Tampilkan postingan dengan label air terjun punai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label air terjun punai. Tampilkan semua postingan

Manjakan Diri Dengan Air Terjun Punai Bengkulu

 Liburan kali ini Readers akan kemana ? Menghabiskan waktu di Mall besar, timezone, menonton bioskop atau ke tempat sejenisnya ? Duh.. Bingungkan jika setiap akhir pekan atau libur nasional Readers harus bolak-balik cek ponsel untuk membooking tiket. Atau bisa jadi Readers sudah cukup bosan untuk bermain disana ? Ingin pergi ke objek wisata tapi tak tau mau kemana ? Ayo sini, writer kasih tau tempat yang cocok sekali untuk Readers kunjungi saat akhir pekan maupun libur nasional yang akan berlangsung cukup panjang. Terlebih jika Readers adalah penduduk Provinsi Bengkulu yang secara khusus adalah sebuah daerah yang 'dilintasi' oleh Bukit barisan, Readers tak akan susah-susah mencari lokasi wisata alam yang keren syarat menjanjikan keindahan.


Dari sekian banyak objek wisata unggulan di Provinsi Bengkulu, bagaimana jika Readers memilik air terjun Punai sebagai tempat yang akan kunjungi. Meskipun terletak sedikit jauh dari pusat Ibu Kota Provinsi, yakni Bengkulu, namun Readers tidak akan menyesal jika sudah menginjakkan kaki di kawasan air terjun Punai. Penasaran ? Mari kita ulik air terjun Punai ini bersama, ya Readers.



Air Terjun Punai berada di Dusun Air Lang Desa Empat Suku Menanti, Kecamatan Sindang Dataran, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengku Nah, sebelum kita bahas lebih lanjut tentang air terjun indah ini, ada baiknya jika Readers berkenalan terlebih dahulu dengan Kecamatan sindang ini, ya Readers. Konon, kecamatan ini banyak menyimpan keindahan sebab berada di bawah kaki bukit Kaba, apakah itu benar, ya Readers? Check this out!


Sindang Dataran merupakan salah satu kecamatan yang berdiri di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, Indonesia. Sebenarnya, ada sedikit perdebatan atas luasnya wilayah ini. Sebab sebuah media lokal yang bertajuk "Sindang Dataran dalam Angka 2021" mengatakan bahwa luas kecamatan ini hanyalah sekitar 66,49 km2 saja. Namun, tabel pada situs BPS Rejang Lebong yang mengandung informasi mengenai luas kecamatan membatah 'tuduhan itu', mereka mengatakan bahwa Sindang Dataran sendiri memiliki luas sekitar 83,89 km2. Kawasan Sindang Dataran memiliki struktur yang berbukit-bukit, dengan kelerengan 8-15%. Dengan ketinggian antara 785-1129 mdpl. Meskipun hanya memiliki suhu udara 23 °C, namun cukup membuat Readers merasa kedinginan. Apalagi jika sudah tengah malam dan subuh, bukan hal yang baru saat Readers bernafas akan keluar uap dari mulut, ya. Nah, karena daerahnya yang berbukit dan berpadu dengan udara yang dingin, membuat Sindang Dataran menjadi kawasan yang direncanakan sebagai sentra produksi apel (Malus sylvestris) di Provinsi Bengkulu, loh Readers. Penanaman apel skala besar-besaran yang pertama di Bengkulu dilakukan oleh seorang petani di IV Suku Menanti. Tanaman apelnya berusia 5-6 tahun, ditanam pada lahan seluas ± empat hektare, dan mampu berproduksi 50–60 kg per pohon. 


Penduduk Sindang Dataran umumnya bersuku bangsa Lembak sebagai suku asli, Sedangkan suku pendatanga yakni suku Jawa, namun jumlah antara suku jawa dan Lembak memiliki jumlah yang hampir seimbang. Baik Lembak maupun Jawa, keduanya sama-sama memeluk agama Islam sebagai agama utama. Mata pencaharian penduduk Sindang Dataran adalah Sektor pertanian dan perkebunan. Dimana Salah satu komoditas utama daerah ini adalah kopi jenis robusta, yang dikenal dengan jenama "Sintaro" (Sindang Dataran Robusta) yang eksis sejak 2014 dan bahkan sudah diakui kenikmatannya oleh Kementerian Pertanian RI. Wah.. keren, ya Readers.


Air terjun Punai yang terletak di Dusun Air Lang Desa Empat Suku Menanti, Kecamatan Sindang Dataran, Kabupaten Rejang Lebong ini bisa dikatakan adalah objek wisata yang baru di kenalkan ke masyarakat umum, ya Readers. Dimana dahulu, air terjun ini tak ada yang mengelola dan di biarkan begitu saja oleh masyarakat setempat. Namun di akhir Desember 2017 lalu, perwakil Kementerian Pusat mengatakan bahwa air terjun Punai yang mendiami perbukitan dan kawasan hutan lindung Bukit Balai Rejang ini memiliki potensi untuk dijadikan objek wisata alam, barulah masyarakat maupun pemerintah desa mulai menggarap dan merawat lokasi air terjun hingga akhirnya di buka untuk umum.


Untuk mencapai desa ini, Readers akan mengalami perjalanan yang memelalhkan namun menyenangkan. Bagaimana tidak, jika Readers berangkat dari Kota Bengkulu, Readers akan menempuh perjalanan sejauh kurang lebih 85,7km dengan estimasi waktu sekitar 3jam perjalanan. Melelahkan bukan ? Namun, jika di lihat dengan teliti, sepanjang perjalanan pun akan terasa menyenangkan sebab Readers akan melewati perjalanan berupa membelah gunung, lalu perkotaan kecil yang tidak terlalu ramai, dan lumbung sayur yang ada di Curup, loh Readers. Selama itu juga, Readers akan di manjakan dengan banyaknya perkebunan buah di sepanjang jalan Curup. Namun, jika Readers berangkat dari Kota Curup, Readers cukup menempuh perjalanan sekitar 25km dengan estimasi waktu sekitar 45 menit saja. Readers bisa menggunakan kendaraan pribadi, ya. Bak menggunakan motor maupun mobil.


Saat Readers sampai, Readers akan berada di lahan milik Kelompok Tani Budi Utomo yakni 'rumah' dari air terjun Punai dengan luasan lahan yang sudah dibuka mencapai 1,5 hektare, nih. Ketika masuk, Readers akan dikenakan biaya sebesar Rp5.000 untuk biaya parkir kendaraan roda dua termasuk orangnya, sedangkan bagi yang membawa kendaraan roda empat hanya ditarik biaya Rp25.000, sudah termasuk tiket para penumpangnya juga, loh Readers. Meskipun lokasi ini termasuk kawasan yang rawan akan tindak kejahatan, namun pengelola sigap memberikan tim keamanan di setiap titik rawan agar pengunjung merasa aman. Setelah dari parkiran, Readers dan para pengunjung lainnya bisa mengakses ar terjun dengan berjalan kaki dengan jarak berkisar 150 meter untuk sampai ke air terjun Punai.


Nah, setelah sampai di air terjun Readers akan di buat terkagum dengan tebingan air terjun yang dipenuhi oleh tumbuhan menjalar hingga menutupi sebagian besar sisi tebing. Belum lagi air terjun yang mengucur dari atas membuat suasana menjadi semakin dramatis. Lalu, kolam alami yang bisa pakai untuk berenang pun terasa begitu menggoda, dengan air dingin yang langsung berasal dari pegunungan itu menciptakan harmoni menyenangkan. Belum lagi pihak pengelola menyediakan pondok-pondok/ saung yang bisa Readers gunakan bersantai untuk para pengunjung. Jika ingin berpiknik-pun air terjun Punai bisa menjadi pilihan yang ideal, loh Readers. Sejuknya udara di sekitar kawasan air terjun membua Readers segera ingin mencicipi kopi lokal yang diolah dan di jual langsung penduduk sekitar. Jika merasa kedinginan, Readers bisa membilas badan dengan merasakan pancuran air panas yang terdapat di area air terjun Pemandian Punai. Air Panas Alami ini berasal dari Gunung Kaba, loh. Meskipun langsung berasal dari Gunung Kaba, namun air yang mengalir ini tidak berasa asam dan tidak pedih dimata. Ingin merasakan pagi buta di kawasan air terjun Punai?  Readers bisa berkemah disini, loh. Readers dapat memesan camping ground beserta perlengkapannya melalui pihak pengelola, ya.


Piknik, berkemah, mandi air panas adalah perpaduan yang pas jika Readers benar-benar ingin kabur darilelahnya kehidupan di kota untuk sementara. Menenangkan pikiran dan beristirahat sejenak disini tidaklah sebuah aksi kejahatan, ya reader. Jadi, tunggu apa lagi ? ayo berkemas dan siapkan perlengkapan Readers. Kunjungi air terjun Punai sesegera mungkin, ya. See you happy weekend, readers.