Obati Hari yang Melelahkan Dengan Mengunjungi Pantai Linau Kaur , Bengkulu Selatan

Sisi selatan bengkulu benar-benar surga bagi pecinta pantai. Sebab, sebagian besar penyumbang terbanyak objek wisata pantai yang cantik di Bengkulu berasal dari sini, Bengkulu Selatan. Nah, pada aritikel ini, writer akan membahas sebuah pantai yang belakangan ini cukup hits baik di kalangan kaula muda maupun para pelancong yang berbondong-bondong datang kesini. Pantai ini terkenal dengan sedikit ombak, jadi sangat ramah untuk para pelancong yang ingin berenang di laut ini.



Pantai Linau, adalah pantai yang sangat luar biasa akan panorama yang cantik. Pantai ini memiliki daya tarik yang tak bisa di pungkiri oleh semua orang, sebab Ia memiliki pasir putih dengan sedikit kecoklatan sangat kontras berpadu dengan air laut yang berwarna kebiruan jernih bak bentangan cermin yang sangat luas. Disini, rasa lelah Readers akan benar-benar diobati dengan pemandangan eksotis secara alami telah pantai persembahkan dengan sangat apik. Laut yang terbentang luas dan bersinggungan langsung dengan laut samudera Hindia, belum lagi bibir pantai yang berselimut berbagai jenis pohon rindang. Ah.. jangan lupakan bahwa disini, Readers akan merasakan semburan udara yang luar biasa segar, serta angin sepoi-sepoi yang berhembus akan membuat acara 'healingReaders semakin menyenangkan. 


Apabila Readers ingin menghabiskan waktu libur di Pantai Linau, Readers bisa langsung ke Bengkulu selatan, atau lebih tepatnya berlokasi di Jl. Lintas Barat Kec. Maje Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu. Jika Readers ingin berangkat dari Kota Bengkulu, maka jarak tempuh yang akan Readers tempuh ke lokasi Pantai ini dapat ditempuh sekitar 5-7 jam dari Kota Bengkulu, ya. Readers bisa pergi dengan menggunakan kendaraan pribadi atau motor. Lalu, apabila Readers adalah seorang pelancong luar daerah, maka Readers bisa menaiki pesawat dan landing di Bandara Fatmawati Bengkulu. Nah, perjalanan reders akan memakan waktu setidaknya sekitar 3-4 jam dari Bandara Fatmawati, Bengkulu.  Jika Readers adalah pelancong lokal dan ingin bermain di pantai yang elok ini, maka reader cukup menempuh jarak dari pusat kota Kaur ke Pantai Linau berkisar +/- 20 km saja, ya Readers.


Nama Pantai Linau bukanlah nama asli yang di buat oleh penduduk lokal, namun nama Linau sendiri sebenarnya berasal dari kata line new. Nama ini dulunya ditinggalkan oleh dari bahasa para penjajah yang artinya garis baru atau rute pelayaran baru. Karena Pantai Linau memiliki lokasi yang cukup strategis, yakni di Samudera Hindia, maka para penjajah menjadikan pantai ini sebagai pusat pelabuhannya di masa itu. Pantai Linau di era penjajahan kompeni Belanda ini merupakan dermaga laut perdagangan yang bisa dibilang dermaga yang cukup sibuk dimasanya. Sebagai informasi, nih Readers jika dari pantai inilah, Belanda bisa mengirimkan harta rampasannya kembali ke Eropa. Adapun barang rampasan itu berupa lada, cengkeh, kayu dan hasil bumi lainnya. Meskipun telah ditinggalkan oleh para kompeni, namun sampai saat ini kawasan tersebut masih dimanfaatkan Pemda Kaur dan Bengkulu sebagai dermaga lokal. Karena telah resmi menjadi dermaga lokal, maka Readers jangan heran, ya jika kelak akan melihat banyak kapal kecil maupun besar yang bersandar di dermaga ini. Mereka membawa bahan material hasil bumi dan lainnya, bahkan tak jarang tempat ini juga sering digunakan sebagai spot memancing baik para pemancing lokal maupun pelancong yng datang. 


Sebenarnya, Pantai Linau ini hanya populer di warga lokal saja, loh Readers.Namun perlahan tapi pasti, satu per satu turis dari mancanegara mulai berdatangan ke Pantai yang memiliki kencantikan luar biasa. Dengan melihat adanya potensi objek wisata yang akan berkembang di pantai Linau, akhirnya warga lokal serta para karang taruna di sekitar Pantai Linau memutuskan untuk menyediakan layanan guide dan penginapan untuk para turis maupun pelancog domestik. Tak lupa pula, warga lokal akan dengan bangga menyuguhkan makanan khas daerah Pantai Linau yakni berupa sambal gurita kepada para pelancong untuk mereka nikmati.


Nah, seseaat setelah sampai Readers mungkin bingung harus melakukan apa selama berada di Pantai Linau ini. Writer akan memberikan beberapa hal yang mungkin patut untuk Readers coba lakukan selama disini, ya :

  • Menyelam dan snorkeling : Karena Pantai Linau cukup terkenal dengan kecantikan alam bawah lautnya, terutama terumbu karang yang tumbuh subur di laut Linau dan beragam jenis ikan yang dapat Readers temui selama melakukan olahraga menyenangkan ini. Jadi, tidak salah jika Pantai Linau bisa menjadi surga bagi para pecinta snorkeling dan selam. Apabila keberuntungan sedang berpihak pada Readers, maka Readers akan melihat segerombolan penyu yang datang ke pantai ini untuk bertelur, loh Readers.
  • Memancing : Dikarenakan memiliki banyak ragam ikan, jadi tidak ada salahnya jika Readers bersantai sambil memancing di dekat dermaga. 
  • Berjemur : Matahari di pantai Linau sangat cocok untuk readers yang sangat hobi berjemur, ya. Ditambah dengan hamparan pasir yang bercampur pecahan karang halus bisa menjadi alasnya, loh Readers. Jangan lupa untuk mengoleskan seluruh tubuh dengan sunblock agar tubuh Readers tidak terbakar secara berlebih oleh matahari, ya.
  • Berjalan-jalan : Sepanjang mata memandang, sepanjang itu juga hamparan laut yang tak berujung membuat Readers betah untuk berjalan-jalan di sekitar pantai sambil menunggu sunset turun ke perdaduan ditemani oleh camar putih yang bernyanyi di atas langit, ya Readers. Nikmati betapa romantis nan dramatisnya momen seperti ini.
  • Wisata Kuliner : Selain bermain air, Readers bisa berwisata kuliner, loh. Readers bisa mengunjungi berbbagai pedagang yang menjajakan dagangannya di sepanjang pantai Linau. Namun, makanan khas disini sangat wajib untuk Readers icip, seperti sambal gurita dan sate gurita.
  • Piknik : Membawa bekal dari rumah dan membentang alas di bawah pepohonan rindang bisa menjadi salah satu opsi apabila Readers dan keluarga lelah untuk bermain air, loh. Piknik di pantai yang masih sangat asri dan cantik adalah pilihan tepat Readers bisa Readers ambil disaat lelah setelah seharian full berkerja. Bersantai sambil menikmati roti atau makanan ringan lainnya yang di bawa dari rumah sangatlah menyenangkan.

Meskipun ombak laut tergolong ramah untuk para pelancong yang ingin berenang, namun tidak ada salahnya jika Readers selalu tetap berhati-hati dalam bertindak, ya. Sebab, Readers takkan pernah tau kapan gelombang laut akan naik dan bisa membahayakan keselamatan Readers dan keluarga. Memiliki potensi laut yang sangat memikat, siapa yang akan menyangka bahwa pantai yang dahulu kalanya adalah pusat pelabuhan penjajah Belanda, kini berangsur menjadi sebuah primadona turis lokal maupun mancanegara. Hal yang tidak boleh Readers lakukan selama disini adalah jangan mengotori pantai dan seluruh kawasannya dengan sampah yang Readers bawa. Buanglah sampah pada tempat yang telah disediakan oleh masyarakat lokal agar pantai selalu bersih dan sehat.


Jadi, tunggu apalagi ? ayo berkemas dan siapkan jadwal perjalanan untuk bisa menikmati pantai yang luar biasa indah ini, Readers. Happy weekend and see yaaa....