Tampilkan postingan dengan label danau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label danau. Tampilkan semua postingan

Danau Kembar Bengkulu yang Tak Bisa Bersama

Bengkulu tak pernah 'lelah' untuk memberikan keindahan kepada para penghuni disekitarnya. Mulai dari air terjun, hutan lindung pantai yang indah nan mempesona bahkan sampai danau yang unik ada disini. Dari sekian banyak keindahan yng ada di Provinsi Bengkulu, di tiap daerah pasti memiliki objek wisata tersendiri yang populer, nih. Jika biasanya wilayah Selatan Provinsi bengkulu terkenal dengan keindahan pantainya yang memukau, maka kali ini Writer akan memberikan sebuah objek wisata yang sedikit berbeda namun cukup populer, loh Readers.




Namanya adalah Danau Kembar yang ada di desa Tanjung Agung , Kecamatan Maje,  Kabupaten Kaur. Tapi sebelum kita lebih lanjut mengenal lebih dalam tentang objek wisata yang memiliki nama unik ini, mari Readers berkenalan dulu dengan Kabupaten kaur, ya. Sebab, tak kenal maka tak sayang, dong.


Jika reders masih asing dengan wilayah bagian selatan di provinsi Bengkulu ini, maka Readers akan rugi besar, nih. Karena sebagian besar 'keindahan pantai' di Provinsi Bengkulu adalah berasal dari sini, yakni Kabupaten Kaur. Kabupaten Kaur sendiri kurang lebih berjarak sekitar 250 km dari Kota Bengkulu, ya Readers.Dahulu sebelum menjadi sebuah Kabupaten, Kaur merupakan sebuah kecamatan yang berada di bawah wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan, atau dikenal juga dengan nama kecamatan Kaur seperti nama yang digunakan untuk nama Kabupaten Kaur. Ibu kota Kaur berada di Bintuhan, ya Readers. Dari Kabupaten Kaur menuju Ibu Kota adalah sekitar 1,5 jam atau memiliki jarak sekitar 51 km.


Secara geografis Kabupaten Kaur memiliki luas wilayah sekitar 5.362,08 km2 belum lagi ditambah dengan posisi Kabupaten Kaur menempati sebagian besar lereng bagian barat Pegunungan Bukit Barisan menjadikan wilayah sebesar itu dimanfaatkan oleh masyarakat lokal untuk di jadikan lahan mata pencaharian utama seperti pertanian, perkebunan, dan perikanan. Secara administrasi, Kabupaten Kaur menempati posisi di Bengkulu Selatan di bagian Utara, dan memiliki batasa-batasan wilayah seperti sebelah Selatan berbatasan langsung dengan Propinsi Lampung, sebelah Timur berbatasan dengan Propinsi Sumatera Selatan dan bagian Barat berbatasan langsung dengan Samudra Hindia. Letak Kabupaten Kaur yang berada di pesisir pantai mempengaruh kondisi iklim daerah ini, pada siang hari terasa sangat panas, karena faktor angin yang berembus dari laut. Pada malam hari kondisinya sangat sejuk, karena faktor angin pegunungan yang berembus dari arah Bukit Barisan.


Danau Kembar adalah sebuah objek wisata yang cukup populer di kalangan masyarakat lokal. Danau ini berada di Desa Suka Menanti Kecamatan Maje Kabupaten Kaur. Karena dinilai memiliki potensi menjadi sebuah objek wisata, maka Pemda Kabupaten Kaur sejak tahun 2006 lalu mulai 'turun tangan' untuk mengelola Danau ini agar semakin banyak menarik minat para pelancong di sekitaran Kabupaten Kaur. Poin utama dari daya tarik danau Kembar adalah senjanya. Kala senja menyingsing sekitaran danau Kembar, maka kawasan itu terasa sangat indah dan damai. Readers bisa duduk sambil menikmati langit yang mulai menjingga dan melihat beberapa koloni burung yang pulang ke sangkar untuk beristirahat, loh Readers.


Keunikan selanjutnya adalah sejarah tentang terbentuknya Danau Kembar ini. Seperti namanya, danau Kembar ini memiliki dua Danau yang lokasinya saling berdampingan. Dan juga, rumornya adalah bahwa air Danau ini tidak akan pernah kering meskipun ada kemarau yang panjang yang melanda kawasan tersebut. Sejarah dari Danau Kembar ini adalah dahulu Danau ini terbentuk dari aliran air sungai yaitu sungai Nasal. Sungai Nasal ini memiliki karakteristik aliran air yang cukup deras yang di sebut sebagai "sungai Laki-Laki". Tujuan sungai Nasal tercipta yaitu ingin menyatukan semua sungai yang ada di sekitar Kecamatan Nasal dan Kecamatan Maje. Suatu waktu, Sungai Nasal berusaha  ingin menyatukan dirinya dengan Sungai Numan yang berada di Desa Suka Menanti, Kecamatan Maje, yang disebut juga sebagai "sungai wanita". Namun Sungai Nasal gagal menyatukan dirinya dengan Sungai Numan, padahal 'mereka' hanya terpisah oleh jarak beberapa ratus meter saja. Akibat kegagalan sungai Nasal untuk menyatukan diri dengan Sungai Numan, terbentuklah Danau Kembar seperti yang Readers kenal sekarang.


Begitu menginjakkan kaki untuk masuk ke danau KembarReaders akan di sambut hangat oleh  hamparan pohon cemara yang karakteristiknya mirip hutan Pinus yang terbentang ditengah-tengah antara Pantai Pasir Putih dan Danau Kembar. Saat disini, Readers tidak akan kehilangan ide untuk menghabiskan waktu. Karena, Readers bisa piknik disini dengan membawa bekal dari rumah berupa makanan maupun minuman dan Readers bisa menggunakan alas di atas rerumputan didekat danau agar semakin menciptakan piknik yang diimpikan bagi sebagian orang, lalu jika Readers ingin menjelajahi danau- pihak pengelola turut menyiapkan berbgai macam perahu untuk Readers sewa dan menjelajahi danau sejauh mata memandang, atau Readers bisa foto-foto keren disini untuk Readers upload dan Readers pamerkan di beranda media sosial pribadi milik Readers, ya. Jika bosan melihat danau, Readers bisa melipir sedikit ke arah pantai yang sangat bagus yang dekat dengan danau, akan tetapi pantai tersebut tidak bisa di jadikan tempat untuk mandi, ya Readers. Karena ombak yang terlalu besar sehingga tidak memungkinkan untuk Readers terlalu dekat dan terlalu berbahaya. Jika tidak ingin berbasah-basahan dengan bermain air di danau, Readers di perbolehkan untuk memancing di area danau Kembar, loh Readers. Namun, jika Readers mengajak anak-anak, pastikan mereka untuk selalu dalam pengawasan, ya Readers. Jangan sampai mereka lepas dari pandangan yang mengakibatkan mereka tenggelam di danau Kembar.


Sebab kecantikan yang danau Kembar miliki, danau Kembar berakhir menjadi salah satu spot wisata di Indonesia yang banyak diminati oleh para Fotografer terkemuka untuk melakukan pemotretan, mulai dari pemotretan Prewedding, Fashion, Landscape, Street Photography, maupun pemotretan-pemotretan lainnya. Meskipun masih ada banyak sekali danau di Indonesia, namun nyatanya populeritas dari danau Kembar bukanlah isap jempol belaka, nih. Danau Kembar memiliki pemandangan yang tidak kalah indah dibandingkan dengan danau-danau lainnya. Danau Kembar akan terlihat sangat padat ketika hari libur nasional atupun akhir pekan, jadi siap-siap untuk datang lebih awal agar Readers bisa mendapatkan spot terbaik di sepanjang wilayah danau Kembar.


Karena danau Kembar ini adalah milik pemerintah daerah yang kepengurusannya diserahkan ke desanya. Berarti harus ada PAD yang disetorkan ke pemerintah melalui Dinas Pariwisata. Untuk itu 30 persen dari pendapatan yang akan dijadikan sebagai PAD, sisanya sebagai kontribusi desa dan Bumdes bisa memberikan kesejahteraan anggotanya. Pendapatan yang dimaksud adalah hasil dari tiket masuk saat readers memasuki danau ini. Adapun biaya tiket untuk masuk ke objek wisata mempesona ini adalah Rp 5.000,- per orang saja. Dengan harga tiket masuk yang cukup ramah di kantong, Readers bisa menikmati setiap fasilitas yang ada, ya. Seperti mushola, wc dan ruang ganti.


Jadi, tidak ada salahnya liburan kali ini Readers habiskan di danau Kembar. Hanya dengan tiket Rp 5.000,- Readers sudah bisa menikmati keindahan alam yang sangat memikat. Dan jangan lupakan untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan dan mentaati semua hal aturan baik tertulis maupun tidak, jangan bicara sembarang dan berbuat asusila, ya Readers. Selamat liburan, see you...

Rona Biru Kehijauan Dalam Danau Bak Blau di Pulau Enggano, Bengkulu

 Pulau Enggano dan segala keindahannya. Tak ada yang perlu Readers khawatirkan jika telah terlanjur menginjakkan kaki di pulau Enggano, sebab apapun yang Readers temukan di pulau ini, semuanya adalah percikan dari surga. Tidak ada yang akan mengecewakan Readers selama Readers bertamu di sana. Meskipun Ia memiliki pulau sendiri dan salah satu pulau terluar di Indonesia, tapi secara administratif  masuk dalam wilayah pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, dengan pusat pemerintahan berada di Desa Apoho. Luas Pulau yang luar biasa cantik ini mencapai 400,6 km², terdiri dari enam desa yaitu Desa Banjarsari, Meok, Apoho, Malakoni, Kaana,dan Kahyapu. Pulau ini berada di sebelah barat daya dari kota Bengkulu dengan koordinat 05° 23′ 21″ LS, 102° 24′ 40″ BT, ya Readers



Jarak Pulau Enggano ke Ibukota Provinsi Bengkulu sangat jauh yakni sekitar 156 km atau 90 mil laut. Jika menumpangi kapal ferry, Readers akan menempuh perjalan sekitar 12-13 jam dengan jadwal keberangkatan kapal setiap selasa dan hari kamis, atau 2x dalam satu minggu saja. Perjalanan akan sangat melelahkan namun menyenangkan di waktu yang bersamaan. Sedangkan jarak terdekat adalah ke kota Manna, Bengkulu Selatan sekitar 96 km atau 60 mil laut. Pulau Enggano tersusun oleh perbukitan bergelombang lemah, perbukitan karst, daratan dan rawa. Perbukitan bergelombang dapat Readers temukan di daerah tenggara dengan ketinggian antara 170-220 meter, sedangkan perbukitan karst yang lebih rendah, mempunyai ketinggian antara 100-150 meter ini terdapat di bagian barat laut. Bentuk permukaan tanah di Pulau Enggano secara umum dapat dikatakan cukup datar hingga landai, dengan sedikit daerah yang agak curam, jadi berhati-hati jika bermain di bibir pantai, ya. Pulau Enggano mempunyai garis pantai dengan panjang mencapai 112 km dilengkapi juga dengan hutan mangrove yang paling luas di Provinsi Bengkulu, loh Readers. Hutan mangrove di Pulau Enggano mempunyai ketebalan antara 50-1500m. Rute untuk menuju Bak Blau adalah jika patokan Readers dari Trans Malakoni, Readers bisa memakan waktu kurang lebih 45 menit. Setelah itu kembali menjajaki tepian hutan kurang lebih selama 10 menit menggunakan transportasi motor, dengan kondisi jalan masih tanah kuning.


Sebenarnya Enggano adalah sebuah pulau karst, yakni sebuah pulau yang batuan penyusunnya adalah batu gamping/kapur yang berasal dari dasar lautan. Karst berguna sebagai penyimpan air hujan yang kelak akan mengalir dalam lorong-lorong bawah tanah dan keluar menjadi mata air gua. Nah, posisi gua yang dimaksud bisa berada dipermukaan tanah atau bisa juga Readers temui di bawah muka air laut, ya. Salah satu mulut gua berada di bawah laut itu si danau Bak Blau.


Karena kecantikannya, danau Bak Blau masuk dalam obyek wisata alam yang cukup populer di Pulau Enggano, Bengkulu. Danau Bak Blau sebenarnya hanyalah sebuah muara yang berdampingan dengan pantai yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Bak Blau adalah bahasa asli dari Enggano, loh Readers dimana Bak Blau ini memiliki arti mata biru. Jika di artikan secara harfiah, danau Bak Blau ini berarti sebuah kolam berwarna mata biru di tepi laut. Kolam ini memiliki mata air yang terletak di bawah muka air laut. Dimana saat terjadi kondisi pasang - air laut akan masuk, namun saat surut - air kolam yang akan mengalir keluar. Nah, akibat pertukaran air asin dan air laut ini, sebagian orang yang mencoba untuk minumnya merasakan rasa payau dan sebagian lagi ada yang mengatakan rasa airnya cenderung manis. 


Selain keunikan dari rasanya, Bak Blau juga memiliki keunikan yang cukup membuat Readers berdecak kagum yakni mata air yang berwarna kebiruan ini rumornya tidak akan pernah kering sepanjang tahun meskipun musim kemarau yang panjang sedang melanda, ditambah juga dengan airnya itu sangat bersih dan jernih, loh Readers. Membuat Readers betah berlama-lama bersantai disini, belum lagi Readers akan di temani oleh pohonan dan semak khas hutan pantai yang mengelilingi danau indah ini. Jika Readers ingin menjajal air berwarna biru kehijauan ini, diperbolehkan ya Readers sebab keedalaman Bak Blau hanya sekitar 4-7 m saja untuk sampai di dasarnya, namun jika Readers tidak bisa berenang lebih baik bermain air di pinggiran saja, ya. Jangan mengambil resiko yang akan merugikan diri sendiri. Suhu air cukup random, nih Readers. Sebab sesekali hangat dan sesekali dingin. Warna air seperti rona biru kehijauan ini memiliki kejernihan 4-5 meter.


Ada satu mitos yang berkembang di tengah-tengah indahnya danau Bak Blau, yakni sebuah rumor mengatakan bahwa dibalik airnya yang jernih, danau ini dijaga sepasang buaya berwarna putih. Konon, kedua buaya itu merupakan jelmaan dari sepasang kekasih yang tidak direstui oleh orangtua mereka dan menghabiskan sisa hidupnya di Pulau Enggano.


Banyak hal yang bisa Readers lakukan disini, mulai dari memancing ikan yang berlari kesana-kemari bersama para koloninya,atau sekedar bersantai sambil menunggu matahai turun dari tahta ditemani secangkir kopi, jangan lupa untuk menyempatkan diri berfoto di danau Bak Blau ini lalu pamerkan di akun media sosial Readers agar followers Readers mengunjungi danau eksotis ini, kemudian piknik-pun bukan pilihan yang buruk, sebab suasana di lingkungan danau Bak Blau ini sangar asri dan nyaman atau bila perlu Readers di perbolehkan untuk menginap menggunakan tenda, ya. Readers bisa melakukan apapun disini selama masih dalam batas wajar, ya. Seperti jangan merusak apapun yang berhubungan dengan keberlangsungan Danau, Jangan membuang sampah yang Readers bawa dengan sembarangan, JANGAN CABUL, jaga sikap dan etika, ya Readers. Utamakan keselamatan selama berada di Danau Bak Blau.


Ada beberapa tips yang mungkin bisa Readers gunakan untuk bermain di danau Bak Blau yang mempesona agar Readers selalu aman dan nyaman saat bermain, ya. Adapun beberapa tips-nya sebagai berikut :

  • Mencari Informasi : Hal pertama yang sangat wajib untuk Readers lakukan adalah mencari info tentang danau Bak Blau, bagaimana akses menuju danau tersebut, tentang apakah cuaca berpengaruh dengan keadaan sekitar danau dan info-info lain yang berguna lainnya, ya.
  • Jangan Pergi Sendirian : Ini juga termasuk penting, ya. Hal ini berjutuan agar jika sewaktu-waktu Readers mendapatkan masalah selama perjalanan maupun di danau Bak Blau, Readers bisa meminta tolong dan Readers pun tak akan merasa sendirian selama berada di danau.
  • Pergunakan Pakaian Berbahan Ringan : Jangan gunakan pakaian yang berbahan berat, usahakan untuk itu menggunakan pakaian yang ringan atau kaos yang mudah kering. Pakaian berbahan tebal karena akan memperberatkan anda pada saat berenang atau bermain-main di sekeliling danau.
  • Bawa Pelindung Matahari : Meskipun hanya di danau, namun karena berdekatan dengan pantai, danau Bak Blau ini masih memiliki sinar matahari yang sangat menyengat yang bahkan siap menjilat kulit Readers kapan saja.
  • Pilih Waktu yang Tepat Untuk Berjemur : Bila anda berkeinginan untuk berjemur, usahakan memilih waktu yang tepat hindari teriknya sinar matahari di siang hari. Waktu berjemur di danau berair biru kehijauan ini yang tepat adalah di pagi hari sampai dengan pukul 11.00 atau sore hari mulai pukul 15.00 sampai matahari tenggelam.
  • Tetap Berhati-Hati & Waspada :Selalu waspada terhadap sekeliling kita, jangan terlalu asyik memejamkan mata atau mendengarkan music melalui headset, ya Readers. Selalu perhatikan dimana barang-barang Readers berada dan perhatikan juga apa ada binatang danau di sekitar jangan sampai Readers teledor sampai tersengat atau tergigit.

Nah, itulah sekilas tentang Danau Bak Blau di pulau Enggano, Bengkulu utara. Apakah Readers ingin mengunjunginya ? mengingat perjalanan yang sangat jauh nan melelahkan pasti membuat Readers lebih memilik untuk merebahkan tubuh di kamar, namun saat Readers tahu seberapa eksotisnya danau ini, Readers akan berpikir dua kali untuk hanya berdiam saja di kamar saat musim libur telah tiba. Nikmati tiap rona biru kehijauan yang di persembahkan Tuhan pada mahluk-Nya. Selamat berakhir pekan dan see yaaa....