Merasakan segarnya Air terjun Tangga Seribu Kepala Curup, Bengkulu

Bukan Bengkulu namanya jika tidak di penuhi dengan berbagai macam pesona, mulai dari pantai, hutan lindung sampai pegunungan, loh readers. Meskipun Provinsi Bengkulu merupakan provinsi terkecil urutan pertama di daratan Pulau Sumatera dan provinsi terkecil urutan kesepuluh di Indonesia ,namun Provinsi Bengkulu kaya akan objek wisata alam, sebab struktur tanah yang berbukit, bukit ini berasal dari bukit barisan yang mendiami pulau Sumatera, ya readers. Disebut bukit barisan karena bukit ini berdiri sambung menyambung dari Aceh Hingga Lampung, ya.


Karena didominasi dengan perbukitan, maka wajar jika provinsi Bengkulu mempunyai banyak air terjun, baik yang sudah di kelola oleh pemerintah maupun masih alami dan yang masih belum di ketahui arahnya. Diartikel kali ini, Writer akan membahas salah satu air terjun cantik yang mendiami Provinsi Bengkulu, yakni air terjun tangga seribu yang berada di Kepala Curup, ya. Untuk readers yang sering wara-wiri rute Bengkulu-Lubuklinggau, pasti tidak asing lagi dengan salah satu desa yang bernama Kepala Curup ini, kan. Kepala Curup merupakan sebuah desa yang terletak dalam kawasan wilayah kecamatan Binduriang, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, Indonesia.



Kelapa curup juga merupakan jalan utama yang harus dilalui pelancong yang ingin ke Provinsi Bengkulu apabila berangkat dari Provinsi Sumatera Selatan. Selama di desa kepala Curup, readers akan disuguhi oleh pemandangan yang syahdu, sebab di desa ini readers akan menemukan perkebunan warga lokal, seperti sayuran,buah, perkotaan yang tidak terlalu ramai, jalanan yang berliku dan rumah-rumah tua yang masih di huni oleh penduduk aslinya. Jika readers ingin pergi kesini, Air Terjun Tangga Seribu bisa readers datangi dengan perjalanan sekitar 30 KM dari Pusat Kota Curup, atau jika readers berangkat dari Kota Bengkulu, readers akan menempuh perjalanan sekitar 112 KM atau setara dengan 3 jam perjalanan, ya readersreaders juga bisa menggunakan kendaraan pribadi berupa kedaraan roda empat maupun roda dua, ya. Namun, meskipun berada di pinggir jalan lintas Curup-Lubuklinggau, saat sampai di depan 'gerbang' masuk ke air terjun tangga seribu, readers harus bersiap untuk mengeksplorasi lebih jauh dengan berjalan sekitar 1 KM menuruni anak tangga yang jumlahnya lebih dari 300 anak tangga. Sebab memiliki tangga yang mencapai ratusan ini, penduduk lokal menamai air terjun dengan nama tangga seribu, loh readers. Kreatif, ya.


Namun, taukah readers jika sebenarnya tangga ini dibangun bukan untuk fasilitas ke air terjun, loh. Tangga itu sebenarnya di bangun untuk perjalanan ke gardu Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hydro (PLTMH) yang berada persis di dekat air terjun ini. Listrik yang dihasilkan oleh PLTMH ini nantinya dapat mensuplai listrik ke daerah-daerah penduduk Kecamatan Padang Ulank Tanding, Sindang Kelingi serta Kota Padang. Namun sayangnya, kini pembangkit listrik ini sudah tidak difungsikan lagi, yang menyebabkan PLTMH sekitar terbengkalai. sesaat sampai kesini, readers akan disuguhan dengan Air Terjun Tangga Seribu yang memiliki ketinggian sekitar 40 - 50 meter, dengan debit yang cukup deras, nih. Agar bisa mencapai air terjun, readers harus  mencapai area di bawah air terjun terlebih dahulu dimana readers perlu untuk melintasi sungai yang didasarnya penuh dengan bebatuan. Jangan lupa untuk meyiapkan alat pancing untuk  memancing di kolam air terjun dan area sekitarnya yang penuh akan berbagai jenis ikan, loh readers.


Kiri dan kanan sungai di penuhi oleh belukar yang cukup tinggi sebab belom terkelola-nya air terjun yang cantik ini. Air yang jernih dan bersih seolah mengundang readers untuk berendam atau berenang di sekitaran kolam alami air terjun, namun jangan telalu dekat dengan air terjun, ya. Mengingat debit yang cukup deras bisa membahayakan readers dan keluarga. Jika readers ragu untuk mandi di kolam alami, readers bisa mandi di pinggiran sungai yang di aliri oleh dinginnya air terjun di belakangnya. Diantara dia tebing yang masih di penuhi dengan pepohonan yang lebat, bersembunyi banyaknya flora maupun fauna yang mendiami tempat ini. Jangan heran jika saat berada disini, readers akan banyak mendengar suara, ya. Seperti suara siamang, burung yang saling bersautan dengan merdu dan masih banyak lagi suara hewan yang akan readers dengar maupun readers temui dibalik rimbunnya pepohonan, ya. Ngomong-ngomong, jika keberuntungan sedang bersama readersreaders akan dengan mudah bertemu dengan bunga rafflesia arnoldi dan bunga bangkai di kawasan Air terjun, loh.


Dibalik derasnya air terjun itu, ada sebuah gua yang di diami oleh ribuan kelelawar. Ini juga merupakan sebuah daya tarik untuk para pengunjung yang datang kesini. Disarankan untuk datang kemari saat pagi atau sore hari, ya. Sebab jika di siang hari, matahari benar-benar terik dan panasnya sangat tidak toleransi terhadap apapun, jadi di khawatirkan tubuh readers bisa terbakar,ya.


Agar liburan readers di Air terjun tangga seribu ini berjalan dengan aman, baik dan lancar, ada baiknya jika readers mengikuti beberapa tips berikut :

  • Gunakan sepatu yang pas : Agar tidak terjadi cedea selama berada di area air terjun, ada baiknya jika readers menggunakan sepatu atau sendal yang alasnya menggunakan grip yang kokoh, ya. Seperti yang kita tahu bahwa air terjun identik dengan basah dan lumut, jadi sebisa mungkin hindari semua hal yang bisa membuat cedera, ya readers 
  • Selalu Berada Di Jalur : Meskipun terdengar remeh, namun jika readers ragu, readers bisa meminta tolong pada warga lokal untuk mengantarkan readers dan keluarga ke air terjun, ya. Jangan budayakan malu bertanya sesat dijalan, loh readers. Itu merugikan diri sendiri.
  • Taati aturan yang berlaku : Tertulis atau tidak suatu peraturan, readers harus tetap berprilaku bijaksana, ya. Jangan suka meremehkan, sombong atau sampai berbuat asusia di sekitaran air terjun manapun.
  • Pantau cuaca : Ini bisa menjadi poin penting, sebab jika musim penghujan, sungai maupun air terjun rawan terjadi banjir Bah, jadi sebelum memutuskan untuk pergi, usahakan readers sudah memastikan cuacanya aman, ya. Sebaiknya berpergian saat musim kemarau agar lebih aman.
  • Awasi Keluarga : Ini berlaku untuk anak-anak, ya. Apabila readers membwa anak kecil ke air terjun, pastikan selalu dalam genggaman. Jangan teralihkan dan meninggalkan mereka sendiri, ya readers.
  • Membuang sampah sembarang : Pastikan readers tidak membuang sampah sembarang, semua plastik kemasan dari makanan atau minuman yang readers bawa harus di buang di tempat yang tepat, ya. Bawa kantong plastik sendiri untuk mengumpulkan sampah yang telah readers bawa dari rumah. Jadilah pengunjung yang bijak dalam bertindak, ya readers.

Untuk masuk kesini, readers tidak perlu membeli tiket, ya. Karena, air terjun yang cantik ini dapat readers nikmati secara gratis...tis... Duh, kapan lagi bisa berwisata alam dengan panorama yang cantik, dekat dengan kota namun tidak mengeluarkan uang ini-itu sam sekali ? Tunggu apa lagi, ayo berkemas dan lakukan perjalanan saat musim liburan tiba, happy wekend and see yaa...