Mengintip Panorama Memikat Telaga Putri Tujuh Warna di Kabupaten Lebong, Bengkulu

Kabupaten Lebong 'lahir' di tahun 2003, dimana saat itu Ia berhasil menjadi kabupaten pemekaran dari Rejang Lebong. Kabupaten yang bersinggungan langsung dengan bukit barisan ini memiliki  ketinggian 500-1.000 dpl. Nah, adapun wilayah Rejang Lebong yang dimekarkan adalah Kecamatan Lebong Utara dan Lebong Selatan. Kemudian, dari dua kecamatan tersebut, Kabupaten Lebong resmi dibentuk dengan lima kecamatan, nih Readers. Yakni kecamatan Lebong Utara dibagi atas Lebong Utara, Lebong Atas, dan Lebong Tengah. Sedangkan Lebong Selatan hanya dibagi menjadi dua kecamatan saja, berupa Lebong Selatan dan Rimbo Pengadang.


Nah, artikel kali ini Writer akan membahas salah satu hidden gem yang berada di Rimbo Pengadang. Dimana objek wisata ini sangat mengagumkan namun sarat akan desas-desus misteri yang masih patut di pertanyakan, loh reades. Nama objek wisata ini adalah Telaga Putri Tujuh Warna. Berlokasi di Desa Rimbo Pengadang, Air Dingin, tepat di perbatasan Kabupaten Rejang Lebong dengan Kabupaten Lebong. Jika Readers ingin mengunjungi objek wisata yang tersembunyi ini, Readers akan disuguhkan dengan berbagai rintangan yang cukup berat, nih. Apabila Readers ingin berangkat dari pusat ibu Kota Curup, maka jarak tempuh yang harus Readers jajaki adalah sepanjang 20 km. Namun, apabila Readers berangkat dari Bandara Fatmawati, kota Bengkulu maka Readers akan menempuh perjalanan sejauh 120 km. Untuk rute jalannya sendiri Readers akan berangkat dari bandara fatmawati soekarno Bengkulu menuju jalan Bengkulu – Kepahiang, kemudian saat sampai di persimpangan kabupaten Rejang Lebong Curup – Kepahiang. 


Biasanya Readers akan menggunakan kendaraan pribadi untuk mencapai desa terakhir, lalu Readers harus menitipkan kendaraan yang Readers bawa di desa Rimbo Pengadang, sangat mustahil untuk membawa kendaraan masuk melewati jalan setapak yang akan Readers lewati untuk menuju Telaga ini nantinya. 


Sesaat setelah sampai di Kabupaten Lebong, Readers baru akan memulai perjalanan yang sesungguhnya. Seperti yang Readers tau bahwa lokasi Telaga Putri Tujuh Warna ini cukup terpencil atau bisa Readers sebut dengan hidden gem karena akses menuju ke Telaga Putri Tujuh Warna ini cukup sulit, tersembunyi dan belum adanya infrastruktur yang memadai. Jadi, siapkan stamina dan logistik yang cukup bila perlu ekstra, ya. Sebab dalam perjalanan Readers akan menempuh jarak yang membutuhkan waktu tempuh sekitar 3 jam berjalan kaki dari jalan desa terakhir. Belum lagi medan yang cukup sulit membuat perjalanan Readers semakin menantang. Untuk Readers dan para pelancong yang baru pertama kali menjejakkan kaki di sini, sangat disarankan untuk menggunakan jasa tour guide atau pemandu wisata lokal, ya Readers. Untuk Tour Guide ini Readers bisa menggunakan jasa kelompok pencinta alam, operator pendaki gunung, mahasiswa pencinta alam dan karang tarunan Desa Rimbo Pengadang.


Sepanjang perjalanan juga Readers akan melihat ladang ladang yang di kelola oleh penduduk lokal, belum lagi gemercik aliran air yang bening di sepanjang perjalanan,hutan hujan tropis yang menghijau,bukit bukit barisan yang berbaris terhampar jauh, menikmati indahnya kawasan  Rimbo Pengadang, Menghirup udara yang segar bebas polusi serta menikmati keasrian flora dan fauna lokal tanah Bengkulu.


Setelah perjalanan yang begitu melelahkan namun menantang, Readers akan sampai ke lokasi Telaga unik di Bengkulu ini, Telaga Putri Tujuh Warna ini memeluk daratan seluas 50 hektar dengan tujuh warna. Empat dari ke tujuh telaga yang mempunyai ukuran yang cukup besar yakni telaga berwarna biru, merah, putih serta abu-abu, sedang tiga warna lainnya mempunyai ukuran lebih kecil dari sebelumnya yaitu telaga yang berwarna kuning, coklat serta hitam. Jarak antar Telaga satu dan lainnya mempunyai  jarak yang berbeda – beda. Ada yang dekat, ada pula yang jauh, ya Readers.


Telaga pertama yang akan Readers lihat adalah telaga yang berwarna biru yang memiliki diameter sekitar 10 meter. Saat mendekati telaga biru, Readers akan di sambut dengan menyengatnya aroma belerang serta jangan lupakan uap pans yang keluar dari perut bumi. Dilokasi telaga biru ini juga terlihat puluhan sumber air panas yang turut menyembur melalui cela-cela permukaan tanah, Jadi Readers harus hati-hati agar tidak menginjakkan kaki diarea yang mengeluarkan semburan air panas. Namun, dikarenakan udara masih sangat asri dan sejuk dan cenderung dingin, Readers bisa menghangatkan diri dengan berdiri di sekitar telaga, ya. Nah, di sekitar telaga biru ini Readers juga akan jumpai telaga-telaga kecil lainnya yang berwarna hitam.


Jarak antara telaga biru dan telaga hitam tak terlampau jauh, loh Readers, sebab Readers cukup berjalan selama sekitar 10 menit, namun disepanjang jalan menuju telaga hitam ini, Readers akan disambut dengan semburan-semburan air panas yang mengintip di berbagai titik sehingga menjadi daya tarik tersendiri, bahkan sesekali tanpa sengaja Readers akan mendengar suara air yang mendidik dibawah kulit bumi. Disebut telaga hitam, karena memang warna telaga ini hampir menyerupai warna hitam, namun jika Readers lihat lagi lebih teliti, telaga ini lebih cenderung ke warna abu-abu tua, loh. Warna tersebut berasal dari lumpur panas yang keluar dari perut bumi. 


Kemudian untuk mencapai telaga kuning, memiliki jalur yang menanjak, hingga sampai dipuncak bukit, readers akan bertemu dengan persimpangan jalan, kemudian silahkan Readers mengambil jalur ke kiri kemudian turun ke dasar lembah untuk menuju telaga kuning. Jarak antara telaga abu-abu dan telaga kuning ini diperlukan waktu 1 jam perjalanan, meskipun tidak memiliki semburan panas baik air maupun lumpur, namun air yang ada di telaga yang cukup lebar ini tetap terasa sangat panas.


Kemudian, Readers bisa mengikuti aliran air sungai kecil sejauh 200 meter dari telaga biru untuk mencapai telaga merah. Namun, Readers akan dibuat terkejut, sebab ternyatau kurannya lebih besar dari telaga biru, loh dan terdapat asap putih di atasnya, yang menandakan jika telaga merah ini juga memiliki sumber air panas. Untuk mencapai telaga berwarna cantik ini, Readers terlebih dahulu harus membelah Hutan Bukit Daun yang masih sangat alami. Jalur yang Readers temui pun beragam mulai dari tanjakan hingga turunan. Sayangnya, terkadang para pelancong tidak bisa sampai ke pinggir telaga, sebab kurangnya pemiliharaan sehingga telaga merah masih tertutup rimbunnya tanaman semak, sehingga pelancong cukup melihat kawan ini dari salah satu sisi.


Selanjutnya adalah telaga abu-abu. Jarak dari telaga merah ke telaga abu-abu sendiri cukup dekat, loh Readers. bahkan lebih dekat dari jarak antara telaga Biru dan telaga Hitam. Namun, telaga abu-abu sendiri tidak ada telaga yang besar layaknya telaga sebelumnya, Telaga abu-abu hanya memiliki diameter 4 meter saja, dimana beberapa telaga kecil itu memiliki semburan Air dan lumpur, meskipun tidak memiliki telagayang besar, telaga abu-abu memiliki semburan air dan lumpur di dalam telaga, ya Readers. Dan, disini Readers akan menemukan 'hidangan utama'-nya yakni Telaga Putih. Telaga putih ini bahkan memiliki ukuran yang lebih besar dibanding telaga-telaga sebelumnya. Telaga ini berdiameter antara 50 sampai 100 meter.


Telaga Putri tujuh Warna ini bukan sembarang nama, ya. Asal muasal nama Telaga Putri Tujuh Warna ini, adalah di telaga terbesar yang merujuk pada telaga yang berwarna putih, setiap pengunjung dilarang untuk menyebutkan kata 'puteri', rumornya, apabila ada yang mengatakan kata itu saat berada di telaga putih, maka masyarakat lokal percaya bahwa semburan mata air besar di tengah danau akan semakin besar, oleh karena itu di telaga ini diberi nama Telaga Putri Tujuh Warna. 


Terlepas dengan hal yang di pantang oleh masyarakat lokal, ada baiknya jika pelancong dan Readers menghargai setiap kepercayaan yang berkembang di kawasan tersebut. Jadi tunggu apa lagi, untuk Readers yang ingin hobi dengan tantangan ayoo atur jadwal untuk mengunjungi telaga putri tujuh warna, dan nikmati setiap keindahan yang ada, see you and happy weekend