang, seakan menjanjikan bila semakin lama Readers berada disana maka Readers akan semakin berdamai dengan semua hal Readers alami, namun apabila Readers melihat lautan , Readers akan melihat ombak laut yang sedang berkejaran sarat akan keindahan yang liar namun memikat, seakan menjanjikan semakin Readers mengejar sesuatu, maka Readers harus berkerja dengan sangat keras. Dimana lagi Readers akan melihat keindahan yang memamerkan pertemuan dua elemen alam yang berbeda namun indah secara bersamaan ini ?