"Raja Ampat" Ala Bengkulu ada di Pantai Komang !

 Pulau Enggano adalah setetes surga yang Tuhan berikan untuk Provinsi Bengkulu. Bagaimana tidak, banyak objek wisata yang mengundang decak kagum dari para penduduk lokal maupun pelancong luar daeah, loh Readers. Meskipun jauh dari Ibu Kota Provinsi Bengkulu, namun nyatanya hal itu tidak berimbas pada ketenaran Pulau Enggano di mata para pelancong, nih. Bahkan ada beberapa pelancong yang telah menjadikan pulau Enggano - khususnya Pantai Komang menjadi salah satu tempat yang akan mereka datangi selama berada di Pulau Enggano. Meskipun membutuhkan fisik dan waktu yang ekstra untuk mencapai Pulau ini, namun Readers maupun pelancong lain takkan kecewa sesaat memijakkan kaki di pulau yang berair biru ini. Apakah Readers tahu jika perjalanan dari kota bengkulu ke Pulau Enggano sangatlah memakan waktu yang lma ? Ya, itulah yang akan Readers lewati jika ingin menginjakan kaki di pulau yang terkenal akan pisangnya ini. Sebab, rute perjalanan Readers bukanlah perjalanan darat, namun Readers akan menempuh perjalanan laut, ya. 


Apabila Readers berangkat dari Kota Bengkulu, maka untuk mencapai Pulau Enggano langkah awal yang harus Readers lakukan adalah , Readers terlebih dahulu berkendara ke Pelabuhan Pulau Baai kemudian naik kapal ferry yang akan mengantar Readers ke Pulau Enggano dengan durasi sekitar 10 – 12 jam perjalanan tergantung kondisi air laut, ya Readers. Namun, jika Readers tidak ingin terlalu jauh menaiki kapan, Readers bisa terlebih dahulu berkendara ke Manna, Bengkulu Selatan dan di lanjuti dengan menaiki kapal ferry. Sebab, Pulau Enggano berjarak 145 km dari Kota Bengkulu tapi jarak Pulau Enggano Ke Manna, Bengkulu Selatan hanya berjarak 95 km. Kemudian Readers akan berlabuh di Pelabuhan Kahyapu di Desa Kahyapu.Nah, ini belum sepenuhnya sampai di tujuan, ya Readers sebab setelahnya, perjalanan Readers kembali dilanjutkan dengan sepeda motor menuju Desa Banjar Sari sekitar 37 km. Kemudian, dari Desa Banjar Sari, perjalanan dilanjutkan dengan perahu nelayan sekitar 2 jam menuju ke daerah yang disebut Sebalik. Namun sepanjang perjalanan itu Readers tak akan merasa bosan sedikitpun karena selama mengarungi laut ini, Readers akan disuguhkan dengan keindahan alam bawah laut. Apalagi terumbu karang yang tumbuh dengan subur dan di 'huni' oleh beberapa koloni ikan hias, loh Readers. Belum lagi jika Dewi Keberuntungan sedang berbaik hati, maka Readers bisa dengan mudah melihat lumba-lumba yang sedang berlari riang di lautan yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia ini. Belum sampai ketempat tujuan saja, Readers sudah mendapatkan pengalaman yang berharga, bukan. Pulau Enggano merupakan pulau terdepan di Samudera Hindia menjadikan Pulau ini sebagai pulau terluar di Indonesia.


Atau, jika Readers benar-benar tidak sabar untuk mengunjungi pulau Enggano namun enggan untuk berlama-lama dalam perjalanan, Readers bisa menggunakan jalur alternatif lainnya yakni menggunakan pesawat kecil, ya. Kemenhub memberikan subsidi tarif penerbangan rute Bengkulu-Enggano dengan cukup terjangkau yaitu sebesar Rp 306.920 untuk sekali penerbangan. Sementara tarif penerbangan untuk rute Enggano-Bengkulu Rp 255.320.



Bagi Readers yang penasaran pulau ini dimiliki oleh siapa, sini Writer bantu jelaskan, ya. Pulau Enggano bukanlah pulau pribadi sebab secara administrasif, Pulau Enggano sudah ditetapkan sebagai Kecamatan Pulau Enggano, bagian dari Kabupaten Bengkulu Utara. Dimana pulau ini jug memiliki beberapa desa seperti Desa Malakoni, Meok, Banjarsari, Kaana, Apoho, dan Desa Kahyapu, yang ber-Ibu Kota dengan Kecamatan Desa Kahyapu. Enggano merupakan wilayah masyarakat adat Enggano yang terdiri dari Suku Ka’ahoa, Kaitora, Ka’arubi, Kauno, Kaharuba dan Kaamay (suku pendatang), ya Readers.


Selain cantik yang menghipnotis, pulau komang ternyata memiliki ciri khas tersendiri, loh Readers yakni berupa batu yang berlubang. Bentuknya cukup lucu seperti pintu sebuah pintu gerbang. Belum lagi laguna yang siap menyambut Readers di dekat batu bolong itu. Banyak ikan kecil yang berenang kesana kemari, entah terjebak atau mereka sengaja bermain di laguna cantik ini. Karena laguna tercipta secara alami, jadi perbedaan kedalamannya berbeda-beda. Jika Readers sudah tidak sabar untuk berenang, tidak masalah sebab laguna ini memiliki kedalaman yang relatif aman karena tidak begitu dalam. Namun, Readers selalu berhati-hati dalam melangkah, sebab laguna dan sekitaran batu bolong hampir dipenuhi oleh karang, ya. Jangan sampai terluka, usahakan memakai sepatu karet khusus untuk berenang. 


Jika ingin malakukan hal yang lebih seru, Readers bisa melakukan snorkeling atau diving juga sangat bisa.  Ditambah dengan kadar garam air laut di pantai ini sangat tinggi, sehingga para pelancong yang sedang melakukan olahraga air ini akan merasakan sensasi melayang saat berada di air, jadi jangan khawatir akan tenggelam, ya Readers. Namun, di pantai tapi arusnya lumayan deras, jadi jika Readers adalah seorang pemula, lebih baik mandi di laguna saja, ya. Agar tidak terseret oleh ombak.


Tak kalah dengan keindahan di daratan, kecantikan di bawah laut pun berhasil membuat mata Readers terpanah seketika. Karena, terumbu karang dan ikan sudah berhasil dalam menjaga kecantikan alam bawah laut. Ikan-ikan hias maupun ikan lainnya membentuk koloni berlari ke kiri dan kanan seolah saling berkejaran satu dengan yang lainnya. Selain hasil kerja keras para penghuni bawah laut, keindahan pantai ini juga hasil dari sedikitnya para pelancong yang bermain disini. Untuk bermain di Pantai Komang tidak bisa sembarang, ya Readers. Sebelum berangkat pastikan Readers sudah memantu cuaca sekitar, karena jika Readers memaksa untuk tetap datang meskipun cuaca buruk, bisa-bisa Readers akan bertemu dengan arus pantai yang sangat deras.


Saat kesini, bawa logistik yang penting saja, seperti air minum dan makanan ringan. Sebab pemilik perahu yang akan Readers sewa akan mencarikan ikan untuk para pelancong, loh. Ikan segar yang diambil langsung dari laut sangat menggugah selera, bukan. Ikan itu akan di bakar di atas api unggun bersamaan ranting-ranting kecil yang di ambil dari pepohonan sekitar bibir Pantai Komang. Meranjak petang, Readers akan kembali berdecak kagum kala senja mulai menampakkan diri. Matahari yang menguningkan awan di tambah semilir angin yang dikirimkan oleh ombak benar-benar membuat Readers merasa seperti berada di pulau pribadi disini.

 

Lalu saat perjalanan pulang, saat kegelapan mulai menelan bumi, Readers akan melihat melihat banyak sekali sinar keperakan di sekitar kapal, terutama di percikan air ketika kapal melaju. Apakah itu? Ternyata itu plankton. plankton merupakan sumber makanan dari sebagian besar hewan laut yang ada di laut bebas, ya. Cantik sekali. Setelah pulang dari seharian bermain di Pantai Komang, Readers bisa menginap di beberapa penginapan yang di kelola oleh penduduk lokal, ya. nah, Terdapat sejumlah hotel yang tersedia di Pulau Enggano dan bisa dipesan secara online maupun offline :


  • Kaana Beach Camp and Resort (Desa Kaana, Kec. Enggano 0813-1700-1999)
  • Homestay Syifa Pelangi Enggano (Desa Meok, Kec. Enggano 0853-7874-7878)
  • Hotel Wisata Berlian Enggano (Desa Kahyapu Kec. Enggano)

Dari banyaknya keindahan yang di miliki pulau di Indonesia, Raja Ampat cukup pantas di sandingkan dengan pulau Enggano ini. Kesadaran masyarakat lokal tentang betapa pentingnya sebuah kebersihan dan merawat alam menjadikan pulau Enggano sangat populer akan keindahannya. Dampak yang sangat positif yang turut di rasakan oleh masyarakat lokal. Jadi tunggu apa lagi Readers ? ayo berkemas dan ajak teman berserta keluarga Readers berlibur ke Pulau Enggano dan Pantai Komang sekarang juga, ya.