Tampilkan postingan dengan label air terjun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label air terjun. Tampilkan semua postingan

Manjakan Diri Dengan Air Terjun Punai Bengkulu

 Liburan kali ini Readers akan kemana ? Menghabiskan waktu di Mall besar, timezone, menonton bioskop atau ke tempat sejenisnya ? Duh.. Bingungkan jika setiap akhir pekan atau libur nasional Readers harus bolak-balik cek ponsel untuk membooking tiket. Atau bisa jadi Readers sudah cukup bosan untuk bermain disana ? Ingin pergi ke objek wisata tapi tak tau mau kemana ? Ayo sini, writer kasih tau tempat yang cocok sekali untuk Readers kunjungi saat akhir pekan maupun libur nasional yang akan berlangsung cukup panjang. Terlebih jika Readers adalah penduduk Provinsi Bengkulu yang secara khusus adalah sebuah daerah yang 'dilintasi' oleh Bukit barisan, Readers tak akan susah-susah mencari lokasi wisata alam yang keren syarat menjanjikan keindahan.


Dari sekian banyak objek wisata unggulan di Provinsi Bengkulu, bagaimana jika Readers memilik air terjun Punai sebagai tempat yang akan kunjungi. Meskipun terletak sedikit jauh dari pusat Ibu Kota Provinsi, yakni Bengkulu, namun Readers tidak akan menyesal jika sudah menginjakkan kaki di kawasan air terjun Punai. Penasaran ? Mari kita ulik air terjun Punai ini bersama, ya Readers.



Air Terjun Punai berada di Dusun Air Lang Desa Empat Suku Menanti, Kecamatan Sindang Dataran, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengku Nah, sebelum kita bahas lebih lanjut tentang air terjun indah ini, ada baiknya jika Readers berkenalan terlebih dahulu dengan Kecamatan sindang ini, ya Readers. Konon, kecamatan ini banyak menyimpan keindahan sebab berada di bawah kaki bukit Kaba, apakah itu benar, ya Readers? Check this out!


Sindang Dataran merupakan salah satu kecamatan yang berdiri di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, Indonesia. Sebenarnya, ada sedikit perdebatan atas luasnya wilayah ini. Sebab sebuah media lokal yang bertajuk "Sindang Dataran dalam Angka 2021" mengatakan bahwa luas kecamatan ini hanyalah sekitar 66,49 km2 saja. Namun, tabel pada situs BPS Rejang Lebong yang mengandung informasi mengenai luas kecamatan membatah 'tuduhan itu', mereka mengatakan bahwa Sindang Dataran sendiri memiliki luas sekitar 83,89 km2. Kawasan Sindang Dataran memiliki struktur yang berbukit-bukit, dengan kelerengan 8-15%. Dengan ketinggian antara 785-1129 mdpl. Meskipun hanya memiliki suhu udara 23 °C, namun cukup membuat Readers merasa kedinginan. Apalagi jika sudah tengah malam dan subuh, bukan hal yang baru saat Readers bernafas akan keluar uap dari mulut, ya. Nah, karena daerahnya yang berbukit dan berpadu dengan udara yang dingin, membuat Sindang Dataran menjadi kawasan yang direncanakan sebagai sentra produksi apel (Malus sylvestris) di Provinsi Bengkulu, loh Readers. Penanaman apel skala besar-besaran yang pertama di Bengkulu dilakukan oleh seorang petani di IV Suku Menanti. Tanaman apelnya berusia 5-6 tahun, ditanam pada lahan seluas ± empat hektare, dan mampu berproduksi 50–60 kg per pohon. 


Penduduk Sindang Dataran umumnya bersuku bangsa Lembak sebagai suku asli, Sedangkan suku pendatanga yakni suku Jawa, namun jumlah antara suku jawa dan Lembak memiliki jumlah yang hampir seimbang. Baik Lembak maupun Jawa, keduanya sama-sama memeluk agama Islam sebagai agama utama. Mata pencaharian penduduk Sindang Dataran adalah Sektor pertanian dan perkebunan. Dimana Salah satu komoditas utama daerah ini adalah kopi jenis robusta, yang dikenal dengan jenama "Sintaro" (Sindang Dataran Robusta) yang eksis sejak 2014 dan bahkan sudah diakui kenikmatannya oleh Kementerian Pertanian RI. Wah.. keren, ya Readers.


Air terjun Punai yang terletak di Dusun Air Lang Desa Empat Suku Menanti, Kecamatan Sindang Dataran, Kabupaten Rejang Lebong ini bisa dikatakan adalah objek wisata yang baru di kenalkan ke masyarakat umum, ya Readers. Dimana dahulu, air terjun ini tak ada yang mengelola dan di biarkan begitu saja oleh masyarakat setempat. Namun di akhir Desember 2017 lalu, perwakil Kementerian Pusat mengatakan bahwa air terjun Punai yang mendiami perbukitan dan kawasan hutan lindung Bukit Balai Rejang ini memiliki potensi untuk dijadikan objek wisata alam, barulah masyarakat maupun pemerintah desa mulai menggarap dan merawat lokasi air terjun hingga akhirnya di buka untuk umum.


Untuk mencapai desa ini, Readers akan mengalami perjalanan yang memelalhkan namun menyenangkan. Bagaimana tidak, jika Readers berangkat dari Kota Bengkulu, Readers akan menempuh perjalanan sejauh kurang lebih 85,7km dengan estimasi waktu sekitar 3jam perjalanan. Melelahkan bukan ? Namun, jika di lihat dengan teliti, sepanjang perjalanan pun akan terasa menyenangkan sebab Readers akan melewati perjalanan berupa membelah gunung, lalu perkotaan kecil yang tidak terlalu ramai, dan lumbung sayur yang ada di Curup, loh Readers. Selama itu juga, Readers akan di manjakan dengan banyaknya perkebunan buah di sepanjang jalan Curup. Namun, jika Readers berangkat dari Kota Curup, Readers cukup menempuh perjalanan sekitar 25km dengan estimasi waktu sekitar 45 menit saja. Readers bisa menggunakan kendaraan pribadi, ya. Bak menggunakan motor maupun mobil.


Saat Readers sampai, Readers akan berada di lahan milik Kelompok Tani Budi Utomo yakni 'rumah' dari air terjun Punai dengan luasan lahan yang sudah dibuka mencapai 1,5 hektare, nih. Ketika masuk, Readers akan dikenakan biaya sebesar Rp5.000 untuk biaya parkir kendaraan roda dua termasuk orangnya, sedangkan bagi yang membawa kendaraan roda empat hanya ditarik biaya Rp25.000, sudah termasuk tiket para penumpangnya juga, loh Readers. Meskipun lokasi ini termasuk kawasan yang rawan akan tindak kejahatan, namun pengelola sigap memberikan tim keamanan di setiap titik rawan agar pengunjung merasa aman. Setelah dari parkiran, Readers dan para pengunjung lainnya bisa mengakses ar terjun dengan berjalan kaki dengan jarak berkisar 150 meter untuk sampai ke air terjun Punai.


Nah, setelah sampai di air terjun Readers akan di buat terkagum dengan tebingan air terjun yang dipenuhi oleh tumbuhan menjalar hingga menutupi sebagian besar sisi tebing. Belum lagi air terjun yang mengucur dari atas membuat suasana menjadi semakin dramatis. Lalu, kolam alami yang bisa pakai untuk berenang pun terasa begitu menggoda, dengan air dingin yang langsung berasal dari pegunungan itu menciptakan harmoni menyenangkan. Belum lagi pihak pengelola menyediakan pondok-pondok/ saung yang bisa Readers gunakan bersantai untuk para pengunjung. Jika ingin berpiknik-pun air terjun Punai bisa menjadi pilihan yang ideal, loh Readers. Sejuknya udara di sekitar kawasan air terjun membua Readers segera ingin mencicipi kopi lokal yang diolah dan di jual langsung penduduk sekitar. Jika merasa kedinginan, Readers bisa membilas badan dengan merasakan pancuran air panas yang terdapat di area air terjun Pemandian Punai. Air Panas Alami ini berasal dari Gunung Kaba, loh. Meskipun langsung berasal dari Gunung Kaba, namun air yang mengalir ini tidak berasa asam dan tidak pedih dimata. Ingin merasakan pagi buta di kawasan air terjun Punai?  Readers bisa berkemah disini, loh. Readers dapat memesan camping ground beserta perlengkapannya melalui pihak pengelola, ya.


Piknik, berkemah, mandi air panas adalah perpaduan yang pas jika Readers benar-benar ingin kabur darilelahnya kehidupan di kota untuk sementara. Menenangkan pikiran dan beristirahat sejenak disini tidaklah sebuah aksi kejahatan, ya reader. Jadi, tunggu apa lagi ? ayo berkemas dan siapkan perlengkapan Readers. Kunjungi air terjun Punai sesegera mungkin, ya. See you happy weekend, readers. 

Panorama Mengesankan di Air Terjun Geluguran Bengkulu

Jika sebelumnya kita selalu membahas mengenai wisata yang ada di Kota Bengkulu, maka hari ini mari kita melipir sedikit ke selatan provinsi bengkulu, yakni kota kabupaten manna. Sebelum menginjakkan kaki di destinasi wisata di Kota Manna, ada baiknya jika Readers terlebih dahulu berkenalan dengan kota mungil namun berpotensi ini.


Kota Manna, tidak hanya dikenal sebagai ibu kota Kabupaten Bengkulu Selatan, Bengkulu. Tetapi Ia juga merupakan jantung pemerintahan dan kegiatan ekonomi untuk wilayah selatan provinsi Bengkulu. Manna juga memilik nama lain yakni Seraway. Namun, kemungkinan besar hanya penduduk lokal saja yang menggunakan nama itu di kawasan ini. Ternyata, nama Seraway itu bukan hanya sembarang nama, ya Readers. Nama seraway sendiri memiliki asal usul, loh. Nah, sebenarnya ada 2 pendapat mengenai nama seraway ini, yaitu :


  • Seraway berasal kata sauai dimana kata ini merujuk kepada cabang dua sungai yang mendiami wilayah ini, yaitu sungai Musi dan Sungai Seluma yang dibatasi langsung oleh sebuah bukit kokoh bernama Bukit Capang.
  • Seraway berasal kata dari seran yang artinya celaka (celako- dalam bahasa lokal). Hal ini sebenarnya melibatkan dengan sebuah legenda yang hadir di tengah-tengah masyarakat lokal kala itu, dimana dahulu ada seorang anak raja dari hulu yang menderita penyakit menular, karena malu akhirnya anak ini dibuang (dihanyutkan) ke sungai dan berakhir terdampar dimana anak raja inilah yang mendirikan kerajaan ini. Kerajaan Seraway terpisah dengan Kerajaan Bengkulu (Bangkahulu). Kerajaan ini ditemui antara daerah sungai Jenggalu sampai ke muara sungai Bengkenang namun kerajaan ini akhirnya terpecah- pecah menjadi kerajaan kecil yang disebut margo (marga). Marga dipimpin oleh seorang datuk dan membawahi beberapa desa/ dusun. Marga- marga di Kabupaten Bengkulu Selatan itu adalah Pasar Manna, VII Pucukan, Anak Lubuk Sirih, Anak Dusun Tinggi, Kedurang, Ulu Manna Ilir, Ulu Manna Ulu, Anak Gumay dan Tanjung Raya. Namun mereka bersatu atas dasar satu kesatuan dan satu keturunan dan satu rumpun bahasa.


Bahasa di Kabupaten Bengkulu Selatan terdiri dari dua bahasa asli yaitu bahasa Pasemah yang banyak dipakai dari muara sungai Kedurang sampai dengan perbatasan Kabupaten Kaur sedangkan mayoritas menggunakan bahasa Seraway yang merupakan turunan dari bahasa Melayu, ya Readers. Kota Manna adalah salah satu kota yang sangat wajib untuk Readers kunjungi. Terlepas dari kehidupan dunia yang semakin modern,  kota Manna mampu mempertahankan keindahan alam agar tetap terjaga. Ini terbukti dengan masih banyaknya objek wisata alam dan pantai-pantai yang masih tak tersentuh oleh khalayak luar. Dan kabar baiknya, justru karena gerakan ini sangat memikat para pelancong baik dalam maupun luar daerah yang merasa penat dengan kehidupan yang modern. Para pelancong yang haus akan keindahan alam yang polos dan alami.



Jadi jangan heran jika selama di sini, Readers tidak akan kesusahan untuk mencari objek wisata yang berhubungan dengan alam. Nah salah satu objek wisata alam yang bisa Readers datangi adalah air terjun Geluguran. Air terjun Geluguran yang masih sangat asri ini berlokasikan di Desa Kayu Ajaran, Kecamatan Ulu Manna Kabupaten Bengkulu Selatan. Untuk mencapai lokasi, Readers tidak usah bersusah payah untuk berjalan sebab Air terjun setinggi lebih kurang sepuluh meter ini berada tepat di pinggir jalan lintas Manna-Pagar Alam Sumatera Selatan. kira-kira jika Readers berangkat dari kota manna, Readers akan sampai di lokasi dengan estimasi waktu sekitar 45 menit dengan kendaraan roda dua maupun roda empat, ya. Karena lokasi yang mudah di capai dan terletak di jalan lintas, maka tidak heran jika Readers akan sering bertemu para pelancong yang tanpa sengaja melipir sejenak untuk sekedar merenggangkan otot karena perjalanan yang jauh. Biasanya para pelancong ini adalah warga yang melintas dari Bengkulu ke Sumatera Selatan ataupun sebaliknya, loh Readers. Mengingat air terjun ini persis dipinggir jalan. 


Objek wisata alam air terjun Geluguran ini menjadi salah satu wisata favorit bagi para warga sekitar karena air terjun ini menyajikan keindahan alam yang menakjubkan.  Keindahan disekitar air terjun ini masih sangat alami dan asri. Para pengunjung akan dimanjakan dengan udara sejuk yang berasal dari pepohonan rindang yang tumbuh disekitar air terjun ini. Kehijauan pepohonan berpadu dengan jernihnya air menjadikan keindahan tersendiri yang tiada duanya. Suara burung-burung yang berkicau berpadu dengan gemercik air terjun menjadikan alaunan melodi alam begitu indah dan begitu nyaman. Lokasi ini akan terlihat ramai terutama saat akhir pekan atau saat libur nasional. Dimana para pengunjung yang datang tidak hanya dari warga Bengkulu itu sendiri melainkan pengunjung dari luar kota. Setelah sampai, Readers akan mendapat kejutan pertama yakni berupa tiket masuk yang akan Readers bayar untuk menikmati air terjun Geluguran. Yang membuat Readers terkejut adalah bukan soal nominal, ya Readers melainkan air terjun yang selalu terbuka ini tidak memungut biaya sepeserpun alias gratis, loh Readers. Belum lagi para pelancong bisa datang ke air terjun setiap saat, tak ada larangan sedikitpun untuk Readers berlama-lama disini. Sekalipun Readers datang disetiap wekeend ataupun hari libur lain warga lokal tidak akan memberlakukan pembelian tiket di area air terjun, ya Readers


Bukan sekedar panorama air terjun yang akan Readers dapat, namun Readers juga bisa menikmati keindahan alam berupa Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Para pengunjung memang nantinya akan dapat melihat pemandangan berupa bukit barisan tersebut. Bisa dipastikan bahwa udara disana sangatlah bersih dan sejut. Ditambah dengan pepohonan yang tumbuh saling memunggungi untuk memberikan efek rindang di sekitaran air terjun, membuat Readers semakin betah berlama-lama disini. Ah.. jangan lupakan hadirnya berbagai spesies flora dan fauna yang mendiami kawasan air terjun, mulai dari berbagai hewan seperti monyet-monyet yang bergelantungan di atas pohon-pohon besar, hingga berbagai jenis tumbuh-tumbuhanDan jika Readers beruntung, Readers bisa bertemu dengan bunga rafflesia arnoldii yang mekar hanya sebentar saja. Poin utama keindahan di air terjun Geluguran adalah air terjun gelugiran ini ternyata memiliki tujuh tinggakatan, loh Readers. Para pengunjung dapat menyaksikan keindahan air terjun ini dari dekat, sebab tepat dibawah air terjun ini ada kolam alami yang bisa di pengunjung pakai untuk berenang sambil menikmati kesegaran dan kejernihan air yang dimiliki. Para Meskipun dibawah air terjun, namun kedalam kolam ini masih masuk kategori aman, loh. Yakni sekitar 2 meter, namun tetap hati-hati, jika ragu Readers cukup bermain air di pinggiran kolam saja, ya.


Jangan takut untuk tersesat, pasalnya Readers bisa bertanya kepada warga lokal tentang rute air terjun ini, dan warga akan dengan senang hati memberitahu Readers rute yang harus Readers ambil. Warga lokal terkenal dengan sikap yang sangat ramah kepada para pelancong, loh Readers. Apalagi jika menikmati air terjun yang sejuk bercampur dengan segelas kopi hangat yang di jajakan oleh warung-warung kopi yang berdiri di lokasi air terjun. Wah... sudah terbayang belum bagaimana serunya ? Jadi jangan ragu untuk mampir jika Readers tidak sengaja melewati lokasi air terjun Geluguran yang sangat menyenangkan ini, ya. Selain keindahan, Readers juga bisa bersantai untuk menghilangkan stress dari ramainya hiruk pikuk kota yang melelahkan. Ayo, kemasi barangmu dan segera kunjungi air terjun Geluguran sekarang juga. Happy weekend and see you..

Sekali Dayung 2 Objek Terlampaui : Air Terjun Tirta Mandiri & Perkebunan Bengkulu

Jika bermain ke Kepahiyang, takkan lengkap rasanya jika tidak menyicipi segarnya air yang turun langsung dari pegunungan sekitar, nih Readers. Selain kebun teh yang sangat terkenal dan menjadi icon Kota Kepahiyang, sebenarnya masih banyak loh tempat wisata yang sangat wajib Readers coba jika sedang berada disini. Apalagi jika sedang libur panjang, waktu satu pekan saja dirasa tidak akan cukup untuk menjelajahi keindahan di kawasan indah Kepahiyang. 


Menghabiskan rasa lelah dengan melampiaskan berjalan-jalan di air terjun bisa menjadi pilihan, loh Readers. Seperti yang Readers ketahui bahwasanya Kepahiyang sendiri masuk ke dalam kawasan Provinsi Bengkulu, yang mana hampir seluruh Provinsi Bengkulu adalah dataran tinggi karena bersinggungan langsung dengan bukit barisan. Nah, sebelum kita lanjut mengulik perihal Air Terjun Tirta Mandiri, ada baiknya jika Readers berkenalan dengan kawasan Kabupaten Kota Kepahiyang terlebih dahulu, ya.


Kepahiang atau biasa lokal sebut dengan nama Payang, adalah salah satu kabupaten yang cukup mencolok di Provinsi Bengkulu, sebab Ia memiliki sebuah kebun teh raksasa yang menyimpan banyak kisah sehingga menjadi ikonik di kabupaten ini. Nah, bisa dibilang abupaten ini masih cukup muda, ya Readers, karena Kepahiyang resmi berdiri pada 7 Januari 2004 yang lalu, yang mana sebelumnya kabupaten Kepahiyang masih satu wilayah dengan Kabupaten Rejang Lebong. Untuk Ibu kota-nya, Kabupaten Kepahiang 'menunjuk' Kecamatan Kepahiang sebagai Ibu Kota. Secara administratif, daerah ini terbagi menjadi delapan kecamatan dan 91 desa. Ada yang menarik dari Kabupaten indah ini, yaitu tentang penamaannya. Apakah Readers cukup familiar dengan nama kabupaten ini ? 


Berdasarkan dari cerita secara turun temurun, dinamakan kabupaten Kepahiyang karena dahulu di daerah ini terdapat banyak sekali pohon keluak, karena dahulu suku di sini adalah suku rejang, jadi nama Keluak ini berganti menjadi bahasa Rejang yakni kepayang. Dan yang menariknya lagi bahwa sebenarnya istilah mabuk kepayang bukanlah sebua isapan jempol belaka, ya Readers. Hali ini juga didasari oleh efek samping yang disebabkan saat mengonsumsi buah keluak yang diolah secara tidak tepat dan benar sehingga mengakibatkan mabuk berat. Karena buah keluak atau Kepahiyang ternyata mengandung racun sianida, ya Readers.


sesaat sesudah bermain di kebun teh, silahkan Readers melipir sejenak untuk bermain di Air Terjun Tirta Mandiri, dimana air terjun ini masih satu kawasan dengan kebun teh. Air Terjun Tirta Mandiri terletak di Desa Tangsi Duren, Kecamatan Kebawetan. Lokasi air terjun ini sangat mudah untuk dijumpai karena berada pinggir jalan, loh Readers. Jika Readers ingin kesini, akses perjalanan pun cukup memadai, ya. Apabila Readers berangkat dari Kota Bengkulu, Readers akan menempuh perjalanan sekitar 67km, atau sekitar 1,5 jam perjalanan. Perjalanan selama 1,5 jam itu tidak akan terasa loh Readers. Karena, sepanjang perjalanan, Readers akan disuguhkan oleh berbagai macam pemandangan cantik, apalagi Readers akan melewati liku sembilan yang menanjak dan menuruni gunung yang menjadi jalan satu-satunya untuk menuju ke Kepahiyang dan Kota selanjutnya. Namun, jika Readers berangkat dari Kota Kepahiyang, Readers hanya membutuhkan waktu sekitar 7km saja, ya Readers.


Sesaat setelah memasuki gerbang penyambutan, Readers akan kemudian meneruskan perjalanan dengan total jarak sekitar kurang lebih 2 km, lalu Readers akan bertemu dengan tempat parkir kendaran yang memiliki ukuran lumayan luas, cukup untuk beberapa mobil dan motor, kemudian membayar tiket masuk sebesar Rp. 5.000,-perorang  dan Rp. 2.000,- untuk biaya parkir saja. Kemudian, Readers juga bisa melihat bahwa disini dilengkapi dengan fasilitas tempat duduk yang banyak dan nyaman, toilet pria dan wanita yang terpisah serta mushala tempat ibadah yang cukup bersih dan terawat. Disediakan juga beberapa mukenah dan sajadah, ya Readers.


Air Terjun Tirta Mandiri ini mulai dibuka untuk umum oleh pihak pengelola pada tahun 2019. Namun, pada awal buka hingga tahun 2020 masih sepi pengunjung dikarenakan melambungnya virus Covid 19.  Namun, dimulai pada tahun 2021 hingga saat ini, air terjun terpantau sudah sering didatangi pengunjung. Apalagi jika sedang akhir pekan, yakni pada hari Sabtu dan Minggu serta hari-hari besar seperti Idul Fitri dan hari besar lainnya Meskipun cukup populer, namun ternyata masih ada juga yang tidak mengenal Air Terjun Tirta Mandiri, mungkin kurangnya promosi digital maupun face to face yang dilakukan penduduk lokal maupun Pemda setempat. Desa Wisata Tangsi Duren ternyata tidak hanya memiliki satu, malah Ia memiliki 2 spot wisata utama, nih Readers


Untuk yang pertama adalah Skywalk. Disini Readers akan disuguhkan dengan jalan setapak yang di cat berwarna warni, dan yang lebih istimewa adalah Skywalk ini dibuat diatas perkebunan sayur milik warga sekitar, loh Readers. Kenapa harus diatas perkebunan, si? Jangan emosi dulu, ya Readers. Selain memiliki kawasan yang berpotensi menjadi wisata alam, ternyata masyarakat juga memanfaatkan struktur tanah dan cuaca untuk dijadikan ladang sayuran, nih. Hal ini karena Kepahiyang yang berada di daratan tinggi dan memiliki curah hujan yang lumayan tinggi menjadikan kawasan ini sangat strategis untuk di jadikan tempat budidaya sayuran. 


Lalu yang kedua yang bisa Readers kunjungi adalah Air Terjun Tirta Mandiri. Jarak antara kedua objek wisata ini cukup berdekatan. Jika biasanya saat mengunjungi air terjun akan terasa sangat melelahkan sebab medan yang masih alami dan memantang, namun berbeda jauh dengan Air Terjun Tirta Mandiri ini, ya Readers. Meskipun masih alami dan asri, namun pihak pengelola memberikan sentuhan tanpa merusak nilai citranya berupa jalan yang berguna untuk mempermudah perjalanan para pengunjung saat berjalan ke air terjun. Sama seperti air terjun pada umumnya, Readers akan menemukan serbuan debit air yang lumayan deras dihiasi dengan bebatuan besar disekitarnya menjadikan Air Terjun Tirta Mandiri ini cukup apik untuk dinikmati. Dengan air yang sangat jernih dan segar yang mengalir langsung dari mata air pegunungan, membuat tubuh Readers yang lelah seakan terobati apabila Readers sudah mencelupkan badan di kolam alami milik Air Terjun Tirta Mandiri ini. Namun, sebelum ke air terjun, pastikan bahwa Readers telah melihat prakiraan cuaca, ya. Jangan datang saat hari akan mendung maupun hujan, karena  sangat kemungkinan besar terjadi banjir Bah, ya.


Banyak hal yang bisa Readers lakukan disini, Readers bisa memulai dengan belajar memanen sayuran yang sedang warga lokal lakukan, pastikan untuk bertanya terlebih dahulu dan meminta izin kepada sang empu sayuran, ya. Lalu, Readers bisa melakukan piknik ala-ala selebgram disni, membawa makanan dan minuman dari rumah sangatlah opsi yang pas, nih. Belum lagi Readers bisa melakukan foto-foto manja disini bersama teman maupun keluarga. Berenang-pun tak masalah asal Readers bisa berenang, ya. Namun, jika Readers membawa anak-anak, pastikan mereka selalu dalam pengawasan, ya. Jangan biarkan mereka bermain sendiri di area kolam maupun air terjun. Jangan melakukan larangan yang tertulis maupun tidak, ikuti semua perintah yang pengelola ataupun pihak warga lokal katakan. Jangan merusak semua hal yang berhubungan dengan keindahan alam sekitar, jangan membuang sampah sembarangan, ya Readers

Jadi, tunggu apa lagi, ayo kemasi barang dan habiskan akhir pekan Readers di Air Terjun Tirta Mandiri. rasakan dan nikmati sendiri sensasi dingin namun melegakan dari air terjun yang turun langsung dari gunung bukit barisan. Happy weekend and see you Readers....

Air Terjun Pengantin Bengkulu dan Seberkas Rumornya

Jika Readers berlibur ke Provinsi Bengkulu, jangan lupa untuk mampir ke Talang Empat, ya. Sebab di sana ada berbagai macam wisata alam yang sangat sayang jika Readers lewatkan. Nah, di Talang Empat merupakan sebuah kecamatan di Bengkulu Tengah, ya.  Sama seperti kecamatan maupun Kabupaten pada umumnya, Talang Empat juga mempunyai Ibu kota, loh Readers yang mana nama Ibu Kota nya adalah kecamatan Karang Tinggi. Talang Empat merupakan hasil dari pemekaran dari Kabupaten Bengkulu Utara, ya Readers. Adapun hasil dari pemekaran ini adalah terciptanya 11 kecamatan yang terus berkembang hingga saat ini.

Nah, salah satu objek wisata yang ada di Karang Tinggi adalah Air terjun pengantin. Yap... Readers tidak salah membaca, ya. Bukan pulau Jawa saja yang terkenal akan air terjun pengantinnya, namun Bengkulu juga memiliki air terjun yang memiliki nama populer itu. Apakah Readers ada yang pernah bermain kesini? Jika belum, mari kita bahas air terjun ini agar bisa Readers pertimbangkan untuk mendatangi nya saat akhir pekan maupun libur panjang, ya. 

Langkah awal, Readers harus menempuh perjalanan dulu selama 1 jam dari Kota Bengkulu. Nah, saat sampai di Gapura Selamat Datang ke Bengkulu Tengah, Readers hanya perlu jalan terus sampai nanti Readers akan menemui pom bensin di sebelah kanan. Lalu, Readers silahkan berhenti sebelum pom bensin itu, ya. Readers akan memasuki jalan yang berada di sebelah pom bensin. Kemudian, Readers bisa berjalan terus sampai ketemu gapura atau taman yang bertuliskan Curug Pengantin. Letaknya berada di sebelah kanan, ya. Untuk pergi kesini, Readers tidak usah khawatir sebab jalanan sudah bisa di akses menggunakan kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat. Selama satu jam perjalanan, Readers tidak akan merasa jemu, sebab Readers akan di temani oleh kota-kota kecil yang akan Readers temui sepanjang perjalanan, belum lagi jejeran pepohonan semakin membuat suasana perjalanan Readers semakin menyenangkan.

Saat sampai di kawasan ini, Readers akan langsung di suguhkan dengan luasnya area parkir yang tersedia disini. Jangan lupa untuk menggunakan alas kaki yang nyaman, karena Readers melanjutkan perjalanan ke tempat ini dengan berjalan kaki, ya. Sesaat setelah sampai, Readers akan dibuat terpukau dengan keindahan yang disuguhkan oleh air terjun pengantin. Meskipun tidak memiliki ketinggian yang terlalu tinggi seperti air terjun pada umumnya, namun air terjun ini masih mempunyai kesan keindahan tersendiri.

Meski dalam kondisi yang tidak terlalu terawat, bukan jadi penghalang untuk para pelancong untuk tetap mendatangi air terjun pengantin. Udara sangat sejuk, rindangnya pepohonan karet serta gemericik air dari air terjum membuat suasana di air terjun pengantin semakin melankolis. Kurang terawat sebab kurangnya perhatian dari Pemda setempat, ya. Bukan kurang terawat seperti banyaknya sampah dimana-mana. Hal ini terjadi karena berlakunya larangan bahwa khusus anak kecil- di larang untuk mandi di kolam air terjun pengantin, sebab dipercaya bahwa pasalnya sering muncul wujud sakral yang mendiami lokasi wisata. Sebenarnya, kemunculan sosok gaib tersebut tergantung pada niat baik dan buruk orang itu sendiri, ya Readers. Kejadian ini pernah dialami oleh salah satu warga lokal desa tersebut, dimana warga itu mengaku bahwa Ia pernah bertemu dengan sesosok pria yang mengenakan pakaian adat lengkap sedang duduk bersila di atas batu yang berbentu petak yang menghadap ke air terjun. Pada saat itu, dirinya sedang bersiap akan pergi menuju ke kebun kopi, yang mana jalan untuk menuju kebun kopi miliknya itu memang melintasi jalan di dekat air terjun pengantin tersebut. Sebab melihat sosok itu, sang warga lokal akhirnya jatuh sakit selama satu minggu penuh, loh Readers.

Di air terjun itu, Readers akan melihat terdapat dua air terjun yang dapat Readers pakai untuk berenang. Namun, bentuk dua air terjun ini berbeda, ya.  Salah satu dari dua air terjun cantik ini merupakan aliran air yang airnya langsung mengalir dari mata air di hulu sungai. Yang konon kabarnya apabila seseorang mandi disana, si pemandi akan memiliki manfaat di luar nalar manusia, loh Readers. Saat memasuki kolam alami dari air terjun pengantin, Readers akan menemukan dua buah batu besar di dalam air yang kerap kali digunakan tempat berpijak bagi para pelancong yang hendak mandi di kolam alami tersebut. 

Selain untuk menikmati keindahan alam yang sangat menyejukkan, ternyata banyak pelancong yang datang kesini untuk tujuan lain, ya Readers. Salah satu contohnya adalah  apabila seseorang mandi di air terjun pengantin tersebut adalah seorang yang belum menikah maka enteng mendapatkan jodoh, apabila seseorang yang mandi adalah seorang yang sudah menikah maka juga akan diarahkan mandi di Air Terjun Pengantin, yang bertujuan untuk kelaknya saat memasuki masa mengandung, sang istri tidak mudah keguguran, nih Readers

Namun, meskipun anak-anak dilarang mandi untuk menghindari dari mitos yang beredar, ada pula sebagian dari orang tua yang 'tidak terlalu' percaya dengn rumor tersebut membiarkan anak mereka bermain di aliran air yang sangat segar ini. Ditambah dengan kedalaman air yang cukup bersahabat untuk anak-anak menjadi daya tarik sendiri bagi pelancong, namun jangan tinggalkan anak-anak untuk bermain sendiri, sebab ada beberapa batu yang licin dan runcing di sepanjang aliran sungai, ya Readers

selain untuk bermain air, Readers juga bisa menjadikan air terjun pengantin sebagai lokasi piknik, loh. Karena suasananya sangat pas untuk dijadikan tempat healing bersama keluarga, membawa makanan atau bekal dari rumah, lalu makan bersama di pondokan yang telah tersedia oleh pedagang setempat, atau jika Readers malas untuk membawa banyak barang, Readers bisa membeli makanan di sekitar air terjun karena sudah banyak penduduk lokal yang berdagang di pinggiran air terjun, nih Readers. Untuk Readers yang membawa makanan atau minuman kemasan, ada baiknya jika Readers membuang sampah makanan itu di tempatnya, ya. Banyak kotak sampah yang di sediakan oleh pihak pengelola demi kenyamanan para pengunjung.

Agar liburan singkat Readers di air terjun pengantin ini berjalan dengan lancar dan penuh dengan kenangan baik, tidak ada salahnya jika Readers mengikuti tips dari writer, ya. Ada beberapa tips yang bisa Readers terapkan sebelum, selama dan sesudah berada di air terjun pengantin. Tips nya adahlah : 

  • Pergi Saat Cuaca Cerah : Salah satu tips aman mengunjungi air terjun pengantin adalah dengan memastikan cuaca yang cukup cerah saat akan berangkat. Jika cuacanya sedang mendung bahkan turun hujan, sebaiknya tunda terlebih dahulu. Pasalnya, Kondisi ini sangat rawan akan resiko karena dapat memicu debit air yang tinggi atau banjir Bah yang dapat membahayakan keselamatan Readers dan pengunjung lainnya. Jadi sebaiknya pertimbangkan dahulu, ya.
  • Berangkat Pagi Hari : Hal ini bertujuan agar Readers tidak akan tergesa-gesa di perjalanan. Selain itu juga, Readers pastinya juga memiliki waktu yang lebih banyak untuk bermain di air terjun bersama teman maupun keluarga. Sehingga, hasrat liburan dapat terpenuhi dengan baik dan lebih tenang dalam menikmati momen. Lebih menyenangkan, bukan?
  • Hindari Air Terjun dengan Aliras Deras : Perhatikan debit air. Meskipun cerah namun debit air yang sedikit mencurigakan adalah awal dari bencana banjir Bah. Siapa yang tahu jika di hulu sungai sedang terjadi hujan yang akhirnya menyebabkan sungai mengirim banjir Bah untuk anak-anak sungai.
  • Segera Menjauh Saat Hujan Tiba : Sudah terlanjur sampai bau hujan? Jika bisa, langsung tinggalkan lokasi air terjun pengantin untuk menghindari debit air yang akan naik.Tidak hanya beresiko banjir dari aliran air terjun, ini juga bisa menyebabkan tebing di sekitarnya longsor akibat debit air meningkat. Jangan sampai terlena dengan keseruan bermain air, Readers juga harus was-was dengan situasi dan kondisi juga, ya Readers.
Dibalik benar atau tidaknya semua rumor tentang sungai air terjun pengantin, ada baiknya jika readers lebih menghargai dan menghormati semua hal yang berhubungan dengan air terjun pengantin. Jangan merusak semua hal yang berhubungan dengn 

Merasakan segarnya Air terjun Tangga Seribu Kepala Curup, Bengkulu

Bukan Bengkulu namanya jika tidak di penuhi dengan berbagai macam pesona, mulai dari pantai, hutan lindung sampai pegunungan, loh readers. Meskipun Provinsi Bengkulu merupakan provinsi terkecil urutan pertama di daratan Pulau Sumatera dan provinsi terkecil urutan kesepuluh di Indonesia ,namun Provinsi Bengkulu kaya akan objek wisata alam, sebab struktur tanah yang berbukit, bukit ini berasal dari bukit barisan yang mendiami pulau Sumatera, ya readers. Disebut bukit barisan karena bukit ini berdiri sambung menyambung dari Aceh Hingga Lampung, ya.


Karena didominasi dengan perbukitan, maka wajar jika provinsi Bengkulu mempunyai banyak air terjun, baik yang sudah di kelola oleh pemerintah maupun masih alami dan yang masih belum di ketahui arahnya. Diartikel kali ini, Writer akan membahas salah satu air terjun cantik yang mendiami Provinsi Bengkulu, yakni air terjun tangga seribu yang berada di Kepala Curup, ya. Untuk readers yang sering wara-wiri rute Bengkulu-Lubuklinggau, pasti tidak asing lagi dengan salah satu desa yang bernama Kepala Curup ini, kan. Kepala Curup merupakan sebuah desa yang terletak dalam kawasan wilayah kecamatan Binduriang, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, Indonesia.



Kelapa curup juga merupakan jalan utama yang harus dilalui pelancong yang ingin ke Provinsi Bengkulu apabila berangkat dari Provinsi Sumatera Selatan. Selama di desa kepala Curup, readers akan disuguhi oleh pemandangan yang syahdu, sebab di desa ini readers akan menemukan perkebunan warga lokal, seperti sayuran,buah, perkotaan yang tidak terlalu ramai, jalanan yang berliku dan rumah-rumah tua yang masih di huni oleh penduduk aslinya. Jika readers ingin pergi kesini, Air Terjun Tangga Seribu bisa readers datangi dengan perjalanan sekitar 30 KM dari Pusat Kota Curup, atau jika readers berangkat dari Kota Bengkulu, readers akan menempuh perjalanan sekitar 112 KM atau setara dengan 3 jam perjalanan, ya readersreaders juga bisa menggunakan kendaraan pribadi berupa kedaraan roda empat maupun roda dua, ya. Namun, meskipun berada di pinggir jalan lintas Curup-Lubuklinggau, saat sampai di depan 'gerbang' masuk ke air terjun tangga seribu, readers harus bersiap untuk mengeksplorasi lebih jauh dengan berjalan sekitar 1 KM menuruni anak tangga yang jumlahnya lebih dari 300 anak tangga. Sebab memiliki tangga yang mencapai ratusan ini, penduduk lokal menamai air terjun dengan nama tangga seribu, loh readers. Kreatif, ya.


Namun, taukah readers jika sebenarnya tangga ini dibangun bukan untuk fasilitas ke air terjun, loh. Tangga itu sebenarnya di bangun untuk perjalanan ke gardu Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hydro (PLTMH) yang berada persis di dekat air terjun ini. Listrik yang dihasilkan oleh PLTMH ini nantinya dapat mensuplai listrik ke daerah-daerah penduduk Kecamatan Padang Ulank Tanding, Sindang Kelingi serta Kota Padang. Namun sayangnya, kini pembangkit listrik ini sudah tidak difungsikan lagi, yang menyebabkan PLTMH sekitar terbengkalai. sesaat sampai kesini, readers akan disuguhan dengan Air Terjun Tangga Seribu yang memiliki ketinggian sekitar 40 - 50 meter, dengan debit yang cukup deras, nih. Agar bisa mencapai air terjun, readers harus  mencapai area di bawah air terjun terlebih dahulu dimana readers perlu untuk melintasi sungai yang didasarnya penuh dengan bebatuan. Jangan lupa untuk meyiapkan alat pancing untuk  memancing di kolam air terjun dan area sekitarnya yang penuh akan berbagai jenis ikan, loh readers.


Kiri dan kanan sungai di penuhi oleh belukar yang cukup tinggi sebab belom terkelola-nya air terjun yang cantik ini. Air yang jernih dan bersih seolah mengundang readers untuk berendam atau berenang di sekitaran kolam alami air terjun, namun jangan telalu dekat dengan air terjun, ya. Mengingat debit yang cukup deras bisa membahayakan readers dan keluarga. Jika readers ragu untuk mandi di kolam alami, readers bisa mandi di pinggiran sungai yang di aliri oleh dinginnya air terjun di belakangnya. Diantara dia tebing yang masih di penuhi dengan pepohonan yang lebat, bersembunyi banyaknya flora maupun fauna yang mendiami tempat ini. Jangan heran jika saat berada disini, readers akan banyak mendengar suara, ya. Seperti suara siamang, burung yang saling bersautan dengan merdu dan masih banyak lagi suara hewan yang akan readers dengar maupun readers temui dibalik rimbunnya pepohonan, ya. Ngomong-ngomong, jika keberuntungan sedang bersama readersreaders akan dengan mudah bertemu dengan bunga rafflesia arnoldi dan bunga bangkai di kawasan Air terjun, loh.


Dibalik derasnya air terjun itu, ada sebuah gua yang di diami oleh ribuan kelelawar. Ini juga merupakan sebuah daya tarik untuk para pengunjung yang datang kesini. Disarankan untuk datang kemari saat pagi atau sore hari, ya. Sebab jika di siang hari, matahari benar-benar terik dan panasnya sangat tidak toleransi terhadap apapun, jadi di khawatirkan tubuh readers bisa terbakar,ya.


Agar liburan readers di Air terjun tangga seribu ini berjalan dengan aman, baik dan lancar, ada baiknya jika readers mengikuti beberapa tips berikut :

  • Gunakan sepatu yang pas : Agar tidak terjadi cedea selama berada di area air terjun, ada baiknya jika readers menggunakan sepatu atau sendal yang alasnya menggunakan grip yang kokoh, ya. Seperti yang kita tahu bahwa air terjun identik dengan basah dan lumut, jadi sebisa mungkin hindari semua hal yang bisa membuat cedera, ya readers 
  • Selalu Berada Di Jalur : Meskipun terdengar remeh, namun jika readers ragu, readers bisa meminta tolong pada warga lokal untuk mengantarkan readers dan keluarga ke air terjun, ya. Jangan budayakan malu bertanya sesat dijalan, loh readers. Itu merugikan diri sendiri.
  • Taati aturan yang berlaku : Tertulis atau tidak suatu peraturan, readers harus tetap berprilaku bijaksana, ya. Jangan suka meremehkan, sombong atau sampai berbuat asusia di sekitaran air terjun manapun.
  • Pantau cuaca : Ini bisa menjadi poin penting, sebab jika musim penghujan, sungai maupun air terjun rawan terjadi banjir Bah, jadi sebelum memutuskan untuk pergi, usahakan readers sudah memastikan cuacanya aman, ya. Sebaiknya berpergian saat musim kemarau agar lebih aman.
  • Awasi Keluarga : Ini berlaku untuk anak-anak, ya. Apabila readers membwa anak kecil ke air terjun, pastikan selalu dalam genggaman. Jangan teralihkan dan meninggalkan mereka sendiri, ya readers.
  • Membuang sampah sembarang : Pastikan readers tidak membuang sampah sembarang, semua plastik kemasan dari makanan atau minuman yang readers bawa harus di buang di tempat yang tepat, ya. Bawa kantong plastik sendiri untuk mengumpulkan sampah yang telah readers bawa dari rumah. Jadilah pengunjung yang bijak dalam bertindak, ya readers.

Untuk masuk kesini, readers tidak perlu membeli tiket, ya. Karena, air terjun yang cantik ini dapat readers nikmati secara gratis...tis... Duh, kapan lagi bisa berwisata alam dengan panorama yang cantik, dekat dengan kota namun tidak mengeluarkan uang ini-itu sam sekali ? Tunggu apa lagi, ayo berkemas dan lakukan perjalanan saat musim liburan tiba, happy wekend and see yaa... 

Cosplay Menjadi "Ninja Hattori" Demi Air Terjun Paliak Lebong, Bengkulu

Mendaki gunung melewati lembah.. sungai mengalir indah ke samudra.. bersama teman berpetualang~

Duh, anak tahun 90-an mana sih yang tidak tau sebait lirik lagu ninja Hattori ? animasi Ninja Hattori yang terkenal dengan karakter utamanya yang bernama Hattori ini selalu melakukan segala hal untuk sahabat sekaligus keluarganya, yakni Kenichi.Menjaga Kenichi dari kejahilan teman sebaya dan tak jarang mereka berpetualan kesana-kemari untuk bermain. Namun, apa hubungannya ninja Hattori dan air terjun Paliak, nih ? Simak saja sampai bawah, ya.


Liburan merupakan hal yang sangat dinantikan oleh semua kalangan umur, baik itu anak-anak, remaja dewasa bahkan manula pun membutuhkan sebuah liburan untuk menghilangkan penat, ya. Walaupun libur hanya di akhir pekan maupun libur nasional, Readers harus mempersiapkan liburan dengan sangat baik dari jauh-jauh hari agar liburan singkat Readers berjalan dengan aman, nyaman dan lancar, ya Readers. Nah, untuk liburan kali ini, apakah Readers sudah mempunyai tempat yang akan di kunjungi oleh keluarga ? Liburan akan lebih berkesan jika Readers menghabiskan waktu di objek wisata alam, ya. Apabila Readers masih bingung ingin berlibur kemana, silahkan Readers kunjungi salah satu objek wisata alam yang dimiliki oleh Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu.  Dari sekian banyak objek wisata yang dimiliki oleh Kabupaten Rejang Lebong, Air terjun Paliak ini adalah salah satu objek wisata yang cukup populer di Kabupaten Rejang Lebong. Sebelum Readers lanjut menelusuri Air terjun Paliak, mari kita berkenalan dulu dengan Kabupaten Rejang Lebong, ya Readers.


Kabupaten Rejang Lebong adalah salah satu kabupaten yang berdiri tegak di Provinsi Bengkulu, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini adalah Kecamatan Curup, ya Readers. Meskipun sebuah Kabupaten, namun luas wilayahnya cukup luas, loh Readers. Yakni sekitar 1.559,42 km². Kabupaten ini berada pada ketinggian 600-700 mdpl. Kabupaten Rejang Lebong adalah sebuah daerah yang berbukit-bukit, sebab Kabupaten Rejang Lebong masuk dalam Jajaran Bukit Barisan dengan ketinggian 100 hingga 1000 mdpl. Nah, dari sinilah semua keindahan alam di Kabupaten Lebong bermula. Dimana air terjun, gunung, hutan dan lembah tercipta dan menjadi daya tarik sendiri bagi sebagian orang. Diartikel ini, kita akan membahas air terjun yang bernama Air terjun Paliak.


Air terjun cantik ini terletak di lereng bukit barisan dan Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS), dimana aliran air terjun yang mengalir ini terpantau sangat bersih dan bening ditambah dengan nuansa asri hutan alami hujan tropis semakin membuat Air terjun Paliak sangat ideal menjadi tempat menghabiskan waktu bersama keluarga maupun sahabat. Sebab, memiliki air yang jenih dari aliran air bukit barisan, menjadikan air ini di klaim bisa di minum tanpa harus di masak dulu, loh Readers. Meskipun menurut Readers ini cukup asing, namun biasanya para pendaki gunung meminum air pegunungan yang berasal dari air yang mengalir, ya.


Seperti kata pepatah, berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian, ya Readers. Ketika akan menikmati keindahan Readers harus memiliki sesuatu hal yang harus dipejuangkan. Nah, saat ingin menikmati panorama Air terjun Paliak, Readers akan mengarungi beberapa rintangan yang sangat memelahkan, nih. Apabila Readers berangkat dari Kota Bengkulu, maka Readers harus menempuh perjalanan darat sejauh 133 km atau dengan durasi waktu tempuh sekitar 3,5 jam melalui Jalan Padang-Bengkulu atau Jl. Lintas Barat Sumatera. Tapi, sejauh ini jalanan dari kota Bengkulu menuju Desa Embong memiliki kondisi jalan yang cukup memadai, apalagi Readers bisa menggunakan kendaraan pribadi baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun sayangnya, kendaraan Readers hanya bisa sampai ke bendungan irigasi sungai Uram, sehingga Readers masih membutuhkan waktu sekitar 30 - 60 menit dengan berjalan kaki menuju Air terjun Paliak dengan cara menelusuri pinggiran sungai Uram.



Bendungan tempat parkiran tadi adalah pintu masuk menuju kawasan hutan, Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS), lokasi di mana Air Terjun Paliak berada. Selama 30-60 menit kedepan, Readers harus menembus hutan, menyeberangi sungai, dan melompati bebatuan, anggap saja diri Readers adalah ninja Hattori yang sedang berjalan-jalan, ya. Sama seperti Ninja Hattori, Readers memerlukan nyali, kemampuan berenang, fisik, dan mental demi menjumpai air terjun yang memiliki panorama menggila itu. Kurangnya fasilitas yang memadai air terjun ini disebabkan karena Air Terjun Paliak hanya populer dikalangan masyarakat lokal, namun tidak terlalu pupuler untuk pelancong luar, nih. Tantangan pertama adalah Readers harus menuruni bendungan yang membelah sungai dengan lebar sekitar 30 meter. Disini Readers akan mulai diuji kemampuannya, sebab Readers harus menuruni dinding bendungan yang telah disediakan 10 anak tangga, ya. Nah, saat reader sampai ke dasar sungai, Readers akan menemukan air yang ketinggiannya hanya semata kaki, kemudian Readers akan berpindah ke dinding berikutnya yang jumlah anak tangganya pun sama dengan tangga yang pertama. Sesaat setelah berhasil melewati tantangan itu, Readers akan menemukan luasnya hutan dengan bertutupan kanopi yang cukup lebar. Itulah mengapa udara disini lebih terasa segar dan menyenangkan. Perjalanan kembali dilanjutkan dengan menyisir sungai, disin Readers akan berjumpa dengan tantangan berupa batu-batu berukuran besar. Kemampuan Readers akan kembali di uji dengan kemampuan melompat dan kesimbangan tubuh yang baik agar Readers tidak terjatuh dan berakhir dengan cedera parah, ya. 


Atau jika Readers ingin opsi yang lain, Readers bisa menggunakan cara berenang yang artiyna Readers harus menerobos arus sungai yang jernih dan sejuk itu. Airnya bahkan sejernih kaca, loh Readers. Ikan yang berenang kesana kemaripun terlihat dengan mata telanjang. Jangan katakan hutan apabila sepanjang perjalanan Readers tidak bertemu dengan suara khas, ya. Seperti siamang bersahut-sahutan dari kedua sisi sungai, atau suara gareng yang sangat hobi bernyanyi di hujan hujan. Hal ini akan terus berulang sampai Readers melewati empat sungai dengan kondisi yang sama, ya. Sampai akhirnya Readers akan mendengar suara gemuruh air terjun dari kejauhan. Air terjun yang memiliki tinggi hampir menyentuh titik 30 meter ini sangatlah deras, apalagi kolam alami yana air terjun miliki di bawahnya sangatlah menggoda untuk segera menceburkan diri di dalam sana. Keindahan ini kembali di hiasi dengan rimbunnya pepohonan yang gagah nan tinggi sangat mengundang diri untuk beristirahat di bawahnya setelah hampir satu jam Readers berkelana.


Belum lagi saat Readers mengedarkan mata di sekitaran air terjun, mata Readers langsung bersiborok dengan tebing dan bebatuan besar yang saling tindih menindih menciptakan formasi yang unik nan dramatis. Suara burung dan serangga hutan yang saling bersahutan akan memberikan ketenangan yang luar biasa saat Readers beristirahat. Readers benar0benar akan dibuat seperti berada di dunia lain, dimana hanya ada Readers dan ketenangan yang hakiki. Jangan tanyakan perihal fasilitas umum yang akan Readers dapati disini, ya. Sebab air terjun yang beradan di tengah-tengah hutan Taman Nasional Kerinci Seblat ini sangatlah mustahil untuk di lalui. Jadi lebih baik Readers mempersipkan semua kebutuhan baik logistik maupun obat-obatan dari rumah, ya. 


Untuk memperlancar dan mempermudah perjalanan Readers, Writer punya beberapa tips agar Readers bisa berlibur dengan nyaman, ya. Nah mari Readers simak bersama :


  • Persiapan Matang : Kunjungan ke alam terbuka haruslah Readers lakukan dengan baik dan benar. Persiapan seperti logistik dan perobat-obatan serta informasi cuaca harusnya Readers diketahui dari awal.Sebab biasanya jika sedang dalam musim penghujan, air terjun rawan terjadi banjir Bah, loh Readers.
  • Patuhi Aturan : Peraturan yang paling penting adalah Readers wajib menghormati alam yang dikunjungi dengan melakukan kegiatan positif. Jangan pernah melanggar semua yang telah ditentukan baik tertulis maupun tidak, ya Readers. Pelancong sebaiknya bertoleransi dengan pelancong lainnya dan mematuhi aturan yang dibuat oleh masyarakat setempat.
  • Hormati Kehidupan Makhluk Hidup : Readers wajib untuk tidak merusak, mengambil dan mengubah sesuatu yang dilihat pada Air terjun Paliak. Menghormati masyarakat lokal yang berada pada kawasan air terjun juga harus dan sebaiknya dilakukan karena secara tidak langsung mereka sebagai penyedia dan pelindung dari alam terbuka yang Readers nikmati.

Jadi, apakah Air terjun Paliak 'pantas' untuk wisata yang akan Readers kunjungi di akhir pekan atau liburn panjang kali ini ? jika, iya. Selamat bersenang-senang dan ikuti semua tips yang Readers berikan, ya. Jadilah pengunjung yang bijak, jangan membuang sampah sembarang dan tetaplah taat dengan aturan, ya. Happy weekend and see you.

Jangan Berasumsi Liar Sebelum Menikmati Segarnya Air Terjun Mandi Angin Bengkulu

Apa yang terlintas di pikiran Readers saat mendengar kata Mandi Angin ? Mandi bersama anginkah atau memandikan angin, atau bagaimana ? Meskipun memiliki nama yang sedikit nyeleneh, bukan berarti tempat ini abal-abal, ya readers. Ada banyak air terjun mendiami provinsi Bengkulu, mengingat bahwa provinsi ini berbatasan  langsung dengan Bukit Barisan yang merupakan hutan suaka alam dan hutan lindung, jadi tidak heran jika banyak wisata alam yang indah disini. Nah, dari sekian banyaknya air terjun di Provinsi Bengkulu, Air terjun Mandi Angin adalah salah satunya. Penasaran dengan air terjun ini ? Namun, sebelum Readers mampir kesini, ada baiknya jika Readers terlebih dahulu mengetahui lokasi air terjun Mandi Angin ini, ya. Air terjun Mandi Angin berada di Desa Air Berau, Kecamatan Pondok Suguh, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu. Ada yang sudah tau dimana Kabupaten Mukomuko? Ayo kita ulik bersama, ya.

Kabupaten Mukomuko merupakan Kabupaten yang secara Administrasi, Kabupaten Mukomuko termasuk dalam Provinsi Bengkulu, Indonesia. Kabupaten yang penuh dengan objek wisata indah ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat di Utara, Kabupaten Kerinci dan Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi di Timur, Samudera Hindia di Barat dan Kabupaten Bengkulu Utara di Selatan. Kabupaten Mukomuko ini terbagi menjadi 15 kecamatan, 148 desa, dan 3 kelurahan. Dari 148 desa itu, salah satunya Ialah Desa Air Berau. Meskipun berada di daerah berbukit, namun Suhu udara di kota Mukomuko terbilang cukup normal, nih Readers. Yakni berkisar antara 21,10 C sampai dengan 34,60 C.

Mayoritas penduduk di Muko-muko ini adalah para transmigran yang berasal dari Jawa, Sunda, Minang, dan lain sebagainya. Sebab, dahulu hampir keseluruhan provinsi Bengkulu, termasuk mukomuko adalah daerah jajahan kolonial Belanda. Jadi untuk 'merubah nasib' , banyak penduduk pulau Jawa yang menjadi peserta trasmigran itu menjadikan Bengkulu sebagai harapan yang baru. Adapun persentase jumlah suku yang mendiami Kabupaten Mukomuko yakni 37,4 persen suku Minang, 6,3 persen suku Jawa, 5,4 persen suku Sunda dan sisanya dari Bali, Bugis, Melayu, Rejang, Serawai, Lembak, serta lainnya. Namun, apakah Readers tahu bahwasanya penduduk asli Mukomuko bagian utara adalah suku Minangkabau? Hal ini terjadi sebab Secara adat, budaya, dan bahasa, Kabupaten Mukomuko cukup dekat dengan wilayah Pesisir Selatan di Sumatera Barat. Dan menurut cacatan sejarah, di masa lalu daerah Mukomuko ini termasuk salah satu bagian dari rantau Pesisir Barat (Pasisie Baraik) Suku Minangkabau, loh Readers.


Air terjun Mandi Angin masih bisa dikatakan sebagai destinasi wisata yang baru yang dimiliki oleh Mukomuko. Nah, untuk bisa merasakan air di air terjun Mandi Angin ini, silahkan Readers datang ke Desa Air Berau, Kecamatan Pondok Suguh, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu. Adapun rutenya yakni jika Readers berangkat dari Mukomuko, maka kemungkinan besar untuk Readers sampai ke desa ini kurang lebih selama 3 jam dengan jarak sekitar 70 kilometer. Jika Readers berangkat dari Kota Bengkulu, Readers akan membutuhkan waktu perjalanan sekitar 3-4 jam, ya. Sepanjang perjalanan dari kota Bengkulu, Readers akan bertemu dengan banyaknya pantai eksotis yang terhampar di pinggir jalan. Saat sudah sampai di jalan lintas barat sumatera desa Air Berau, Readers akan melanjutkan perjalanan untuk masuk kedalam dengan jarak kurang lebih 9 (sembilan) kilometer. namun agar  dapat sampai ke bawah Air Terjun Mandi Angin harus menempuh dengan  jalan kaki kurang lebih 15 menit. Meskipun berada di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) yang masih alami, namun Readers tak akan kesulitan untuk mencapai air terjun ini karena medan menuju air terjun terpantau cukup aman untuk digunakan kendaraan baik motor maupun mobil, namun hanya sampai ke tebing air terjun. 

Sesaat menginjakan kaki disini, Readers akan di buat tercengang dengan indahnya air terjun ini. Air terjun ini memiliki ketinggian 80 meter dan digadang-gadang oleh penduduk lokal menjadi air terjun tertinggi di Provinsi Bengkulu. Rumornya mengapa diberikan nama Mandi Angin, karna apabila dari jarak dekat sekitar 50 meter dari titik jatuh air terjun ini, maka Readers sudah langsung merasakan mandi uap air yang jatuh dengan ceria dari atas.Makanya Air Terjun ini di namakan Air Terjun Mandi Angin, ya readers.

Ada kolam di bawah air terjun yang bisa digunakan untuk berenang, namun tetap berhati-hati, ya readers. Sebab air yang terjun dari atas sangat deras dan berbahaya jika Readers terjebak di bawahnya. Air Pegunungan segar yang mengalir membuat Readers betah berlama-lama, belum lagi keadaan sekitar yang sangat alami, bebatuan besar berdiri kokoh seolah menjaga sang air terjun dari tangan nakal mahluk lainnya. Sebab berada di HPT dan masih sangat alami, bukan hal yang mengejutkan jika Readers bisa mendengar kicauan burung dari berbagai arah, belum lagi udara yang sangat sejuk berpadu dengan banyaknya hewan liar di sini. 

Untuk Readers yang datang terlalu larut atau sore, Readers di perbolehkan untuk menginap terlebih dahulu di penginapan desa terakhir dan besok baru dipersilahkan untuk melanjutkan perjalan menuju Air Terjun. Namun, apabila Readers adalah jiwa yang bebas, maka Readers dan keluarga bisa membawa perlengkapan untuk ber-camping tidak jauh dari air terjun. Sebelum memutuskan untuk melakukan camping, usahakan untuk memantau cuaca terlebih dahulu, ya readers. Apabila hujan dan Readers sedang mendirikan camp, ditakutkan akan terjadi banjir bah yang dikirim oleh hulu sungai. Pastikan juga Readers membawa logistik yang cukup dan beberapa obat pribadi maupun obat P3K, hal ini guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diharapkan ketika sedang camping, seperti terjatuh atau terserang flu sebab udara yang cukup dingin. Untuk semua perlengkapan camping termasuk obat-obatan memang seharusnya Anda siapkan dari rumah Selain camping, Readers bisa juga piknik cantik bersama keluarga dan sahabat, nih. Membawa bekal dari rumah berupa makanan ringan, makanan berat sampai kue-kue kering-pun tak apa. Tapi tetap perhatikan lingkungan sekitar, jika Readers membawa semua makanan yang berkemasan plastik usahakan untuk membuang sampah pada tempatnya atau Readers bisa menyediakan kantong plastik besar untuk sisa plastik maupun makanan yang Readers bawa, ya.

Jangan lupa untuk mengabadikan setiap momen baik bersama keluarga maupun sendirian. Penuhi laman sosial media Readers dengan semua foto yang Readers ambil selama di air terjun mandi angin. Bahkan, banyak pelancong yang sengaja datang ke sini untuk meng-eksplore Air terjun Mandi Angin dan membuat konten di sosial media, loh. Mulai dari instagram,facebook bahkan youtube, nih Readers.

Readers, selama berada di air terjun Mandi Angin ini usahakan untuk tetap menjaga tata krama baik tingkah maupun laku, ya. Seperti jangan sombong atau takabur, berbicara sembarangan, berbuat mesum dengan pasangan non-halal, dan jangan merusak apapun yang berkaitan dengan alam yang berada di kawasan itu. Jagalah diri dari semua hal yang bisa merugikan Readers, ya. Semoga bermanfaat dan selamat berakhir pekan, Readers.

Air Terjun Napal Jungur Seluma : Bak Zamrud yang Tenggelam di Bumi Bagian Selatan Bengkulu

Bengkulu bagian selatan memang terkenal dengan 1001 keindahan alamnya. Tak hanya pantai, Seluma juga mempunyai air terjun dan objek wisata lainnya yang mampu bersaing dengan wilayah yang lain. Nah, dari banyaknya objek wisata mengagumkan yang ada di Seluma, ada satu objek wisata yang berhasil membuat Readers maupun pelancong lain berdecak tak habis pkir dengan keindahannya yang luar biasa. Ya, namanya adalah Air terjun Napal Jungur Seluma. Namun, sebelum kita masuk ke penjelasan air terjun, bagaimana jika Readers berkenalan dulu dengan Kabupten Seluma yang penuh dengan kisah zaman terdahulu, tertarik untuk mendengarkan ?

Kabupaten Seluma adalah salah satu kabupaten di provinsi Bengkulu, Indonesia. Ibu kotanya adalah Pasar Tais. Kabupaten yang penuh dengan kisah legenda ini merupakan wilayah yang berasal dari pemekaran Kabupaten Bengkulu Selatan, loh Readers. Dimana selain bahasa Indonesia, warga lokal banyak menggunakan bahasa Serawai, yakni bahasa suku Serawai yang mendiami kabupaten ini. Bisa dikatakan bahwa Seluma merupakan lumbung padi untuk wilayah sekitaran Kabupaten Seluma, nih. Dengan luas wilayah sebesar 240.004 Ha, menjadikan Kabupaten Seluma sebagai wilayah terbesar ketiga di Propinsi Bengkulu. Nah, adapun perbatasan Kabupaten Seluma yakni berbatasan langsung dengan Kota Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Bengkulu Selatan, Kabupaten Lahat Propinsi Sumatera Selatan dan Samudra Hindia. Wahh... Kerenkan Readers.

Apakah Readers tahu bahwa nama Seluma dan Tais memiliki cerita tersendiri, loh. Penasaran ? Begini ceritanya. Rumor yang berhembus kencang tentang tercetusnya nama Seluma ternyata berasal kata siluman, nih Readers. Konon katanya kisah siluman berawal dari diutusnya Puyang Perpati Sakti oleh Adica Warman, yakni seorang Raja di Kerajaan Pagar Uyup yang mendiami daerah Sungai Terap, Nah tujuan Puyang Perpati Sakti ini diutus yakni untuk mengetahui potensi di Pulau Sumatera.Setelah perjalanan yang jauh, akhirnya Ia sampai di Kerajaan Selebar. Namun, alangkah terkejutnya Puyang Perpati Sakti saat melihat secara langsung seekor naga yang memiliki dua butir telur yang menutup Danau Bukit Campang di Kerajaan Selebar. Saat telur itu menetas, naga dan telur tersebut langsung menghilang bak di telan bumi. Dari sanalah Puyang Perpati sakti mengetahui bahwa naga tersebut merupakan Siluman. Akhirnya, Ia memutuskan untuk memberi nama daerah itu dengan nama Seluma yang saat ini menjadi kabupaten Seluma. 

Kemudian untuk penamaan Tais yang saat ini menjadi ibukota Kabupaten Seluma, juga berdasarkan kisah di masa lampu. Diceritakan bahwa, Raja Pagar Uyup yang kerajaannya berpusat di Sungai Terap memberi titah kepada para pembantunya untuk berkeliling Sumatera, hal ini bertujuan untuk mengetahui seluk beluk Pulau Sumatera. Ia menugaskan Maharaja Sakti yaitu adik kandung sang raja sendiri untuk pergi ke arah bagian selatan pulau Sumatera. Saat sang adik tiba di Kerajaan Bangkahulu, Maharaja Sakti dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanannya ke arah selatan pusat kerajaan. Waktu itu, tibalah waktu untuk berhenti dan beristirahat sejenak dimana terdapat beberapa pondok kebun dan beberapa penduduk setempat. Saat sedang beristirahat, tiba-tiba jatuh buah pohon yang ada di dekat mereka. Maharaja Sakti mengambil buah tersebut. Bentuknya seperti buah embacang tapi memiliki massa yang lebih besar. Saat ditanyakan ke salah seorang penduduk, Ia menjawab bahwa buah tersebut bernama buah Tais.  Buah tersebut tidak mengandung racun, namun saat dimakan rasanya gatal dan sangat asam. Jadi sebab nama buah yang i temukan itu Maharaja Sakti memberikan nama wilayah itu menjadi Tais, sama seperti buah yang Ia temukan.


Bagi penduduk asli Kabupaten Seluma, pasti tidak asing dengan Air Terjun Napal Jungur. Air terjun yang sangat indah ini adalah pilihan yang cocok untuk Readers yang ingin menjernihkan pikiran dari beban masalah dan deadline kerja yang harus dikerjakan, loh. Ini bukan omong kosong belaka, loh Readers. Sebab,Air Terjun Napal Jungur memiliki air yang unik. Pemandangan air terjun yang dikelilingi hutan hijau yang alami tak akan mengecewakan. Meskipun air terjunnya hanya memiliki ketinggian sekitar 5 meter tapi aliran airnya dari air terjunnya cukup deras, nih Readers. Belum lagi tempat pemandiannya yang berada di bawah air terjun ini tergolong cukup luas di sekitaran sungai yang tersusun dari bebatuan sungai sehingga menyerupai bentuk kolam renang yang alami. Oh iya pada bagian hulu terdapat sebuah tempat terjun yang di buat untuk pelancong yang hobi menguji adreanalin, loh. Yang menarik adalah selain air yang masih sangat terjaga,  warna air yang dihantarkan dari atas itu berwarna kebiru-biruan bercampur hijau, bak batu zamrud yang tenggelam dan menyebarkan warna di dalam air. Inilah daya tarik utama dari air terjun ini.

Jika ingin kesini, pastikan untuk memiliki badan yang cukup fit, ya Readers. Karena perjalanan menuju air terjun ini sedikit melelahkan. Sebab air terjun mempesona ini berlokasi di Desa Napal Jungur, Kecamatan Lubuk Sandi, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu. Yang berarti jika Readers berangkat dari Kota Bengkulu, Readers harus menempuh perjalanan sepanjang 50km, atau sekitar 1,5 jam perjalanan, ya. Setelah sampai di Kabupaten Seluma, Readers pun harus menempuh perjalanan lagi dengan estimasi kurang lebih 30 menit untuk sampai kewisata Air Terjun Napal Jungur. Nah, dalam perjalanan yang tidak mulus ini Readers akan disuguhkan dengan suasana alam yang masih sangat asri seperti melewati perpohonan yang menjulang tinggi, kemudian disambung dengan perkebunan karet milik warga lokal, suara burung dan gemuruh air yang seakan mengundang untuk langsung mandi. Untuk Menuju ke air terjunnya dapat menggunakan kendaraan roda dua saja, ya Readers. Sebab jalan yang masih licin, menanjak dan berlubang. Akan sangat menyusahkan jika Readers memaksakan untuk membawa kendaraan roda empat. 

Untuk menikmati semua keindahan ini, Readers cukup membayar tiket masuk sebesar Rp 5.000 saja per orang, ya. Apalagi, fasilitas yang diberikan oleh pihak pengelola cukup Lengkap, nih Readers. Fasilitasnya berupa beberapa kamar ganti di berbagai titik, Toilet dan jejeran Warung yang menyediakan makanan cepat saji. Apabila Readers membawa anak kecil ataupun teman yang tidak terlalu lancar dalam berenang, sangat disarankan untuk menyewa ban atau pelampung,ya . Tarifnya cukup bervariasi, nih Readers. Jika ingin informasi yang lebih lanjut, Readersbisa langsung bertanya ke bagian informasi pengelola wisata.


Banyak hal yang bisa Readers lakukan disini, seperti piknik, berenang, tracking dan berfoto ria bersama keluarga. Belum lagi pondokan yang tersedia untuk beristirahat sangat cocok untuk Readers kumpul keluarga, nih. Ada beberapa tips yang bisa Readers lakukan selama berada di Air Terjun Napal Jungur, tujuannnya agar acara liburan Readers di air terjun berjalan dengan lancar dan meninggalkan kesan yang menyenangkan. Apa saja, ya tips yang sebaiknya Readers lakukan. Yuk kita intip :

  • Pakaian ganti. Mau mandi ataupun tidak, Readers sepertinya wajib membawa baju ganti, ya. Mengingat perjalanan yang licin dan kemungkinan besar Readers akan berkena air dari air terjun. jadi ekstra pakaian bisa Readers bawa untuk berjaga-jaga agar tidak masuk angin, ya Readers.
  • Sepatu yang tepat. Kadang, Readers akan menemukan jalan yang berbatu dan licin, jadi alas kaki yang Readers pakai harus sesuai, ya. Yakni sepatu yang dilengkapi dengan grip yang nyaman.
  • Readers juga bisa membawa topi agar kepala terhindar dari sinar matahari langsung atau adanya serangga yang berbahaya.
  • Obat-obatan dan perawatan luka. Ini hanya sebagai jaga-jaga bila Readers terluka baik saat di air terjun maupun di rute yang lain.
  • Ekstra kantong sangat wajib untuk Readers bawa, sebab terkadang Readers yang membawa makanan atau minuman kemasan, jadi berguna untuk menampung sisa sampah yang Readers bawa. Jangan membuang sampah di area air terjun agar lokasi tetap asri!
  • Jaga anak agar selalu dalam pengawasan, ya. Meskipun mereka telah di lengkapi dengan alat keselamatan seperti pelampung, tapi alangkah baiknya jika Readers masih siaga terhadap apa yang dilakukan oleh si kecil, ya.
Ayo, kapan lagi bisa liburan dengan budget yang tidak masuk akal, nih Readers. Selama disini, Readers akan benar-benar merasa dimanjakan oleh alam sekitar. Yuk, ajak keluarga untuk menghabiskan waktu bersama disini. Happy weekend and see yaaa...