Yuk, Berlibur Sambil Belajar Sejarah Bumi Rafflesia di Benteng Marlborough Bengkulu !

Apa yang akan Readers jabarkan saat ditanya tentang benteng Marlborough ? Benteng peninggalan Inggris yang sekarang sudah menjadi cagar budaya ini sangat menarik untuk diulik dan dibahas. Mulai dari bentuknya, keindahannya sampai momen yang akan benteng suguhkan untuk kita, Readers. jika Readers ada rencana untuk berlibur ke Bengkulu, tidak salahnya untk singgah sebentar disini. Meskipun telah menjadi museum, namun Readers tidak akan bosan berjalan-jalan disini. Penasaran ada apa saja disini, mari kita bahas bersama ya Readers.

Benteng Marlborough itu apa ?

Benteng Marlborough merupakan benteng terbesar yang pernah dibangun oleh Inggris di Asia Tenggara dan termasuk benteng terkuat kedua milik Inggris di wilayah timur setelah benteng St. George di Madras, India. Benteng ini berada di tanah seluas 44.000 meter2 dengan Ukuran fisik sekitar 240 x 170 m. Kemudian, ketinggian dinding cukup bervariasi, ya Readers yakni dari 8 sampai 8.50 meter, dengan ketebalan 1.85 sampai 3 meter. Benteng uga dilengkapi dengan 72 meriam, loh leaders. Di dalam benteng terdapat beberapa baris bangunan dengan atap berbentuk segitiga. Bangunan tersebut memiliki krepyak teras dengan barisan tiang besi. Bangunan ini ternyata difungsikan sebagai barak, penjara, dan kantor.

Sebenarnya, 'lahir'-nya Benteng Marlborough tidak lepas dari masalah Benteng York yang sudah digunakan sebelumnya oleh Inggris, ya Readers. Dahulu, Benteng York berdiri gagah di atas bukit pinggiran muara Sungai Serut, yang pada ternyata kawasan itu masih dikelilingi oleh rawa-rawa. Hal ini menyebabkan timbulnya berbagai penyakit menular yang sangat mengganggu tentara seperti disentri, kolera, dan malaria. Karena keletakan Benteng York yang kurang menguntungkan bagi bangsa Inggris maka dari itu mereka gencar melakukan pendekatan kembali kepada raja-raja Bengkulu demi mendapatkan lokasi baru untuk mendirikan benteng sebagai pengganti Benteng York. Hasilnya, Inggris berhasil mendapatkan lokasi yang strategis, lebih besar dan letaknya yang sangat menguntungkan diantara sebuah bukit kecil di pinggir pantai Tapalk Paderi. 

Nah, setelah mendapatkan persetujuan dari raja-raja Bengkulu, barulah pembangunan benteng ini langsung dilakukan secara berlahap selama lima tahun, pembangunanya sendiri dikerjakan oleh arsitek dan para pekerja yang sengaja didatangkan dari India oleh pemerintah Inggris. Itulah mengapa, Benteng Marlborough memiliki desain dengan sentuhan arsitektur khas Inggris abad ke-17. Kemudian benteng ini dikelilingi oleh parit, ya Readers. Kelebaran parit itu yakni sekitar tujuh meter yang terhubung langsung dengan jembatan yang dulunya bisa diangkat untuk mengantisipasi serangan. Pemberian nama Fort Malborough adalah sebagai kenangan kepada seorang komandan militer Inggris bemama John Churchill yang terkenal sebagai ‘The First Duke Of Marlborough'.

Benteng yang bentuknya seperti tubuh kura-kura ini telah didirikan oleh East India Company (EIC) pada tahun 1714-1719 di bawah pimpinan gubernur Joseph Callet yang berguna sebagai benteng pertahanan Inggris. Benteng ini didirikan di atas bukit buatan, dan menghadap ke arah Kota Bengkulu dan memunggungi Samudra Hindia. Apakah Readers tau jika benteng ini pernah oleh rakyat Bengkulu? 

Ya, Readers tidak salah membaca, namun meskipun pernah di bakar, peninggalan-peninggalan semasa kepemimpinan Inggris dan Belanda di Benteng Marlborough masih tetap terjaga sampai sekarang.

Marlborough masih berfungsi sebagai benteng pertahanan hingga masa Hindia Belanda tahun 1825-1942, kemudian Jepang tahun 1942-1945. Namun, sejak Jepang kalah hingga tahun 1948, benteng berbentuk kura-kura ini manjadi markas Polri. Tapi lagi-lagi, pada tahun 1949-1950, benteng Marlborough diduduki kembali oleh Belanda. Setelah Belanda pergi tahun 1950, benteng Marlborough menjadi markas TNI-AD. Pada tahun 1977, benteng ini diserahkan kepada Depdikbud untuk dipugar dan dijadikan bangunan cagar budaya.

Apa sih tujuan Inggris masuk ke Bengkulu ?

Tujuan utama kedatangan Inggris ke Bengkulu adalah tentu saja untuk berburu rempah-rempah seperti pala, cengkeh dan lada, dong Readers. Seperti yang kita pahami bahwa Indonesia sendiri sangat limpah ruah akan rempah. Nah, pada abad pertengahan, tepatnya sekitar 1600 Masehi fokus bangsa Eropa adalah rempah-rempah, karena manfaat dan harga yang cukup tinggi. Pada masa itu cengkeh menjadi salah satu rempah yang paling populer dan mahal di Eropa. Bahkan rumornya, harga cengkeh saat itu melebihi harga emas. Saat itu harga 1 kg cengkeh setara dengan 7 gram emas. Wow !

Dimana lokasi benteng Marlborough yang berdiri kokoh itu ?

Benteng gagah ini terletak di Jalan. Benteng, Kebun Keling, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu. Apabila Readers menggunakan kendaraan pribadi maupun umum, jaraknya hanya 15 menit dari pusat Kota Bengkulu. Dan membutuhkan waktu  sekitar 30 menit jika Readers berangkat dari Bandara Fatmawati Soekarno. Cukup dekatkan, Readers. Jangan sampai takut kesasar, ya Readers. Sebab, benteng ini begitu mudah untuk ditemui apalagi jika Readers menggunakan aplikasi maps. 

Sebelum masuk gerbang utama, Readers akan melihat terdapat tiga makam yang berkebangsaan Inggris. Makam pertama adalah milik Robbert Hamilton, Ia seorang Kapten Angakatan Laut Inggris yang tewas pada 15 Desember 1793 saat terlibat konflik berat dengan masyarakat Bengkulu. Kemudian, makam kedua yakni milik Gubernur Thomas Parr yang tewas juga di tangan rakyat bumi rafflesia saat pemberontakan 23 Desember 1807. Sedangkan makam ketiga atau yang terakhir adalah makam Charles Murray pegawai Thomas Parr yang berusaha menyelamatkannya, namun terluka dan akhirnya wafat pada 07 Januari 1808, Readers.

Kapan waktu terbaik mengunjungi Benteng Marlborough, ya ?

Jika ditanya kapan waktu terbaik, Writer menyarankan untuk datang disore hari sebelum matahari pulang ke barat, alias JANGAN LUPAKAN SUNSET KETIKA SEDANG BERADA DI BENTENG MARLBOROUGH ! Duduk di atas 'atap benteng' yang kokoh sambil menikmati sunset adalah hal terbaik yang akan Readers lakukan. Tubuh Readers akan disirami oleh warna jingga sunset dipadu dengan semilir angin yang terbawa dari pantai membuat suasana di sana tampak dramatis nan romantis. Kecuali jika Readers sedang galau, tingkat ke-galau-an Readers akan semakin naik, ua. HE..HE..
Waktu terbaik kedua adalah datanglah sesaat sebelum liburan sekolah maupun libur lainnya, apalagij ika tahun baru. Benteng ini akan benar-benar di sesaki oleh manusia yang siap tempur untuk sekedar duduk di setiap sudut benteng. Jadi, jika ingin belajar dengan fokus dan beralan santai menikmti setiap benda yang ada, datanglah disaat hari biasa, ya Readers.

Untuk masuk ke Benteng ini, Readers hanya perlu membayar tiket Rp 3000 per pengunjung. Benteng ini buka setiap harinya dari pukul 08.00 wib hingga 18.00 wib sesaat setelah matahari terbenam.

Apa yang bisa di lakukan selama di benteng Marlborough ?

Selain berjalan-jalan cantik, Readers pun bisa belajar banyak hal tentang sejarah benteng ini. Jangan takut bingung, karena disetiap titik akan di tempelkan kertas berupa informasi penting tentang benteng Marlborough. Atau Readers bisa menjelajahi setiap ruang yang di perbolehkan untuk dijunjungi oleh wisatawan. Jangan lupakan untuk mengabadikan kedatangan Readers dengan cara bersua foto di sopt-spot yang menarik, baik didalam maupun di ruangan terbuka di benteng. 

Kabar baiknya adalah, benteng ini menawarkan fasilitas cukup lengkap untuk kenyamanan pengunjung nih Readers, mulai dari toilet, tempat sampah yang terpasang di beberapa sudut benteng, pusat informasi, dan area parkir yang tentu saja bisa menmpung mobil dan motor pengunjung,ya .

Secara tidak langsung, benteng Marlborough saat ini sudah beralih fungsi menjadi museum yang bisa Readers dan pengunjung kunjungi kapan saja, baik hari biasa maupun hari libur nasional. Jika Readers lapar, cukup keluar dari benteng maka Readers akan menemukan beraneka ragam macam kuliner, sebab benteng Marlborough termasuk salah satu alun-alun kota Bengkulu. Apalagi jika sehabis magrib, disana akan sangat ramai pengunung yang berjalan-jalan dan kuliner ceria. Sekian informasi tentang benteng Marlborough, semoga membantu ya readers, see yaa....