Semilir Angin di Permukaan Danau Dendam Tak Sudah Bengkulu

Bagi penduduk di sekitaran kota Bengkulu, pasti tidak akan asing lagi dengan danau yang luas ini. Danau yang namanya cukup dramatis ini mempunyai pesona alam yang sangat menjanjikan. Danau Dendam Tak sudah namanya. Danau ini adalah salah satu yang diminati oleh pelancong, loh Readers. Spot foto yang keren dipadu dengan air yang tenang adalah hal terbaik bagi Readers yang ingin memperbaharui laman media sosial, ya.

Danau Dendam Tak Sudah kemungkinan besar terbentuk karena terjadinya aktivitas gunung berapi yang mendiami daerah ini. Di tahun 1936, Danau Dendam Tak Sudah berhasil dikukuhkan sebagai cagar alam dengan luas 11,5 hektare oleh Pemerintah Hindia Belanda, nih Readers. Namun di tahun 1979, kawasan Danau Dendam Tak Sudah dipeluas lagi menjadi 430 hektare. 20 tahun kemudian, tepatnya di tahun 1999, wilayah cagar alam ini kembali diperluas oleh pemerintah hingga menjadi 577 hektare dan luas permukaan 68 ha. Meskipun keberadaannya di tengah kota, namun Danau Dendam Tak Sudah tetap konsisten dalam menyajikan peson alamnyaa. Diketahui bahwa Danau Dendam Tak Sudah memiliki air yang jernih berwarna biru sedikit kehijauan. Di pinggir danau, Readers bisa duduk sambil ditemani oleh jagung bakar yang di jajakan oleh penjual, Readers. Ditambah sederet pepohonan rindang yang mengelilingi danau membuat suasana semakin sejuk dan segar.

Danau Dendam Tak Sudah masuk kedalam jajaran danau prioritas 2 nasional berdasarkan Grand Design of Indonesia Lake Conservation and Rehabilitation di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada tahun 2015. Dengan ini, kawasan Danau Dendam Tak Sudah mulai dilaksanakan penataan kawasan yang dimulai dengan kunjungan dari Menteri PUPR pada 23 Desember 2017 kemudian memberikan arahan untuk melakukan penataan Kawasan Danau Dendam Tak Sudah sebagai destinasi wisata di Kota Bengkulu.

Pemerintah Provinsi Bengkulu saat ini telah melaksanakan penataan Kawasan Danau Dendam Tak Sudah dan rampung pada Desember 2023 lalu, Readers. Disamping itu BPPW Bengkulu, sesuai arahan Menteri PUPR juga akan melakukan pelelangan pekerjaan penataan kawasan Danau Dendam Tak Sudah pada tahun 2023 dan direncanakan pelaksanaan konstruksinya selesai pada tahun 2024 ini.

Dalam perencanaan itu, Dinas PUPR Provinsi Bengkulu dan BPPW Bengkulu sedang melakukan pekerjaan antisipasi bencana banjir pada lokasi tersebut. Terkait readiness criteria, Pemerintah Provinsi Bengkulu telah melakukan pembebasan lahan dan dokumen AMDAL penataan Kawasan Danau Dendam Tak Sudah. Sedangkan BWS Sumatera VII Bengkulu juga telah melakukan desain revitalisasi Danau Dendam Tak Sudah yang lingkup pekerjaannya terdiri dari normalisasi alur ke arah spillway, rehabilitasi spillway dan rehabilitasi outlet Danau Dendam Tak Sudah yang mengalir ke arah Sungai Air Bengkulu.

Di sekitar Danau Dendam Tak Sudah, Pemkot Bengkulu telah berhasil membangun jembatan Elevated, nih Readers. Dan kabarnya Pemkot Bengkulu juga akan dibangun berbagai fasilitas umum seperti tempat Parkir WC umum, taman bermain, Jogging track dan lainya, bangunan-bangunan ini akan memanjakan pengunjung saat berwisata di Danau Dendam Tak Sudah.

Bukan hanya sekedar bersantai, banyak opsi kegiatan wisata di Danau Dendam Tak Sudah yang bisa Readers lakukan. Readers boleh memancing dan merasakan pengalaman memancing yang menarik dengan berbagai jenis ikan yang dapat ditangkap di danau. Bagi yang ingin menjelajahi danau secara lebih lanjut, Readers di perbolehkan untuk menyewa perahu adalah opsi yang mengasyikkan.Ah.. jangan lupakan spot-spot foto yang sangat aestetic dan cantik Readers.


Dikarenakan Danau ini memiliki hamparan pohon yang cukup lebat dan belukar, menjadikan Danau Dendam Tak Sudah memiliki beberapa jenis flora khas yang mendiami hamparan itu, di antaranya ada anggrek matahari, plawi, bunga bakung, gelam, terentang, sikeduduk, brosong, ambacang rawa, dan pakis. [butuh rujukan] Selain flora, terdapat pula beberapa fauna khas, seperti kera ekor panjang, lutung, burung kutilang, babi hutan, ular phyton, siamang, siput dan berbagai jenis ikan termasuk ikan langka, seperti kebakung, dan palau.

Cagar budaya tanpa cerita rakyat agaknya agak hambar, ya Readers. Begitupun dengan Danau Dendam Tak Sudah ini. Banyak cerita legenda masyarakat yang rumornya pernah terjadi disini. Berikut adalah beberapa cerita rakyat setempat mengenai Danau Dendam Tak Sudah. Ada beberapa legenda yang akan Writer tuang disini merangkap juga dengan asal-usul nama Danau Dendam Tak Sudah ini ,ya . Check this out !

Buaya buntung

Mari kita awali cerita rakyat dengan judul 'buaya buntung'. Alkisah, ada buaya dari Danau Dendam Tak Sudah, bertarung melawan buaya asal Lampung, Provinsi Lampung di Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan. Singkat cerita, selama pertarungan sengit itu sedang berlangsung, buaya Danau Dendam Tak Sudah berhasil mengalahkan buaya asal Lampung. Hanya saja, dalam pertarungan itu, buaya Danau Dendam Tak Sudah kehilangan ekor. Sejak saat itu, buaya buntung Danau Dendam Tak Sudah bersumpah pada buaya asal Lampung, dengan kutukan, "Kalau main ke Danau Dendam Tak Sudah tidak akan dikasih makan". Konon sejak adanya dendam buaya tersebut, maka danau disebut warga setempat menyebutnya dengan 'Danau Dendam Tak Sudah'.

Sebagian warga lokal percaya bahwa Danau Dendam Tak Sudah memiliki buaya yang buntung. Ia akan sering muncul menjelang perayaan hari besar, seperti Hari Raya Idul Fitri. Oleh karena itu, menjelang hari Idul Fitri, warga yang mendirikan pondok jualan di sekitar Danau Dendam Tak Sudah selalu menghentikan mencari ikan, berjualan, serta kegiatan lain. Dulu Ketika Bengkulu diguncang gempa 7,3 Skala Richter (SR) tahun 2000 dan gempa besar berkekuatan 7,9 SR tahun 2007, buaya buntung dikabarkan muncul kepermukaan danau, loh Readers.

Lintah raksasa

Dahulu kala hidup sepasang kekasih yang cintanya ditentang keras oleh orang tua. Karena tengah mabuk asmara memutuskan bunuh diri dengan loncat ke danau. Sejak saat itu, warga lokal percaya ada dua ekor lintah raksasa yang hidup di danau dan merupakan jelmaan sepasang kekasih tersebut. Mereka terus hidup dengan menyimpan rasa dendam lantaran cinta yang tak pernah kesampaian.

Keramat Pintu Air

Sepeninggalnya, Danau Dendam Tak Sudah ternyata memiliki kuburan keramat bernama ' keramat Sapu Jagat’ atau keramat Pintu Air. Menurut cerita yang masyarakat dongengkan secara turun-temurun, keramat tersebut merupakan keramat orang sakti, yang memilki ilmu. Nama keramat tersebut oleh warga Suku Lembak, disebut keramat 'Keramat Pitu Ayo', yang berarti Keramat Pintu Air. Ada juga warga Suku Lembak menyebut nama keramat itu dengan nama Keramat 'Jalan ke Ayo'. Sayangnya, nama penghuni keramat tersebut, belum diketahui secara persis. Mengingat sejarah keramat tersebut, sudah ada sebelum penjajah datang ke Kota Bengkulu. Rumornya, dahulu Pada zaman penjajahan Inggris, pasukan kolonial sempat gagal menyerbu warga Suku Lembak akibat dihalau oleh Keramat Sapu Jagat ini. Menurut Kepercayaan warga, penghuni keramat ketika itu ikut membantu dengan cara menurunkan hujan abu sehingga menghalangi penyerbuan kala itu.

Keramat Danau

Selain Keramat Sapu Jagat, juga terdapat Keramat Danau di danau yang memiliki luas 577 hektare (Ha) dengan luas permukaan danau sekitar 67 Ha ini. Konon, Keramat Danau ini dijaga oleh Harimau Hitam dan Rusa Kelabu. Pada suatu ketika, dilakukan pembangunan jalan di sekitar Keramat Danau yang terkena kemarau. Namun, ketika proyek dikerjakan, alat berat yang digunakan tidak bisa berjalan. Oleh karena itu, proyek pembangunan jalan dialihkan ke tempat lain. Cerita lain mengungkapkan, kehadiran Harimau Hitam dan Rusa Kelabu pernah disaksikan warga. Setelah menyaksikan kedua penghuni tersebut, warga bersangkutan tidak dapat tidur selama lima hari lima malam. orang tersebut baru dapat tidur setelah dilakukan syukuran di Keramat Danau.

Dam Tak Sudah

Cerita ini melibatkan pemerintahan Belanda pada saat itu. Konon, koloni dahulunya sempat membangun bendungan untuk menampung banjir. Tapi, hingga penjajahan berakhir, bendungan itupun tak kunjung usai dan malah ditinggalkan begitu saja, nih Readers. Akibatnya, luka dan dendam penduduk Bengkulu tak berkesudahan. Ada juga yang mengaitkan nama Dendam Tak Sudah berasal dari Dam Tak Sudah. 

Jadi yang mana menurut Readers yang lebih menarik ? Apapun itu, saat Readers bermain disini nanti tetap menjaga sopan dan santun, ya Readers. Jika Readers lapar saat sedang asik bersantai, diseberang jalan berjejer berbagai macam pedagang yang siap melayani Readers ya , baik gorengan, camilan makanan berat hingga minuman pun mereka sediakan. Minimarket-pun juga dekat ya karena danau ini berada di pinggir jalan, ya Readers. Nah, apabila Readers datang pada hari Minggu pukul enam hingga delapan pagi, akan ada Komunitas Tobo Berondo yang beirisi para pemuda Bengkulu yang akan berkumpul di tepi danau dan membagikan kopi gratis bagi pengunjung.

Danau Dendam Tak Sudah bisa menjadi referensi atau opsi yang ideal untuk Readers jika berkunjung ke Bengkulu, happy weekend and see yaa...