Tampilkan postingan dengan label pantai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pantai. Tampilkan semua postingan

Cakrawala Senja yang Jatuh di Pantai Way Hawang Bengkulu

 Jika readers berwisata ke Provinsi Bengkulu, apa halpertama sekali yang akan readers lakukan? atau, akan kemana readers selama berlibur di Provinsi Bengkulu? Pertanyaan ini mudah tapi cukup sulit untuk di jawab, ya readers. Karena Provinsi Bengkulu sendiri sangatlah kaya akan objek wisata baik sejarah maupun alam. Lantas, kenapa Provinsi Bengkulu sangat kaya akan wisata alam dan sejarah? Ini mungkin hal yang cukup menarik untuk readers bahas.



Bukan hal yang mengejutkan jika bumi Rafflesia ini digadang-gadang memiliki banyak objek wisata alam. Bahkan, salah satu daerah di Bengkulu yakni di Bengkulu Utara memiliki julukan sebagai wilayah dengan '1001 terjun', loh readers. Bengkulu memiliki banyak objek wisata karena wilayah Bengkulu adalah salah satu wilayah yang di lintasi oleh Gunung Bukit Barisan dan dengan posisi di bagian Barat Daya Pulau Sumatera dan berada di pantai barat bagian Selatan Pulau Sumatera yang bersinggungan langsung dengan garis pantai Samudera Hindia di sisi barat menjadikan pantai-pantai di Provinsi Bengkulu sangatlah eksotis dan tak tersentuh keindahannya. Dengan posisi pantai yang memiliki air biru kehijauan, dan bibir pantai yang landai sering dijadikan pilihan oleh para pelancong untuk menghabiskan waktu di pantai Bengkulu.


Bengkulu yang kaya akan sejarah karena sejak dari zaman dahulu, jauh sebelum Ibu Fatimah lahir di Bengkulu, tanah rafflesia sudah menjadi salah satu 'sarang' bagi para koloni baik Inggris, Belanda maupun Jepang hingga terbangunnya sebuah Benteng Marlborough, kisah pengasingan Bung Karno dan masih banyak lagi kejadian sejarah yang sebagian besar terjadi di Bengkulu. Hal ini bisa di buktikan dengan banyaknya peninggalan yang ada di Bengkulu, ya readers.


Diartikel kali ini, kita akan membahas salah satu pantai cantik nan eksotis yang ada di Provinsi Bengkulu, ya readers. Jika Kota Bengkulu punya Pantai Panjang yang memiliki garis pantai yang mencapai 7 km dan lebar pantai sekitar 500 meter, loh readers. Maka Bengkulu Selatan memiliki pantai Way Hawang sebagai senjata andalan untuk menarik perhatian para pelancong, nih readers. Pantai yang letaknya di penghujung paling timur Bengkulu ini memiliki pesona yang sangat memikat. Sesaat setelah sampai disini, readers akan langsung melihat banyaknya kendaraan roda dua dan roda empat berjejeran di area parkiran yang telah disiapkan oleh pihak pengelola pantai. Nasib buruknya jika readers datang ke sini saat akhir pekan ataupun di waktu libur nasional, readers akan disuguhkan dengan antrean pengunjung yang ingin masuk gerbang wisata sampai mengular ke jalan lintas karena lokasi wisata berjarak 100 meter dari Jalan Lintas Barat Sumatera.


Kemudian saat sudah memasuki wilayah pantai, readers akan di sambit dengan putihnya pasir pantai Way Hawang dan sebuah teluk, sehingga airnya tampak tenang dan bersih, loh readers. Belum lagi batuan karang yang tersebar di sepanjang pantai dan berbentuk unik hingga barisan bertumpuk pepohonan yang ada di sekitarnya membuat pantai ini terasa begitu sempurna, ya readers. Jangan lupa deburan ombak yang tenang serta air laut yang jernih berwarna biru kehijauan itu bak zamrud yng tenggelam.


Banyak hal yang bisa readers lakukan selama di pantai Way Hawang, seperti readers di perbolehkan untuk berenang di sepanjang bibir pantai, namun tetap berhati-hati terhadap batu karang yang sesekali menyelinap di antara pasir pantai, ya readers. Kemudian readers bisa membawa anak-anak atau teman untuk bermain membangun istana pasir disini, atau jika enggan untuk bermain air-readers bisa melakukan piknik, nih. Readers bisa membawa bekal atau camilan dan minuman dari rumah. Namun, jika tidak ingin repot readers bisa berburu kuliner di sepanjang warung makan yang di buka oleh penduduk lokal, nih readers. Untuk para pencinta fotograpy, readers bisa berburu semua objek menarik selama di pantai Way Hawang, mulai dari pasir pantai, pepohonan cemara, burung camar yang sedang bercengkrama atau readers bisa berburu sunset disini. Sebagai informasi tambahan, nih readers jika Kawasan Pantai Way Hawang ternyata bisa di bilang adalah rumah bagi para penyu, sebab pantai ini sering dikunjungi oleh dua spesies penyu yang hampir punah. Sehingga Badan Konservasi Daerah (BKSDA) Provinsi Bengkulu menetapkan wilayah Pantai Way Hawang sebagai tempat Konservasi kedua penyu tersebut. Duh...Asik sekali, kan readers.


jika belum puas dengan keindahan pantai ini, readers dipersilahkan untuk berkemah di Pantai Way Hawang. Namun, readers harus menyiapkan beberapa persiapan yang lengkap agar dapat berkemah dengan nyaman. Readers juga harus membawa perlengkapan berkemah seperti tenda dan peralatan memasak sendiri, ya. Selain itu, readers juga harus membawa perbekalan yang cukup sehingga tidak kerepotan nantinya, karena dari pantai ke Kota Bintuhan memakan waktu 20 menit. Perbekalan ini meliputi makanan, minuman, obat – obatan dan juga perbekalan untuk readers gunakan bersih – bersih seperti tisu kering serta tisu basah.


Jika readers lihat lebih dekat, readers akan kembali melihat sesuatu yang menarik untuk kesekian kalinya, readers. Yakni adanya sebuah batu besar yang menyerupai sebuah perahu. Batu tersebut diberi nama Batu Jung, atau Batu Perahu yang letaknya berada di tengah-tengah Pantai Way Hawang, loh readers. Apakah readers tahu jika Batu Jung ini memiliki legenda yang sudah mendarah daging di kalangan masyarakat lokal ? Banyak kisah yang tersebar mengenai asal mula keberadaan batu Jung ini.


Ada dua kisah berbeda yang berkembang di masyarakat. Salah satunya adalah Kisah yang hampir mirip dengan cerita Malin Kundang. Setelah Malin menjadi batu, rumor mengatakan bahwa perahu yang dipakai si Malin pun berubah menjadi batu. Perahu yang berubah menjadi batu itu terdapat di Pantai Way Hawang yang diberi nama “Batu Jung”. Kisah yang berkembang selanjutnya adalah tentang seorang saudagar yang kaya raya namun memilik watak yang pelit luar biasa. Suatu hari saudagar itu didatangi oleh seorang kakek tua yang meminta sedikit bantuan darinya, namun saudagar itu tidak mau membantu si kakek dan malah memarahinya. Ternyata si kakek itu adalah si pahit lidah yang datang untuk mengujinya. Maka kemudian si kakek itu tanpa ragu mengucapkan sebuah kutukan yang ditujukan kepada saudagar yang kaya namun pelit tersebut. Sampai akhirnya perahu dari saudagar kaya itu berubah menjadi batu. 


Apakah readers tahu jika untuk bermain di pantai sejatinya mempunyai beberapa tips agar liburan readers selama di pantai berjalan dengan lancar dan aman hingga menghadirkan momen bahagia yang takkan terlupakan. Adapun beberapa tips yang bisa readers lakukan adalah sebagai berikut :

  • Hindari Terpapar Sinar Matahari Langsung : Seperti yang readers tahu bahwasanya sinar matahari paling berbahaya adalah pukul 10.00 - 14.00. Jika readers terlanjur datang ke pantai di saat jam tersebut, tidak ada salahnya jika readers menyewa payung yang biasa digunakan di pantai atau dirikan tenda.
  • Kenakan Topi dan Sunblock : Jangan lupa untuk mengenakan kaus yang berbahan dasar katun  dan mudah menyerap keringat dan topi. Jangan lupa juga oleskan krim tabir surya setiap 2 jam sekali dan setelah keluar dari air. Setidaknya cara ini akan meminimalkan kerusakan kulit akibat terbakar sinar matahari. 
  • Periksa Kondisi Air : Periksalah kondisi air dan gelombang sebelum berenang, ada baiknya jika readers juga bertanya apakah ada ubur-ubur di sekitar bibir pantai (terkena ubur-ubur bisa sebabkan iritasi pada kulit). Jangan paksakan berenang jika kondisi sedang pasang atau ombak terlalu besar. 
  • Berenang : Jangan pernah berenang melewati batas jarak aman agar readers atau anak-anak tidak lepas dari pengawasan penjaga pantai.
  • Awasi Anak-anak : Tidak peduli seberapa aman situasi di pantai, jangan biarkan anak-anak lepas dari penjagaan , ya readers. Laut bisa sangat berbahaya, dan anak kecil biasanya rentan tersapu ombak. 

Saat readers sudah akan menghabiskan waktu di pantai way hawang, pastikan untuk selalu mentaati segala norma-norma yang tertulis maupun tak tertulis yang berlaku di kawasan pantai, ya readers. Jangan membut diri readers dalam keadaan berbahaya. Jadi, tunggu apa lagi ayo segera berkemas dan habiskan waktu liburan readers disini. 

Pantai Sekunyit Bengkulu dan Popularitasnya!

Jika Readers sedang berada di kota Manna untuk liburan bersama teman maupun keluarga, jangan lupa untuk mampir ke salah satu ikon kota Manna, yakni pantai Sekuyit, ya. Diantara banyaknya wisata yang akan Readers kunjungi, pantai Sekunyit termasuk opsi yang sangat menguntungkan untuk Readers jadikan tempat bersantai maupun beristirahat. Mungkin sebagian dari Readers msih asing dengan nama Kota Manna, ya, Sebelum kita lanjut ada baiknya Readers berkenalan dulu dengan Kota kecil namun memikat ini, ya. Kota Manna adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Bengkulu Selatan, Bengkulu, Indonesia. Kota ini juga menjadi ibu kota dari kabupaten tersebut. Sebagai sebuah ibu kota kabupaten, Kota Manna merupakan pusat pemerintahan dan perekonomian penting di wilayah selatan provinsi Bengkulu.




Pantai ini terletak di Dusun Suka Mulya, Desa Pagar Dewa, Kecamatan Kota Manna, dan saat ini tengah menjadi destinasi wisata pantai yang populer di Bengkulu Selatan. Atau jika Readers sedang berada di kota Bengkulu, Readers harus menempuh perjalanan sekitar 142km atau sekitar 3,5jam, ya. Namun jangan panik dulu, dong. Dengan waktu 3,5 jam perjalanan tidak akan terasa jika Readers menikmati perjalanan dengan pemandangan yang akan Readers temukan sepanjang jalan. Readers akan melihat beberapa pantai indah yang menghiasi bibir pantai, deburan ombak yang siap menemani Readers selama perjalanan, belum lagi hamparan pepohonan perkebunan sawit yang berbaris rapi seperti menyambut Readers, ya. Apalagi, Readers bisa menggunakan kendaraan pribadi berupa motor maupun mobil karena akses jalan terpantau cukup baik, beraspal namun ada beberapa bagian yang rusak. Yang jelas, tidak terlalu mengganggu perjalanan. 


Untuk mencapai pantai eksotis ini, Readers tidak membutuhkan usaha yang besar karena lokasi pantai ini berada di pinggir jalan lintas barat Sumatra, berjarak kurang dari 3 KM dengan jarak tempuh kurang lebih 5 menit dari tugu meriam. Sedangkan dari kantor bupati berjarak sekitar 5 KM atau sekitar 8 menit dari pusat Kota Manna, ya. Sebelum memasuki pantai yang indah dan populer di Kota Manna itu, Readers terlebih dahulu harus membayar tiket sebesar Rp 10.000,- per orang, belum termasuk tiket parkir kendaraan, ya Readers. Setelah masuk, Readers pasti langsung berdecak kagum melihat pantai yang terbentang luas dengan air hijau kebiru-biruan seperti warna batu Zamrud. Pantai ini adalah pantai karang dengan bibir pantai yang landai mulai dari desa Sekunyit –Pengubaian – Pasar lama. Belum lagi pasir putih yang sedikit kasar bercampur dengan serpihan karang dari tengah laut dan terbawa ke bibir pantai menambah keindahan pantai Sekunyit. Jangan lupakan pepohonan kelapa yang di yang tumbuh di berbagai titik menjadikan udara semakin sejuk tak terkira. 


Banyak hal yang bisa Readers lakukan disini, seperti piknik- membawa makanan dan minuman dari rumah dan membentang tikar di bibir pantai, menyantap makanan lezat dan bercanda gurau bersama teman maupun keluarga adalah waktu terbaik saat menghabiskan waktu libur bersama, atau ada juga yang bermain pasir di bibir pantai, ya. Atau Readers bisa berjemur- dengan mengoleskan sunblock di area tubuh yang terbuka agar tak terbakar oleh panasnya matahari di siang hari, dan opsi terakhir Readers bisa duduk di pagar penghalang untuk menikmati senja yang menyingsing. Di atas tebing, sering terlihat burung-burung yang terbang mengitari, memberikan pengalaman yang menenangkan dan damai. Sebab, suara deburan ombak di Pantai Sekunyit ini sangat terkenal akan ketenangan yang Ia berikan kepada tiap pelancong yang datang. Apapun pilihannya, Readers akan tetap melakukan hal terbaik selama disini.


Fasilitas yang diberikan oleh pihak pengelola pun cukup banyak, seperti toilet yang cukup bersih bahkan bisa Readers gunakan untuk membersih tubuh kala selesai bermain di air laut yang lengket, kemudian ada juga tempat duduk untuk bersantai, tempat makan yang bisa Readers gunakan sebagai wisata kuliner dadakan disaat perut sedang keroncongan jangan lupakan untuk mencicipi makanan khas dari kota Manna, ya Readers. Dan masih banyak fasilitas lainnya. Nah, jika Readers bosan bermain di pasir pantai, Readers bisa mendatangi bangunan yang dibuat oleh pihak pengelola dengan desain unik yakni seperti Benteng Romawi, dilengkapi dengan berbagai macam patung yang menjadi daya tarik pelancong untuk berfoto kesana dan kemari. Namun sayangnya, karena benteng romawi ini dibuat di pinggir pantai, mengakibatkan benteng ini selalu menjadi sasaran empuk ombak dari waktu ke waktu. Hingga akhirnya, pagar pembatas mulai terkikis sedikit demi sedikit oleh abrasi sehingga menyebabkan  beberapa bagian amblas dan membahayakan para pelancong yang datang. 


Pantai Sekunyit akan 'sesak' saat akhir pekan maupun libur nasional sudah tiba. Pelancong pun bukan hanya penduduk asli saja, namun banyak juga para pendatang yang berbondong-bondong mengunjungi pantai ini guna mengistirahatkan pikiran yang penuh dengan beban. Ada yang datang dari luar kota, provinsi bahkan luar pulau, nih Readers. Hal ini menunjukkan betapa populernya pantai Sekunyit di mata pelancong. Meskipun promosi pantai ini tidak di lakukan secara besar-besaran, namun karena kepopulerannya menjadikan pantai ini sebagai pantai yang wajib untuk Readers kunjungi, ya. Namun, terkadang saat bermain di pantai adal beberapa kendala yang akan Readers hadapi baik besar maupun kecil. Jangan takut, ya. Ada beberapa tips agar liburan ke pantai berjalan lancar dan menyenangkan, sehingga meminimalisir semua kecemasan Readers. Adapun beberapa tips yang harus Readers ketahui yaitu :

  • Pertama, periksa prakiraan cuaca sebelum berangkat. Sebelum Readers menginjakkan kaki ke pantai Sekunyit, ada baiknya jika Readers mengetahui kondisi cuaca panti, ya. Hal ini akan membantu Readers dalam mempersiapkan perlengkapan yang tepat dan menghindari kejutan yang tidak diinginkan. Jangan lupa untuk membawa tabir surya, topi, dan kacamata hitam untuk melindungi kulit dan mata dari sinar matahari yang terik yang bisa membakar kulit, nih. 
  • Kedua, jangan lupa membawa perlengkapan pantai seperti Handuk, pakaian renang, sandal pantai, dan mungkin mainan pantai untuk anak-anak. Jangan lupa untuk membawa air minum yang cukup untuk menjaga hidrasi selama berada di pantai, meskipun Readers bisa membeli di pedagang setempat. 
  • Selanjutnya, Patuhi semua tanda peringatan dan petunjuk keselamatan yang ada untuk menjaga diri Readers sendiri dan orang-orang di sekitar. Jika Readers membawa makanan atau minuman kemasan, jangan lupa menjaga kebersihan pantai. Bawa kantong plastik untuk membuang sampah dan hindari meninggalkan jejak di pantai. 
  • Terakhir, manfaatkan waktu liburan Readers dengan sepenuhnya. Berenang, bersantai di tepi pantai, atau mencoba aktivitas air seperti selancar atau snorkeling. Nikmati indahnya pemandangan, dan jangan lupa untuk berbagi momen liburan dengan foto-foto yang menakjubkan yang bisa Readers pamerkan di laman media sosial Readers, ya.

Dengan mengikuti tips ini, bisa diyakinkan bahwa liburan Readers ke pantai Sekunyit menjadi semakin menyenangkan dan tak terlupakan. Jangan lupa untuk bersikap bijaksana dan tetap menjaga keselamatan diri dan orang lain. Selamat menikmati liburan di pantai yang indah!

Kemurnian Pantai Air Langkap Bengkulu yang Berbumbu Cerita Apik Nan Melegenda

 Kaur dan sejuta pesona. Entah majas seperti apa lagi yang harus Writer ungkapkan untuk menunjukkan sebaik apa citra sebuah wilayah Kaur yang mendiami sisi Provinsi Bengkulu ini. Terlalu banyak hal menarik yang di genggang oleh Kaur, baik itu berupa darat maupun laut. Ia yang ber-Ibu Kota di Bintuhan ini, sangat pintar dalam menarik perhatian para pelancong, baik lokal, luar daerah maupun luar negeri. Hal ini bukanlah sesuatu yang aneh, karena Letak Kabupaten Kaur yang berada di wilayah pesisir. Yang mana wilayah pesisir sangatlah terkenal dengan keindahannya. Sebab pantai yang terbentang di wilayah pesisir ini mempengaruh kondisi iklim di Kaur, yakni berupa siang hari akan terasa sangat panas, hal ini disebabkan karena angin yang berembus itu berasal dari laut yang memiliki uap yang panas. Namun, saat di malam hari kondisinya akan berbanding terbalik yakni Readers akan merasakan angin yang sangat sejuk, karena yang berhembus adalah angin pegunungan dari arah Bukit Barisan yang tinggi.


Banyaknya pantai indah yang ada di wilayah kaur membuat Readers seolah tak pernah puas jika tidak mengunjunginya satu per satu, ya. Nah, ada baiknya jika Readers terlebih dahulu mengunjungi pantai cantik ini terlebih dahulu, namanya Pantai Air Langkap. Mengapa harus mengunjungi pantai ini terlebih dahulu ? Karena Pantai Air Langkap adalah pantai yang baru dibuka untuk umum oleh Pemda setempat. Selama ini, kemurnian Pantai Air Langkap hanya di nikmati oleh sebagian kecil penduduk lokal saja, loh. . Padahal pantai elok ini hanya berjarak sekitar 250 meter dari jalan utama yakni jalan lintas Barat, atau lebih tepatnya di Desa Sukarami Kecamatan Kaur Tengah, Kabupaten Kaur, Bengkulu Selatan. Untuk menuju ke pantai air langkap ini Readers akan melintasi jalan yang di kiri dan kanan jalan akan Readers temui persawahan segar milik warga setempat. Readers ingin menjelajahi pantai eksotis ini ? Boles saja, namun Readersharus menempuh perjalanan selama 6-7 jam perjalanan dengan jarak lebih kurang 245 meter dari Kota Bengkulu menuju Kaur melewati jalan lintas utama yakni, Jl.lintas Barat Sumatera. Kabar baiknya adalah, Readers bisa membawa kendaraan pribadi berupa motor atau mobil saat melewati jalan utama ini, ya. Karena, jalan utama ini mempunyai aksesbilitas jalan yang sangat memadai, jalanan beraspal mulus dan rambu-rambu yang bisa menjadi pemandu masih berguna dengan baik, loh Readers. Dan jangan lupakan bahwa selama perjalanan pun Readers akan di temani oleh beberapa pantai dan hutan lindung yang akan Readers lewati, menyenangkan sekali, kan!


Jika Readers berpikir bahwa 'air langkap' itu dibaca sama seprti yang dituliskan, maka Readers salah besar, ya. Penyebutan kata dari air langkap ini sangat unik, loh Readers. Penywbutannya seperti ini aya’ langkap, dengan tanda baca (‘) sebagai pengganti huruf R didalam bahasa indonesia, membacanya pun seperti penyebutan huruf ‘ain didalam bahasa arab. Hal ini terjadi sebab penduduk setempat tidak menyebut abjad R seperti kebanyakan orang pada umumnya.


Meski baru saja di perkenalkan kepada masyarakat luas namun belum di promosikan secara global, namun antusiasme masyarakat luar terhadap Pantai Air Langkap sangatlah luar biasa, nih. Hal ini terbukti dengan ramainya para pelancong yang menyesaki pantai di saat hari libur nasional maupun di akhir pekan. Mereka berbondong-bondong datang bersama sanak keluarga, pacar bahkan bersama teman-teman. Saat berada di sini, seluas mata memandang maka seluas itu pula keindahan dan kedamaian batin yang akan Readers dapatkan. Kecantikannya yang masih sangat murni yang telah di jaga oleh penduduk lokal secara turun temurun itu berhasil menarik minat para wisatawan.


Saat Readers mengedarkan mata ke arah pinggir laut, mata Readers akan melihat ada bagian air laut yang menerjang masuk ke arah daratan atau dalam bahasa geologinya bisa Readers sebut dengan nama teluk. Nah, air laut yang menerjang masuk dan membentuk sebuah teluk ini memiliki panjang lebih kurang 100 meter dan lebar sehingga fisiknya lebih mirip seperti sungai. Lalu, lebih kedaerah pinggir-pinngir pantai, Readers akan melihat banyak pohon kelapa yang berdiri berbaris, seolah mengundang Readers dan wisatawan lain untuk datang dan berbaring di bawah rindangnya daun kelapa itu. Ditemani oleh kerasnya ombak air yang saling bertabrakan, dan angin yang membelai tubuh Readers lembut, membuat Readers tak ingin pergi dari sana barang sedikit pun. Laut yang memiliki warna cenderung biru kehijauan itu semakin menghipnotis Readers di sepanjang waktu. Semakin lama menatap hamparan air yang menyentuh bibir pantai yang berpasir halus itu, maka selama itu pula Readers semakin 'tenggelam' dalam pesona yang air langkap miliki. Jika ingin mandi pun ,tak apa. Ombak di Pantai Air Langkap tergolong sedang dan masih aman untuk para pelancong, tapi jangan terlalu ketengah karena banyak karang-karang yang tajam, ya Readers.


Apabila dirasa kurang, pihak pengelola pantai akan mempersilahkan Readers untuk snorkeling dan diving, loh. Yang berarti, Readers bahkan bukan hanya menikmati keindahan di darat, namun Readers juga berkesempatan untuk menikmati alam bawah laut yang masih sangat terjaga ini. Dan kemungkinan besar Readers dan para pengunjung akan menjelajahi keelokan terumbu karang yang ada di sekitar pantai maupun di tengah laut. Keanekaragaman tumbuhan bawah laut yang cantik, berpadu dengan berbagai spesies ikan lucu nan unik dan terumbu karang yang warna-warni, menciptakan pengalaman yang tak bisa di ungkapkan dengan sebuah frasa bagi para penyelam dan snorkeler.


Jika Readers sudah sampai ke Kaur dan ingin berkunjung ke Pantai Air Langkap, tidak usah khawatir masalah biaya, ya. Karena pihak pengelola pantai hanya mematok tarif sebesar Rp 2.000 untuk membeli tiket pengendara motor dan Rp. 5000 untuk pengendara mobil.


Selayaknya daerah wisata pada umumnya, Pantai Air Langkap pun turut serta tumbuh dalam bayang-bayang cerita rakyat yang melegenda, diceritakan secara turun temurun hingga saat ini. Salah satu cerita yang sangat terkenal dan masih di percaya hingga saat ini adalah sebuah tragedi yang cukup mengenaskan. Dimana dahulu, ada seorang penduduk setempat yang secara tidak sengaja menemukan mayat yang tertelungkup atau dengan posisi badan menghadap ke bumi. Mayat itu mengapung didalam perairan pantai itu, karena sebelumnya tidak pernah terjadi akhirnya tempat tersebut menjadi terkenal dan disebut dengan dusun  air langkap (aya’ langkap) atau penduduk lokal juga sering menyebut pantai ini dengan dengan nama aya’ besak (air besar). 


Terlepas benar atau salah, terjadi atau tidak, Sebagai pelancong yang datang dari daerah luar, sangat penting bagi Readers untuk tetap menghargai dan meresapi nilai-nilai legenda yang melekat pada tempat wisata yang telah Readers kunjungi. Jangan sampai salah berucap dan malah menjadi bumerang untuk Readers dan orang lain disekitar, ya. Pastikan bahwa Readers dan pelancong lain telah menjaga kebersihan dan menjalankan praktik-praktik berkelanjutan untuk melindungi lingkungan dan keanekaragaman flora dan fauna yang ada di Pantai Air Langkap. Pantai ini adalah sebuah harta alam yang berharga dan menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaganya agar tetap indah dan lestari untuk generasi mendatang.

De Javu di Pantai Pengubaian Bengkulu : 'Pantai Kuta' di Tanah Sumatera

Siapa yang masih 'asing' dengan wilayah paling Selatan Provinsi Bengkulu ini ? Wilayah yang terkenal dengan banyaknya pantai yang eksotis nan mempesona ini sangatlah menarik untuk readers kunjungi untuk berakhir peka maupun liburan panjang. Biasanya pelancong yang menginjakkan kaki di ujung Selatan Provinsi Bengkulu ini adalah orang-orang yang penat dengan perkerjaan yang mereka jalani di setiap harinya, sehingga mereka healing di sini. Nama wilayah menakjubkan ini adalah Kaur. Mengapa bisa wilayah Kaur sangat cantik, ya Readers ? Sebab, secara geografi, wilayah Kabupaten Kaur ini  menempati sebagian besar lereng di bagian barat Pegunungan Bukit Barisan. Sehingga hal inilah yang membuat Kabupaten Kaur sangat kaya akan potensi alam yang indah. Mulai dari pantai, hutan dan pegunungan bersera perbukitan. Ibu kota Kaur sendiri berada di Bintuhan, ya. Lalu sekedar informasi bahwa Kabupaten Kaur lahir bersamaan dengan lahirnya Kabupaten Seluma dan Kabupaten Muko Muko. Dampak positif yang dirasakan oleh masyarakat lokal tentang keadaan wilayah mereka adalah banyaknya mata pencaharian utama penduduk lokal, nih. Jika biasanya di wilayah lain hanya mengandalkan satu atau dua mata pencaharian saja untuk menghasilkan uang, maka penduduk lokal Kaur bisa mengandalkan banyak sektor pencaharian seperti pertanian, perkebunan, dan perikanan.


Karena wilayah yang cukup strategis nan menjanjikan dan bekas daerah jajahan Inggris dan Belanda, menjadikan Kabupaten Kaur mendapatkan berbagai macam suku penduduk, diantaranya adalah Kaur, Lembak, Serawai, Semendo, Pasemah, Pekal, dan berbagai macam asal dan keturunan seperti Minangkabau, Palembang, Aceh, Jawa, Madura, Bugis, dan Melayu, bahkan ada juga yang dari India, Cina. Namun, jika pada dasarnya ada pendatang, maka pasti ada penduduk asli. Lalu, siapakah penduduk asli dari Kaur ? Nah, etnis asli yang mendiami Kaur terlebih dahulu adalah etnis Rejang dan Pasemah, dan mereka adalah etnis terbesar hingga saat ini. Bahkan, semua penduduk ini sangat bangga menampilkan bahwasanya dirinya adalah "Orang Kaur". Duhh,, keren sekali, kan Readers.


Memiliki kawasan yang sangat menjanjikan, membuat penduduk lokal berlomba-lomba untuk 'meng-eksploitasi' semua sumber alam yang mereka punya. Nah, salah satu hasil dari 'eksploitasi' penduduk setempat adalah pantai Pengubaian. Apakah Readers pernah mengunjungi pantai ini ? Jika pernah, maka apa kesan Readers setelah bermain di pantai cantik ini ? Apakah menyenangkan ?


Namun, jika belum jangan berkecil hati, sebab hari ini Writer akan memberikan informasi seputar pantai Pengubaian untuk Readers. Stay tune, ya!



Pantai Pengubaian, begitulah namanya. Pantai yang memiliki nama sama dengan desa yang Ia diami ini adalah pantai yang sangat menarik perhatian banyak pihak, mulai dari pelancong lokal, luar daerah bahkan berhasil go Internasional, loh Readers. Hal ini terbukti dengan intens-nya pelancong mancanegara yang sudah menikmati indahnya pantai cantik ini. Pantai Pengubaian sendiri bahkan di gadang-gadang memiliki pesona yang tak kalah cantik dengan pantai Kuta yang ada di Bali, nih Readers. Untuk memastikan hal ini nyata atau tidaknya, Readers bisa langsung mendatangi pantai ini untuk menilai apakah pantai yang berlokasi di Desa Pengubaian, Kecamatan Kaur Selatan, Kabupaten Kaur itu memang layak untuk mendapatkan pujian sebaik itu, ya. Jika Readers memang telah berniat untuk kesini, welcome to paradise, Readers! Namun, untuk mencapai 'Paradise' ini, Readers harus melakukan perjalanan yang cukup melelahkan, ya. Jika Readers berangkat dari kota Bengkulu Maupun Kota Lampung, Readers harus melewati berbagai kecamatan, kabupaten hingga kota dengan jarak tempuh yang panjang. Jika berangkat dari Kota Bengkulu, Readers harus menumpuh jarak sekitar 233,5km atau setara dengan 6-7 jam perjalanan. Dan jika Readersberangkat dari kota Lampung, Readers akan memerlukan jarak tempuh sekitar 414km atau setara dengan 9-10 jam perjalanan, ya. Apakah sudah terbayangkan selelah apa di perjalanan ? Tapi jangan khawatir, dong. Disepanjang perjalanan pun Readers akan ditemani oleh semilir angin pantai, pepohonan rindang dan sesekali Readers akan melewati hutan yang di lindungi. Perjalanan akan semakin menyenangkan manakala Readers bisa menggunakan kendaraan pribadi baik roda dua maupun roda empat, ya. Karena, jalan lintasnya sudah sangat memadai, loh Readers. Tapi, jika Readers adalah warga lokal dan ingin bermain di pantai Pengubaian, Readers hanya perlu menempuh jarak sekitar sekitar 45 km atau setara dengan waktu sekitar 1 jam dari pusar Kota Kaur.


Ketika akan memasuki pantai, Readers akan kembali melajukan kendaraan sepanjang 2 kilometer pinggir jalan raya utama untuk sampai ke Pantai Pengubaian ini. Barulah setelah sampai, pantai Pengubaian akan segera menggoda Readers dengan wilayah kekuasaannya yang sangat eksotis, hati-hati terhipnotis, ya. He..he..


Yang pertama, Readers akan disapa oleh luasnya area parkir pantai yang mampu menampung puluhan bahkan ratusan kendaraan. Hal ini wajar, ya. Mengingat pantai Pengubaian ini sangatlah populer yang menjadikan pantai ini adalah destinasi wisata yang sangat wajib untuk di kunjungi oleh penduduk lokal maupun daerah sekitar. Apalagi jika di hari libur tertentu, seperti momen lebaran, pantai seolah tidak bisa menampung ramainya hiruk-pikuk masyarakat yang berbondong-bondong bermain di bibir pantai maupun sekedar berjemur di di pasir pantai. Diantara mereka, ada yang memang warga lokal yang datang untuk menghabiskan waktu, ada juga para pemudik yang pastinya menjadikan Pantai Pengubain sebagai salah satu wisat yang wajbi mereka kunjungi saat pulang kampung, dan ada juga wisatawan yang tak sengaja melihat keindahan Pantai Pengubaian saat melintasi Kecamatan ini, ya Readers.

 

Saat bermain di pantai, Readers pasti akan sedikit kalut saat ingin buang air kecil, karena terkedang pantai sendiri jarang menyediakan toilet. Namun jika Readers berwisata di sini, Readers akan melihat toilet yang tersedia secara menyebar di berbagai titik demi menghindari antrian panjang saat ingin ke toilet. Jangan lupa untuk membayar uang setelah menggunakan toilet, Readers.


Mushola puntak luput dari pantauan para pengelola pantai. Mereka menyediakan mushola yang bersih dan terawat untuk jamaah sholat ataupun sekedar istirahat sejenak. Disediakan pula beberapa mukenah dan sarung untuk para jamaah yang ingin sholat, ya Readers.


Pantai tanpa wahana permainan seperti sayur tanpa garam, nih Readers. Wahana permainan adalah pelengkap bagi para pengunjung pantai. Selain bermain air, Readers dan pelancong bisa menghabiskan waktu dengan bermain di wahana permainan. ya. Nah, resto adalah hal wajib terakhir yang turut di sediakan oleh pihak pengelola. Selesai bermain air di pantai, perut akan berdemo meminta jatah, maka dari inilah awal mula terjadinya wisata kuliner dadakan. Sebab, Readers akan berlari kesana kemari untuk menikmati semua makanan lezat yang di jajakan oleh para pedagang, mulai dari masakan seafood yang segar, bakar-bakaran, penjaja seafood keliling dan masih banyak lagi pedagang yang membuka lapak di sepanjang bahu pantai, nih Readers. Jadi, tidak perlu takut untuk kelaparan selama berada di pantai indah ini. Ah, jangan lupakan juga bahwa pihak pengelola pastinya sudah mempersiapkan spot foto yang menarik, baik itu alami maupun telah mendapatkan sentuhan tangan dari pihak pengelola, ya Readers.


Masuk ke area yang lebih dalam lagi, yakni Readers akan menemukan Pantai Pengubayan yang sangat menawan. Meskipun terbilang cukup baru dalam debutnya menjadi pantai yang cantik, pantai ini benar-benar berhasil membuat para pelancong terhipnotis dengan keindahan lautnya. Ia memiliki air yang  sangat jernih, berwarna biru sedikit kehijauan, di taburi dengan pasir pantai yang berwarna putih yang bisa membuat foto Readers menjadi instagramable dalam sekali foto. Keindahan itu ditambah lagi dengan berbarisnya pohon kelapa hijau yang rindang menjadikan suasana di pantai ini sejuk dan sepoy-sepoy khas angin pantai. Ada juga para 'koloni' rerumputan hijau yang tumbuh di sekitar pantai ini yang membuat pantai terasa lebih asri dan pastinya terbebas dari sampah. Semua keindahan ini membuat siapa saja menjadi De javu dengan keindahan pantai Kuta yang ada di Bali. Sebab itulah pelancong sering membandingkan keindahan dua pantai yang sangat luar biasa ini, ya Readers.


Untuk masuk ke wisata alam indah tak terkira ini, Readers cukup mengeluarkan kocek sebesar Rp 5.000 untuk pengendara motor dan Rp 10.000 untuk pengendara mobil saja. Dengan harga tiket sebesar itu, Readers dibebaskan untuk menikmati ke indahan yang luar biasa ini, ya. Jadi, apa lagi yang Readers tunggu. Jadikan Pantai Pengubaian sebagai pantai yang akan Readers datangi di akhir pekan maupun liburan di bulan ini, ya. See you and happy weekend, readers. 

"Raja Ampat" Ala Bengkulu ada di Pantai Komang !

 Pulau Enggano adalah setetes surga yang Tuhan berikan untuk Provinsi Bengkulu. Bagaimana tidak, banyak objek wisata yang mengundang decak kagum dari para penduduk lokal maupun pelancong luar daeah, loh Readers. Meskipun jauh dari Ibu Kota Provinsi Bengkulu, namun nyatanya hal itu tidak berimbas pada ketenaran Pulau Enggano di mata para pelancong, nih. Bahkan ada beberapa pelancong yang telah menjadikan pulau Enggano - khususnya Pantai Komang menjadi salah satu tempat yang akan mereka datangi selama berada di Pulau Enggano. Meskipun membutuhkan fisik dan waktu yang ekstra untuk mencapai Pulau ini, namun Readers maupun pelancong lain takkan kecewa sesaat memijakkan kaki di pulau yang berair biru ini. Apakah Readers tahu jika perjalanan dari kota bengkulu ke Pulau Enggano sangatlah memakan waktu yang lma ? Ya, itulah yang akan Readers lewati jika ingin menginjakan kaki di pulau yang terkenal akan pisangnya ini. Sebab, rute perjalanan Readers bukanlah perjalanan darat, namun Readers akan menempuh perjalanan laut, ya. 


Apabila Readers berangkat dari Kota Bengkulu, maka untuk mencapai Pulau Enggano langkah awal yang harus Readers lakukan adalah , Readers terlebih dahulu berkendara ke Pelabuhan Pulau Baai kemudian naik kapal ferry yang akan mengantar Readers ke Pulau Enggano dengan durasi sekitar 10 – 12 jam perjalanan tergantung kondisi air laut, ya Readers. Namun, jika Readers tidak ingin terlalu jauh menaiki kapan, Readers bisa terlebih dahulu berkendara ke Manna, Bengkulu Selatan dan di lanjuti dengan menaiki kapal ferry. Sebab, Pulau Enggano berjarak 145 km dari Kota Bengkulu tapi jarak Pulau Enggano Ke Manna, Bengkulu Selatan hanya berjarak 95 km. Kemudian Readers akan berlabuh di Pelabuhan Kahyapu di Desa Kahyapu.Nah, ini belum sepenuhnya sampai di tujuan, ya Readers sebab setelahnya, perjalanan Readers kembali dilanjutkan dengan sepeda motor menuju Desa Banjar Sari sekitar 37 km. Kemudian, dari Desa Banjar Sari, perjalanan dilanjutkan dengan perahu nelayan sekitar 2 jam menuju ke daerah yang disebut Sebalik. Namun sepanjang perjalanan itu Readers tak akan merasa bosan sedikitpun karena selama mengarungi laut ini, Readers akan disuguhkan dengan keindahan alam bawah laut. Apalagi terumbu karang yang tumbuh dengan subur dan di 'huni' oleh beberapa koloni ikan hias, loh Readers. Belum lagi jika Dewi Keberuntungan sedang berbaik hati, maka Readers bisa dengan mudah melihat lumba-lumba yang sedang berlari riang di lautan yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia ini. Belum sampai ketempat tujuan saja, Readers sudah mendapatkan pengalaman yang berharga, bukan. Pulau Enggano merupakan pulau terdepan di Samudera Hindia menjadikan Pulau ini sebagai pulau terluar di Indonesia.


Atau, jika Readers benar-benar tidak sabar untuk mengunjungi pulau Enggano namun enggan untuk berlama-lama dalam perjalanan, Readers bisa menggunakan jalur alternatif lainnya yakni menggunakan pesawat kecil, ya. Kemenhub memberikan subsidi tarif penerbangan rute Bengkulu-Enggano dengan cukup terjangkau yaitu sebesar Rp 306.920 untuk sekali penerbangan. Sementara tarif penerbangan untuk rute Enggano-Bengkulu Rp 255.320.



Bagi Readers yang penasaran pulau ini dimiliki oleh siapa, sini Writer bantu jelaskan, ya. Pulau Enggano bukanlah pulau pribadi sebab secara administrasif, Pulau Enggano sudah ditetapkan sebagai Kecamatan Pulau Enggano, bagian dari Kabupaten Bengkulu Utara. Dimana pulau ini jug memiliki beberapa desa seperti Desa Malakoni, Meok, Banjarsari, Kaana, Apoho, dan Desa Kahyapu, yang ber-Ibu Kota dengan Kecamatan Desa Kahyapu. Enggano merupakan wilayah masyarakat adat Enggano yang terdiri dari Suku Ka’ahoa, Kaitora, Ka’arubi, Kauno, Kaharuba dan Kaamay (suku pendatang), ya Readers.


Selain cantik yang menghipnotis, pulau komang ternyata memiliki ciri khas tersendiri, loh Readers yakni berupa batu yang berlubang. Bentuknya cukup lucu seperti pintu sebuah pintu gerbang. Belum lagi laguna yang siap menyambut Readers di dekat batu bolong itu. Banyak ikan kecil yang berenang kesana kemari, entah terjebak atau mereka sengaja bermain di laguna cantik ini. Karena laguna tercipta secara alami, jadi perbedaan kedalamannya berbeda-beda. Jika Readers sudah tidak sabar untuk berenang, tidak masalah sebab laguna ini memiliki kedalaman yang relatif aman karena tidak begitu dalam. Namun, Readers selalu berhati-hati dalam melangkah, sebab laguna dan sekitaran batu bolong hampir dipenuhi oleh karang, ya. Jangan sampai terluka, usahakan memakai sepatu karet khusus untuk berenang. 


Jika ingin malakukan hal yang lebih seru, Readers bisa melakukan snorkeling atau diving juga sangat bisa.  Ditambah dengan kadar garam air laut di pantai ini sangat tinggi, sehingga para pelancong yang sedang melakukan olahraga air ini akan merasakan sensasi melayang saat berada di air, jadi jangan khawatir akan tenggelam, ya Readers. Namun, di pantai tapi arusnya lumayan deras, jadi jika Readers adalah seorang pemula, lebih baik mandi di laguna saja, ya. Agar tidak terseret oleh ombak.


Tak kalah dengan keindahan di daratan, kecantikan di bawah laut pun berhasil membuat mata Readers terpanah seketika. Karena, terumbu karang dan ikan sudah berhasil dalam menjaga kecantikan alam bawah laut. Ikan-ikan hias maupun ikan lainnya membentuk koloni berlari ke kiri dan kanan seolah saling berkejaran satu dengan yang lainnya. Selain hasil kerja keras para penghuni bawah laut, keindahan pantai ini juga hasil dari sedikitnya para pelancong yang bermain disini. Untuk bermain di Pantai Komang tidak bisa sembarang, ya Readers. Sebelum berangkat pastikan Readers sudah memantu cuaca sekitar, karena jika Readers memaksa untuk tetap datang meskipun cuaca buruk, bisa-bisa Readers akan bertemu dengan arus pantai yang sangat deras.


Saat kesini, bawa logistik yang penting saja, seperti air minum dan makanan ringan. Sebab pemilik perahu yang akan Readers sewa akan mencarikan ikan untuk para pelancong, loh. Ikan segar yang diambil langsung dari laut sangat menggugah selera, bukan. Ikan itu akan di bakar di atas api unggun bersamaan ranting-ranting kecil yang di ambil dari pepohonan sekitar bibir Pantai Komang. Meranjak petang, Readers akan kembali berdecak kagum kala senja mulai menampakkan diri. Matahari yang menguningkan awan di tambah semilir angin yang dikirimkan oleh ombak benar-benar membuat Readers merasa seperti berada di pulau pribadi disini.

 

Lalu saat perjalanan pulang, saat kegelapan mulai menelan bumi, Readers akan melihat melihat banyak sekali sinar keperakan di sekitar kapal, terutama di percikan air ketika kapal melaju. Apakah itu? Ternyata itu plankton. plankton merupakan sumber makanan dari sebagian besar hewan laut yang ada di laut bebas, ya. Cantik sekali. Setelah pulang dari seharian bermain di Pantai Komang, Readers bisa menginap di beberapa penginapan yang di kelola oleh penduduk lokal, ya. nah, Terdapat sejumlah hotel yang tersedia di Pulau Enggano dan bisa dipesan secara online maupun offline :


  • Kaana Beach Camp and Resort (Desa Kaana, Kec. Enggano 0813-1700-1999)
  • Homestay Syifa Pelangi Enggano (Desa Meok, Kec. Enggano 0853-7874-7878)
  • Hotel Wisata Berlian Enggano (Desa Kahyapu Kec. Enggano)

Dari banyaknya keindahan yang di miliki pulau di Indonesia, Raja Ampat cukup pantas di sandingkan dengan pulau Enggano ini. Kesadaran masyarakat lokal tentang betapa pentingnya sebuah kebersihan dan merawat alam menjadikan pulau Enggano sangat populer akan keindahannya. Dampak yang sangat positif yang turut di rasakan oleh masyarakat lokal. Jadi tunggu apa lagi Readers ? ayo berkemas dan ajak teman berserta keluarga Readers berlibur ke Pulau Enggano dan Pantai Komang sekarang juga, ya. 

Pantai Pandan Wangi : Sebuah Ambisi Penduduk Lokal Mukomuko, Bengkulu

Jika Readers kebetulan sedang berlibur di Mukomuko, Bengkulu Utara jangan lupa untuk mampir ke Pantai Pandan Wangi, ya Readers. Sebab ini adalah pantai yang sangat di unggulkan oleh masyarakat lokal. Emang secantik apa sih sampai di unggulkan ? Duh... jadi penasarankan. Namun, sebelum Readers mengunjungi Pantai Pandan Wangi, ada baiknya jika Readers terlebih dahulu berkenalan dengan Mukomuko, ya. Sebab, tak kenal maka tak sayang, begitulah pepatahnya. 


Bagi readers yang sering wara-wiri ke Bengkulu-Sumatera Barat atau sebaliknya, pasti tidak akan asing dengan nama kota ini, yakni kota Mukomuko. Selain di juluki sebagai Bumi rafflesia, kawasan Bengkulu utara ini memiliki julukan lain, loh Readers. Yakni wilayah rantau Minangkabau, atau lebih dikenal dengan daerah Riak nan Berdebur yang artinya adalah daerah yang memiliki panjang sepanjang Pesisir Pantai Barat dari Padang hingga Bengkulu utara. Namun, meskipun sebenarnya masih masuk kawasan pesisir Barat nyatanya wilayah Mukomuko telah dimasukkan ke dalam administratif Bengkulu (Bengkulen) di masa kolonial Inggris , nih Readers


Sejak pengakuan administratif itu, wilayah Mukomuko resmi berbisah dari serumpunnya. Hal ini terus berlanjut hingga masa penjajahan berakhir. Di tahun 1967, Pengiriman transmigran ke Bengkulu semakin, apalagi diperkuat dengan keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1973 yang menyatakan bahwasanya menetapkan Provinsi Bengkulu dan sembilan provinsi lainnya sebagai tujuan daerah transmigrasi di luar pulau Jawa. Nah, tujuan utama para trasmigran adalah Bengkulu Utara, nih Readers. Hal ini masih berlanjut hingga di tahun 2004, Bengkulu kembali mendapatkan 'tamu' tambahan transmigran. Usut punya usut mengapa banyak transmigran banyak yang ikut program ini adalah karena setiap keluarga transmigran akan diberikan sebidang tanah berukuran dua hektare. Karena mayoritas transmigran dari Jawa adalah petani, hal ini tentu tak di sia-siakan oleh mereka. 



Sebab pertumbuhan penduduk yang pesat dan banyaknya peserta transmigran, menyebabkan terjadinya pergeseran suku penduduk di wilayah Kabupaten Mukomuko. Yang hasilnya adalah penduduk pendatang asal Jawa sudah melebihi kapasitas jumlah penduduk asli Mukomuko itu sendiri, Sehingga apabila Readers lihat secara kasat mata, penduduk asli Mukomuko menjadi minoritas di sini. Tak menjadi masalah, asalkan selalu rukun dan toleransi, ya Readers.


Meskipun banyak memiliki laut dengan potensi yang besar, namun itu tidak menjamin mata pencarian masyarakat lokal, ya Readers. Perlu diingat jika peserta trasmigran adalah seorang petani yang di berikan tanah seluas dua hektar per kelapa rumah tangga yang menjadikan Kabupaten Mukomuko lebih unggul di sektor perkebunan komoditas seperti kelapa sawit, karet, dan kelapa dalam. Kemudian ada juga hasil pertanian utama berupa tanaman pangan yang meliputi padi, jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, kedele, kacang hijau. Sektor pertanian yang meliputi tanaman pangan, perkebunan, peternakan, kehutanan, dan perikanan menjadi tulang punggung perekonomian daerah ini. Dari hasil pertanian ini berdampak besar juga terhadap perdagangan. Meskipun hanya berbasis ibu kota kabupaten, namun Mukomuko turut di perhitungkan, nih. Sebab perdagangan di wilayah Mukomuko tidaklah main-main. Sebab, Mukomuko memiliki lokasi yang cukup strategis, dimana Ia berdiri di tengah-tengah jalan lintas Dua Kota besar yaitu Kota Padang dan Kota Bengkulu. Belum lagi di tambah dengan nfrastruktur yang mendukung, kualitas sumber daya manusia yang memadai, potensi sektor manufaktur, perdagangan dan jasa yang sedang berkembang sebab pertumbuhan ekonomi yang tinggi Terutama daerah-daerah sekitarnya, menjadikannya sebagai sebuah kota yang menarik dan berdaya jual bagi para investor.


Meskipun perkebunan dan pertanian adalah poin utama disini, namun jangan lupakan bahwa Mukomuko memiliki lajur pantai yang sangat indah. Salah satu pantai yang sangat indah itu adalah pantai Pandan Wangi. Nah, pantai yang dihiasi dengan pohon cemara yang berjejer rapi nan cantik ini berlokasikan di jalan lintas Bengkulu-Sumatera Barat, tepatnya di Kelurahan Koto Jaya, Kecamatan Kota Mukomuko, Kabupaten Mukomuko. Atau Readers hanya perlu menempuh jarak  9,4 kilometer dari Kota Mukomuko, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, ya.


Sebenarnya tanpa mendapat 'sentuhan' dari tangan manusiapun, Pantai Pandan Wangi sudah memuaskan. Pantai Pandan Wangi bersebrangan langsung dengan pasir putih keabu-abuan yang halus, batuan alami yang menarik perhatian, serta jangan lupakan barisan pohon cemara yang berdiri teguh menambah keindahan panorama alam yang dimiliki Pantai Pandan Wangi. Namun sepertinya, kata memuaskan saja tidak cukup untuk penduduk lokal. Oleh sebab itu, mulailah tercetus gerakan memperindah pantai yang di lakukan oleh penduduk lokal itu sendiri. Penduduk membutuhkan kata '' Takjub'' dibanding dengan kata ''puas''. Sejak saat itu, penduduk lokal mulai membenahi setiap sudut yang ada sepanjang pantai Pandan Wangi. Mereka mulai menjadikan Pantai Pandan Wangi sebagai sebuah destinasi wisata unggulan di kelurahan Koto Jaya. Selain itu, ada 3 wahana yang bisa Readers nikmati saat mengunjungi Pantai Pandan Wangi, seperti sewa motor ATV seharga Rp 100.000,- per jam dan wahana kereta mini Rp 10.000,- per orang, serta wahana outbound Rp 10.000,- per orang, loh. Fun fact dari pantai ini adalah pantai Pandan wangi mauk dalam kategori pantai terbersih di Mukomuko. Jadi, Readers percayakan sebesar apa masyarakat berambisi untuk menjadikan pantai pandan hijau sebagai destinasi unggulan. 


Untuk masuk kesini, Readers dikenakan tiket berserta parkir kendaraan, ya. Rp 10.000,- untuk parkir motor dan Rp 20.000,- untuk parkir mobil. Namun jika Readers ingin bermain wahana lain, Readers harus memberikan kocek lebih, ya. Jangan takut kelaparan sebab banyak warga lokal yang membuka tempat makan, baik makanan khas maupun makan nusantara, nih. Jadi sambil santai Readers juga bisa santap kuliner ala-ala selebgram, dong. 


Banyak hal yang bisa Readers lakukan disini, seperti Readers bisa bersantai di bawah pohon cemara yang tumbuh dengan subur di sepanjang garis Pantai Pandan Wangi. Atau jika berkenan, Readers diperbolehkan untuk berenang di air yang jernih ini tapi diharapkan untuk melihat kondisi cuaca terlebih dahulu, jika ada tanda-tanda akan badai laut lebih baik Readers bersantai saja, ya. Piknik juga bisa menjadi opsi menarik yang bisa Readers lakukan disini, membawa makan dan minuman dari rumah dan makan bersama keluarga ditemani oleh ributnya angin laut dan deburan ombak, adalah momen yang sangat menenangkan. Jika Readers adalah anak senja, jangan berkecil hati sebab Readers juga bisa sekadar duduk du bibir pantai sambil mengagumi keajaiban matahari terbenam yang memanjakan mata. Duh... tertarik mencoba ? Selain semua hal yang menarik, diketahui bahwa pantai ini juga telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang sangat memadai, seperti jalur khusus yang dilalui oleh kendaraan, toilet umum yang bersih, mushola, ruang karaoke, restoran besar, serta pondok-pondok nyaman yang berdiri di sepanjang pantai. Tak heran jika di masa libur akhir pekan maupun libur nasional, pantai cantik ini menjadi sangat ramai dikunjungi oleh penduduk lokal maupun luar daerah.

 

Terkadang, Pantai Pandan Wangi menjadi 'sasaran empuk' para panitia penyelenggara event tertentu, contonya adalah mengadakan acara hiburan rakyat di pantai yang biasanya hiburan ini digelar pada hari-hari besar seperti lebaran dan tahun baru. Hal ini dikarenakan daya tarik pantai yang begitu memikat dan bertujuan juga untuk mengenalkan Pantai Pandan Wangi ke pihak luas daerah. Wah.. cukup kreatif, ya Readers. Dengan segala keistimewaannya, Pantai Pandan Wangi menawarkan sebuah pengalaman tak terlupakan, unik nan menyenangkan. Jadi tunggu apa lagi Readers, ayo kemasi barang dan nikmati liburan akhir pekan sekarang juga !