Rona Biru Kehijauan Dalam Danau Bak Blau di Pulau Enggano, Bengkulu

 Pulau Enggano dan segala keindahannya. Tak ada yang perlu Readers khawatirkan jika telah terlanjur menginjakkan kaki di pulau Enggano, sebab apapun yang Readers temukan di pulau ini, semuanya adalah percikan dari surga. Tidak ada yang akan mengecewakan Readers selama Readers bertamu di sana. Meskipun Ia memiliki pulau sendiri dan salah satu pulau terluar di Indonesia, tapi secara administratif  masuk dalam wilayah pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, dengan pusat pemerintahan berada di Desa Apoho. Luas Pulau yang luar biasa cantik ini mencapai 400,6 km², terdiri dari enam desa yaitu Desa Banjarsari, Meok, Apoho, Malakoni, Kaana,dan Kahyapu. Pulau ini berada di sebelah barat daya dari kota Bengkulu dengan koordinat 05° 23′ 21″ LS, 102° 24′ 40″ BT, ya Readers



Jarak Pulau Enggano ke Ibukota Provinsi Bengkulu sangat jauh yakni sekitar 156 km atau 90 mil laut. Jika menumpangi kapal ferry, Readers akan menempuh perjalan sekitar 12-13 jam dengan jadwal keberangkatan kapal setiap selasa dan hari kamis, atau 2x dalam satu minggu saja. Perjalanan akan sangat melelahkan namun menyenangkan di waktu yang bersamaan. Sedangkan jarak terdekat adalah ke kota Manna, Bengkulu Selatan sekitar 96 km atau 60 mil laut. Pulau Enggano tersusun oleh perbukitan bergelombang lemah, perbukitan karst, daratan dan rawa. Perbukitan bergelombang dapat Readers temukan di daerah tenggara dengan ketinggian antara 170-220 meter, sedangkan perbukitan karst yang lebih rendah, mempunyai ketinggian antara 100-150 meter ini terdapat di bagian barat laut. Bentuk permukaan tanah di Pulau Enggano secara umum dapat dikatakan cukup datar hingga landai, dengan sedikit daerah yang agak curam, jadi berhati-hati jika bermain di bibir pantai, ya. Pulau Enggano mempunyai garis pantai dengan panjang mencapai 112 km dilengkapi juga dengan hutan mangrove yang paling luas di Provinsi Bengkulu, loh Readers. Hutan mangrove di Pulau Enggano mempunyai ketebalan antara 50-1500m. Rute untuk menuju Bak Blau adalah jika patokan Readers dari Trans Malakoni, Readers bisa memakan waktu kurang lebih 45 menit. Setelah itu kembali menjajaki tepian hutan kurang lebih selama 10 menit menggunakan transportasi motor, dengan kondisi jalan masih tanah kuning.


Sebenarnya Enggano adalah sebuah pulau karst, yakni sebuah pulau yang batuan penyusunnya adalah batu gamping/kapur yang berasal dari dasar lautan. Karst berguna sebagai penyimpan air hujan yang kelak akan mengalir dalam lorong-lorong bawah tanah dan keluar menjadi mata air gua. Nah, posisi gua yang dimaksud bisa berada dipermukaan tanah atau bisa juga Readers temui di bawah muka air laut, ya. Salah satu mulut gua berada di bawah laut itu si danau Bak Blau.


Karena kecantikannya, danau Bak Blau masuk dalam obyek wisata alam yang cukup populer di Pulau Enggano, Bengkulu. Danau Bak Blau sebenarnya hanyalah sebuah muara yang berdampingan dengan pantai yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Bak Blau adalah bahasa asli dari Enggano, loh Readers dimana Bak Blau ini memiliki arti mata biru. Jika di artikan secara harfiah, danau Bak Blau ini berarti sebuah kolam berwarna mata biru di tepi laut. Kolam ini memiliki mata air yang terletak di bawah muka air laut. Dimana saat terjadi kondisi pasang - air laut akan masuk, namun saat surut - air kolam yang akan mengalir keluar. Nah, akibat pertukaran air asin dan air laut ini, sebagian orang yang mencoba untuk minumnya merasakan rasa payau dan sebagian lagi ada yang mengatakan rasa airnya cenderung manis. 


Selain keunikan dari rasanya, Bak Blau juga memiliki keunikan yang cukup membuat Readers berdecak kagum yakni mata air yang berwarna kebiruan ini rumornya tidak akan pernah kering sepanjang tahun meskipun musim kemarau yang panjang sedang melanda, ditambah juga dengan airnya itu sangat bersih dan jernih, loh Readers. Membuat Readers betah berlama-lama bersantai disini, belum lagi Readers akan di temani oleh pohonan dan semak khas hutan pantai yang mengelilingi danau indah ini. Jika Readers ingin menjajal air berwarna biru kehijauan ini, diperbolehkan ya Readers sebab keedalaman Bak Blau hanya sekitar 4-7 m saja untuk sampai di dasarnya, namun jika Readers tidak bisa berenang lebih baik bermain air di pinggiran saja, ya. Jangan mengambil resiko yang akan merugikan diri sendiri. Suhu air cukup random, nih Readers. Sebab sesekali hangat dan sesekali dingin. Warna air seperti rona biru kehijauan ini memiliki kejernihan 4-5 meter.


Ada satu mitos yang berkembang di tengah-tengah indahnya danau Bak Blau, yakni sebuah rumor mengatakan bahwa dibalik airnya yang jernih, danau ini dijaga sepasang buaya berwarna putih. Konon, kedua buaya itu merupakan jelmaan dari sepasang kekasih yang tidak direstui oleh orangtua mereka dan menghabiskan sisa hidupnya di Pulau Enggano.


Banyak hal yang bisa Readers lakukan disini, mulai dari memancing ikan yang berlari kesana-kemari bersama para koloninya,atau sekedar bersantai sambil menunggu matahai turun dari tahta ditemani secangkir kopi, jangan lupa untuk menyempatkan diri berfoto di danau Bak Blau ini lalu pamerkan di akun media sosial Readers agar followers Readers mengunjungi danau eksotis ini, kemudian piknik-pun bukan pilihan yang buruk, sebab suasana di lingkungan danau Bak Blau ini sangar asri dan nyaman atau bila perlu Readers di perbolehkan untuk menginap menggunakan tenda, ya. Readers bisa melakukan apapun disini selama masih dalam batas wajar, ya. Seperti jangan merusak apapun yang berhubungan dengan keberlangsungan Danau, Jangan membuang sampah yang Readers bawa dengan sembarangan, JANGAN CABUL, jaga sikap dan etika, ya Readers. Utamakan keselamatan selama berada di Danau Bak Blau.


Ada beberapa tips yang mungkin bisa Readers gunakan untuk bermain di danau Bak Blau yang mempesona agar Readers selalu aman dan nyaman saat bermain, ya. Adapun beberapa tips-nya sebagai berikut :

  • Mencari Informasi : Hal pertama yang sangat wajib untuk Readers lakukan adalah mencari info tentang danau Bak Blau, bagaimana akses menuju danau tersebut, tentang apakah cuaca berpengaruh dengan keadaan sekitar danau dan info-info lain yang berguna lainnya, ya.
  • Jangan Pergi Sendirian : Ini juga termasuk penting, ya. Hal ini berjutuan agar jika sewaktu-waktu Readers mendapatkan masalah selama perjalanan maupun di danau Bak Blau, Readers bisa meminta tolong dan Readers pun tak akan merasa sendirian selama berada di danau.
  • Pergunakan Pakaian Berbahan Ringan : Jangan gunakan pakaian yang berbahan berat, usahakan untuk itu menggunakan pakaian yang ringan atau kaos yang mudah kering. Pakaian berbahan tebal karena akan memperberatkan anda pada saat berenang atau bermain-main di sekeliling danau.
  • Bawa Pelindung Matahari : Meskipun hanya di danau, namun karena berdekatan dengan pantai, danau Bak Blau ini masih memiliki sinar matahari yang sangat menyengat yang bahkan siap menjilat kulit Readers kapan saja.
  • Pilih Waktu yang Tepat Untuk Berjemur : Bila anda berkeinginan untuk berjemur, usahakan memilih waktu yang tepat hindari teriknya sinar matahari di siang hari. Waktu berjemur di danau berair biru kehijauan ini yang tepat adalah di pagi hari sampai dengan pukul 11.00 atau sore hari mulai pukul 15.00 sampai matahari tenggelam.
  • Tetap Berhati-Hati & Waspada :Selalu waspada terhadap sekeliling kita, jangan terlalu asyik memejamkan mata atau mendengarkan music melalui headset, ya Readers. Selalu perhatikan dimana barang-barang Readers berada dan perhatikan juga apa ada binatang danau di sekitar jangan sampai Readers teledor sampai tersengat atau tergigit.

Nah, itulah sekilas tentang Danau Bak Blau di pulau Enggano, Bengkulu utara. Apakah Readers ingin mengunjunginya ? mengingat perjalanan yang sangat jauh nan melelahkan pasti membuat Readers lebih memilik untuk merebahkan tubuh di kamar, namun saat Readers tahu seberapa eksotisnya danau ini, Readers akan berpikir dua kali untuk hanya berdiam saja di kamar saat musim libur telah tiba. Nikmati tiap rona biru kehijauan yang di persembahkan Tuhan pada mahluk-Nya. Selamat berakhir pekan dan see yaaa....