Tampilkan postingan dengan label wahana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wahana. Tampilkan semua postingan

'Kembang Desa' Kota Curup : Wahana Annisa Bengkulu

 Untuk sebagian besar masyarakat Provinsi Bengkulu dan Provinsi sekitarnya menjadikan Curup sebagai salah satu pilihan saat akhir pekan maupun hari libur nasional yang terkadang memiliki waktu yang cukup panjang. Bukan tanpa alasan Curup selalu menjadi tempat terbaik untuk menghabiskan waktu bersama teman maupun keluarga. Nilai plus dari Curup yakni Ia selalu memiliki banyak keindahan, baik keindahan alam maupun perkebunan. Apakah ada di antara Readers yang masih belum tahu kondisi dari primadona Provinsi Bengkulu ini ? Jika belum, tidak ada salahnya dong jika Readers berkenalan terlebih dahulu dengan Curup agar bisa membayangkan secantik apa Curup itu. Check this out !


Curup atau biasa di kenal dengan Curup Kota oleh sebagian pihak adalah sebuah kecamatan dan merangkap menjadi ibu kota kabupaten di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Nah, sebelum menjadi bagian dari Provinsi Bengkulu, nyatanya di masa lalu kota ini pernah berkedudukan sebagai ibu kota Provinsi Sumatera Selatan, loh Readers. Dengan Dr. A. K. Gani sebagai gubernur militernya. Nama Curup sendiri berasal dari bahasa Rejang yang dimelayukan dimana Suku bangsa Rejang (Tun Jang) dari marga Selupu Rejang dan Bermani UluRejang merupakan penduduk asli di kawasan indah ini. Namun, seiring berjalannya waktu, sedikit demi sedikit masyarakat mulai berdatangan untuk mendiami wilayah ini, mereka terdiri dari suku- suku Jawa, Minangkabau, Tionghoa, Serawai, Lembak, Sunda, dan berbagai suku dari Sumatera Selatan.


Secara geografis, Curup adalah daerah yang 'menyedihkan' sebab Ia adalah daratan yang terkurung pada hamparan luas yang dikelilingi oleh fragmen-fragmen Bukit Barisan hampir di segala sisinya. Hamparan yang luas ini dikenal masyarakat lokal sebagai luak. Dikarenakan Sungai Musi melintasi luak yang dimaksud, hamparan tempat Curup dan kecamatan-kecamatan di sekitarnya berada dikenal sebagai Luak Ulu Musi. Namun, ternyata dengan luasnya hamparan dan di tunjang dengan perairan baik dari sungai maupun dari bukit berserta udara yang sejuk menjadikan Curup sebagai lumbung sayur dan buahan untuk wilayah sekitarnya, seperti Ibu kota Bengkulu dan Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan.


Seperti wilayah pada umumnya, Curup juga mempunyai bahas adaerah asli yang dituturkan di Curup. Nah bahasa ini adalah bahasa Rejang dialek Selupu atau Ulu Musi. Namun, saat ini bahasa daerah mulai tergerus dan kehilangan penutur, sebab terjadinya melayuisasi atau semakin umum dan menguatnya bahasa Melayu yang dipergunakan sebagaibahasa utama masyarakat Curup. Generasi Rejang yang sekarang secara umum sadar bahwa mereka adalah suku Rejang, tidak memiliki kemampuan dalam berbahasa Rejang, nih Readers. Mereka juga tidak turut diajarkan bahasa asli oleh orang tua menyebabkan bahasa Rejang mengalami kegagalan transmisi dan terancam punah, loh Readers.


Oke, kembali ke topik.




Wahana Annisa berlokasikan di Jalan Lintas Simpang Nangka-Taba Mulan di Kelurahan Simpang Nangka Kecamatan Selupu Rejang atau jika Readers pergi dari pusat kota Curup, Readers akan menempuh perjalan sekitar 8 KM, namun apabila Readers berangkat dari pusat kota Bengkulu, maka Readers akan menempuh perjalanan sekitar 93km, ya Readers. Saat Readers sudah sampai di bundaran simpang nangka, wahana Annisa ini berada disisi kiri jalan dan lokasinya berada tepat sebelum jembatan air meles atas atau biasa dikenal juga dengan nama jembatan kalong oleh penduduk lokal.


Mungkin, sebagian dari Readers maupun pengunjung yang lain masih asing dengan nama wahana ini. Tapi jika Readers sudah disini, dapat dipastikan bahwa Readers tidak akan kecewa, loh. Konsep wahana Annisa ini cukup unik sebab ia berada diarea persawahan yang berundak, sehingga akan menjadi pemandangan yang cukup bagus terutama saat musim tanam maupun musim panen. Anak-anakpun bisa belajar mengenai sistem kerja pada sawah. Untuk biaya masuk objek wisata ini untuk anak-anak dan dewasa itu Rp 10 ribu per orang sedangkan untuk balita Rp 5 ribu per orang. Jika Readers takut akan kedalaman kolam yang ekstrim, maka Readers tidak akan menemukannya disini, ya. Sebab, kedalam kolam renang yang paling dalam hanya sekitar 80 cm saja, sehingga tentunya cukup aman untuk anak-anak berenang, tapi untuk berjaga-jaga silahkan Readers selalu awasi anak, ya agar tidak terjadi hal yang tk diinginkan semua orang. Nah, selain kolam renang, ada juga pelengkap yang membuat si kecil semakin ceria, ya. Yakni terdapat dua tempat perosotan untuk anak-anak serta ada replika cangkang kerang besar yang bisa digunakan oleh anak-anak maupun pengunjung dewasa berfoto didalam cangkang kerang tersebut. Jadi, seolah Readers baru keluar dari cangkang kerang, ya. He..he..


Selain itu, disekeliling juga kolam yang dihiasi oleh patung jamur yang cukup besar serta satu satu patung ikan lumba-lumba yang bisa mengeluarkan air dari mulutnya. Konsep tersebut tentunya sangat disukai oleh anak-anak. Adapun air yang digunakan untuk mengisi kolam pemandian ini berasal dari langsung bersumber dari mata air hangat yang berada dibagian atas, dimana disumber mata air tersebut di bangun bak penampungan kemudian di saring dan baru dialirkan menggunakan pipa ke kolam renang. Meskipun saat tiba di kolam airnya sudah tidak terlalu hangat lagi, ya Readers. Sebagai edukasi bahwa kolam renang yang airnya terus mengalir tanpa henti jauh lebih bersih. Sementara kolam dengan sistem filtrasi umumnya cepat keruh dan biasanya tak jarang juga mengandung obat-obatan atau zat kimia, jadi berbahaya jika sampai tertelan, ya Readers.


Jam buka wahana Annisa yakni di mulai dari pagi hingga pukul 19.00 WIB. Jadi Readers bisa berpuas-puas bermain disini, ya. Belum lagi tersedianya berbagai fasilitas umum yang memadai seperti kamar mandi dan kamar mandi yang berguna untuk barganti baju, lalu ada juga saung atau pondokan- jadi jika Readers sekalian ingin piknik disini juga bisa, ya. Dengan cara membawa makanan dan minuman sendiri dari rumah, tapi jika membawa minuman dan makanan kemasan dari rumah ada baiknya jika Readers membawa kantong plastik untuk membuang sampah, ya. Lalu ada juga spot-spot yang menarik dan aestetik, dimana para pengunjung bisa dengan riang berfoto bersama keluarga di berbagai sudut di kawasan wahana Annisa, nih Readers. Aduh.. Sudah kebayang seberapa serunya nanti jika Readers bisa menghabiskan waktu bersama keluarga disini ?

 Agar liburan Readers di wahana Annisa semakin menyenangkan, ada beberapa tips yang bisa Readers lakukan selama disana, apa saja tips-nya . Ayo kita lihat bersama, ya.

  • Bawa Semua Keperluan Berenang : Tak apa jika Readers terlihat sangat bersemangat dalam mempersiapkan keperluan si kecil maupun diri sendiri. Paling tidak, siapkan perlengkapan renangnya sepertibaju, kacamata, pelampung, kemudian jangan lupan gunakan anak sandal jepit yang tidak licin, baju ganti, perlengkapan mandi, tas untuk menampung baju basah, ya Readers.
  • Datang pada pagi hari : Jika Readers akan datang saat musim liburan, maka pastikan untuk datang lebih pagi. Sebab, biasanya wahana Annisa akan penuh, meski di hari kerja sekalipun. Minimal satu hari sebelum kunjungan, Readers sudah mengecek informasi tentang jam buka agar waktu Readers dan keluarga tidak banyak terbuang. Selain menghindari kepadatan pengunjung, datang pada pagi hari juga akan membuat anakmu berenang di cuaca yang belum terlalu terik.
  • Kenakan pakaian berwarna cerah : Yang tak kalah penting adalah pastikan anak mengenakan pakaian berwarna cerah. Trik ini akan memudahkan Readers dan anak-anak untuk saling menemukan satu sama lain di tengah-tengah keramaian di wahana Annisa, apalagi jika sedang musim liburan, maka biasanya wahana akan ' sesak' oleh pengunjung. Namun, meskipun sudah mengenakan pakaian berwarna cerah, tetap jaga si kecil untuk selalu berada di dekat Readers, ya!

Nah, itulah tadi beberapa tips penting yang boleh Readers terapkan saat akan melakukan liburan di Wahana Annisa bersama keluarga bear maupun bersama teman, ya. Selamat bersenang-senang dan sampai jumpa, Readers