Pantai Pandan Wangi : Sebuah Ambisi Penduduk Lokal Mukomuko, Bengkulu

Jika Readers kebetulan sedang berlibur di Mukomuko, Bengkulu Utara jangan lupa untuk mampir ke Pantai Pandan Wangi, ya Readers. Sebab ini adalah pantai yang sangat di unggulkan oleh masyarakat lokal. Emang secantik apa sih sampai di unggulkan ? Duh... jadi penasarankan. Namun, sebelum Readers mengunjungi Pantai Pandan Wangi, ada baiknya jika Readers terlebih dahulu berkenalan dengan Mukomuko, ya. Sebab, tak kenal maka tak sayang, begitulah pepatahnya. 


Bagi readers yang sering wara-wiri ke Bengkulu-Sumatera Barat atau sebaliknya, pasti tidak akan asing dengan nama kota ini, yakni kota Mukomuko. Selain di juluki sebagai Bumi rafflesia, kawasan Bengkulu utara ini memiliki julukan lain, loh Readers. Yakni wilayah rantau Minangkabau, atau lebih dikenal dengan daerah Riak nan Berdebur yang artinya adalah daerah yang memiliki panjang sepanjang Pesisir Pantai Barat dari Padang hingga Bengkulu utara. Namun, meskipun sebenarnya masih masuk kawasan pesisir Barat nyatanya wilayah Mukomuko telah dimasukkan ke dalam administratif Bengkulu (Bengkulen) di masa kolonial Inggris , nih Readers


Sejak pengakuan administratif itu, wilayah Mukomuko resmi berbisah dari serumpunnya. Hal ini terus berlanjut hingga masa penjajahan berakhir. Di tahun 1967, Pengiriman transmigran ke Bengkulu semakin, apalagi diperkuat dengan keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1973 yang menyatakan bahwasanya menetapkan Provinsi Bengkulu dan sembilan provinsi lainnya sebagai tujuan daerah transmigrasi di luar pulau Jawa. Nah, tujuan utama para trasmigran adalah Bengkulu Utara, nih Readers. Hal ini masih berlanjut hingga di tahun 2004, Bengkulu kembali mendapatkan 'tamu' tambahan transmigran. Usut punya usut mengapa banyak transmigran banyak yang ikut program ini adalah karena setiap keluarga transmigran akan diberikan sebidang tanah berukuran dua hektare. Karena mayoritas transmigran dari Jawa adalah petani, hal ini tentu tak di sia-siakan oleh mereka. 



Sebab pertumbuhan penduduk yang pesat dan banyaknya peserta transmigran, menyebabkan terjadinya pergeseran suku penduduk di wilayah Kabupaten Mukomuko. Yang hasilnya adalah penduduk pendatang asal Jawa sudah melebihi kapasitas jumlah penduduk asli Mukomuko itu sendiri, Sehingga apabila Readers lihat secara kasat mata, penduduk asli Mukomuko menjadi minoritas di sini. Tak menjadi masalah, asalkan selalu rukun dan toleransi, ya Readers.


Meskipun banyak memiliki laut dengan potensi yang besar, namun itu tidak menjamin mata pencarian masyarakat lokal, ya Readers. Perlu diingat jika peserta trasmigran adalah seorang petani yang di berikan tanah seluas dua hektar per kelapa rumah tangga yang menjadikan Kabupaten Mukomuko lebih unggul di sektor perkebunan komoditas seperti kelapa sawit, karet, dan kelapa dalam. Kemudian ada juga hasil pertanian utama berupa tanaman pangan yang meliputi padi, jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, kedele, kacang hijau. Sektor pertanian yang meliputi tanaman pangan, perkebunan, peternakan, kehutanan, dan perikanan menjadi tulang punggung perekonomian daerah ini. Dari hasil pertanian ini berdampak besar juga terhadap perdagangan. Meskipun hanya berbasis ibu kota kabupaten, namun Mukomuko turut di perhitungkan, nih. Sebab perdagangan di wilayah Mukomuko tidaklah main-main. Sebab, Mukomuko memiliki lokasi yang cukup strategis, dimana Ia berdiri di tengah-tengah jalan lintas Dua Kota besar yaitu Kota Padang dan Kota Bengkulu. Belum lagi di tambah dengan nfrastruktur yang mendukung, kualitas sumber daya manusia yang memadai, potensi sektor manufaktur, perdagangan dan jasa yang sedang berkembang sebab pertumbuhan ekonomi yang tinggi Terutama daerah-daerah sekitarnya, menjadikannya sebagai sebuah kota yang menarik dan berdaya jual bagi para investor.


Meskipun perkebunan dan pertanian adalah poin utama disini, namun jangan lupakan bahwa Mukomuko memiliki lajur pantai yang sangat indah. Salah satu pantai yang sangat indah itu adalah pantai Pandan Wangi. Nah, pantai yang dihiasi dengan pohon cemara yang berjejer rapi nan cantik ini berlokasikan di jalan lintas Bengkulu-Sumatera Barat, tepatnya di Kelurahan Koto Jaya, Kecamatan Kota Mukomuko, Kabupaten Mukomuko. Atau Readers hanya perlu menempuh jarak  9,4 kilometer dari Kota Mukomuko, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, ya.


Sebenarnya tanpa mendapat 'sentuhan' dari tangan manusiapun, Pantai Pandan Wangi sudah memuaskan. Pantai Pandan Wangi bersebrangan langsung dengan pasir putih keabu-abuan yang halus, batuan alami yang menarik perhatian, serta jangan lupakan barisan pohon cemara yang berdiri teguh menambah keindahan panorama alam yang dimiliki Pantai Pandan Wangi. Namun sepertinya, kata memuaskan saja tidak cukup untuk penduduk lokal. Oleh sebab itu, mulailah tercetus gerakan memperindah pantai yang di lakukan oleh penduduk lokal itu sendiri. Penduduk membutuhkan kata '' Takjub'' dibanding dengan kata ''puas''. Sejak saat itu, penduduk lokal mulai membenahi setiap sudut yang ada sepanjang pantai Pandan Wangi. Mereka mulai menjadikan Pantai Pandan Wangi sebagai sebuah destinasi wisata unggulan di kelurahan Koto Jaya. Selain itu, ada 3 wahana yang bisa Readers nikmati saat mengunjungi Pantai Pandan Wangi, seperti sewa motor ATV seharga Rp 100.000,- per jam dan wahana kereta mini Rp 10.000,- per orang, serta wahana outbound Rp 10.000,- per orang, loh. Fun fact dari pantai ini adalah pantai Pandan wangi mauk dalam kategori pantai terbersih di Mukomuko. Jadi, Readers percayakan sebesar apa masyarakat berambisi untuk menjadikan pantai pandan hijau sebagai destinasi unggulan. 


Untuk masuk kesini, Readers dikenakan tiket berserta parkir kendaraan, ya. Rp 10.000,- untuk parkir motor dan Rp 20.000,- untuk parkir mobil. Namun jika Readers ingin bermain wahana lain, Readers harus memberikan kocek lebih, ya. Jangan takut kelaparan sebab banyak warga lokal yang membuka tempat makan, baik makanan khas maupun makan nusantara, nih. Jadi sambil santai Readers juga bisa santap kuliner ala-ala selebgram, dong. 


Banyak hal yang bisa Readers lakukan disini, seperti Readers bisa bersantai di bawah pohon cemara yang tumbuh dengan subur di sepanjang garis Pantai Pandan Wangi. Atau jika berkenan, Readers diperbolehkan untuk berenang di air yang jernih ini tapi diharapkan untuk melihat kondisi cuaca terlebih dahulu, jika ada tanda-tanda akan badai laut lebih baik Readers bersantai saja, ya. Piknik juga bisa menjadi opsi menarik yang bisa Readers lakukan disini, membawa makan dan minuman dari rumah dan makan bersama keluarga ditemani oleh ributnya angin laut dan deburan ombak, adalah momen yang sangat menenangkan. Jika Readers adalah anak senja, jangan berkecil hati sebab Readers juga bisa sekadar duduk du bibir pantai sambil mengagumi keajaiban matahari terbenam yang memanjakan mata. Duh... tertarik mencoba ? Selain semua hal yang menarik, diketahui bahwa pantai ini juga telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang sangat memadai, seperti jalur khusus yang dilalui oleh kendaraan, toilet umum yang bersih, mushola, ruang karaoke, restoran besar, serta pondok-pondok nyaman yang berdiri di sepanjang pantai. Tak heran jika di masa libur akhir pekan maupun libur nasional, pantai cantik ini menjadi sangat ramai dikunjungi oleh penduduk lokal maupun luar daerah.

 

Terkadang, Pantai Pandan Wangi menjadi 'sasaran empuk' para panitia penyelenggara event tertentu, contonya adalah mengadakan acara hiburan rakyat di pantai yang biasanya hiburan ini digelar pada hari-hari besar seperti lebaran dan tahun baru. Hal ini dikarenakan daya tarik pantai yang begitu memikat dan bertujuan juga untuk mengenalkan Pantai Pandan Wangi ke pihak luas daerah. Wah.. cukup kreatif, ya Readers. Dengan segala keistimewaannya, Pantai Pandan Wangi menawarkan sebuah pengalaman tak terlupakan, unik nan menyenangkan. Jadi tunggu apa lagi Readers, ayo kemasi barang dan nikmati liburan akhir pekan sekarang juga !