Tampilkan postingan dengan label hidden gem bengkulu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hidden gem bengkulu. Tampilkan semua postingan

Cakrawala Senja yang Jatuh di Pantai Way Hawang Bengkulu

 Jika readers berwisata ke Provinsi Bengkulu, apa halpertama sekali yang akan readers lakukan? atau, akan kemana readers selama berlibur di Provinsi Bengkulu? Pertanyaan ini mudah tapi cukup sulit untuk di jawab, ya readers. Karena Provinsi Bengkulu sendiri sangatlah kaya akan objek wisata baik sejarah maupun alam. Lantas, kenapa Provinsi Bengkulu sangat kaya akan wisata alam dan sejarah? Ini mungkin hal yang cukup menarik untuk readers bahas.



Bukan hal yang mengejutkan jika bumi Rafflesia ini digadang-gadang memiliki banyak objek wisata alam. Bahkan, salah satu daerah di Bengkulu yakni di Bengkulu Utara memiliki julukan sebagai wilayah dengan '1001 terjun', loh readers. Bengkulu memiliki banyak objek wisata karena wilayah Bengkulu adalah salah satu wilayah yang di lintasi oleh Gunung Bukit Barisan dan dengan posisi di bagian Barat Daya Pulau Sumatera dan berada di pantai barat bagian Selatan Pulau Sumatera yang bersinggungan langsung dengan garis pantai Samudera Hindia di sisi barat menjadikan pantai-pantai di Provinsi Bengkulu sangatlah eksotis dan tak tersentuh keindahannya. Dengan posisi pantai yang memiliki air biru kehijauan, dan bibir pantai yang landai sering dijadikan pilihan oleh para pelancong untuk menghabiskan waktu di pantai Bengkulu.


Bengkulu yang kaya akan sejarah karena sejak dari zaman dahulu, jauh sebelum Ibu Fatimah lahir di Bengkulu, tanah rafflesia sudah menjadi salah satu 'sarang' bagi para koloni baik Inggris, Belanda maupun Jepang hingga terbangunnya sebuah Benteng Marlborough, kisah pengasingan Bung Karno dan masih banyak lagi kejadian sejarah yang sebagian besar terjadi di Bengkulu. Hal ini bisa di buktikan dengan banyaknya peninggalan yang ada di Bengkulu, ya readers.


Diartikel kali ini, kita akan membahas salah satu pantai cantik nan eksotis yang ada di Provinsi Bengkulu, ya readers. Jika Kota Bengkulu punya Pantai Panjang yang memiliki garis pantai yang mencapai 7 km dan lebar pantai sekitar 500 meter, loh readers. Maka Bengkulu Selatan memiliki pantai Way Hawang sebagai senjata andalan untuk menarik perhatian para pelancong, nih readers. Pantai yang letaknya di penghujung paling timur Bengkulu ini memiliki pesona yang sangat memikat. Sesaat setelah sampai disini, readers akan langsung melihat banyaknya kendaraan roda dua dan roda empat berjejeran di area parkiran yang telah disiapkan oleh pihak pengelola pantai. Nasib buruknya jika readers datang ke sini saat akhir pekan ataupun di waktu libur nasional, readers akan disuguhkan dengan antrean pengunjung yang ingin masuk gerbang wisata sampai mengular ke jalan lintas karena lokasi wisata berjarak 100 meter dari Jalan Lintas Barat Sumatera.


Kemudian saat sudah memasuki wilayah pantai, readers akan di sambit dengan putihnya pasir pantai Way Hawang dan sebuah teluk, sehingga airnya tampak tenang dan bersih, loh readers. Belum lagi batuan karang yang tersebar di sepanjang pantai dan berbentuk unik hingga barisan bertumpuk pepohonan yang ada di sekitarnya membuat pantai ini terasa begitu sempurna, ya readers. Jangan lupa deburan ombak yang tenang serta air laut yang jernih berwarna biru kehijauan itu bak zamrud yng tenggelam.


Banyak hal yang bisa readers lakukan selama di pantai Way Hawang, seperti readers di perbolehkan untuk berenang di sepanjang bibir pantai, namun tetap berhati-hati terhadap batu karang yang sesekali menyelinap di antara pasir pantai, ya readers. Kemudian readers bisa membawa anak-anak atau teman untuk bermain membangun istana pasir disini, atau jika enggan untuk bermain air-readers bisa melakukan piknik, nih. Readers bisa membawa bekal atau camilan dan minuman dari rumah. Namun, jika tidak ingin repot readers bisa berburu kuliner di sepanjang warung makan yang di buka oleh penduduk lokal, nih readers. Untuk para pencinta fotograpy, readers bisa berburu semua objek menarik selama di pantai Way Hawang, mulai dari pasir pantai, pepohonan cemara, burung camar yang sedang bercengkrama atau readers bisa berburu sunset disini. Sebagai informasi tambahan, nih readers jika Kawasan Pantai Way Hawang ternyata bisa di bilang adalah rumah bagi para penyu, sebab pantai ini sering dikunjungi oleh dua spesies penyu yang hampir punah. Sehingga Badan Konservasi Daerah (BKSDA) Provinsi Bengkulu menetapkan wilayah Pantai Way Hawang sebagai tempat Konservasi kedua penyu tersebut. Duh...Asik sekali, kan readers.


jika belum puas dengan keindahan pantai ini, readers dipersilahkan untuk berkemah di Pantai Way Hawang. Namun, readers harus menyiapkan beberapa persiapan yang lengkap agar dapat berkemah dengan nyaman. Readers juga harus membawa perlengkapan berkemah seperti tenda dan peralatan memasak sendiri, ya. Selain itu, readers juga harus membawa perbekalan yang cukup sehingga tidak kerepotan nantinya, karena dari pantai ke Kota Bintuhan memakan waktu 20 menit. Perbekalan ini meliputi makanan, minuman, obat – obatan dan juga perbekalan untuk readers gunakan bersih – bersih seperti tisu kering serta tisu basah.


Jika readers lihat lebih dekat, readers akan kembali melihat sesuatu yang menarik untuk kesekian kalinya, readers. Yakni adanya sebuah batu besar yang menyerupai sebuah perahu. Batu tersebut diberi nama Batu Jung, atau Batu Perahu yang letaknya berada di tengah-tengah Pantai Way Hawang, loh readers. Apakah readers tahu jika Batu Jung ini memiliki legenda yang sudah mendarah daging di kalangan masyarakat lokal ? Banyak kisah yang tersebar mengenai asal mula keberadaan batu Jung ini.


Ada dua kisah berbeda yang berkembang di masyarakat. Salah satunya adalah Kisah yang hampir mirip dengan cerita Malin Kundang. Setelah Malin menjadi batu, rumor mengatakan bahwa perahu yang dipakai si Malin pun berubah menjadi batu. Perahu yang berubah menjadi batu itu terdapat di Pantai Way Hawang yang diberi nama “Batu Jung”. Kisah yang berkembang selanjutnya adalah tentang seorang saudagar yang kaya raya namun memilik watak yang pelit luar biasa. Suatu hari saudagar itu didatangi oleh seorang kakek tua yang meminta sedikit bantuan darinya, namun saudagar itu tidak mau membantu si kakek dan malah memarahinya. Ternyata si kakek itu adalah si pahit lidah yang datang untuk mengujinya. Maka kemudian si kakek itu tanpa ragu mengucapkan sebuah kutukan yang ditujukan kepada saudagar yang kaya namun pelit tersebut. Sampai akhirnya perahu dari saudagar kaya itu berubah menjadi batu. 


Apakah readers tahu jika untuk bermain di pantai sejatinya mempunyai beberapa tips agar liburan readers selama di pantai berjalan dengan lancar dan aman hingga menghadirkan momen bahagia yang takkan terlupakan. Adapun beberapa tips yang bisa readers lakukan adalah sebagai berikut :

  • Hindari Terpapar Sinar Matahari Langsung : Seperti yang readers tahu bahwasanya sinar matahari paling berbahaya adalah pukul 10.00 - 14.00. Jika readers terlanjur datang ke pantai di saat jam tersebut, tidak ada salahnya jika readers menyewa payung yang biasa digunakan di pantai atau dirikan tenda.
  • Kenakan Topi dan Sunblock : Jangan lupa untuk mengenakan kaus yang berbahan dasar katun  dan mudah menyerap keringat dan topi. Jangan lupa juga oleskan krim tabir surya setiap 2 jam sekali dan setelah keluar dari air. Setidaknya cara ini akan meminimalkan kerusakan kulit akibat terbakar sinar matahari. 
  • Periksa Kondisi Air : Periksalah kondisi air dan gelombang sebelum berenang, ada baiknya jika readers juga bertanya apakah ada ubur-ubur di sekitar bibir pantai (terkena ubur-ubur bisa sebabkan iritasi pada kulit). Jangan paksakan berenang jika kondisi sedang pasang atau ombak terlalu besar. 
  • Berenang : Jangan pernah berenang melewati batas jarak aman agar readers atau anak-anak tidak lepas dari pengawasan penjaga pantai.
  • Awasi Anak-anak : Tidak peduli seberapa aman situasi di pantai, jangan biarkan anak-anak lepas dari penjagaan , ya readers. Laut bisa sangat berbahaya, dan anak kecil biasanya rentan tersapu ombak. 

Saat readers sudah akan menghabiskan waktu di pantai way hawang, pastikan untuk selalu mentaati segala norma-norma yang tertulis maupun tak tertulis yang berlaku di kawasan pantai, ya readers. Jangan membut diri readers dalam keadaan berbahaya. Jadi, tunggu apa lagi ayo segera berkemas dan habiskan waktu liburan readers disini. 

Danau Kembar Bengkulu yang Tak Bisa Bersama

Bengkulu tak pernah 'lelah' untuk memberikan keindahan kepada para penghuni disekitarnya. Mulai dari air terjun, hutan lindung pantai yang indah nan mempesona bahkan sampai danau yang unik ada disini. Dari sekian banyak keindahan yng ada di Provinsi Bengkulu, di tiap daerah pasti memiliki objek wisata tersendiri yang populer, nih. Jika biasanya wilayah Selatan Provinsi bengkulu terkenal dengan keindahan pantainya yang memukau, maka kali ini Writer akan memberikan sebuah objek wisata yang sedikit berbeda namun cukup populer, loh Readers.




Namanya adalah Danau Kembar yang ada di desa Tanjung Agung , Kecamatan Maje,  Kabupaten Kaur. Tapi sebelum kita lebih lanjut mengenal lebih dalam tentang objek wisata yang memiliki nama unik ini, mari Readers berkenalan dulu dengan Kabupaten kaur, ya. Sebab, tak kenal maka tak sayang, dong.


Jika reders masih asing dengan wilayah bagian selatan di provinsi Bengkulu ini, maka Readers akan rugi besar, nih. Karena sebagian besar 'keindahan pantai' di Provinsi Bengkulu adalah berasal dari sini, yakni Kabupaten Kaur. Kabupaten Kaur sendiri kurang lebih berjarak sekitar 250 km dari Kota Bengkulu, ya Readers.Dahulu sebelum menjadi sebuah Kabupaten, Kaur merupakan sebuah kecamatan yang berada di bawah wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan, atau dikenal juga dengan nama kecamatan Kaur seperti nama yang digunakan untuk nama Kabupaten Kaur. Ibu kota Kaur berada di Bintuhan, ya Readers. Dari Kabupaten Kaur menuju Ibu Kota adalah sekitar 1,5 jam atau memiliki jarak sekitar 51 km.


Secara geografis Kabupaten Kaur memiliki luas wilayah sekitar 5.362,08 km2 belum lagi ditambah dengan posisi Kabupaten Kaur menempati sebagian besar lereng bagian barat Pegunungan Bukit Barisan menjadikan wilayah sebesar itu dimanfaatkan oleh masyarakat lokal untuk di jadikan lahan mata pencaharian utama seperti pertanian, perkebunan, dan perikanan. Secara administrasi, Kabupaten Kaur menempati posisi di Bengkulu Selatan di bagian Utara, dan memiliki batasa-batasan wilayah seperti sebelah Selatan berbatasan langsung dengan Propinsi Lampung, sebelah Timur berbatasan dengan Propinsi Sumatera Selatan dan bagian Barat berbatasan langsung dengan Samudra Hindia. Letak Kabupaten Kaur yang berada di pesisir pantai mempengaruh kondisi iklim daerah ini, pada siang hari terasa sangat panas, karena faktor angin yang berembus dari laut. Pada malam hari kondisinya sangat sejuk, karena faktor angin pegunungan yang berembus dari arah Bukit Barisan.


Danau Kembar adalah sebuah objek wisata yang cukup populer di kalangan masyarakat lokal. Danau ini berada di Desa Suka Menanti Kecamatan Maje Kabupaten Kaur. Karena dinilai memiliki potensi menjadi sebuah objek wisata, maka Pemda Kabupaten Kaur sejak tahun 2006 lalu mulai 'turun tangan' untuk mengelola Danau ini agar semakin banyak menarik minat para pelancong di sekitaran Kabupaten Kaur. Poin utama dari daya tarik danau Kembar adalah senjanya. Kala senja menyingsing sekitaran danau Kembar, maka kawasan itu terasa sangat indah dan damai. Readers bisa duduk sambil menikmati langit yang mulai menjingga dan melihat beberapa koloni burung yang pulang ke sangkar untuk beristirahat, loh Readers.


Keunikan selanjutnya adalah sejarah tentang terbentuknya Danau Kembar ini. Seperti namanya, danau Kembar ini memiliki dua Danau yang lokasinya saling berdampingan. Dan juga, rumornya adalah bahwa air Danau ini tidak akan pernah kering meskipun ada kemarau yang panjang yang melanda kawasan tersebut. Sejarah dari Danau Kembar ini adalah dahulu Danau ini terbentuk dari aliran air sungai yaitu sungai Nasal. Sungai Nasal ini memiliki karakteristik aliran air yang cukup deras yang di sebut sebagai "sungai Laki-Laki". Tujuan sungai Nasal tercipta yaitu ingin menyatukan semua sungai yang ada di sekitar Kecamatan Nasal dan Kecamatan Maje. Suatu waktu, Sungai Nasal berusaha  ingin menyatukan dirinya dengan Sungai Numan yang berada di Desa Suka Menanti, Kecamatan Maje, yang disebut juga sebagai "sungai wanita". Namun Sungai Nasal gagal menyatukan dirinya dengan Sungai Numan, padahal 'mereka' hanya terpisah oleh jarak beberapa ratus meter saja. Akibat kegagalan sungai Nasal untuk menyatukan diri dengan Sungai Numan, terbentuklah Danau Kembar seperti yang Readers kenal sekarang.


Begitu menginjakkan kaki untuk masuk ke danau KembarReaders akan di sambut hangat oleh  hamparan pohon cemara yang karakteristiknya mirip hutan Pinus yang terbentang ditengah-tengah antara Pantai Pasir Putih dan Danau Kembar. Saat disini, Readers tidak akan kehilangan ide untuk menghabiskan waktu. Karena, Readers bisa piknik disini dengan membawa bekal dari rumah berupa makanan maupun minuman dan Readers bisa menggunakan alas di atas rerumputan didekat danau agar semakin menciptakan piknik yang diimpikan bagi sebagian orang, lalu jika Readers ingin menjelajahi danau- pihak pengelola turut menyiapkan berbgai macam perahu untuk Readers sewa dan menjelajahi danau sejauh mata memandang, atau Readers bisa foto-foto keren disini untuk Readers upload dan Readers pamerkan di beranda media sosial pribadi milik Readers, ya. Jika bosan melihat danau, Readers bisa melipir sedikit ke arah pantai yang sangat bagus yang dekat dengan danau, akan tetapi pantai tersebut tidak bisa di jadikan tempat untuk mandi, ya Readers. Karena ombak yang terlalu besar sehingga tidak memungkinkan untuk Readers terlalu dekat dan terlalu berbahaya. Jika tidak ingin berbasah-basahan dengan bermain air di danau, Readers di perbolehkan untuk memancing di area danau Kembar, loh Readers. Namun, jika Readers mengajak anak-anak, pastikan mereka untuk selalu dalam pengawasan, ya Readers. Jangan sampai mereka lepas dari pandangan yang mengakibatkan mereka tenggelam di danau Kembar.


Sebab kecantikan yang danau Kembar miliki, danau Kembar berakhir menjadi salah satu spot wisata di Indonesia yang banyak diminati oleh para Fotografer terkemuka untuk melakukan pemotretan, mulai dari pemotretan Prewedding, Fashion, Landscape, Street Photography, maupun pemotretan-pemotretan lainnya. Meskipun masih ada banyak sekali danau di Indonesia, namun nyatanya populeritas dari danau Kembar bukanlah isap jempol belaka, nih. Danau Kembar memiliki pemandangan yang tidak kalah indah dibandingkan dengan danau-danau lainnya. Danau Kembar akan terlihat sangat padat ketika hari libur nasional atupun akhir pekan, jadi siap-siap untuk datang lebih awal agar Readers bisa mendapatkan spot terbaik di sepanjang wilayah danau Kembar.


Karena danau Kembar ini adalah milik pemerintah daerah yang kepengurusannya diserahkan ke desanya. Berarti harus ada PAD yang disetorkan ke pemerintah melalui Dinas Pariwisata. Untuk itu 30 persen dari pendapatan yang akan dijadikan sebagai PAD, sisanya sebagai kontribusi desa dan Bumdes bisa memberikan kesejahteraan anggotanya. Pendapatan yang dimaksud adalah hasil dari tiket masuk saat readers memasuki danau ini. Adapun biaya tiket untuk masuk ke objek wisata mempesona ini adalah Rp 5.000,- per orang saja. Dengan harga tiket masuk yang cukup ramah di kantong, Readers bisa menikmati setiap fasilitas yang ada, ya. Seperti mushola, wc dan ruang ganti.


Jadi, tidak ada salahnya liburan kali ini Readers habiskan di danau Kembar. Hanya dengan tiket Rp 5.000,- Readers sudah bisa menikmati keindahan alam yang sangat memikat. Dan jangan lupakan untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan dan mentaati semua hal aturan baik tertulis maupun tidak, jangan bicara sembarang dan berbuat asusila, ya Readers. Selamat liburan, see you...

'Kembang Desa' Kota Curup : Wahana Annisa Bengkulu

 Untuk sebagian besar masyarakat Provinsi Bengkulu dan Provinsi sekitarnya menjadikan Curup sebagai salah satu pilihan saat akhir pekan maupun hari libur nasional yang terkadang memiliki waktu yang cukup panjang. Bukan tanpa alasan Curup selalu menjadi tempat terbaik untuk menghabiskan waktu bersama teman maupun keluarga. Nilai plus dari Curup yakni Ia selalu memiliki banyak keindahan, baik keindahan alam maupun perkebunan. Apakah ada di antara Readers yang masih belum tahu kondisi dari primadona Provinsi Bengkulu ini ? Jika belum, tidak ada salahnya dong jika Readers berkenalan terlebih dahulu dengan Curup agar bisa membayangkan secantik apa Curup itu. Check this out !


Curup atau biasa di kenal dengan Curup Kota oleh sebagian pihak adalah sebuah kecamatan dan merangkap menjadi ibu kota kabupaten di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Nah, sebelum menjadi bagian dari Provinsi Bengkulu, nyatanya di masa lalu kota ini pernah berkedudukan sebagai ibu kota Provinsi Sumatera Selatan, loh Readers. Dengan Dr. A. K. Gani sebagai gubernur militernya. Nama Curup sendiri berasal dari bahasa Rejang yang dimelayukan dimana Suku bangsa Rejang (Tun Jang) dari marga Selupu Rejang dan Bermani UluRejang merupakan penduduk asli di kawasan indah ini. Namun, seiring berjalannya waktu, sedikit demi sedikit masyarakat mulai berdatangan untuk mendiami wilayah ini, mereka terdiri dari suku- suku Jawa, Minangkabau, Tionghoa, Serawai, Lembak, Sunda, dan berbagai suku dari Sumatera Selatan.


Secara geografis, Curup adalah daerah yang 'menyedihkan' sebab Ia adalah daratan yang terkurung pada hamparan luas yang dikelilingi oleh fragmen-fragmen Bukit Barisan hampir di segala sisinya. Hamparan yang luas ini dikenal masyarakat lokal sebagai luak. Dikarenakan Sungai Musi melintasi luak yang dimaksud, hamparan tempat Curup dan kecamatan-kecamatan di sekitarnya berada dikenal sebagai Luak Ulu Musi. Namun, ternyata dengan luasnya hamparan dan di tunjang dengan perairan baik dari sungai maupun dari bukit berserta udara yang sejuk menjadikan Curup sebagai lumbung sayur dan buahan untuk wilayah sekitarnya, seperti Ibu kota Bengkulu dan Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan.


Seperti wilayah pada umumnya, Curup juga mempunyai bahas adaerah asli yang dituturkan di Curup. Nah bahasa ini adalah bahasa Rejang dialek Selupu atau Ulu Musi. Namun, saat ini bahasa daerah mulai tergerus dan kehilangan penutur, sebab terjadinya melayuisasi atau semakin umum dan menguatnya bahasa Melayu yang dipergunakan sebagaibahasa utama masyarakat Curup. Generasi Rejang yang sekarang secara umum sadar bahwa mereka adalah suku Rejang, tidak memiliki kemampuan dalam berbahasa Rejang, nih Readers. Mereka juga tidak turut diajarkan bahasa asli oleh orang tua menyebabkan bahasa Rejang mengalami kegagalan transmisi dan terancam punah, loh Readers.


Oke, kembali ke topik.




Wahana Annisa berlokasikan di Jalan Lintas Simpang Nangka-Taba Mulan di Kelurahan Simpang Nangka Kecamatan Selupu Rejang atau jika Readers pergi dari pusat kota Curup, Readers akan menempuh perjalan sekitar 8 KM, namun apabila Readers berangkat dari pusat kota Bengkulu, maka Readers akan menempuh perjalanan sekitar 93km, ya Readers. Saat Readers sudah sampai di bundaran simpang nangka, wahana Annisa ini berada disisi kiri jalan dan lokasinya berada tepat sebelum jembatan air meles atas atau biasa dikenal juga dengan nama jembatan kalong oleh penduduk lokal.


Mungkin, sebagian dari Readers maupun pengunjung yang lain masih asing dengan nama wahana ini. Tapi jika Readers sudah disini, dapat dipastikan bahwa Readers tidak akan kecewa, loh. Konsep wahana Annisa ini cukup unik sebab ia berada diarea persawahan yang berundak, sehingga akan menjadi pemandangan yang cukup bagus terutama saat musim tanam maupun musim panen. Anak-anakpun bisa belajar mengenai sistem kerja pada sawah. Untuk biaya masuk objek wisata ini untuk anak-anak dan dewasa itu Rp 10 ribu per orang sedangkan untuk balita Rp 5 ribu per orang. Jika Readers takut akan kedalaman kolam yang ekstrim, maka Readers tidak akan menemukannya disini, ya. Sebab, kedalam kolam renang yang paling dalam hanya sekitar 80 cm saja, sehingga tentunya cukup aman untuk anak-anak berenang, tapi untuk berjaga-jaga silahkan Readers selalu awasi anak, ya agar tidak terjadi hal yang tk diinginkan semua orang. Nah, selain kolam renang, ada juga pelengkap yang membuat si kecil semakin ceria, ya. Yakni terdapat dua tempat perosotan untuk anak-anak serta ada replika cangkang kerang besar yang bisa digunakan oleh anak-anak maupun pengunjung dewasa berfoto didalam cangkang kerang tersebut. Jadi, seolah Readers baru keluar dari cangkang kerang, ya. He..he..


Selain itu, disekeliling juga kolam yang dihiasi oleh patung jamur yang cukup besar serta satu satu patung ikan lumba-lumba yang bisa mengeluarkan air dari mulutnya. Konsep tersebut tentunya sangat disukai oleh anak-anak. Adapun air yang digunakan untuk mengisi kolam pemandian ini berasal dari langsung bersumber dari mata air hangat yang berada dibagian atas, dimana disumber mata air tersebut di bangun bak penampungan kemudian di saring dan baru dialirkan menggunakan pipa ke kolam renang. Meskipun saat tiba di kolam airnya sudah tidak terlalu hangat lagi, ya Readers. Sebagai edukasi bahwa kolam renang yang airnya terus mengalir tanpa henti jauh lebih bersih. Sementara kolam dengan sistem filtrasi umumnya cepat keruh dan biasanya tak jarang juga mengandung obat-obatan atau zat kimia, jadi berbahaya jika sampai tertelan, ya Readers.


Jam buka wahana Annisa yakni di mulai dari pagi hingga pukul 19.00 WIB. Jadi Readers bisa berpuas-puas bermain disini, ya. Belum lagi tersedianya berbagai fasilitas umum yang memadai seperti kamar mandi dan kamar mandi yang berguna untuk barganti baju, lalu ada juga saung atau pondokan- jadi jika Readers sekalian ingin piknik disini juga bisa, ya. Dengan cara membawa makanan dan minuman sendiri dari rumah, tapi jika membawa minuman dan makanan kemasan dari rumah ada baiknya jika Readers membawa kantong plastik untuk membuang sampah, ya. Lalu ada juga spot-spot yang menarik dan aestetik, dimana para pengunjung bisa dengan riang berfoto bersama keluarga di berbagai sudut di kawasan wahana Annisa, nih Readers. Aduh.. Sudah kebayang seberapa serunya nanti jika Readers bisa menghabiskan waktu bersama keluarga disini ?

 Agar liburan Readers di wahana Annisa semakin menyenangkan, ada beberapa tips yang bisa Readers lakukan selama disana, apa saja tips-nya . Ayo kita lihat bersama, ya.

  • Bawa Semua Keperluan Berenang : Tak apa jika Readers terlihat sangat bersemangat dalam mempersiapkan keperluan si kecil maupun diri sendiri. Paling tidak, siapkan perlengkapan renangnya sepertibaju, kacamata, pelampung, kemudian jangan lupan gunakan anak sandal jepit yang tidak licin, baju ganti, perlengkapan mandi, tas untuk menampung baju basah, ya Readers.
  • Datang pada pagi hari : Jika Readers akan datang saat musim liburan, maka pastikan untuk datang lebih pagi. Sebab, biasanya wahana Annisa akan penuh, meski di hari kerja sekalipun. Minimal satu hari sebelum kunjungan, Readers sudah mengecek informasi tentang jam buka agar waktu Readers dan keluarga tidak banyak terbuang. Selain menghindari kepadatan pengunjung, datang pada pagi hari juga akan membuat anakmu berenang di cuaca yang belum terlalu terik.
  • Kenakan pakaian berwarna cerah : Yang tak kalah penting adalah pastikan anak mengenakan pakaian berwarna cerah. Trik ini akan memudahkan Readers dan anak-anak untuk saling menemukan satu sama lain di tengah-tengah keramaian di wahana Annisa, apalagi jika sedang musim liburan, maka biasanya wahana akan ' sesak' oleh pengunjung. Namun, meskipun sudah mengenakan pakaian berwarna cerah, tetap jaga si kecil untuk selalu berada di dekat Readers, ya!

Nah, itulah tadi beberapa tips penting yang boleh Readers terapkan saat akan melakukan liburan di Wahana Annisa bersama keluarga bear maupun bersama teman, ya. Selamat bersenang-senang dan sampai jumpa, Readers

Manjakan Diri Dengan Air Terjun Punai Bengkulu

 Liburan kali ini Readers akan kemana ? Menghabiskan waktu di Mall besar, timezone, menonton bioskop atau ke tempat sejenisnya ? Duh.. Bingungkan jika setiap akhir pekan atau libur nasional Readers harus bolak-balik cek ponsel untuk membooking tiket. Atau bisa jadi Readers sudah cukup bosan untuk bermain disana ? Ingin pergi ke objek wisata tapi tak tau mau kemana ? Ayo sini, writer kasih tau tempat yang cocok sekali untuk Readers kunjungi saat akhir pekan maupun libur nasional yang akan berlangsung cukup panjang. Terlebih jika Readers adalah penduduk Provinsi Bengkulu yang secara khusus adalah sebuah daerah yang 'dilintasi' oleh Bukit barisan, Readers tak akan susah-susah mencari lokasi wisata alam yang keren syarat menjanjikan keindahan.


Dari sekian banyak objek wisata unggulan di Provinsi Bengkulu, bagaimana jika Readers memilik air terjun Punai sebagai tempat yang akan kunjungi. Meskipun terletak sedikit jauh dari pusat Ibu Kota Provinsi, yakni Bengkulu, namun Readers tidak akan menyesal jika sudah menginjakkan kaki di kawasan air terjun Punai. Penasaran ? Mari kita ulik air terjun Punai ini bersama, ya Readers.



Air Terjun Punai berada di Dusun Air Lang Desa Empat Suku Menanti, Kecamatan Sindang Dataran, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengku Nah, sebelum kita bahas lebih lanjut tentang air terjun indah ini, ada baiknya jika Readers berkenalan terlebih dahulu dengan Kecamatan sindang ini, ya Readers. Konon, kecamatan ini banyak menyimpan keindahan sebab berada di bawah kaki bukit Kaba, apakah itu benar, ya Readers? Check this out!


Sindang Dataran merupakan salah satu kecamatan yang berdiri di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, Indonesia. Sebenarnya, ada sedikit perdebatan atas luasnya wilayah ini. Sebab sebuah media lokal yang bertajuk "Sindang Dataran dalam Angka 2021" mengatakan bahwa luas kecamatan ini hanyalah sekitar 66,49 km2 saja. Namun, tabel pada situs BPS Rejang Lebong yang mengandung informasi mengenai luas kecamatan membatah 'tuduhan itu', mereka mengatakan bahwa Sindang Dataran sendiri memiliki luas sekitar 83,89 km2. Kawasan Sindang Dataran memiliki struktur yang berbukit-bukit, dengan kelerengan 8-15%. Dengan ketinggian antara 785-1129 mdpl. Meskipun hanya memiliki suhu udara 23 °C, namun cukup membuat Readers merasa kedinginan. Apalagi jika sudah tengah malam dan subuh, bukan hal yang baru saat Readers bernafas akan keluar uap dari mulut, ya. Nah, karena daerahnya yang berbukit dan berpadu dengan udara yang dingin, membuat Sindang Dataran menjadi kawasan yang direncanakan sebagai sentra produksi apel (Malus sylvestris) di Provinsi Bengkulu, loh Readers. Penanaman apel skala besar-besaran yang pertama di Bengkulu dilakukan oleh seorang petani di IV Suku Menanti. Tanaman apelnya berusia 5-6 tahun, ditanam pada lahan seluas ± empat hektare, dan mampu berproduksi 50–60 kg per pohon. 


Penduduk Sindang Dataran umumnya bersuku bangsa Lembak sebagai suku asli, Sedangkan suku pendatanga yakni suku Jawa, namun jumlah antara suku jawa dan Lembak memiliki jumlah yang hampir seimbang. Baik Lembak maupun Jawa, keduanya sama-sama memeluk agama Islam sebagai agama utama. Mata pencaharian penduduk Sindang Dataran adalah Sektor pertanian dan perkebunan. Dimana Salah satu komoditas utama daerah ini adalah kopi jenis robusta, yang dikenal dengan jenama "Sintaro" (Sindang Dataran Robusta) yang eksis sejak 2014 dan bahkan sudah diakui kenikmatannya oleh Kementerian Pertanian RI. Wah.. keren, ya Readers.


Air terjun Punai yang terletak di Dusun Air Lang Desa Empat Suku Menanti, Kecamatan Sindang Dataran, Kabupaten Rejang Lebong ini bisa dikatakan adalah objek wisata yang baru di kenalkan ke masyarakat umum, ya Readers. Dimana dahulu, air terjun ini tak ada yang mengelola dan di biarkan begitu saja oleh masyarakat setempat. Namun di akhir Desember 2017 lalu, perwakil Kementerian Pusat mengatakan bahwa air terjun Punai yang mendiami perbukitan dan kawasan hutan lindung Bukit Balai Rejang ini memiliki potensi untuk dijadikan objek wisata alam, barulah masyarakat maupun pemerintah desa mulai menggarap dan merawat lokasi air terjun hingga akhirnya di buka untuk umum.


Untuk mencapai desa ini, Readers akan mengalami perjalanan yang memelalhkan namun menyenangkan. Bagaimana tidak, jika Readers berangkat dari Kota Bengkulu, Readers akan menempuh perjalanan sejauh kurang lebih 85,7km dengan estimasi waktu sekitar 3jam perjalanan. Melelahkan bukan ? Namun, jika di lihat dengan teliti, sepanjang perjalanan pun akan terasa menyenangkan sebab Readers akan melewati perjalanan berupa membelah gunung, lalu perkotaan kecil yang tidak terlalu ramai, dan lumbung sayur yang ada di Curup, loh Readers. Selama itu juga, Readers akan di manjakan dengan banyaknya perkebunan buah di sepanjang jalan Curup. Namun, jika Readers berangkat dari Kota Curup, Readers cukup menempuh perjalanan sekitar 25km dengan estimasi waktu sekitar 45 menit saja. Readers bisa menggunakan kendaraan pribadi, ya. Bak menggunakan motor maupun mobil.


Saat Readers sampai, Readers akan berada di lahan milik Kelompok Tani Budi Utomo yakni 'rumah' dari air terjun Punai dengan luasan lahan yang sudah dibuka mencapai 1,5 hektare, nih. Ketika masuk, Readers akan dikenakan biaya sebesar Rp5.000 untuk biaya parkir kendaraan roda dua termasuk orangnya, sedangkan bagi yang membawa kendaraan roda empat hanya ditarik biaya Rp25.000, sudah termasuk tiket para penumpangnya juga, loh Readers. Meskipun lokasi ini termasuk kawasan yang rawan akan tindak kejahatan, namun pengelola sigap memberikan tim keamanan di setiap titik rawan agar pengunjung merasa aman. Setelah dari parkiran, Readers dan para pengunjung lainnya bisa mengakses ar terjun dengan berjalan kaki dengan jarak berkisar 150 meter untuk sampai ke air terjun Punai.


Nah, setelah sampai di air terjun Readers akan di buat terkagum dengan tebingan air terjun yang dipenuhi oleh tumbuhan menjalar hingga menutupi sebagian besar sisi tebing. Belum lagi air terjun yang mengucur dari atas membuat suasana menjadi semakin dramatis. Lalu, kolam alami yang bisa pakai untuk berenang pun terasa begitu menggoda, dengan air dingin yang langsung berasal dari pegunungan itu menciptakan harmoni menyenangkan. Belum lagi pihak pengelola menyediakan pondok-pondok/ saung yang bisa Readers gunakan bersantai untuk para pengunjung. Jika ingin berpiknik-pun air terjun Punai bisa menjadi pilihan yang ideal, loh Readers. Sejuknya udara di sekitar kawasan air terjun membua Readers segera ingin mencicipi kopi lokal yang diolah dan di jual langsung penduduk sekitar. Jika merasa kedinginan, Readers bisa membilas badan dengan merasakan pancuran air panas yang terdapat di area air terjun Pemandian Punai. Air Panas Alami ini berasal dari Gunung Kaba, loh. Meskipun langsung berasal dari Gunung Kaba, namun air yang mengalir ini tidak berasa asam dan tidak pedih dimata. Ingin merasakan pagi buta di kawasan air terjun Punai?  Readers bisa berkemah disini, loh. Readers dapat memesan camping ground beserta perlengkapannya melalui pihak pengelola, ya.


Piknik, berkemah, mandi air panas adalah perpaduan yang pas jika Readers benar-benar ingin kabur darilelahnya kehidupan di kota untuk sementara. Menenangkan pikiran dan beristirahat sejenak disini tidaklah sebuah aksi kejahatan, ya reader. Jadi, tunggu apa lagi ? ayo berkemas dan siapkan perlengkapan Readers. Kunjungi air terjun Punai sesegera mungkin, ya. See you happy weekend, readers. 

Panorama Mengesankan di Air Terjun Geluguran Bengkulu

Jika sebelumnya kita selalu membahas mengenai wisata yang ada di Kota Bengkulu, maka hari ini mari kita melipir sedikit ke selatan provinsi bengkulu, yakni kota kabupaten manna. Sebelum menginjakkan kaki di destinasi wisata di Kota Manna, ada baiknya jika Readers terlebih dahulu berkenalan dengan kota mungil namun berpotensi ini.


Kota Manna, tidak hanya dikenal sebagai ibu kota Kabupaten Bengkulu Selatan, Bengkulu. Tetapi Ia juga merupakan jantung pemerintahan dan kegiatan ekonomi untuk wilayah selatan provinsi Bengkulu. Manna juga memilik nama lain yakni Seraway. Namun, kemungkinan besar hanya penduduk lokal saja yang menggunakan nama itu di kawasan ini. Ternyata, nama Seraway itu bukan hanya sembarang nama, ya Readers. Nama seraway sendiri memiliki asal usul, loh. Nah, sebenarnya ada 2 pendapat mengenai nama seraway ini, yaitu :


  • Seraway berasal kata sauai dimana kata ini merujuk kepada cabang dua sungai yang mendiami wilayah ini, yaitu sungai Musi dan Sungai Seluma yang dibatasi langsung oleh sebuah bukit kokoh bernama Bukit Capang.
  • Seraway berasal kata dari seran yang artinya celaka (celako- dalam bahasa lokal). Hal ini sebenarnya melibatkan dengan sebuah legenda yang hadir di tengah-tengah masyarakat lokal kala itu, dimana dahulu ada seorang anak raja dari hulu yang menderita penyakit menular, karena malu akhirnya anak ini dibuang (dihanyutkan) ke sungai dan berakhir terdampar dimana anak raja inilah yang mendirikan kerajaan ini. Kerajaan Seraway terpisah dengan Kerajaan Bengkulu (Bangkahulu). Kerajaan ini ditemui antara daerah sungai Jenggalu sampai ke muara sungai Bengkenang namun kerajaan ini akhirnya terpecah- pecah menjadi kerajaan kecil yang disebut margo (marga). Marga dipimpin oleh seorang datuk dan membawahi beberapa desa/ dusun. Marga- marga di Kabupaten Bengkulu Selatan itu adalah Pasar Manna, VII Pucukan, Anak Lubuk Sirih, Anak Dusun Tinggi, Kedurang, Ulu Manna Ilir, Ulu Manna Ulu, Anak Gumay dan Tanjung Raya. Namun mereka bersatu atas dasar satu kesatuan dan satu keturunan dan satu rumpun bahasa.


Bahasa di Kabupaten Bengkulu Selatan terdiri dari dua bahasa asli yaitu bahasa Pasemah yang banyak dipakai dari muara sungai Kedurang sampai dengan perbatasan Kabupaten Kaur sedangkan mayoritas menggunakan bahasa Seraway yang merupakan turunan dari bahasa Melayu, ya Readers. Kota Manna adalah salah satu kota yang sangat wajib untuk Readers kunjungi. Terlepas dari kehidupan dunia yang semakin modern,  kota Manna mampu mempertahankan keindahan alam agar tetap terjaga. Ini terbukti dengan masih banyaknya objek wisata alam dan pantai-pantai yang masih tak tersentuh oleh khalayak luar. Dan kabar baiknya, justru karena gerakan ini sangat memikat para pelancong baik dalam maupun luar daerah yang merasa penat dengan kehidupan yang modern. Para pelancong yang haus akan keindahan alam yang polos dan alami.



Jadi jangan heran jika selama di sini, Readers tidak akan kesusahan untuk mencari objek wisata yang berhubungan dengan alam. Nah salah satu objek wisata alam yang bisa Readers datangi adalah air terjun Geluguran. Air terjun Geluguran yang masih sangat asri ini berlokasikan di Desa Kayu Ajaran, Kecamatan Ulu Manna Kabupaten Bengkulu Selatan. Untuk mencapai lokasi, Readers tidak usah bersusah payah untuk berjalan sebab Air terjun setinggi lebih kurang sepuluh meter ini berada tepat di pinggir jalan lintas Manna-Pagar Alam Sumatera Selatan. kira-kira jika Readers berangkat dari kota manna, Readers akan sampai di lokasi dengan estimasi waktu sekitar 45 menit dengan kendaraan roda dua maupun roda empat, ya. Karena lokasi yang mudah di capai dan terletak di jalan lintas, maka tidak heran jika Readers akan sering bertemu para pelancong yang tanpa sengaja melipir sejenak untuk sekedar merenggangkan otot karena perjalanan yang jauh. Biasanya para pelancong ini adalah warga yang melintas dari Bengkulu ke Sumatera Selatan ataupun sebaliknya, loh Readers. Mengingat air terjun ini persis dipinggir jalan. 


Objek wisata alam air terjun Geluguran ini menjadi salah satu wisata favorit bagi para warga sekitar karena air terjun ini menyajikan keindahan alam yang menakjubkan.  Keindahan disekitar air terjun ini masih sangat alami dan asri. Para pengunjung akan dimanjakan dengan udara sejuk yang berasal dari pepohonan rindang yang tumbuh disekitar air terjun ini. Kehijauan pepohonan berpadu dengan jernihnya air menjadikan keindahan tersendiri yang tiada duanya. Suara burung-burung yang berkicau berpadu dengan gemercik air terjun menjadikan alaunan melodi alam begitu indah dan begitu nyaman. Lokasi ini akan terlihat ramai terutama saat akhir pekan atau saat libur nasional. Dimana para pengunjung yang datang tidak hanya dari warga Bengkulu itu sendiri melainkan pengunjung dari luar kota. Setelah sampai, Readers akan mendapat kejutan pertama yakni berupa tiket masuk yang akan Readers bayar untuk menikmati air terjun Geluguran. Yang membuat Readers terkejut adalah bukan soal nominal, ya Readers melainkan air terjun yang selalu terbuka ini tidak memungut biaya sepeserpun alias gratis, loh Readers. Belum lagi para pelancong bisa datang ke air terjun setiap saat, tak ada larangan sedikitpun untuk Readers berlama-lama disini. Sekalipun Readers datang disetiap wekeend ataupun hari libur lain warga lokal tidak akan memberlakukan pembelian tiket di area air terjun, ya Readers


Bukan sekedar panorama air terjun yang akan Readers dapat, namun Readers juga bisa menikmati keindahan alam berupa Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Para pengunjung memang nantinya akan dapat melihat pemandangan berupa bukit barisan tersebut. Bisa dipastikan bahwa udara disana sangatlah bersih dan sejut. Ditambah dengan pepohonan yang tumbuh saling memunggungi untuk memberikan efek rindang di sekitaran air terjun, membuat Readers semakin betah berlama-lama disini. Ah.. jangan lupakan hadirnya berbagai spesies flora dan fauna yang mendiami kawasan air terjun, mulai dari berbagai hewan seperti monyet-monyet yang bergelantungan di atas pohon-pohon besar, hingga berbagai jenis tumbuh-tumbuhanDan jika Readers beruntung, Readers bisa bertemu dengan bunga rafflesia arnoldii yang mekar hanya sebentar saja. Poin utama keindahan di air terjun Geluguran adalah air terjun gelugiran ini ternyata memiliki tujuh tinggakatan, loh Readers. Para pengunjung dapat menyaksikan keindahan air terjun ini dari dekat, sebab tepat dibawah air terjun ini ada kolam alami yang bisa di pengunjung pakai untuk berenang sambil menikmati kesegaran dan kejernihan air yang dimiliki. Para Meskipun dibawah air terjun, namun kedalam kolam ini masih masuk kategori aman, loh. Yakni sekitar 2 meter, namun tetap hati-hati, jika ragu Readers cukup bermain air di pinggiran kolam saja, ya.


Jangan takut untuk tersesat, pasalnya Readers bisa bertanya kepada warga lokal tentang rute air terjun ini, dan warga akan dengan senang hati memberitahu Readers rute yang harus Readers ambil. Warga lokal terkenal dengan sikap yang sangat ramah kepada para pelancong, loh Readers. Apalagi jika menikmati air terjun yang sejuk bercampur dengan segelas kopi hangat yang di jajakan oleh warung-warung kopi yang berdiri di lokasi air terjun. Wah... sudah terbayang belum bagaimana serunya ? Jadi jangan ragu untuk mampir jika Readers tidak sengaja melewati lokasi air terjun Geluguran yang sangat menyenangkan ini, ya. Selain keindahan, Readers juga bisa bersantai untuk menghilangkan stress dari ramainya hiruk pikuk kota yang melelahkan. Ayo, kemasi barangmu dan segera kunjungi air terjun Geluguran sekarang juga. Happy weekend and see you..

Sekali Dayung 2 Objek Terlampaui : Air Terjun Tirta Mandiri & Perkebunan Bengkulu

Jika bermain ke Kepahiyang, takkan lengkap rasanya jika tidak menyicipi segarnya air yang turun langsung dari pegunungan sekitar, nih Readers. Selain kebun teh yang sangat terkenal dan menjadi icon Kota Kepahiyang, sebenarnya masih banyak loh tempat wisata yang sangat wajib Readers coba jika sedang berada disini. Apalagi jika sedang libur panjang, waktu satu pekan saja dirasa tidak akan cukup untuk menjelajahi keindahan di kawasan indah Kepahiyang. 


Menghabiskan rasa lelah dengan melampiaskan berjalan-jalan di air terjun bisa menjadi pilihan, loh Readers. Seperti yang Readers ketahui bahwasanya Kepahiyang sendiri masuk ke dalam kawasan Provinsi Bengkulu, yang mana hampir seluruh Provinsi Bengkulu adalah dataran tinggi karena bersinggungan langsung dengan bukit barisan. Nah, sebelum kita lanjut mengulik perihal Air Terjun Tirta Mandiri, ada baiknya jika Readers berkenalan dengan kawasan Kabupaten Kota Kepahiyang terlebih dahulu, ya.


Kepahiang atau biasa lokal sebut dengan nama Payang, adalah salah satu kabupaten yang cukup mencolok di Provinsi Bengkulu, sebab Ia memiliki sebuah kebun teh raksasa yang menyimpan banyak kisah sehingga menjadi ikonik di kabupaten ini. Nah, bisa dibilang abupaten ini masih cukup muda, ya Readers, karena Kepahiyang resmi berdiri pada 7 Januari 2004 yang lalu, yang mana sebelumnya kabupaten Kepahiyang masih satu wilayah dengan Kabupaten Rejang Lebong. Untuk Ibu kota-nya, Kabupaten Kepahiang 'menunjuk' Kecamatan Kepahiang sebagai Ibu Kota. Secara administratif, daerah ini terbagi menjadi delapan kecamatan dan 91 desa. Ada yang menarik dari Kabupaten indah ini, yaitu tentang penamaannya. Apakah Readers cukup familiar dengan nama kabupaten ini ? 


Berdasarkan dari cerita secara turun temurun, dinamakan kabupaten Kepahiyang karena dahulu di daerah ini terdapat banyak sekali pohon keluak, karena dahulu suku di sini adalah suku rejang, jadi nama Keluak ini berganti menjadi bahasa Rejang yakni kepayang. Dan yang menariknya lagi bahwa sebenarnya istilah mabuk kepayang bukanlah sebua isapan jempol belaka, ya Readers. Hali ini juga didasari oleh efek samping yang disebabkan saat mengonsumsi buah keluak yang diolah secara tidak tepat dan benar sehingga mengakibatkan mabuk berat. Karena buah keluak atau Kepahiyang ternyata mengandung racun sianida, ya Readers.


sesaat sesudah bermain di kebun teh, silahkan Readers melipir sejenak untuk bermain di Air Terjun Tirta Mandiri, dimana air terjun ini masih satu kawasan dengan kebun teh. Air Terjun Tirta Mandiri terletak di Desa Tangsi Duren, Kecamatan Kebawetan. Lokasi air terjun ini sangat mudah untuk dijumpai karena berada pinggir jalan, loh Readers. Jika Readers ingin kesini, akses perjalanan pun cukup memadai, ya. Apabila Readers berangkat dari Kota Bengkulu, Readers akan menempuh perjalanan sekitar 67km, atau sekitar 1,5 jam perjalanan. Perjalanan selama 1,5 jam itu tidak akan terasa loh Readers. Karena, sepanjang perjalanan, Readers akan disuguhkan oleh berbagai macam pemandangan cantik, apalagi Readers akan melewati liku sembilan yang menanjak dan menuruni gunung yang menjadi jalan satu-satunya untuk menuju ke Kepahiyang dan Kota selanjutnya. Namun, jika Readers berangkat dari Kota Kepahiyang, Readers hanya membutuhkan waktu sekitar 7km saja, ya Readers.


Sesaat setelah memasuki gerbang penyambutan, Readers akan kemudian meneruskan perjalanan dengan total jarak sekitar kurang lebih 2 km, lalu Readers akan bertemu dengan tempat parkir kendaran yang memiliki ukuran lumayan luas, cukup untuk beberapa mobil dan motor, kemudian membayar tiket masuk sebesar Rp. 5.000,-perorang  dan Rp. 2.000,- untuk biaya parkir saja. Kemudian, Readers juga bisa melihat bahwa disini dilengkapi dengan fasilitas tempat duduk yang banyak dan nyaman, toilet pria dan wanita yang terpisah serta mushala tempat ibadah yang cukup bersih dan terawat. Disediakan juga beberapa mukenah dan sajadah, ya Readers.


Air Terjun Tirta Mandiri ini mulai dibuka untuk umum oleh pihak pengelola pada tahun 2019. Namun, pada awal buka hingga tahun 2020 masih sepi pengunjung dikarenakan melambungnya virus Covid 19.  Namun, dimulai pada tahun 2021 hingga saat ini, air terjun terpantau sudah sering didatangi pengunjung. Apalagi jika sedang akhir pekan, yakni pada hari Sabtu dan Minggu serta hari-hari besar seperti Idul Fitri dan hari besar lainnya Meskipun cukup populer, namun ternyata masih ada juga yang tidak mengenal Air Terjun Tirta Mandiri, mungkin kurangnya promosi digital maupun face to face yang dilakukan penduduk lokal maupun Pemda setempat. Desa Wisata Tangsi Duren ternyata tidak hanya memiliki satu, malah Ia memiliki 2 spot wisata utama, nih Readers


Untuk yang pertama adalah Skywalk. Disini Readers akan disuguhkan dengan jalan setapak yang di cat berwarna warni, dan yang lebih istimewa adalah Skywalk ini dibuat diatas perkebunan sayur milik warga sekitar, loh Readers. Kenapa harus diatas perkebunan, si? Jangan emosi dulu, ya Readers. Selain memiliki kawasan yang berpotensi menjadi wisata alam, ternyata masyarakat juga memanfaatkan struktur tanah dan cuaca untuk dijadikan ladang sayuran, nih. Hal ini karena Kepahiyang yang berada di daratan tinggi dan memiliki curah hujan yang lumayan tinggi menjadikan kawasan ini sangat strategis untuk di jadikan tempat budidaya sayuran. 


Lalu yang kedua yang bisa Readers kunjungi adalah Air Terjun Tirta Mandiri. Jarak antara kedua objek wisata ini cukup berdekatan. Jika biasanya saat mengunjungi air terjun akan terasa sangat melelahkan sebab medan yang masih alami dan memantang, namun berbeda jauh dengan Air Terjun Tirta Mandiri ini, ya Readers. Meskipun masih alami dan asri, namun pihak pengelola memberikan sentuhan tanpa merusak nilai citranya berupa jalan yang berguna untuk mempermudah perjalanan para pengunjung saat berjalan ke air terjun. Sama seperti air terjun pada umumnya, Readers akan menemukan serbuan debit air yang lumayan deras dihiasi dengan bebatuan besar disekitarnya menjadikan Air Terjun Tirta Mandiri ini cukup apik untuk dinikmati. Dengan air yang sangat jernih dan segar yang mengalir langsung dari mata air pegunungan, membuat tubuh Readers yang lelah seakan terobati apabila Readers sudah mencelupkan badan di kolam alami milik Air Terjun Tirta Mandiri ini. Namun, sebelum ke air terjun, pastikan bahwa Readers telah melihat prakiraan cuaca, ya. Jangan datang saat hari akan mendung maupun hujan, karena  sangat kemungkinan besar terjadi banjir Bah, ya.


Banyak hal yang bisa Readers lakukan disini, Readers bisa memulai dengan belajar memanen sayuran yang sedang warga lokal lakukan, pastikan untuk bertanya terlebih dahulu dan meminta izin kepada sang empu sayuran, ya. Lalu, Readers bisa melakukan piknik ala-ala selebgram disni, membawa makanan dan minuman dari rumah sangatlah opsi yang pas, nih. Belum lagi Readers bisa melakukan foto-foto manja disini bersama teman maupun keluarga. Berenang-pun tak masalah asal Readers bisa berenang, ya. Namun, jika Readers membawa anak-anak, pastikan mereka selalu dalam pengawasan, ya. Jangan biarkan mereka bermain sendiri di area kolam maupun air terjun. Jangan melakukan larangan yang tertulis maupun tidak, ikuti semua perintah yang pengelola ataupun pihak warga lokal katakan. Jangan merusak semua hal yang berhubungan dengan keindahan alam sekitar, jangan membuang sampah sembarangan, ya Readers

Jadi, tunggu apa lagi, ayo kemasi barang dan habiskan akhir pekan Readers di Air Terjun Tirta Mandiri. rasakan dan nikmati sendiri sensasi dingin namun melegakan dari air terjun yang turun langsung dari gunung bukit barisan. Happy weekend and see you Readers....

Pantai Sekunyit Bengkulu dan Popularitasnya!

Jika Readers sedang berada di kota Manna untuk liburan bersama teman maupun keluarga, jangan lupa untuk mampir ke salah satu ikon kota Manna, yakni pantai Sekuyit, ya. Diantara banyaknya wisata yang akan Readers kunjungi, pantai Sekunyit termasuk opsi yang sangat menguntungkan untuk Readers jadikan tempat bersantai maupun beristirahat. Mungkin sebagian dari Readers msih asing dengan nama Kota Manna, ya, Sebelum kita lanjut ada baiknya Readers berkenalan dulu dengan Kota kecil namun memikat ini, ya. Kota Manna adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Bengkulu Selatan, Bengkulu, Indonesia. Kota ini juga menjadi ibu kota dari kabupaten tersebut. Sebagai sebuah ibu kota kabupaten, Kota Manna merupakan pusat pemerintahan dan perekonomian penting di wilayah selatan provinsi Bengkulu.




Pantai ini terletak di Dusun Suka Mulya, Desa Pagar Dewa, Kecamatan Kota Manna, dan saat ini tengah menjadi destinasi wisata pantai yang populer di Bengkulu Selatan. Atau jika Readers sedang berada di kota Bengkulu, Readers harus menempuh perjalanan sekitar 142km atau sekitar 3,5jam, ya. Namun jangan panik dulu, dong. Dengan waktu 3,5 jam perjalanan tidak akan terasa jika Readers menikmati perjalanan dengan pemandangan yang akan Readers temukan sepanjang jalan. Readers akan melihat beberapa pantai indah yang menghiasi bibir pantai, deburan ombak yang siap menemani Readers selama perjalanan, belum lagi hamparan pepohonan perkebunan sawit yang berbaris rapi seperti menyambut Readers, ya. Apalagi, Readers bisa menggunakan kendaraan pribadi berupa motor maupun mobil karena akses jalan terpantau cukup baik, beraspal namun ada beberapa bagian yang rusak. Yang jelas, tidak terlalu mengganggu perjalanan. 


Untuk mencapai pantai eksotis ini, Readers tidak membutuhkan usaha yang besar karena lokasi pantai ini berada di pinggir jalan lintas barat Sumatra, berjarak kurang dari 3 KM dengan jarak tempuh kurang lebih 5 menit dari tugu meriam. Sedangkan dari kantor bupati berjarak sekitar 5 KM atau sekitar 8 menit dari pusat Kota Manna, ya. Sebelum memasuki pantai yang indah dan populer di Kota Manna itu, Readers terlebih dahulu harus membayar tiket sebesar Rp 10.000,- per orang, belum termasuk tiket parkir kendaraan, ya Readers. Setelah masuk, Readers pasti langsung berdecak kagum melihat pantai yang terbentang luas dengan air hijau kebiru-biruan seperti warna batu Zamrud. Pantai ini adalah pantai karang dengan bibir pantai yang landai mulai dari desa Sekunyit –Pengubaian – Pasar lama. Belum lagi pasir putih yang sedikit kasar bercampur dengan serpihan karang dari tengah laut dan terbawa ke bibir pantai menambah keindahan pantai Sekunyit. Jangan lupakan pepohonan kelapa yang di yang tumbuh di berbagai titik menjadikan udara semakin sejuk tak terkira. 


Banyak hal yang bisa Readers lakukan disini, seperti piknik- membawa makanan dan minuman dari rumah dan membentang tikar di bibir pantai, menyantap makanan lezat dan bercanda gurau bersama teman maupun keluarga adalah waktu terbaik saat menghabiskan waktu libur bersama, atau ada juga yang bermain pasir di bibir pantai, ya. Atau Readers bisa berjemur- dengan mengoleskan sunblock di area tubuh yang terbuka agar tak terbakar oleh panasnya matahari di siang hari, dan opsi terakhir Readers bisa duduk di pagar penghalang untuk menikmati senja yang menyingsing. Di atas tebing, sering terlihat burung-burung yang terbang mengitari, memberikan pengalaman yang menenangkan dan damai. Sebab, suara deburan ombak di Pantai Sekunyit ini sangat terkenal akan ketenangan yang Ia berikan kepada tiap pelancong yang datang. Apapun pilihannya, Readers akan tetap melakukan hal terbaik selama disini.


Fasilitas yang diberikan oleh pihak pengelola pun cukup banyak, seperti toilet yang cukup bersih bahkan bisa Readers gunakan untuk membersih tubuh kala selesai bermain di air laut yang lengket, kemudian ada juga tempat duduk untuk bersantai, tempat makan yang bisa Readers gunakan sebagai wisata kuliner dadakan disaat perut sedang keroncongan jangan lupakan untuk mencicipi makanan khas dari kota Manna, ya Readers. Dan masih banyak fasilitas lainnya. Nah, jika Readers bosan bermain di pasir pantai, Readers bisa mendatangi bangunan yang dibuat oleh pihak pengelola dengan desain unik yakni seperti Benteng Romawi, dilengkapi dengan berbagai macam patung yang menjadi daya tarik pelancong untuk berfoto kesana dan kemari. Namun sayangnya, karena benteng romawi ini dibuat di pinggir pantai, mengakibatkan benteng ini selalu menjadi sasaran empuk ombak dari waktu ke waktu. Hingga akhirnya, pagar pembatas mulai terkikis sedikit demi sedikit oleh abrasi sehingga menyebabkan  beberapa bagian amblas dan membahayakan para pelancong yang datang. 


Pantai Sekunyit akan 'sesak' saat akhir pekan maupun libur nasional sudah tiba. Pelancong pun bukan hanya penduduk asli saja, namun banyak juga para pendatang yang berbondong-bondong mengunjungi pantai ini guna mengistirahatkan pikiran yang penuh dengan beban. Ada yang datang dari luar kota, provinsi bahkan luar pulau, nih Readers. Hal ini menunjukkan betapa populernya pantai Sekunyit di mata pelancong. Meskipun promosi pantai ini tidak di lakukan secara besar-besaran, namun karena kepopulerannya menjadikan pantai ini sebagai pantai yang wajib untuk Readers kunjungi, ya. Namun, terkadang saat bermain di pantai adal beberapa kendala yang akan Readers hadapi baik besar maupun kecil. Jangan takut, ya. Ada beberapa tips agar liburan ke pantai berjalan lancar dan menyenangkan, sehingga meminimalisir semua kecemasan Readers. Adapun beberapa tips yang harus Readers ketahui yaitu :

  • Pertama, periksa prakiraan cuaca sebelum berangkat. Sebelum Readers menginjakkan kaki ke pantai Sekunyit, ada baiknya jika Readers mengetahui kondisi cuaca panti, ya. Hal ini akan membantu Readers dalam mempersiapkan perlengkapan yang tepat dan menghindari kejutan yang tidak diinginkan. Jangan lupa untuk membawa tabir surya, topi, dan kacamata hitam untuk melindungi kulit dan mata dari sinar matahari yang terik yang bisa membakar kulit, nih. 
  • Kedua, jangan lupa membawa perlengkapan pantai seperti Handuk, pakaian renang, sandal pantai, dan mungkin mainan pantai untuk anak-anak. Jangan lupa untuk membawa air minum yang cukup untuk menjaga hidrasi selama berada di pantai, meskipun Readers bisa membeli di pedagang setempat. 
  • Selanjutnya, Patuhi semua tanda peringatan dan petunjuk keselamatan yang ada untuk menjaga diri Readers sendiri dan orang-orang di sekitar. Jika Readers membawa makanan atau minuman kemasan, jangan lupa menjaga kebersihan pantai. Bawa kantong plastik untuk membuang sampah dan hindari meninggalkan jejak di pantai. 
  • Terakhir, manfaatkan waktu liburan Readers dengan sepenuhnya. Berenang, bersantai di tepi pantai, atau mencoba aktivitas air seperti selancar atau snorkeling. Nikmati indahnya pemandangan, dan jangan lupa untuk berbagi momen liburan dengan foto-foto yang menakjubkan yang bisa Readers pamerkan di laman media sosial Readers, ya.

Dengan mengikuti tips ini, bisa diyakinkan bahwa liburan Readers ke pantai Sekunyit menjadi semakin menyenangkan dan tak terlupakan. Jangan lupa untuk bersikap bijaksana dan tetap menjaga keselamatan diri dan orang lain. Selamat menikmati liburan di pantai yang indah!

Gunung Patah Bengkulu Selalu Berhasil Mematahkan Semangat Para Pendaki !

Pernah lihat vlog Fiersa Besari saat Ia mendaki gunung Patah ? Semua kegiatannya selama di Gunung Patah terabadikan melalui unggah pribadi Fiersa Besari di semua platform media sosial miliknya, termasuk Youtube. Fiersa mengatakan bahwa pendakian yang Ia lakukan di gunung tersebut adalah sebagai pendakian tersulit yang pernah Ia lakukan. Apakah Readers penasaran tentang bagaimana trek sesungguhnya yang dimiliki oleh Gunun Patah ? Dari pada penasaran, lebih baik Readers kupas tuntas saja, ya.



Gunung Patah adalah gunung berapi yang mendiami kawasan hutan lindung Rajamendara yang masuk dalam pengelolaan KPH Kaur, Dinas Kehutanan Provinsi Bengkulu. Ia memiliki vegetasi hutan hujan tropis yang sangat lebat, dan subur, ya Readers. Gunung Patah terletak di sebelah timur Gunung Dempo di Sumatra, Indonesia, atau lebih tepatnya pada perbatasan Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Bengkulu. Nah, apabila Readers ingin mendaki Gunung ini, Readers harus melakukan perjalan selama  6-7 jam perjalanan, ya Readers. Dengan titik awal pendakian yakni Readers harus menggunakan kendaraan sejauh 200 kilometer menuju Desa Manau Sembilan, Kecamatan Padang Guci, Kabupaten Kaur. Dari sini, bisa Readers lihat jika kondisi sekeliling masih berupa kebun masyarakat lokal yang datar dan terang benderang, bertanda bahwa lokasi pertanian ini cukup jauh dari pepohonan. Setelah melewati batas antara kebun warga dan hutan, situasi seketika berubah drastis, Readers akan mulai memasuki perkarangan pendaki. Tidak ada lagi wilayah yang dengan mudah disusupi oleh sinar matahari karena Readers akan mulai memasuki hutan hujan tropis yang rapat dan lebat. 


Karena masuk dalam golongan hutan hujan tropis yang pohon-pohonnya masih sangat rapat dan lebat, Gunung Patah memiliki pastinya memiliki curah hujan yang tergolong tinggi, terutama apalagi jika Readers gegabah dan mendaki pada saat memasuki musim penghujan. Dalam sehari semalam, hujan turun di Gunung Patah bisa mencapai durasi 14 jam lamanya, bisa Readers bayangkan mengarungi pepohonan lebat ditemani oleh hujan yang turun tiada henti ?

Track Gunung Patah merupakan jalur rintisan. Sehingga, Readers maupun pendaki lain wajib berpedoman dengan GPS karena harus membuka jalur dengan menerobos banyaknya ranting dan pepohonan yang menutup jalur yang akan Readers lewati, hal ini menandakan bahwa dari kaki gunung saja, gunung Patah pun masih dalam kondisi tak tersentuh. Terdapat beberapa papan petunjuk namun tak berarti perjalanan akan mudah, ya Readers. Namun, jika Readers tak ingin mendaki dari Kaur, Readers bisa mendaki dari  3 jalur pendakian lainnya seperti melalui Semende Darat Ulu (Muara Enim) dan Lahat melalui Provinsi Sumatera Selatan, sedangkan jalur melalui Provinsi Bengkulu dapat di akses melalu Desa Manau IX Kecamatan Padang Guci, Kabupaten Kaur, nih Readers. Nah, berdasarkan kesepakatan bersama Forum Sabuk Gunung Patah, yang merupakan perintis jalur pendakian ke Gunung Patah baik via Bengkulu (Padang Guci) atau dari via Sumatera Selatan (Lahat, Semende, dan Pagaralam) bahwa pendakian ke Gunung Patah sangat diwajibkan untuk menggunakan jasa pemandu gunung dikarenakan:


  • Yang pertama, karena rute perjalanan yang akan Readers lalui itu sangatlah panjang, belum lagi Readers akan di gempur dengan berbagai macam rintangan seperti medan alam, kontur maupun hutan hujan yang terlampau tropis nan lebat, yang membuat kemungkinan besar Readers maupun para pendaki akan tersesat jika tidak di lengkapi dengan navigasi yang baik, ya.
  • Cuaca alam tak tentu. Ingat, ya Readers, bahwa Readers akan memasuki hutan hujan tropis yang artinya hujan itu sudah seperti makanan harian. Sekalipun Readers melakukan pendakian di musim kemarau sekalipun, apabila Readers tidak mempunyai persiapan yang maksimal, maka kemungkinan besar Readers akan kesulitan selama perjalanan.
  • Vegetasi yang masih tak tersentu sebab ini merupakan kawasan lindung. Belum lagi reders akan berhadapan dengan banyaknya ekosistem yang luar biasa beragam sehingga banyak satwa liar tentunya menjadi ancaman besar bagi Readers, apalagi ada beberapa kawasan kaki gunung Patah yang telah beralih menjadi ladang para petani sehingga tak jarang bahwa wilayah kaki gunung Patah kerap kali terjadi konflik manusia dengan hewan buas.

Layaknya namanya, gunung Patah. Gunung ini sering mematahkan semangat para pendaki yang ingin menjamahnya. Hal ini karena gunung Patah yang memiliki jalur yang sangat menggila Saking ekstremnya jalur ini. Meski gunung Patah hanya memiliki ketinggian 2.582 mdpl, tidak setinggi gunung lainnya, namun gunung ini memiliki jalur pendakian terpanjang kedua di Pulau Sumatra setelah Gunung Leuser di Aceh dan Sumatra Utara, ya Readers. Hal ini dampak dari hutan lebat yang masih terisolir, seolah tak pernah tersentuh, banyaknya tumbuhan yang subur dengan lumut tebal, belum lagi Readers akan bertemu dengan kawah aktif yang mengeluarkan asap yang sedikit beracun, serta air kawah yang berwarna biru. Sebab dari keadaan gunung Patah inilah yang membuat perjalanan sedikit lebih panjang. Bahkan, ada beberapa pendaki yang berhasil menaklukkan puncak gunung Patah dengan waktu selama 7-10 hari, loh Readers.


Selama memijakkan kaki di gunung Patah, Readers benar-benar akan dibuat terkagum dengan segala hal yang dimiliki oleh gunung Patah. Terutama di bagian tanaman langka yang hidup disini. Trek yang melelahkan benar-benar di bayar tunai dengan sejuta pesona yang telah gunung Patah sediakan. Cantik namun mematikan, itulah istilah yang benar-benar pantas untuk gunung eksotis ini. Hal karena yang boleh mendaki gunung ini adalah seorang pendaki yang memiliki jam terbang yang tinggi, atau seorang profesional, ya Readers. Kemampuan Readers selama di gunung Patah sangat mempengaruhi harapan Readers di sini. Bahkan ada beberapa jalur yang harus Readers lewati dengan menggunakan tali atau webbing, ya. Bagi Readers yang tak pernah melakukan webbing di jalur pegunungan, ada baiknya jika Readers berlatih terlebih dahulu. Karena salah melangkah sedikit saja, Readers potensi besar untuk terpeleset yang bisa membuat kaki atau tangan cedera parah karena terhantam oleh bebatuan maupun pepohonan yang runcing. Jangan pernah meremehkan jalur ekstream yang gunung Patah persembahkan untuk Readers.


Namun, dibalik semua kesusahan yang Readers lewati, Gunung Patah yang masih terjaga keasriannya ini ternyata menyimpan hidden gems yang akan jadi bonus untuk setiap langkah yang telah Readers terobos hutan lebatnya. Salah satunya adalah Readers akan bertemu dengan Danau Tumutan Tujuh. Meskipun memiliki sungai di berbagai titik, namun tetap saja saat Readers melihat penampakan danau ini, Readers sungguh seperti melihat oase di tengah gurun pasir. Yang kedua adalah Readers akan bertemu dengan kawah aktif Gunung Patah. Walaupun gas belerang yang dimuntahkan kawah ini kadang sangat tebal dan menyengat hingga menutupi jarak pandang, tapi pesona kawah ini benar-benar bikin Readers mati kutu. Readers akan menemukannya sesaat sebelum Readers tiba di puncak Gunung Patah. Dan yang terakhir adalah puncak gunung Patah. Jangan pernah Readers mengharapkan akan menemukan keindahan seperti gunung Rinjani, karena puncak gunung bukanlah tujuan utama, tapi ketika pendaki berhasil mendaki hingga titik paling tinggi di gunung yang pendaki daki. Sebab kondisi puncaknya adalah masih berupa hutan lebat sehingga Readers tidak akan berada di momen romantis seperti bisa melihat sunrise ataupun lautan awan, ya.


Jadi jika Readers ingin mendaki di gunung yang anti-maenstream, silahkan taklukkan gunung Patah saja. Namun jangan pernah berharap bisa menemukan akhir yang indah, ya seperti hamparan daratan yang luas atau semacamnya, karena gunung ini memang 'dirancang' khusus untuk para pendaki sejati. Yang mendaki dengan tujuan menaklukkan, bukan mencari keindahan. Happy weekend and see yaaa...

Air Terjun Pengantin Bengkulu dan Seberkas Rumornya

Jika Readers berlibur ke Provinsi Bengkulu, jangan lupa untuk mampir ke Talang Empat, ya. Sebab di sana ada berbagai macam wisata alam yang sangat sayang jika Readers lewatkan. Nah, di Talang Empat merupakan sebuah kecamatan di Bengkulu Tengah, ya.  Sama seperti kecamatan maupun Kabupaten pada umumnya, Talang Empat juga mempunyai Ibu kota, loh Readers yang mana nama Ibu Kota nya adalah kecamatan Karang Tinggi. Talang Empat merupakan hasil dari pemekaran dari Kabupaten Bengkulu Utara, ya Readers. Adapun hasil dari pemekaran ini adalah terciptanya 11 kecamatan yang terus berkembang hingga saat ini.

Nah, salah satu objek wisata yang ada di Karang Tinggi adalah Air terjun pengantin. Yap... Readers tidak salah membaca, ya. Bukan pulau Jawa saja yang terkenal akan air terjun pengantinnya, namun Bengkulu juga memiliki air terjun yang memiliki nama populer itu. Apakah Readers ada yang pernah bermain kesini? Jika belum, mari kita bahas air terjun ini agar bisa Readers pertimbangkan untuk mendatangi nya saat akhir pekan maupun libur panjang, ya. 

Langkah awal, Readers harus menempuh perjalanan dulu selama 1 jam dari Kota Bengkulu. Nah, saat sampai di Gapura Selamat Datang ke Bengkulu Tengah, Readers hanya perlu jalan terus sampai nanti Readers akan menemui pom bensin di sebelah kanan. Lalu, Readers silahkan berhenti sebelum pom bensin itu, ya. Readers akan memasuki jalan yang berada di sebelah pom bensin. Kemudian, Readers bisa berjalan terus sampai ketemu gapura atau taman yang bertuliskan Curug Pengantin. Letaknya berada di sebelah kanan, ya. Untuk pergi kesini, Readers tidak usah khawatir sebab jalanan sudah bisa di akses menggunakan kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat. Selama satu jam perjalanan, Readers tidak akan merasa jemu, sebab Readers akan di temani oleh kota-kota kecil yang akan Readers temui sepanjang perjalanan, belum lagi jejeran pepohonan semakin membuat suasana perjalanan Readers semakin menyenangkan.

Saat sampai di kawasan ini, Readers akan langsung di suguhkan dengan luasnya area parkir yang tersedia disini. Jangan lupa untuk menggunakan alas kaki yang nyaman, karena Readers melanjutkan perjalanan ke tempat ini dengan berjalan kaki, ya. Sesaat setelah sampai, Readers akan dibuat terpukau dengan keindahan yang disuguhkan oleh air terjun pengantin. Meskipun tidak memiliki ketinggian yang terlalu tinggi seperti air terjun pada umumnya, namun air terjun ini masih mempunyai kesan keindahan tersendiri.

Meski dalam kondisi yang tidak terlalu terawat, bukan jadi penghalang untuk para pelancong untuk tetap mendatangi air terjun pengantin. Udara sangat sejuk, rindangnya pepohonan karet serta gemericik air dari air terjum membuat suasana di air terjun pengantin semakin melankolis. Kurang terawat sebab kurangnya perhatian dari Pemda setempat, ya. Bukan kurang terawat seperti banyaknya sampah dimana-mana. Hal ini terjadi karena berlakunya larangan bahwa khusus anak kecil- di larang untuk mandi di kolam air terjun pengantin, sebab dipercaya bahwa pasalnya sering muncul wujud sakral yang mendiami lokasi wisata. Sebenarnya, kemunculan sosok gaib tersebut tergantung pada niat baik dan buruk orang itu sendiri, ya Readers. Kejadian ini pernah dialami oleh salah satu warga lokal desa tersebut, dimana warga itu mengaku bahwa Ia pernah bertemu dengan sesosok pria yang mengenakan pakaian adat lengkap sedang duduk bersila di atas batu yang berbentu petak yang menghadap ke air terjun. Pada saat itu, dirinya sedang bersiap akan pergi menuju ke kebun kopi, yang mana jalan untuk menuju kebun kopi miliknya itu memang melintasi jalan di dekat air terjun pengantin tersebut. Sebab melihat sosok itu, sang warga lokal akhirnya jatuh sakit selama satu minggu penuh, loh Readers.

Di air terjun itu, Readers akan melihat terdapat dua air terjun yang dapat Readers pakai untuk berenang. Namun, bentuk dua air terjun ini berbeda, ya.  Salah satu dari dua air terjun cantik ini merupakan aliran air yang airnya langsung mengalir dari mata air di hulu sungai. Yang konon kabarnya apabila seseorang mandi disana, si pemandi akan memiliki manfaat di luar nalar manusia, loh Readers. Saat memasuki kolam alami dari air terjun pengantin, Readers akan menemukan dua buah batu besar di dalam air yang kerap kali digunakan tempat berpijak bagi para pelancong yang hendak mandi di kolam alami tersebut. 

Selain untuk menikmati keindahan alam yang sangat menyejukkan, ternyata banyak pelancong yang datang kesini untuk tujuan lain, ya Readers. Salah satu contohnya adalah  apabila seseorang mandi di air terjun pengantin tersebut adalah seorang yang belum menikah maka enteng mendapatkan jodoh, apabila seseorang yang mandi adalah seorang yang sudah menikah maka juga akan diarahkan mandi di Air Terjun Pengantin, yang bertujuan untuk kelaknya saat memasuki masa mengandung, sang istri tidak mudah keguguran, nih Readers

Namun, meskipun anak-anak dilarang mandi untuk menghindari dari mitos yang beredar, ada pula sebagian dari orang tua yang 'tidak terlalu' percaya dengn rumor tersebut membiarkan anak mereka bermain di aliran air yang sangat segar ini. Ditambah dengan kedalaman air yang cukup bersahabat untuk anak-anak menjadi daya tarik sendiri bagi pelancong, namun jangan tinggalkan anak-anak untuk bermain sendiri, sebab ada beberapa batu yang licin dan runcing di sepanjang aliran sungai, ya Readers

selain untuk bermain air, Readers juga bisa menjadikan air terjun pengantin sebagai lokasi piknik, loh. Karena suasananya sangat pas untuk dijadikan tempat healing bersama keluarga, membawa makanan atau bekal dari rumah, lalu makan bersama di pondokan yang telah tersedia oleh pedagang setempat, atau jika Readers malas untuk membawa banyak barang, Readers bisa membeli makanan di sekitar air terjun karena sudah banyak penduduk lokal yang berdagang di pinggiran air terjun, nih Readers. Untuk Readers yang membawa makanan atau minuman kemasan, ada baiknya jika Readers membuang sampah makanan itu di tempatnya, ya. Banyak kotak sampah yang di sediakan oleh pihak pengelola demi kenyamanan para pengunjung.

Agar liburan singkat Readers di air terjun pengantin ini berjalan dengan lancar dan penuh dengan kenangan baik, tidak ada salahnya jika Readers mengikuti tips dari writer, ya. Ada beberapa tips yang bisa Readers terapkan sebelum, selama dan sesudah berada di air terjun pengantin. Tips nya adahlah : 

  • Pergi Saat Cuaca Cerah : Salah satu tips aman mengunjungi air terjun pengantin adalah dengan memastikan cuaca yang cukup cerah saat akan berangkat. Jika cuacanya sedang mendung bahkan turun hujan, sebaiknya tunda terlebih dahulu. Pasalnya, Kondisi ini sangat rawan akan resiko karena dapat memicu debit air yang tinggi atau banjir Bah yang dapat membahayakan keselamatan Readers dan pengunjung lainnya. Jadi sebaiknya pertimbangkan dahulu, ya.
  • Berangkat Pagi Hari : Hal ini bertujuan agar Readers tidak akan tergesa-gesa di perjalanan. Selain itu juga, Readers pastinya juga memiliki waktu yang lebih banyak untuk bermain di air terjun bersama teman maupun keluarga. Sehingga, hasrat liburan dapat terpenuhi dengan baik dan lebih tenang dalam menikmati momen. Lebih menyenangkan, bukan?
  • Hindari Air Terjun dengan Aliras Deras : Perhatikan debit air. Meskipun cerah namun debit air yang sedikit mencurigakan adalah awal dari bencana banjir Bah. Siapa yang tahu jika di hulu sungai sedang terjadi hujan yang akhirnya menyebabkan sungai mengirim banjir Bah untuk anak-anak sungai.
  • Segera Menjauh Saat Hujan Tiba : Sudah terlanjur sampai bau hujan? Jika bisa, langsung tinggalkan lokasi air terjun pengantin untuk menghindari debit air yang akan naik.Tidak hanya beresiko banjir dari aliran air terjun, ini juga bisa menyebabkan tebing di sekitarnya longsor akibat debit air meningkat. Jangan sampai terlena dengan keseruan bermain air, Readers juga harus was-was dengan situasi dan kondisi juga, ya Readers.
Dibalik benar atau tidaknya semua rumor tentang sungai air terjun pengantin, ada baiknya jika readers lebih menghargai dan menghormati semua hal yang berhubungan dengan air terjun pengantin. Jangan merusak semua hal yang berhubungan dengn 

Kemurnian Pantai Air Langkap Bengkulu yang Berbumbu Cerita Apik Nan Melegenda

 Kaur dan sejuta pesona. Entah majas seperti apa lagi yang harus Writer ungkapkan untuk menunjukkan sebaik apa citra sebuah wilayah Kaur yang mendiami sisi Provinsi Bengkulu ini. Terlalu banyak hal menarik yang di genggang oleh Kaur, baik itu berupa darat maupun laut. Ia yang ber-Ibu Kota di Bintuhan ini, sangat pintar dalam menarik perhatian para pelancong, baik lokal, luar daerah maupun luar negeri. Hal ini bukanlah sesuatu yang aneh, karena Letak Kabupaten Kaur yang berada di wilayah pesisir. Yang mana wilayah pesisir sangatlah terkenal dengan keindahannya. Sebab pantai yang terbentang di wilayah pesisir ini mempengaruh kondisi iklim di Kaur, yakni berupa siang hari akan terasa sangat panas, hal ini disebabkan karena angin yang berembus itu berasal dari laut yang memiliki uap yang panas. Namun, saat di malam hari kondisinya akan berbanding terbalik yakni Readers akan merasakan angin yang sangat sejuk, karena yang berhembus adalah angin pegunungan dari arah Bukit Barisan yang tinggi.


Banyaknya pantai indah yang ada di wilayah kaur membuat Readers seolah tak pernah puas jika tidak mengunjunginya satu per satu, ya. Nah, ada baiknya jika Readers terlebih dahulu mengunjungi pantai cantik ini terlebih dahulu, namanya Pantai Air Langkap. Mengapa harus mengunjungi pantai ini terlebih dahulu ? Karena Pantai Air Langkap adalah pantai yang baru dibuka untuk umum oleh Pemda setempat. Selama ini, kemurnian Pantai Air Langkap hanya di nikmati oleh sebagian kecil penduduk lokal saja, loh. . Padahal pantai elok ini hanya berjarak sekitar 250 meter dari jalan utama yakni jalan lintas Barat, atau lebih tepatnya di Desa Sukarami Kecamatan Kaur Tengah, Kabupaten Kaur, Bengkulu Selatan. Untuk menuju ke pantai air langkap ini Readers akan melintasi jalan yang di kiri dan kanan jalan akan Readers temui persawahan segar milik warga setempat. Readers ingin menjelajahi pantai eksotis ini ? Boles saja, namun Readersharus menempuh perjalanan selama 6-7 jam perjalanan dengan jarak lebih kurang 245 meter dari Kota Bengkulu menuju Kaur melewati jalan lintas utama yakni, Jl.lintas Barat Sumatera. Kabar baiknya adalah, Readers bisa membawa kendaraan pribadi berupa motor atau mobil saat melewati jalan utama ini, ya. Karena, jalan utama ini mempunyai aksesbilitas jalan yang sangat memadai, jalanan beraspal mulus dan rambu-rambu yang bisa menjadi pemandu masih berguna dengan baik, loh Readers. Dan jangan lupakan bahwa selama perjalanan pun Readers akan di temani oleh beberapa pantai dan hutan lindung yang akan Readers lewati, menyenangkan sekali, kan!


Jika Readers berpikir bahwa 'air langkap' itu dibaca sama seprti yang dituliskan, maka Readers salah besar, ya. Penyebutan kata dari air langkap ini sangat unik, loh Readers. Penywbutannya seperti ini aya’ langkap, dengan tanda baca (‘) sebagai pengganti huruf R didalam bahasa indonesia, membacanya pun seperti penyebutan huruf ‘ain didalam bahasa arab. Hal ini terjadi sebab penduduk setempat tidak menyebut abjad R seperti kebanyakan orang pada umumnya.


Meski baru saja di perkenalkan kepada masyarakat luas namun belum di promosikan secara global, namun antusiasme masyarakat luar terhadap Pantai Air Langkap sangatlah luar biasa, nih. Hal ini terbukti dengan ramainya para pelancong yang menyesaki pantai di saat hari libur nasional maupun di akhir pekan. Mereka berbondong-bondong datang bersama sanak keluarga, pacar bahkan bersama teman-teman. Saat berada di sini, seluas mata memandang maka seluas itu pula keindahan dan kedamaian batin yang akan Readers dapatkan. Kecantikannya yang masih sangat murni yang telah di jaga oleh penduduk lokal secara turun temurun itu berhasil menarik minat para wisatawan.


Saat Readers mengedarkan mata ke arah pinggir laut, mata Readers akan melihat ada bagian air laut yang menerjang masuk ke arah daratan atau dalam bahasa geologinya bisa Readers sebut dengan nama teluk. Nah, air laut yang menerjang masuk dan membentuk sebuah teluk ini memiliki panjang lebih kurang 100 meter dan lebar sehingga fisiknya lebih mirip seperti sungai. Lalu, lebih kedaerah pinggir-pinngir pantai, Readers akan melihat banyak pohon kelapa yang berdiri berbaris, seolah mengundang Readers dan wisatawan lain untuk datang dan berbaring di bawah rindangnya daun kelapa itu. Ditemani oleh kerasnya ombak air yang saling bertabrakan, dan angin yang membelai tubuh Readers lembut, membuat Readers tak ingin pergi dari sana barang sedikit pun. Laut yang memiliki warna cenderung biru kehijauan itu semakin menghipnotis Readers di sepanjang waktu. Semakin lama menatap hamparan air yang menyentuh bibir pantai yang berpasir halus itu, maka selama itu pula Readers semakin 'tenggelam' dalam pesona yang air langkap miliki. Jika ingin mandi pun ,tak apa. Ombak di Pantai Air Langkap tergolong sedang dan masih aman untuk para pelancong, tapi jangan terlalu ketengah karena banyak karang-karang yang tajam, ya Readers.


Apabila dirasa kurang, pihak pengelola pantai akan mempersilahkan Readers untuk snorkeling dan diving, loh. Yang berarti, Readers bahkan bukan hanya menikmati keindahan di darat, namun Readers juga berkesempatan untuk menikmati alam bawah laut yang masih sangat terjaga ini. Dan kemungkinan besar Readers dan para pengunjung akan menjelajahi keelokan terumbu karang yang ada di sekitar pantai maupun di tengah laut. Keanekaragaman tumbuhan bawah laut yang cantik, berpadu dengan berbagai spesies ikan lucu nan unik dan terumbu karang yang warna-warni, menciptakan pengalaman yang tak bisa di ungkapkan dengan sebuah frasa bagi para penyelam dan snorkeler.


Jika Readers sudah sampai ke Kaur dan ingin berkunjung ke Pantai Air Langkap, tidak usah khawatir masalah biaya, ya. Karena pihak pengelola pantai hanya mematok tarif sebesar Rp 2.000 untuk membeli tiket pengendara motor dan Rp. 5000 untuk pengendara mobil.


Selayaknya daerah wisata pada umumnya, Pantai Air Langkap pun turut serta tumbuh dalam bayang-bayang cerita rakyat yang melegenda, diceritakan secara turun temurun hingga saat ini. Salah satu cerita yang sangat terkenal dan masih di percaya hingga saat ini adalah sebuah tragedi yang cukup mengenaskan. Dimana dahulu, ada seorang penduduk setempat yang secara tidak sengaja menemukan mayat yang tertelungkup atau dengan posisi badan menghadap ke bumi. Mayat itu mengapung didalam perairan pantai itu, karena sebelumnya tidak pernah terjadi akhirnya tempat tersebut menjadi terkenal dan disebut dengan dusun  air langkap (aya’ langkap) atau penduduk lokal juga sering menyebut pantai ini dengan dengan nama aya’ besak (air besar). 


Terlepas benar atau salah, terjadi atau tidak, Sebagai pelancong yang datang dari daerah luar, sangat penting bagi Readers untuk tetap menghargai dan meresapi nilai-nilai legenda yang melekat pada tempat wisata yang telah Readers kunjungi. Jangan sampai salah berucap dan malah menjadi bumerang untuk Readers dan orang lain disekitar, ya. Pastikan bahwa Readers dan pelancong lain telah menjaga kebersihan dan menjalankan praktik-praktik berkelanjutan untuk melindungi lingkungan dan keanekaragaman flora dan fauna yang ada di Pantai Air Langkap. Pantai ini adalah sebuah harta alam yang berharga dan menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaganya agar tetap indah dan lestari untuk generasi mendatang.

De Javu di Pantai Pengubaian Bengkulu : 'Pantai Kuta' di Tanah Sumatera

Siapa yang masih 'asing' dengan wilayah paling Selatan Provinsi Bengkulu ini ? Wilayah yang terkenal dengan banyaknya pantai yang eksotis nan mempesona ini sangatlah menarik untuk readers kunjungi untuk berakhir peka maupun liburan panjang. Biasanya pelancong yang menginjakkan kaki di ujung Selatan Provinsi Bengkulu ini adalah orang-orang yang penat dengan perkerjaan yang mereka jalani di setiap harinya, sehingga mereka healing di sini. Nama wilayah menakjubkan ini adalah Kaur. Mengapa bisa wilayah Kaur sangat cantik, ya Readers ? Sebab, secara geografi, wilayah Kabupaten Kaur ini  menempati sebagian besar lereng di bagian barat Pegunungan Bukit Barisan. Sehingga hal inilah yang membuat Kabupaten Kaur sangat kaya akan potensi alam yang indah. Mulai dari pantai, hutan dan pegunungan bersera perbukitan. Ibu kota Kaur sendiri berada di Bintuhan, ya. Lalu sekedar informasi bahwa Kabupaten Kaur lahir bersamaan dengan lahirnya Kabupaten Seluma dan Kabupaten Muko Muko. Dampak positif yang dirasakan oleh masyarakat lokal tentang keadaan wilayah mereka adalah banyaknya mata pencaharian utama penduduk lokal, nih. Jika biasanya di wilayah lain hanya mengandalkan satu atau dua mata pencaharian saja untuk menghasilkan uang, maka penduduk lokal Kaur bisa mengandalkan banyak sektor pencaharian seperti pertanian, perkebunan, dan perikanan.


Karena wilayah yang cukup strategis nan menjanjikan dan bekas daerah jajahan Inggris dan Belanda, menjadikan Kabupaten Kaur mendapatkan berbagai macam suku penduduk, diantaranya adalah Kaur, Lembak, Serawai, Semendo, Pasemah, Pekal, dan berbagai macam asal dan keturunan seperti Minangkabau, Palembang, Aceh, Jawa, Madura, Bugis, dan Melayu, bahkan ada juga yang dari India, Cina. Namun, jika pada dasarnya ada pendatang, maka pasti ada penduduk asli. Lalu, siapakah penduduk asli dari Kaur ? Nah, etnis asli yang mendiami Kaur terlebih dahulu adalah etnis Rejang dan Pasemah, dan mereka adalah etnis terbesar hingga saat ini. Bahkan, semua penduduk ini sangat bangga menampilkan bahwasanya dirinya adalah "Orang Kaur". Duhh,, keren sekali, kan Readers.


Memiliki kawasan yang sangat menjanjikan, membuat penduduk lokal berlomba-lomba untuk 'meng-eksploitasi' semua sumber alam yang mereka punya. Nah, salah satu hasil dari 'eksploitasi' penduduk setempat adalah pantai Pengubaian. Apakah Readers pernah mengunjungi pantai ini ? Jika pernah, maka apa kesan Readers setelah bermain di pantai cantik ini ? Apakah menyenangkan ?


Namun, jika belum jangan berkecil hati, sebab hari ini Writer akan memberikan informasi seputar pantai Pengubaian untuk Readers. Stay tune, ya!



Pantai Pengubaian, begitulah namanya. Pantai yang memiliki nama sama dengan desa yang Ia diami ini adalah pantai yang sangat menarik perhatian banyak pihak, mulai dari pelancong lokal, luar daerah bahkan berhasil go Internasional, loh Readers. Hal ini terbukti dengan intens-nya pelancong mancanegara yang sudah menikmati indahnya pantai cantik ini. Pantai Pengubaian sendiri bahkan di gadang-gadang memiliki pesona yang tak kalah cantik dengan pantai Kuta yang ada di Bali, nih Readers. Untuk memastikan hal ini nyata atau tidaknya, Readers bisa langsung mendatangi pantai ini untuk menilai apakah pantai yang berlokasi di Desa Pengubaian, Kecamatan Kaur Selatan, Kabupaten Kaur itu memang layak untuk mendapatkan pujian sebaik itu, ya. Jika Readers memang telah berniat untuk kesini, welcome to paradise, Readers! Namun, untuk mencapai 'Paradise' ini, Readers harus melakukan perjalanan yang cukup melelahkan, ya. Jika Readers berangkat dari kota Bengkulu Maupun Kota Lampung, Readers harus melewati berbagai kecamatan, kabupaten hingga kota dengan jarak tempuh yang panjang. Jika berangkat dari Kota Bengkulu, Readers harus menumpuh jarak sekitar 233,5km atau setara dengan 6-7 jam perjalanan. Dan jika Readersberangkat dari kota Lampung, Readers akan memerlukan jarak tempuh sekitar 414km atau setara dengan 9-10 jam perjalanan, ya. Apakah sudah terbayangkan selelah apa di perjalanan ? Tapi jangan khawatir, dong. Disepanjang perjalanan pun Readers akan ditemani oleh semilir angin pantai, pepohonan rindang dan sesekali Readers akan melewati hutan yang di lindungi. Perjalanan akan semakin menyenangkan manakala Readers bisa menggunakan kendaraan pribadi baik roda dua maupun roda empat, ya. Karena, jalan lintasnya sudah sangat memadai, loh Readers. Tapi, jika Readers adalah warga lokal dan ingin bermain di pantai Pengubaian, Readers hanya perlu menempuh jarak sekitar sekitar 45 km atau setara dengan waktu sekitar 1 jam dari pusar Kota Kaur.


Ketika akan memasuki pantai, Readers akan kembali melajukan kendaraan sepanjang 2 kilometer pinggir jalan raya utama untuk sampai ke Pantai Pengubaian ini. Barulah setelah sampai, pantai Pengubaian akan segera menggoda Readers dengan wilayah kekuasaannya yang sangat eksotis, hati-hati terhipnotis, ya. He..he..


Yang pertama, Readers akan disapa oleh luasnya area parkir pantai yang mampu menampung puluhan bahkan ratusan kendaraan. Hal ini wajar, ya. Mengingat pantai Pengubaian ini sangatlah populer yang menjadikan pantai ini adalah destinasi wisata yang sangat wajib untuk di kunjungi oleh penduduk lokal maupun daerah sekitar. Apalagi jika di hari libur tertentu, seperti momen lebaran, pantai seolah tidak bisa menampung ramainya hiruk-pikuk masyarakat yang berbondong-bondong bermain di bibir pantai maupun sekedar berjemur di di pasir pantai. Diantara mereka, ada yang memang warga lokal yang datang untuk menghabiskan waktu, ada juga para pemudik yang pastinya menjadikan Pantai Pengubain sebagai salah satu wisat yang wajbi mereka kunjungi saat pulang kampung, dan ada juga wisatawan yang tak sengaja melihat keindahan Pantai Pengubaian saat melintasi Kecamatan ini, ya Readers.

 

Saat bermain di pantai, Readers pasti akan sedikit kalut saat ingin buang air kecil, karena terkedang pantai sendiri jarang menyediakan toilet. Namun jika Readers berwisata di sini, Readers akan melihat toilet yang tersedia secara menyebar di berbagai titik demi menghindari antrian panjang saat ingin ke toilet. Jangan lupa untuk membayar uang setelah menggunakan toilet, Readers.


Mushola puntak luput dari pantauan para pengelola pantai. Mereka menyediakan mushola yang bersih dan terawat untuk jamaah sholat ataupun sekedar istirahat sejenak. Disediakan pula beberapa mukenah dan sarung untuk para jamaah yang ingin sholat, ya Readers.


Pantai tanpa wahana permainan seperti sayur tanpa garam, nih Readers. Wahana permainan adalah pelengkap bagi para pengunjung pantai. Selain bermain air, Readers dan pelancong bisa menghabiskan waktu dengan bermain di wahana permainan. ya. Nah, resto adalah hal wajib terakhir yang turut di sediakan oleh pihak pengelola. Selesai bermain air di pantai, perut akan berdemo meminta jatah, maka dari inilah awal mula terjadinya wisata kuliner dadakan. Sebab, Readers akan berlari kesana kemari untuk menikmati semua makanan lezat yang di jajakan oleh para pedagang, mulai dari masakan seafood yang segar, bakar-bakaran, penjaja seafood keliling dan masih banyak lagi pedagang yang membuka lapak di sepanjang bahu pantai, nih Readers. Jadi, tidak perlu takut untuk kelaparan selama berada di pantai indah ini. Ah, jangan lupakan juga bahwa pihak pengelola pastinya sudah mempersiapkan spot foto yang menarik, baik itu alami maupun telah mendapatkan sentuhan tangan dari pihak pengelola, ya Readers.


Masuk ke area yang lebih dalam lagi, yakni Readers akan menemukan Pantai Pengubayan yang sangat menawan. Meskipun terbilang cukup baru dalam debutnya menjadi pantai yang cantik, pantai ini benar-benar berhasil membuat para pelancong terhipnotis dengan keindahan lautnya. Ia memiliki air yang  sangat jernih, berwarna biru sedikit kehijauan, di taburi dengan pasir pantai yang berwarna putih yang bisa membuat foto Readers menjadi instagramable dalam sekali foto. Keindahan itu ditambah lagi dengan berbarisnya pohon kelapa hijau yang rindang menjadikan suasana di pantai ini sejuk dan sepoy-sepoy khas angin pantai. Ada juga para 'koloni' rerumputan hijau yang tumbuh di sekitar pantai ini yang membuat pantai terasa lebih asri dan pastinya terbebas dari sampah. Semua keindahan ini membuat siapa saja menjadi De javu dengan keindahan pantai Kuta yang ada di Bali. Sebab itulah pelancong sering membandingkan keindahan dua pantai yang sangat luar biasa ini, ya Readers.


Untuk masuk ke wisata alam indah tak terkira ini, Readers cukup mengeluarkan kocek sebesar Rp 5.000 untuk pengendara motor dan Rp 10.000 untuk pengendara mobil saja. Dengan harga tiket sebesar itu, Readers dibebaskan untuk menikmati ke indahan yang luar biasa ini, ya. Jadi, apa lagi yang Readers tunggu. Jadikan Pantai Pengubaian sebagai pantai yang akan Readers datangi di akhir pekan maupun liburan di bulan ini, ya. See you and happy weekend, readers.