Sepenggal Kisah dari Panglima Perang Tanah Jawa Untuk Bumi Rafflesia : Makam Sentot Ali Basyah Bengkulu

Bumi Rafflesia, adalah salah satu wilayah yang sempat disinggahi oleh Belanda. Para koloni Belanda menjajah Bengkulu selama 5 tahun. Meskipun hanya lima tahun, namun penduduk Bengkulu sangatlah tertekan sebab tidak pernah merasa aman akan kehadiran Belanda. Namun, sebelum Belanda berhasil menjajah Bengkulu, terlebih dahulu penjajah Inggris yang menduduki Bengkulu. Belanda bisa menginjakkan kaki di Bengkulu bukan tanpa alasan, ya Readers. Sebab, terjadinya pertukaran karena sebuah perjanjian London (Treaty Of London) yang di tanda tangani pada tanggal 17 Maret 1824 oleh kedua belah pihak, kemudian di pelaksanaan penyerahannya itu pada tanggal 06 April 1825, yang berisi Inggris melepaskan semua daerah kekuasaan nya dan menyerahkan Bengkulu pada pihak Belanda. Sebagai penukaran nya Belanda mmenyerahkan Singapore.


Banyak kekacauan yang berkedok sebuah kebijakan yang membuat para penduduk asli Bengkulu meradang namun tak bisa berbuat apa-apa. Bukan hanya berlaku di Bengkulu, tapi Belanda juga menjalankan kebijakan ini di seluruh wilayah kekuasaannya. Kebijakan 'gila' itu seperti sistem kolonial yang berdasaarkan pada penguasaan, keunggulan militer, dan politik mendapatkan keuntungan ekonomi yang sebesar-besarnya. Akibat kebijakan ini menyebabkan Seorang Panglima perang hebat asal tanah Jawa di asingkan di Bengkulu. Meskipun diasingkan, panglima perang yang bernama Sentot Ali Basyah itu diminta oleh Belanda untuk membantu serdadu Belanda melawan Kaum Paderi yang memberontak di Sumatera Barat. Karena tak ingin di perbudak, sewaktu di Sumatera, ia secara diam-diam melakukan siasat kerja sama dengan Imam Bonjol dan pasukannya. Hal itu diketahui Belanda dan membuat ia kembali dipanggil ke Batavia untuk selanjutnya menjalani masa pembuangan di Bengkulu. Sampai akhir hayat, Beliau banyak mengajarkan akidah-akidah islam kepada masyarakat Bengkulu.


Sepeninggalannya, penduduk Bengkulu yang sangat mencintainya membangun sebuah makam untuk Sentot Ali Basyah. Makan ini dibangun dengan sangat istimewa sebab beliau adala salah satu tokoh yang menyebarkan akidah-akidah islam pada masyarakat Bengkulu, ya Readers. Sebenarnya, makam Sentot Ali Basyah juga terletak di kompleks pemakaman umum, namun yang membuatnya istimewa adalah makam Sentot Ali Basyah ini berdiri kokoh dengan di kelilingi pagar tembok dan berpintu besi. Saat Readers baru menginjakan kaki di di dekat pintu masuk, Readers akan di sambut dengan pintu gerbang seperti gapura bersar yang berbentuk kerucut dan saat didalamnya Readers akan melihat juga terdapat bangunan beratap (Cungkup) yang diatasnya dihiasi dengan sebuah pilar, dimana pilar itu juga tampak seperti pintu gerbang yang bisa dibuka dan ada ruang terbuka untuk para peziarah. 


Nah, apabila Readers ingin masuk ke cungkup, Readers harus melalui pintu gerbang utama, dimana gerbang utaman ini memiliki anak tangga dan ada sisi tangga. Bangunan cungkup ini berbentuk seperti 'Tabut'. Apakah Readers apa itu tabut ? Kata Tabut adalah resapan dari kata Arab yang secara harfiah berarti kotak kayu atau peti. Bangunan Tabut ini adalah suatu bangunan bertingkat-tingkat di lengkapi dengan lebar lantai dasar sekitar 1,5-3 meter dengan ketinggian 5-12 meter. Jika Readers ingin berzirah disini, makamnya berlokasi mudah untuk ditemui, ya. Karena, posisi makan ada berada di pinggir jalan namun tanpa tersedia parkiran. Sehingga Readers harus memarkirkan kendaraan di bahu jalan. Nama Sentot Ali Basyah yang tertera di atas nisan adalah KPH Alibascha Sentot Abdul Mustapa Prawirodirjo’, wafat 17 April 1885. Makan megah ini beralamatkan di Kelurahan Bajak, Teluk Segara, Kota Bengkulu. Readers bisa menggunakan kendaraan pribadi atau menggunakan trasportasi online yang tersebar luas di Kota Bengkulu, ya Readers. Sebagai bentuk cinta warga Bengkulu kepada Sentot Ali Basyah, akhirnya makam seorang panglima perang ini menjadi cagar budaya yang resmi di Bengkulu. Makam yang mempunyai ukuran kurang lebih 50 meter x 30 meter itu adalah pusat di TPU tersebut. Sebab, hanya makam sang panglima perang yang berdiri kokoh bak singgasana. D Yang unik dari posisi makam ini adalah TPU tempat dimana makam ini di dirikan, Readers akan menemukan orang yang berlalu lalang dengan santai. Hal ini dikarenakan tepat di seberang itu terdapat sebuah sekolah swasta. Di kanan kiri sekolah, ada para pedagang yang menjajakan dagangan yang menggiurkan. Belum lagi, kondisi jalan yang adalah jalan utama sebuah gang, ya Readers jadi jangan takut dengan presepsi bahwa kuburan itu angker dan menyeramkan, ya.


Salah satu alasan mengapa makam Sentot Ali Basyah dijadikan cagar budaya dan pahlawan di Bengkulu karena sosok Sentot Ali Basyah sudah sepatutnya dikenang dan dihargai oleh para generasi penerus bangsa agar mereka tidak melupakan pahlawannya, sebab bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Menjadikan sebuah makanm Sentot Ali Basyah menjadi cagar budaya pun tidak sembarang, nih Readers. Ada beberapa pertimbangan utama yang untuk memutuskan makam Sentot ini pantas atau tidaknya menjadi cagar budaya adalah sasaran program menghidupkan kembali budaya yang dilakukan oleh POLRI. Di antaranya adalah lantaran makam Sentot dianggap satu-satunya yang tak banyak diketahui oleh khalayak ramai, apalagi oleh para pelancong. Belum lagi keadaan makam yang kurang terawat menjadikan makam ini tidak menarik dimata para pelancong. Padahal Sentot Ali Basyahmerupakan bagian penting dari perjuangan Pangeran Diponegoro dalam perjuangan kemerdekaan.


Apakah reader spenasaran dengan sekilas cerita seberapa mengagumkannya panglima perang dari Tanah Jawa ini terdahulu ? Mari kita ulas, ya Readers.


Ali Basah Sentot Prawirodirjo (sekitar 1808-1855)  atau warga Bengkulu lebih kenal dengan nama Sentot Ali Pasha atau Sentot Ali Basha. Sentot Ali Basya Abdullah Mustafa Prawirodirjo adalah seorang panglima perang hebat pada masa Perang Diponegoro, loh Readers. Ia merupakan putra Raden Ronggo Prawirodirjo III yang merupakan seorang Bupati Wedana Madiun yang menjabat pada tahun 1796-1810, bersama seorang selir cantik yang bernama Nyi Mas Ajeng Genosari. Ayahnya Sentot merupakan ipar Sultan Hamengku Buwono IV. Sebagai seorang adik laki-laki dari istri sah kedua Pangeran Diponegoro yang bernama Raden Ayu Maduretno (sekitar 1798-1827), Sentot akhirnya ikut dengan keluarga Pangeran ke Tegalrejo setelah pernikahan kakak perempuannya dengan Pangeran Diponegoro pada 28 September 1814. Saat berusia 6 tahun, bukan hal yang mengherankan jika Sentot kecil lebih suka main di istal luas Pangeran dan senang menjadi pembalap kuda daripada menjadi seorang santri di sebuah pesantren seperti yang diinginkan oleh sang kakak ipar, Pangeran Diponegoro. Bermula dari kesukaannya berkuda, berhasil membuat seorang Sentot Ali Basyah terkenal dengan kemahiran dan sikap gesit Sentot selama menghadapi perang.  Dengan kemahirannya itu, Ia menjadi basah (komandan tentara) Pangeran Diponegoro yang terkenal sangat pemberani. Sebenarnya, alasan utama Sentot tidak ingin menjadi santri adalah karena ayahnya dianggap membangkang kepada Belanda yang berujung dengan terbunuh sang ayah di tangan penjajah Belanda yang saat itu dipimpin oleh Daendels. Sejak kematian ayahnya, Sentot Prawirodirdjo merasa dendam kepada Belanda sehingga akhirnya bergabung dengan Pangeran Diponegoro.


Awalnya, nama "Sentot" adalah nama samaran yang Ia gunakan untuk perang. Nama ini memiliki arti yang cukup kuat, yakni  "terbang" atau "melesat" ini pula merujuk pada karekter perilaku Sentot saat berada di medan perang. Sentot berarti meloloskan diri, melarikan diri, menarik diri, terbang, dan pada umumnya banyak penafsir menafsirkannya sebagai karakter yang tidak mudah dikenal, seseorang yang temperamennya rumit dan kompleks. Bahkan, Mayor de Stuers, seorang kolonel Belanda mengatakan bahwa selama perang Sentot adalah seseorang yang"muda", "berapi-rapi". Mayor Errembault memujinya sebagai; "pemimpin pemberontak yang memiliki keberanian dan cara berjuang yang terbaik. Dia telah membayar cukup sering dengan badannya sendiri, karena telah kerap kali menerima luka sejak awal perang".


Kemudian dengan nama Ali Basah adalah pangkat panglima komandan yang terinspirasi dari unit militer Dinasti Usmaniyah di Turki diberikan oleh Pangeran Diponegoro atas keberaniannya tersebut pada saat beliau baru saja berumur 17 tahun pada awal 1826. Menurut Sejarawan Peter Carey, Gelar "Ali Basah" kemungkinan diambil dari istilah Turki Utsmani "Ali Pasha" (Pasha yang Mulia) atau dari nama Muhammad Ali Pasha, penguasa Mesir (berkuasa 1805-1849), gubernur atau wakil (pasha) terkemuka kesultanan Turki Utsmani awal abad ke-19.


Namun semakin tinggi pohon akan semakin kuat pula angin menerpa. Hal ini terjadi di kekalahan besar yang menekan Sentot Ali Basyah untuk menyerah kepada Belanda. kekalahan besar yang menyayat hati itu terjadi pada 8 Januari 1829. Hingga di 16 Oktober 1829, Sentot akhirnya menyerah kepada Belanda. Ada beberapa rumor gencar mengatakan bahwa sebenarnya Sentot mengambil keuntungan pribadi dari kekalahan itu,namun ada pula yang menyebut kalau dia sudah tak sanggup melihat kondisi perekonomian rakyat yang selama perang menjadi penyuplai utama logistik. Hingga akhirnya Ia menjlani masa pengasingan selama 2 kali hingga akhir hayatnya meninggal di Bumi rafflesia.

Merasakan segarnya Air terjun Tangga Seribu Kepala Curup, Bengkulu

Bukan Bengkulu namanya jika tidak di penuhi dengan berbagai macam pesona, mulai dari pantai, hutan lindung sampai pegunungan, loh readers. Meskipun Provinsi Bengkulu merupakan provinsi terkecil urutan pertama di daratan Pulau Sumatera dan provinsi terkecil urutan kesepuluh di Indonesia ,namun Provinsi Bengkulu kaya akan objek wisata alam, sebab struktur tanah yang berbukit, bukit ini berasal dari bukit barisan yang mendiami pulau Sumatera, ya readers. Disebut bukit barisan karena bukit ini berdiri sambung menyambung dari Aceh Hingga Lampung, ya.


Karena didominasi dengan perbukitan, maka wajar jika provinsi Bengkulu mempunyai banyak air terjun, baik yang sudah di kelola oleh pemerintah maupun masih alami dan yang masih belum di ketahui arahnya. Diartikel kali ini, Writer akan membahas salah satu air terjun cantik yang mendiami Provinsi Bengkulu, yakni air terjun tangga seribu yang berada di Kepala Curup, ya. Untuk readers yang sering wara-wiri rute Bengkulu-Lubuklinggau, pasti tidak asing lagi dengan salah satu desa yang bernama Kepala Curup ini, kan. Kepala Curup merupakan sebuah desa yang terletak dalam kawasan wilayah kecamatan Binduriang, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, Indonesia.



Kelapa curup juga merupakan jalan utama yang harus dilalui pelancong yang ingin ke Provinsi Bengkulu apabila berangkat dari Provinsi Sumatera Selatan. Selama di desa kepala Curup, readers akan disuguhi oleh pemandangan yang syahdu, sebab di desa ini readers akan menemukan perkebunan warga lokal, seperti sayuran,buah, perkotaan yang tidak terlalu ramai, jalanan yang berliku dan rumah-rumah tua yang masih di huni oleh penduduk aslinya. Jika readers ingin pergi kesini, Air Terjun Tangga Seribu bisa readers datangi dengan perjalanan sekitar 30 KM dari Pusat Kota Curup, atau jika readers berangkat dari Kota Bengkulu, readers akan menempuh perjalanan sekitar 112 KM atau setara dengan 3 jam perjalanan, ya readersreaders juga bisa menggunakan kendaraan pribadi berupa kedaraan roda empat maupun roda dua, ya. Namun, meskipun berada di pinggir jalan lintas Curup-Lubuklinggau, saat sampai di depan 'gerbang' masuk ke air terjun tangga seribu, readers harus bersiap untuk mengeksplorasi lebih jauh dengan berjalan sekitar 1 KM menuruni anak tangga yang jumlahnya lebih dari 300 anak tangga. Sebab memiliki tangga yang mencapai ratusan ini, penduduk lokal menamai air terjun dengan nama tangga seribu, loh readers. Kreatif, ya.


Namun, taukah readers jika sebenarnya tangga ini dibangun bukan untuk fasilitas ke air terjun, loh. Tangga itu sebenarnya di bangun untuk perjalanan ke gardu Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hydro (PLTMH) yang berada persis di dekat air terjun ini. Listrik yang dihasilkan oleh PLTMH ini nantinya dapat mensuplai listrik ke daerah-daerah penduduk Kecamatan Padang Ulank Tanding, Sindang Kelingi serta Kota Padang. Namun sayangnya, kini pembangkit listrik ini sudah tidak difungsikan lagi, yang menyebabkan PLTMH sekitar terbengkalai. sesaat sampai kesini, readers akan disuguhan dengan Air Terjun Tangga Seribu yang memiliki ketinggian sekitar 40 - 50 meter, dengan debit yang cukup deras, nih. Agar bisa mencapai air terjun, readers harus  mencapai area di bawah air terjun terlebih dahulu dimana readers perlu untuk melintasi sungai yang didasarnya penuh dengan bebatuan. Jangan lupa untuk meyiapkan alat pancing untuk  memancing di kolam air terjun dan area sekitarnya yang penuh akan berbagai jenis ikan, loh readers.


Kiri dan kanan sungai di penuhi oleh belukar yang cukup tinggi sebab belom terkelola-nya air terjun yang cantik ini. Air yang jernih dan bersih seolah mengundang readers untuk berendam atau berenang di sekitaran kolam alami air terjun, namun jangan telalu dekat dengan air terjun, ya. Mengingat debit yang cukup deras bisa membahayakan readers dan keluarga. Jika readers ragu untuk mandi di kolam alami, readers bisa mandi di pinggiran sungai yang di aliri oleh dinginnya air terjun di belakangnya. Diantara dia tebing yang masih di penuhi dengan pepohonan yang lebat, bersembunyi banyaknya flora maupun fauna yang mendiami tempat ini. Jangan heran jika saat berada disini, readers akan banyak mendengar suara, ya. Seperti suara siamang, burung yang saling bersautan dengan merdu dan masih banyak lagi suara hewan yang akan readers dengar maupun readers temui dibalik rimbunnya pepohonan, ya. Ngomong-ngomong, jika keberuntungan sedang bersama readersreaders akan dengan mudah bertemu dengan bunga rafflesia arnoldi dan bunga bangkai di kawasan Air terjun, loh.


Dibalik derasnya air terjun itu, ada sebuah gua yang di diami oleh ribuan kelelawar. Ini juga merupakan sebuah daya tarik untuk para pengunjung yang datang kesini. Disarankan untuk datang kemari saat pagi atau sore hari, ya. Sebab jika di siang hari, matahari benar-benar terik dan panasnya sangat tidak toleransi terhadap apapun, jadi di khawatirkan tubuh readers bisa terbakar,ya.


Agar liburan readers di Air terjun tangga seribu ini berjalan dengan aman, baik dan lancar, ada baiknya jika readers mengikuti beberapa tips berikut :

  • Gunakan sepatu yang pas : Agar tidak terjadi cedea selama berada di area air terjun, ada baiknya jika readers menggunakan sepatu atau sendal yang alasnya menggunakan grip yang kokoh, ya. Seperti yang kita tahu bahwa air terjun identik dengan basah dan lumut, jadi sebisa mungkin hindari semua hal yang bisa membuat cedera, ya readers 
  • Selalu Berada Di Jalur : Meskipun terdengar remeh, namun jika readers ragu, readers bisa meminta tolong pada warga lokal untuk mengantarkan readers dan keluarga ke air terjun, ya. Jangan budayakan malu bertanya sesat dijalan, loh readers. Itu merugikan diri sendiri.
  • Taati aturan yang berlaku : Tertulis atau tidak suatu peraturan, readers harus tetap berprilaku bijaksana, ya. Jangan suka meremehkan, sombong atau sampai berbuat asusia di sekitaran air terjun manapun.
  • Pantau cuaca : Ini bisa menjadi poin penting, sebab jika musim penghujan, sungai maupun air terjun rawan terjadi banjir Bah, jadi sebelum memutuskan untuk pergi, usahakan readers sudah memastikan cuacanya aman, ya. Sebaiknya berpergian saat musim kemarau agar lebih aman.
  • Awasi Keluarga : Ini berlaku untuk anak-anak, ya. Apabila readers membwa anak kecil ke air terjun, pastikan selalu dalam genggaman. Jangan teralihkan dan meninggalkan mereka sendiri, ya readers.
  • Membuang sampah sembarang : Pastikan readers tidak membuang sampah sembarang, semua plastik kemasan dari makanan atau minuman yang readers bawa harus di buang di tempat yang tepat, ya. Bawa kantong plastik sendiri untuk mengumpulkan sampah yang telah readers bawa dari rumah. Jadilah pengunjung yang bijak dalam bertindak, ya readers.

Untuk masuk kesini, readers tidak perlu membeli tiket, ya. Karena, air terjun yang cantik ini dapat readers nikmati secara gratis...tis... Duh, kapan lagi bisa berwisata alam dengan panorama yang cantik, dekat dengan kota namun tidak mengeluarkan uang ini-itu sam sekali ? Tunggu apa lagi, ayo berkemas dan lakukan perjalanan saat musim liburan tiba, happy wekend and see yaa... 

Cosplay Menjadi "Ninja Hattori" Demi Air Terjun Paliak Lebong, Bengkulu

Mendaki gunung melewati lembah.. sungai mengalir indah ke samudra.. bersama teman berpetualang~

Duh, anak tahun 90-an mana sih yang tidak tau sebait lirik lagu ninja Hattori ? animasi Ninja Hattori yang terkenal dengan karakter utamanya yang bernama Hattori ini selalu melakukan segala hal untuk sahabat sekaligus keluarganya, yakni Kenichi.Menjaga Kenichi dari kejahilan teman sebaya dan tak jarang mereka berpetualan kesana-kemari untuk bermain. Namun, apa hubungannya ninja Hattori dan air terjun Paliak, nih ? Simak saja sampai bawah, ya.


Liburan merupakan hal yang sangat dinantikan oleh semua kalangan umur, baik itu anak-anak, remaja dewasa bahkan manula pun membutuhkan sebuah liburan untuk menghilangkan penat, ya. Walaupun libur hanya di akhir pekan maupun libur nasional, Readers harus mempersiapkan liburan dengan sangat baik dari jauh-jauh hari agar liburan singkat Readers berjalan dengan aman, nyaman dan lancar, ya Readers. Nah, untuk liburan kali ini, apakah Readers sudah mempunyai tempat yang akan di kunjungi oleh keluarga ? Liburan akan lebih berkesan jika Readers menghabiskan waktu di objek wisata alam, ya. Apabila Readers masih bingung ingin berlibur kemana, silahkan Readers kunjungi salah satu objek wisata alam yang dimiliki oleh Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu.  Dari sekian banyak objek wisata yang dimiliki oleh Kabupaten Rejang Lebong, Air terjun Paliak ini adalah salah satu objek wisata yang cukup populer di Kabupaten Rejang Lebong. Sebelum Readers lanjut menelusuri Air terjun Paliak, mari kita berkenalan dulu dengan Kabupaten Rejang Lebong, ya Readers.


Kabupaten Rejang Lebong adalah salah satu kabupaten yang berdiri tegak di Provinsi Bengkulu, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini adalah Kecamatan Curup, ya Readers. Meskipun sebuah Kabupaten, namun luas wilayahnya cukup luas, loh Readers. Yakni sekitar 1.559,42 km². Kabupaten ini berada pada ketinggian 600-700 mdpl. Kabupaten Rejang Lebong adalah sebuah daerah yang berbukit-bukit, sebab Kabupaten Rejang Lebong masuk dalam Jajaran Bukit Barisan dengan ketinggian 100 hingga 1000 mdpl. Nah, dari sinilah semua keindahan alam di Kabupaten Lebong bermula. Dimana air terjun, gunung, hutan dan lembah tercipta dan menjadi daya tarik sendiri bagi sebagian orang. Diartikel ini, kita akan membahas air terjun yang bernama Air terjun Paliak.


Air terjun cantik ini terletak di lereng bukit barisan dan Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS), dimana aliran air terjun yang mengalir ini terpantau sangat bersih dan bening ditambah dengan nuansa asri hutan alami hujan tropis semakin membuat Air terjun Paliak sangat ideal menjadi tempat menghabiskan waktu bersama keluarga maupun sahabat. Sebab, memiliki air yang jenih dari aliran air bukit barisan, menjadikan air ini di klaim bisa di minum tanpa harus di masak dulu, loh Readers. Meskipun menurut Readers ini cukup asing, namun biasanya para pendaki gunung meminum air pegunungan yang berasal dari air yang mengalir, ya.


Seperti kata pepatah, berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian, ya Readers. Ketika akan menikmati keindahan Readers harus memiliki sesuatu hal yang harus dipejuangkan. Nah, saat ingin menikmati panorama Air terjun Paliak, Readers akan mengarungi beberapa rintangan yang sangat memelahkan, nih. Apabila Readers berangkat dari Kota Bengkulu, maka Readers harus menempuh perjalanan darat sejauh 133 km atau dengan durasi waktu tempuh sekitar 3,5 jam melalui Jalan Padang-Bengkulu atau Jl. Lintas Barat Sumatera. Tapi, sejauh ini jalanan dari kota Bengkulu menuju Desa Embong memiliki kondisi jalan yang cukup memadai, apalagi Readers bisa menggunakan kendaraan pribadi baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun sayangnya, kendaraan Readers hanya bisa sampai ke bendungan irigasi sungai Uram, sehingga Readers masih membutuhkan waktu sekitar 30 - 60 menit dengan berjalan kaki menuju Air terjun Paliak dengan cara menelusuri pinggiran sungai Uram.



Bendungan tempat parkiran tadi adalah pintu masuk menuju kawasan hutan, Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS), lokasi di mana Air Terjun Paliak berada. Selama 30-60 menit kedepan, Readers harus menembus hutan, menyeberangi sungai, dan melompati bebatuan, anggap saja diri Readers adalah ninja Hattori yang sedang berjalan-jalan, ya. Sama seperti Ninja Hattori, Readers memerlukan nyali, kemampuan berenang, fisik, dan mental demi menjumpai air terjun yang memiliki panorama menggila itu. Kurangnya fasilitas yang memadai air terjun ini disebabkan karena Air Terjun Paliak hanya populer dikalangan masyarakat lokal, namun tidak terlalu pupuler untuk pelancong luar, nih. Tantangan pertama adalah Readers harus menuruni bendungan yang membelah sungai dengan lebar sekitar 30 meter. Disini Readers akan mulai diuji kemampuannya, sebab Readers harus menuruni dinding bendungan yang telah disediakan 10 anak tangga, ya. Nah, saat reader sampai ke dasar sungai, Readers akan menemukan air yang ketinggiannya hanya semata kaki, kemudian Readers akan berpindah ke dinding berikutnya yang jumlah anak tangganya pun sama dengan tangga yang pertama. Sesaat setelah berhasil melewati tantangan itu, Readers akan menemukan luasnya hutan dengan bertutupan kanopi yang cukup lebar. Itulah mengapa udara disini lebih terasa segar dan menyenangkan. Perjalanan kembali dilanjutkan dengan menyisir sungai, disin Readers akan berjumpa dengan tantangan berupa batu-batu berukuran besar. Kemampuan Readers akan kembali di uji dengan kemampuan melompat dan kesimbangan tubuh yang baik agar Readers tidak terjatuh dan berakhir dengan cedera parah, ya. 


Atau jika Readers ingin opsi yang lain, Readers bisa menggunakan cara berenang yang artiyna Readers harus menerobos arus sungai yang jernih dan sejuk itu. Airnya bahkan sejernih kaca, loh Readers. Ikan yang berenang kesana kemaripun terlihat dengan mata telanjang. Jangan katakan hutan apabila sepanjang perjalanan Readers tidak bertemu dengan suara khas, ya. Seperti siamang bersahut-sahutan dari kedua sisi sungai, atau suara gareng yang sangat hobi bernyanyi di hujan hujan. Hal ini akan terus berulang sampai Readers melewati empat sungai dengan kondisi yang sama, ya. Sampai akhirnya Readers akan mendengar suara gemuruh air terjun dari kejauhan. Air terjun yang memiliki tinggi hampir menyentuh titik 30 meter ini sangatlah deras, apalagi kolam alami yana air terjun miliki di bawahnya sangatlah menggoda untuk segera menceburkan diri di dalam sana. Keindahan ini kembali di hiasi dengan rimbunnya pepohonan yang gagah nan tinggi sangat mengundang diri untuk beristirahat di bawahnya setelah hampir satu jam Readers berkelana.


Belum lagi saat Readers mengedarkan mata di sekitaran air terjun, mata Readers langsung bersiborok dengan tebing dan bebatuan besar yang saling tindih menindih menciptakan formasi yang unik nan dramatis. Suara burung dan serangga hutan yang saling bersahutan akan memberikan ketenangan yang luar biasa saat Readers beristirahat. Readers benar0benar akan dibuat seperti berada di dunia lain, dimana hanya ada Readers dan ketenangan yang hakiki. Jangan tanyakan perihal fasilitas umum yang akan Readers dapati disini, ya. Sebab air terjun yang beradan di tengah-tengah hutan Taman Nasional Kerinci Seblat ini sangatlah mustahil untuk di lalui. Jadi lebih baik Readers mempersipkan semua kebutuhan baik logistik maupun obat-obatan dari rumah, ya. 


Untuk memperlancar dan mempermudah perjalanan Readers, Writer punya beberapa tips agar Readers bisa berlibur dengan nyaman, ya. Nah mari Readers simak bersama :


  • Persiapan Matang : Kunjungan ke alam terbuka haruslah Readers lakukan dengan baik dan benar. Persiapan seperti logistik dan perobat-obatan serta informasi cuaca harusnya Readers diketahui dari awal.Sebab biasanya jika sedang dalam musim penghujan, air terjun rawan terjadi banjir Bah, loh Readers.
  • Patuhi Aturan : Peraturan yang paling penting adalah Readers wajib menghormati alam yang dikunjungi dengan melakukan kegiatan positif. Jangan pernah melanggar semua yang telah ditentukan baik tertulis maupun tidak, ya Readers. Pelancong sebaiknya bertoleransi dengan pelancong lainnya dan mematuhi aturan yang dibuat oleh masyarakat setempat.
  • Hormati Kehidupan Makhluk Hidup : Readers wajib untuk tidak merusak, mengambil dan mengubah sesuatu yang dilihat pada Air terjun Paliak. Menghormati masyarakat lokal yang berada pada kawasan air terjun juga harus dan sebaiknya dilakukan karena secara tidak langsung mereka sebagai penyedia dan pelindung dari alam terbuka yang Readers nikmati.

Jadi, apakah Air terjun Paliak 'pantas' untuk wisata yang akan Readers kunjungi di akhir pekan atau liburn panjang kali ini ? jika, iya. Selamat bersenang-senang dan ikuti semua tips yang Readers berikan, ya. Jadilah pengunjung yang bijak, jangan membuang sampah sembarang dan tetaplah taat dengan aturan, ya. Happy weekend and see you.

"Raja Ampat" Ala Bengkulu ada di Pantai Komang !

 Pulau Enggano adalah setetes surga yang Tuhan berikan untuk Provinsi Bengkulu. Bagaimana tidak, banyak objek wisata yang mengundang decak kagum dari para penduduk lokal maupun pelancong luar daeah, loh Readers. Meskipun jauh dari Ibu Kota Provinsi Bengkulu, namun nyatanya hal itu tidak berimbas pada ketenaran Pulau Enggano di mata para pelancong, nih. Bahkan ada beberapa pelancong yang telah menjadikan pulau Enggano - khususnya Pantai Komang menjadi salah satu tempat yang akan mereka datangi selama berada di Pulau Enggano. Meskipun membutuhkan fisik dan waktu yang ekstra untuk mencapai Pulau ini, namun Readers maupun pelancong lain takkan kecewa sesaat memijakkan kaki di pulau yang berair biru ini. Apakah Readers tahu jika perjalanan dari kota bengkulu ke Pulau Enggano sangatlah memakan waktu yang lma ? Ya, itulah yang akan Readers lewati jika ingin menginjakan kaki di pulau yang terkenal akan pisangnya ini. Sebab, rute perjalanan Readers bukanlah perjalanan darat, namun Readers akan menempuh perjalanan laut, ya. 


Apabila Readers berangkat dari Kota Bengkulu, maka untuk mencapai Pulau Enggano langkah awal yang harus Readers lakukan adalah , Readers terlebih dahulu berkendara ke Pelabuhan Pulau Baai kemudian naik kapal ferry yang akan mengantar Readers ke Pulau Enggano dengan durasi sekitar 10 – 12 jam perjalanan tergantung kondisi air laut, ya Readers. Namun, jika Readers tidak ingin terlalu jauh menaiki kapan, Readers bisa terlebih dahulu berkendara ke Manna, Bengkulu Selatan dan di lanjuti dengan menaiki kapal ferry. Sebab, Pulau Enggano berjarak 145 km dari Kota Bengkulu tapi jarak Pulau Enggano Ke Manna, Bengkulu Selatan hanya berjarak 95 km. Kemudian Readers akan berlabuh di Pelabuhan Kahyapu di Desa Kahyapu.Nah, ini belum sepenuhnya sampai di tujuan, ya Readers sebab setelahnya, perjalanan Readers kembali dilanjutkan dengan sepeda motor menuju Desa Banjar Sari sekitar 37 km. Kemudian, dari Desa Banjar Sari, perjalanan dilanjutkan dengan perahu nelayan sekitar 2 jam menuju ke daerah yang disebut Sebalik. Namun sepanjang perjalanan itu Readers tak akan merasa bosan sedikitpun karena selama mengarungi laut ini, Readers akan disuguhkan dengan keindahan alam bawah laut. Apalagi terumbu karang yang tumbuh dengan subur dan di 'huni' oleh beberapa koloni ikan hias, loh Readers. Belum lagi jika Dewi Keberuntungan sedang berbaik hati, maka Readers bisa dengan mudah melihat lumba-lumba yang sedang berlari riang di lautan yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia ini. Belum sampai ketempat tujuan saja, Readers sudah mendapatkan pengalaman yang berharga, bukan. Pulau Enggano merupakan pulau terdepan di Samudera Hindia menjadikan Pulau ini sebagai pulau terluar di Indonesia.


Atau, jika Readers benar-benar tidak sabar untuk mengunjungi pulau Enggano namun enggan untuk berlama-lama dalam perjalanan, Readers bisa menggunakan jalur alternatif lainnya yakni menggunakan pesawat kecil, ya. Kemenhub memberikan subsidi tarif penerbangan rute Bengkulu-Enggano dengan cukup terjangkau yaitu sebesar Rp 306.920 untuk sekali penerbangan. Sementara tarif penerbangan untuk rute Enggano-Bengkulu Rp 255.320.



Bagi Readers yang penasaran pulau ini dimiliki oleh siapa, sini Writer bantu jelaskan, ya. Pulau Enggano bukanlah pulau pribadi sebab secara administrasif, Pulau Enggano sudah ditetapkan sebagai Kecamatan Pulau Enggano, bagian dari Kabupaten Bengkulu Utara. Dimana pulau ini jug memiliki beberapa desa seperti Desa Malakoni, Meok, Banjarsari, Kaana, Apoho, dan Desa Kahyapu, yang ber-Ibu Kota dengan Kecamatan Desa Kahyapu. Enggano merupakan wilayah masyarakat adat Enggano yang terdiri dari Suku Ka’ahoa, Kaitora, Ka’arubi, Kauno, Kaharuba dan Kaamay (suku pendatang), ya Readers.


Selain cantik yang menghipnotis, pulau komang ternyata memiliki ciri khas tersendiri, loh Readers yakni berupa batu yang berlubang. Bentuknya cukup lucu seperti pintu sebuah pintu gerbang. Belum lagi laguna yang siap menyambut Readers di dekat batu bolong itu. Banyak ikan kecil yang berenang kesana kemari, entah terjebak atau mereka sengaja bermain di laguna cantik ini. Karena laguna tercipta secara alami, jadi perbedaan kedalamannya berbeda-beda. Jika Readers sudah tidak sabar untuk berenang, tidak masalah sebab laguna ini memiliki kedalaman yang relatif aman karena tidak begitu dalam. Namun, Readers selalu berhati-hati dalam melangkah, sebab laguna dan sekitaran batu bolong hampir dipenuhi oleh karang, ya. Jangan sampai terluka, usahakan memakai sepatu karet khusus untuk berenang. 


Jika ingin malakukan hal yang lebih seru, Readers bisa melakukan snorkeling atau diving juga sangat bisa.  Ditambah dengan kadar garam air laut di pantai ini sangat tinggi, sehingga para pelancong yang sedang melakukan olahraga air ini akan merasakan sensasi melayang saat berada di air, jadi jangan khawatir akan tenggelam, ya Readers. Namun, di pantai tapi arusnya lumayan deras, jadi jika Readers adalah seorang pemula, lebih baik mandi di laguna saja, ya. Agar tidak terseret oleh ombak.


Tak kalah dengan keindahan di daratan, kecantikan di bawah laut pun berhasil membuat mata Readers terpanah seketika. Karena, terumbu karang dan ikan sudah berhasil dalam menjaga kecantikan alam bawah laut. Ikan-ikan hias maupun ikan lainnya membentuk koloni berlari ke kiri dan kanan seolah saling berkejaran satu dengan yang lainnya. Selain hasil kerja keras para penghuni bawah laut, keindahan pantai ini juga hasil dari sedikitnya para pelancong yang bermain disini. Untuk bermain di Pantai Komang tidak bisa sembarang, ya Readers. Sebelum berangkat pastikan Readers sudah memantu cuaca sekitar, karena jika Readers memaksa untuk tetap datang meskipun cuaca buruk, bisa-bisa Readers akan bertemu dengan arus pantai yang sangat deras.


Saat kesini, bawa logistik yang penting saja, seperti air minum dan makanan ringan. Sebab pemilik perahu yang akan Readers sewa akan mencarikan ikan untuk para pelancong, loh. Ikan segar yang diambil langsung dari laut sangat menggugah selera, bukan. Ikan itu akan di bakar di atas api unggun bersamaan ranting-ranting kecil yang di ambil dari pepohonan sekitar bibir Pantai Komang. Meranjak petang, Readers akan kembali berdecak kagum kala senja mulai menampakkan diri. Matahari yang menguningkan awan di tambah semilir angin yang dikirimkan oleh ombak benar-benar membuat Readers merasa seperti berada di pulau pribadi disini.

 

Lalu saat perjalanan pulang, saat kegelapan mulai menelan bumi, Readers akan melihat melihat banyak sekali sinar keperakan di sekitar kapal, terutama di percikan air ketika kapal melaju. Apakah itu? Ternyata itu plankton. plankton merupakan sumber makanan dari sebagian besar hewan laut yang ada di laut bebas, ya. Cantik sekali. Setelah pulang dari seharian bermain di Pantai Komang, Readers bisa menginap di beberapa penginapan yang di kelola oleh penduduk lokal, ya. nah, Terdapat sejumlah hotel yang tersedia di Pulau Enggano dan bisa dipesan secara online maupun offline :


  • Kaana Beach Camp and Resort (Desa Kaana, Kec. Enggano 0813-1700-1999)
  • Homestay Syifa Pelangi Enggano (Desa Meok, Kec. Enggano 0853-7874-7878)
  • Hotel Wisata Berlian Enggano (Desa Kahyapu Kec. Enggano)

Dari banyaknya keindahan yang di miliki pulau di Indonesia, Raja Ampat cukup pantas di sandingkan dengan pulau Enggano ini. Kesadaran masyarakat lokal tentang betapa pentingnya sebuah kebersihan dan merawat alam menjadikan pulau Enggano sangat populer akan keindahannya. Dampak yang sangat positif yang turut di rasakan oleh masyarakat lokal. Jadi tunggu apa lagi Readers ? ayo berkemas dan ajak teman berserta keluarga Readers berlibur ke Pulau Enggano dan Pantai Komang sekarang juga, ya. 

Rona Biru Kehijauan Dalam Danau Bak Blau di Pulau Enggano, Bengkulu

 Pulau Enggano dan segala keindahannya. Tak ada yang perlu Readers khawatirkan jika telah terlanjur menginjakkan kaki di pulau Enggano, sebab apapun yang Readers temukan di pulau ini, semuanya adalah percikan dari surga. Tidak ada yang akan mengecewakan Readers selama Readers bertamu di sana. Meskipun Ia memiliki pulau sendiri dan salah satu pulau terluar di Indonesia, tapi secara administratif  masuk dalam wilayah pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, dengan pusat pemerintahan berada di Desa Apoho. Luas Pulau yang luar biasa cantik ini mencapai 400,6 km², terdiri dari enam desa yaitu Desa Banjarsari, Meok, Apoho, Malakoni, Kaana,dan Kahyapu. Pulau ini berada di sebelah barat daya dari kota Bengkulu dengan koordinat 05° 23′ 21″ LS, 102° 24′ 40″ BT, ya Readers



Jarak Pulau Enggano ke Ibukota Provinsi Bengkulu sangat jauh yakni sekitar 156 km atau 90 mil laut. Jika menumpangi kapal ferry, Readers akan menempuh perjalan sekitar 12-13 jam dengan jadwal keberangkatan kapal setiap selasa dan hari kamis, atau 2x dalam satu minggu saja. Perjalanan akan sangat melelahkan namun menyenangkan di waktu yang bersamaan. Sedangkan jarak terdekat adalah ke kota Manna, Bengkulu Selatan sekitar 96 km atau 60 mil laut. Pulau Enggano tersusun oleh perbukitan bergelombang lemah, perbukitan karst, daratan dan rawa. Perbukitan bergelombang dapat Readers temukan di daerah tenggara dengan ketinggian antara 170-220 meter, sedangkan perbukitan karst yang lebih rendah, mempunyai ketinggian antara 100-150 meter ini terdapat di bagian barat laut. Bentuk permukaan tanah di Pulau Enggano secara umum dapat dikatakan cukup datar hingga landai, dengan sedikit daerah yang agak curam, jadi berhati-hati jika bermain di bibir pantai, ya. Pulau Enggano mempunyai garis pantai dengan panjang mencapai 112 km dilengkapi juga dengan hutan mangrove yang paling luas di Provinsi Bengkulu, loh Readers. Hutan mangrove di Pulau Enggano mempunyai ketebalan antara 50-1500m. Rute untuk menuju Bak Blau adalah jika patokan Readers dari Trans Malakoni, Readers bisa memakan waktu kurang lebih 45 menit. Setelah itu kembali menjajaki tepian hutan kurang lebih selama 10 menit menggunakan transportasi motor, dengan kondisi jalan masih tanah kuning.


Sebenarnya Enggano adalah sebuah pulau karst, yakni sebuah pulau yang batuan penyusunnya adalah batu gamping/kapur yang berasal dari dasar lautan. Karst berguna sebagai penyimpan air hujan yang kelak akan mengalir dalam lorong-lorong bawah tanah dan keluar menjadi mata air gua. Nah, posisi gua yang dimaksud bisa berada dipermukaan tanah atau bisa juga Readers temui di bawah muka air laut, ya. Salah satu mulut gua berada di bawah laut itu si danau Bak Blau.


Karena kecantikannya, danau Bak Blau masuk dalam obyek wisata alam yang cukup populer di Pulau Enggano, Bengkulu. Danau Bak Blau sebenarnya hanyalah sebuah muara yang berdampingan dengan pantai yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Bak Blau adalah bahasa asli dari Enggano, loh Readers dimana Bak Blau ini memiliki arti mata biru. Jika di artikan secara harfiah, danau Bak Blau ini berarti sebuah kolam berwarna mata biru di tepi laut. Kolam ini memiliki mata air yang terletak di bawah muka air laut. Dimana saat terjadi kondisi pasang - air laut akan masuk, namun saat surut - air kolam yang akan mengalir keluar. Nah, akibat pertukaran air asin dan air laut ini, sebagian orang yang mencoba untuk minumnya merasakan rasa payau dan sebagian lagi ada yang mengatakan rasa airnya cenderung manis. 


Selain keunikan dari rasanya, Bak Blau juga memiliki keunikan yang cukup membuat Readers berdecak kagum yakni mata air yang berwarna kebiruan ini rumornya tidak akan pernah kering sepanjang tahun meskipun musim kemarau yang panjang sedang melanda, ditambah juga dengan airnya itu sangat bersih dan jernih, loh Readers. Membuat Readers betah berlama-lama bersantai disini, belum lagi Readers akan di temani oleh pohonan dan semak khas hutan pantai yang mengelilingi danau indah ini. Jika Readers ingin menjajal air berwarna biru kehijauan ini, diperbolehkan ya Readers sebab keedalaman Bak Blau hanya sekitar 4-7 m saja untuk sampai di dasarnya, namun jika Readers tidak bisa berenang lebih baik bermain air di pinggiran saja, ya. Jangan mengambil resiko yang akan merugikan diri sendiri. Suhu air cukup random, nih Readers. Sebab sesekali hangat dan sesekali dingin. Warna air seperti rona biru kehijauan ini memiliki kejernihan 4-5 meter.


Ada satu mitos yang berkembang di tengah-tengah indahnya danau Bak Blau, yakni sebuah rumor mengatakan bahwa dibalik airnya yang jernih, danau ini dijaga sepasang buaya berwarna putih. Konon, kedua buaya itu merupakan jelmaan dari sepasang kekasih yang tidak direstui oleh orangtua mereka dan menghabiskan sisa hidupnya di Pulau Enggano.


Banyak hal yang bisa Readers lakukan disini, mulai dari memancing ikan yang berlari kesana-kemari bersama para koloninya,atau sekedar bersantai sambil menunggu matahai turun dari tahta ditemani secangkir kopi, jangan lupa untuk menyempatkan diri berfoto di danau Bak Blau ini lalu pamerkan di akun media sosial Readers agar followers Readers mengunjungi danau eksotis ini, kemudian piknik-pun bukan pilihan yang buruk, sebab suasana di lingkungan danau Bak Blau ini sangar asri dan nyaman atau bila perlu Readers di perbolehkan untuk menginap menggunakan tenda, ya. Readers bisa melakukan apapun disini selama masih dalam batas wajar, ya. Seperti jangan merusak apapun yang berhubungan dengan keberlangsungan Danau, Jangan membuang sampah yang Readers bawa dengan sembarangan, JANGAN CABUL, jaga sikap dan etika, ya Readers. Utamakan keselamatan selama berada di Danau Bak Blau.


Ada beberapa tips yang mungkin bisa Readers gunakan untuk bermain di danau Bak Blau yang mempesona agar Readers selalu aman dan nyaman saat bermain, ya. Adapun beberapa tips-nya sebagai berikut :

  • Mencari Informasi : Hal pertama yang sangat wajib untuk Readers lakukan adalah mencari info tentang danau Bak Blau, bagaimana akses menuju danau tersebut, tentang apakah cuaca berpengaruh dengan keadaan sekitar danau dan info-info lain yang berguna lainnya, ya.
  • Jangan Pergi Sendirian : Ini juga termasuk penting, ya. Hal ini berjutuan agar jika sewaktu-waktu Readers mendapatkan masalah selama perjalanan maupun di danau Bak Blau, Readers bisa meminta tolong dan Readers pun tak akan merasa sendirian selama berada di danau.
  • Pergunakan Pakaian Berbahan Ringan : Jangan gunakan pakaian yang berbahan berat, usahakan untuk itu menggunakan pakaian yang ringan atau kaos yang mudah kering. Pakaian berbahan tebal karena akan memperberatkan anda pada saat berenang atau bermain-main di sekeliling danau.
  • Bawa Pelindung Matahari : Meskipun hanya di danau, namun karena berdekatan dengan pantai, danau Bak Blau ini masih memiliki sinar matahari yang sangat menyengat yang bahkan siap menjilat kulit Readers kapan saja.
  • Pilih Waktu yang Tepat Untuk Berjemur : Bila anda berkeinginan untuk berjemur, usahakan memilih waktu yang tepat hindari teriknya sinar matahari di siang hari. Waktu berjemur di danau berair biru kehijauan ini yang tepat adalah di pagi hari sampai dengan pukul 11.00 atau sore hari mulai pukul 15.00 sampai matahari tenggelam.
  • Tetap Berhati-Hati & Waspada :Selalu waspada terhadap sekeliling kita, jangan terlalu asyik memejamkan mata atau mendengarkan music melalui headset, ya Readers. Selalu perhatikan dimana barang-barang Readers berada dan perhatikan juga apa ada binatang danau di sekitar jangan sampai Readers teledor sampai tersengat atau tergigit.

Nah, itulah sekilas tentang Danau Bak Blau di pulau Enggano, Bengkulu utara. Apakah Readers ingin mengunjunginya ? mengingat perjalanan yang sangat jauh nan melelahkan pasti membuat Readers lebih memilik untuk merebahkan tubuh di kamar, namun saat Readers tahu seberapa eksotisnya danau ini, Readers akan berpikir dua kali untuk hanya berdiam saja di kamar saat musim libur telah tiba. Nikmati tiap rona biru kehijauan yang di persembahkan Tuhan pada mahluk-Nya. Selamat berakhir pekan dan see yaaa....

Pantai Pandan Wangi : Sebuah Ambisi Penduduk Lokal Mukomuko, Bengkulu

Jika Readers kebetulan sedang berlibur di Mukomuko, Bengkulu Utara jangan lupa untuk mampir ke Pantai Pandan Wangi, ya Readers. Sebab ini adalah pantai yang sangat di unggulkan oleh masyarakat lokal. Emang secantik apa sih sampai di unggulkan ? Duh... jadi penasarankan. Namun, sebelum Readers mengunjungi Pantai Pandan Wangi, ada baiknya jika Readers terlebih dahulu berkenalan dengan Mukomuko, ya. Sebab, tak kenal maka tak sayang, begitulah pepatahnya. 


Bagi readers yang sering wara-wiri ke Bengkulu-Sumatera Barat atau sebaliknya, pasti tidak akan asing dengan nama kota ini, yakni kota Mukomuko. Selain di juluki sebagai Bumi rafflesia, kawasan Bengkulu utara ini memiliki julukan lain, loh Readers. Yakni wilayah rantau Minangkabau, atau lebih dikenal dengan daerah Riak nan Berdebur yang artinya adalah daerah yang memiliki panjang sepanjang Pesisir Pantai Barat dari Padang hingga Bengkulu utara. Namun, meskipun sebenarnya masih masuk kawasan pesisir Barat nyatanya wilayah Mukomuko telah dimasukkan ke dalam administratif Bengkulu (Bengkulen) di masa kolonial Inggris , nih Readers


Sejak pengakuan administratif itu, wilayah Mukomuko resmi berbisah dari serumpunnya. Hal ini terus berlanjut hingga masa penjajahan berakhir. Di tahun 1967, Pengiriman transmigran ke Bengkulu semakin, apalagi diperkuat dengan keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1973 yang menyatakan bahwasanya menetapkan Provinsi Bengkulu dan sembilan provinsi lainnya sebagai tujuan daerah transmigrasi di luar pulau Jawa. Nah, tujuan utama para trasmigran adalah Bengkulu Utara, nih Readers. Hal ini masih berlanjut hingga di tahun 2004, Bengkulu kembali mendapatkan 'tamu' tambahan transmigran. Usut punya usut mengapa banyak transmigran banyak yang ikut program ini adalah karena setiap keluarga transmigran akan diberikan sebidang tanah berukuran dua hektare. Karena mayoritas transmigran dari Jawa adalah petani, hal ini tentu tak di sia-siakan oleh mereka. 



Sebab pertumbuhan penduduk yang pesat dan banyaknya peserta transmigran, menyebabkan terjadinya pergeseran suku penduduk di wilayah Kabupaten Mukomuko. Yang hasilnya adalah penduduk pendatang asal Jawa sudah melebihi kapasitas jumlah penduduk asli Mukomuko itu sendiri, Sehingga apabila Readers lihat secara kasat mata, penduduk asli Mukomuko menjadi minoritas di sini. Tak menjadi masalah, asalkan selalu rukun dan toleransi, ya Readers.


Meskipun banyak memiliki laut dengan potensi yang besar, namun itu tidak menjamin mata pencarian masyarakat lokal, ya Readers. Perlu diingat jika peserta trasmigran adalah seorang petani yang di berikan tanah seluas dua hektar per kelapa rumah tangga yang menjadikan Kabupaten Mukomuko lebih unggul di sektor perkebunan komoditas seperti kelapa sawit, karet, dan kelapa dalam. Kemudian ada juga hasil pertanian utama berupa tanaman pangan yang meliputi padi, jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, kedele, kacang hijau. Sektor pertanian yang meliputi tanaman pangan, perkebunan, peternakan, kehutanan, dan perikanan menjadi tulang punggung perekonomian daerah ini. Dari hasil pertanian ini berdampak besar juga terhadap perdagangan. Meskipun hanya berbasis ibu kota kabupaten, namun Mukomuko turut di perhitungkan, nih. Sebab perdagangan di wilayah Mukomuko tidaklah main-main. Sebab, Mukomuko memiliki lokasi yang cukup strategis, dimana Ia berdiri di tengah-tengah jalan lintas Dua Kota besar yaitu Kota Padang dan Kota Bengkulu. Belum lagi di tambah dengan nfrastruktur yang mendukung, kualitas sumber daya manusia yang memadai, potensi sektor manufaktur, perdagangan dan jasa yang sedang berkembang sebab pertumbuhan ekonomi yang tinggi Terutama daerah-daerah sekitarnya, menjadikannya sebagai sebuah kota yang menarik dan berdaya jual bagi para investor.


Meskipun perkebunan dan pertanian adalah poin utama disini, namun jangan lupakan bahwa Mukomuko memiliki lajur pantai yang sangat indah. Salah satu pantai yang sangat indah itu adalah pantai Pandan Wangi. Nah, pantai yang dihiasi dengan pohon cemara yang berjejer rapi nan cantik ini berlokasikan di jalan lintas Bengkulu-Sumatera Barat, tepatnya di Kelurahan Koto Jaya, Kecamatan Kota Mukomuko, Kabupaten Mukomuko. Atau Readers hanya perlu menempuh jarak  9,4 kilometer dari Kota Mukomuko, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, ya.


Sebenarnya tanpa mendapat 'sentuhan' dari tangan manusiapun, Pantai Pandan Wangi sudah memuaskan. Pantai Pandan Wangi bersebrangan langsung dengan pasir putih keabu-abuan yang halus, batuan alami yang menarik perhatian, serta jangan lupakan barisan pohon cemara yang berdiri teguh menambah keindahan panorama alam yang dimiliki Pantai Pandan Wangi. Namun sepertinya, kata memuaskan saja tidak cukup untuk penduduk lokal. Oleh sebab itu, mulailah tercetus gerakan memperindah pantai yang di lakukan oleh penduduk lokal itu sendiri. Penduduk membutuhkan kata '' Takjub'' dibanding dengan kata ''puas''. Sejak saat itu, penduduk lokal mulai membenahi setiap sudut yang ada sepanjang pantai Pandan Wangi. Mereka mulai menjadikan Pantai Pandan Wangi sebagai sebuah destinasi wisata unggulan di kelurahan Koto Jaya. Selain itu, ada 3 wahana yang bisa Readers nikmati saat mengunjungi Pantai Pandan Wangi, seperti sewa motor ATV seharga Rp 100.000,- per jam dan wahana kereta mini Rp 10.000,- per orang, serta wahana outbound Rp 10.000,- per orang, loh. Fun fact dari pantai ini adalah pantai Pandan wangi mauk dalam kategori pantai terbersih di Mukomuko. Jadi, Readers percayakan sebesar apa masyarakat berambisi untuk menjadikan pantai pandan hijau sebagai destinasi unggulan. 


Untuk masuk kesini, Readers dikenakan tiket berserta parkir kendaraan, ya. Rp 10.000,- untuk parkir motor dan Rp 20.000,- untuk parkir mobil. Namun jika Readers ingin bermain wahana lain, Readers harus memberikan kocek lebih, ya. Jangan takut kelaparan sebab banyak warga lokal yang membuka tempat makan, baik makanan khas maupun makan nusantara, nih. Jadi sambil santai Readers juga bisa santap kuliner ala-ala selebgram, dong. 


Banyak hal yang bisa Readers lakukan disini, seperti Readers bisa bersantai di bawah pohon cemara yang tumbuh dengan subur di sepanjang garis Pantai Pandan Wangi. Atau jika berkenan, Readers diperbolehkan untuk berenang di air yang jernih ini tapi diharapkan untuk melihat kondisi cuaca terlebih dahulu, jika ada tanda-tanda akan badai laut lebih baik Readers bersantai saja, ya. Piknik juga bisa menjadi opsi menarik yang bisa Readers lakukan disini, membawa makan dan minuman dari rumah dan makan bersama keluarga ditemani oleh ributnya angin laut dan deburan ombak, adalah momen yang sangat menenangkan. Jika Readers adalah anak senja, jangan berkecil hati sebab Readers juga bisa sekadar duduk du bibir pantai sambil mengagumi keajaiban matahari terbenam yang memanjakan mata. Duh... tertarik mencoba ? Selain semua hal yang menarik, diketahui bahwa pantai ini juga telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang sangat memadai, seperti jalur khusus yang dilalui oleh kendaraan, toilet umum yang bersih, mushola, ruang karaoke, restoran besar, serta pondok-pondok nyaman yang berdiri di sepanjang pantai. Tak heran jika di masa libur akhir pekan maupun libur nasional, pantai cantik ini menjadi sangat ramai dikunjungi oleh penduduk lokal maupun luar daerah.

 

Terkadang, Pantai Pandan Wangi menjadi 'sasaran empuk' para panitia penyelenggara event tertentu, contonya adalah mengadakan acara hiburan rakyat di pantai yang biasanya hiburan ini digelar pada hari-hari besar seperti lebaran dan tahun baru. Hal ini dikarenakan daya tarik pantai yang begitu memikat dan bertujuan juga untuk mengenalkan Pantai Pandan Wangi ke pihak luas daerah. Wah.. cukup kreatif, ya Readers. Dengan segala keistimewaannya, Pantai Pandan Wangi menawarkan sebuah pengalaman tak terlupakan, unik nan menyenangkan. Jadi tunggu apa lagi Readers, ayo kemasi barang dan nikmati liburan akhir pekan sekarang juga ! 

Jangan Berasumsi Liar Sebelum Menikmati Segarnya Air Terjun Mandi Angin Bengkulu

Apa yang terlintas di pikiran Readers saat mendengar kata Mandi Angin ? Mandi bersama anginkah atau memandikan angin, atau bagaimana ? Meskipun memiliki nama yang sedikit nyeleneh, bukan berarti tempat ini abal-abal, ya readers. Ada banyak air terjun mendiami provinsi Bengkulu, mengingat bahwa provinsi ini berbatasan  langsung dengan Bukit Barisan yang merupakan hutan suaka alam dan hutan lindung, jadi tidak heran jika banyak wisata alam yang indah disini. Nah, dari sekian banyaknya air terjun di Provinsi Bengkulu, Air terjun Mandi Angin adalah salah satunya. Penasaran dengan air terjun ini ? Namun, sebelum Readers mampir kesini, ada baiknya jika Readers terlebih dahulu mengetahui lokasi air terjun Mandi Angin ini, ya. Air terjun Mandi Angin berada di Desa Air Berau, Kecamatan Pondok Suguh, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu. Ada yang sudah tau dimana Kabupaten Mukomuko? Ayo kita ulik bersama, ya.

Kabupaten Mukomuko merupakan Kabupaten yang secara Administrasi, Kabupaten Mukomuko termasuk dalam Provinsi Bengkulu, Indonesia. Kabupaten yang penuh dengan objek wisata indah ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat di Utara, Kabupaten Kerinci dan Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi di Timur, Samudera Hindia di Barat dan Kabupaten Bengkulu Utara di Selatan. Kabupaten Mukomuko ini terbagi menjadi 15 kecamatan, 148 desa, dan 3 kelurahan. Dari 148 desa itu, salah satunya Ialah Desa Air Berau. Meskipun berada di daerah berbukit, namun Suhu udara di kota Mukomuko terbilang cukup normal, nih Readers. Yakni berkisar antara 21,10 C sampai dengan 34,60 C.

Mayoritas penduduk di Muko-muko ini adalah para transmigran yang berasal dari Jawa, Sunda, Minang, dan lain sebagainya. Sebab, dahulu hampir keseluruhan provinsi Bengkulu, termasuk mukomuko adalah daerah jajahan kolonial Belanda. Jadi untuk 'merubah nasib' , banyak penduduk pulau Jawa yang menjadi peserta trasmigran itu menjadikan Bengkulu sebagai harapan yang baru. Adapun persentase jumlah suku yang mendiami Kabupaten Mukomuko yakni 37,4 persen suku Minang, 6,3 persen suku Jawa, 5,4 persen suku Sunda dan sisanya dari Bali, Bugis, Melayu, Rejang, Serawai, Lembak, serta lainnya. Namun, apakah Readers tahu bahwasanya penduduk asli Mukomuko bagian utara adalah suku Minangkabau? Hal ini terjadi sebab Secara adat, budaya, dan bahasa, Kabupaten Mukomuko cukup dekat dengan wilayah Pesisir Selatan di Sumatera Barat. Dan menurut cacatan sejarah, di masa lalu daerah Mukomuko ini termasuk salah satu bagian dari rantau Pesisir Barat (Pasisie Baraik) Suku Minangkabau, loh Readers.


Air terjun Mandi Angin masih bisa dikatakan sebagai destinasi wisata yang baru yang dimiliki oleh Mukomuko. Nah, untuk bisa merasakan air di air terjun Mandi Angin ini, silahkan Readers datang ke Desa Air Berau, Kecamatan Pondok Suguh, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu. Adapun rutenya yakni jika Readers berangkat dari Mukomuko, maka kemungkinan besar untuk Readers sampai ke desa ini kurang lebih selama 3 jam dengan jarak sekitar 70 kilometer. Jika Readers berangkat dari Kota Bengkulu, Readers akan membutuhkan waktu perjalanan sekitar 3-4 jam, ya. Sepanjang perjalanan dari kota Bengkulu, Readers akan bertemu dengan banyaknya pantai eksotis yang terhampar di pinggir jalan. Saat sudah sampai di jalan lintas barat sumatera desa Air Berau, Readers akan melanjutkan perjalanan untuk masuk kedalam dengan jarak kurang lebih 9 (sembilan) kilometer. namun agar  dapat sampai ke bawah Air Terjun Mandi Angin harus menempuh dengan  jalan kaki kurang lebih 15 menit. Meskipun berada di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) yang masih alami, namun Readers tak akan kesulitan untuk mencapai air terjun ini karena medan menuju air terjun terpantau cukup aman untuk digunakan kendaraan baik motor maupun mobil, namun hanya sampai ke tebing air terjun. 

Sesaat menginjakan kaki disini, Readers akan di buat tercengang dengan indahnya air terjun ini. Air terjun ini memiliki ketinggian 80 meter dan digadang-gadang oleh penduduk lokal menjadi air terjun tertinggi di Provinsi Bengkulu. Rumornya mengapa diberikan nama Mandi Angin, karna apabila dari jarak dekat sekitar 50 meter dari titik jatuh air terjun ini, maka Readers sudah langsung merasakan mandi uap air yang jatuh dengan ceria dari atas.Makanya Air Terjun ini di namakan Air Terjun Mandi Angin, ya readers.

Ada kolam di bawah air terjun yang bisa digunakan untuk berenang, namun tetap berhati-hati, ya readers. Sebab air yang terjun dari atas sangat deras dan berbahaya jika Readers terjebak di bawahnya. Air Pegunungan segar yang mengalir membuat Readers betah berlama-lama, belum lagi keadaan sekitar yang sangat alami, bebatuan besar berdiri kokoh seolah menjaga sang air terjun dari tangan nakal mahluk lainnya. Sebab berada di HPT dan masih sangat alami, bukan hal yang mengejutkan jika Readers bisa mendengar kicauan burung dari berbagai arah, belum lagi udara yang sangat sejuk berpadu dengan banyaknya hewan liar di sini. 

Untuk Readers yang datang terlalu larut atau sore, Readers di perbolehkan untuk menginap terlebih dahulu di penginapan desa terakhir dan besok baru dipersilahkan untuk melanjutkan perjalan menuju Air Terjun. Namun, apabila Readers adalah jiwa yang bebas, maka Readers dan keluarga bisa membawa perlengkapan untuk ber-camping tidak jauh dari air terjun. Sebelum memutuskan untuk melakukan camping, usahakan untuk memantau cuaca terlebih dahulu, ya readers. Apabila hujan dan Readers sedang mendirikan camp, ditakutkan akan terjadi banjir bah yang dikirim oleh hulu sungai. Pastikan juga Readers membawa logistik yang cukup dan beberapa obat pribadi maupun obat P3K, hal ini guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diharapkan ketika sedang camping, seperti terjatuh atau terserang flu sebab udara yang cukup dingin. Untuk semua perlengkapan camping termasuk obat-obatan memang seharusnya Anda siapkan dari rumah Selain camping, Readers bisa juga piknik cantik bersama keluarga dan sahabat, nih. Membawa bekal dari rumah berupa makanan ringan, makanan berat sampai kue-kue kering-pun tak apa. Tapi tetap perhatikan lingkungan sekitar, jika Readers membawa semua makanan yang berkemasan plastik usahakan untuk membuang sampah pada tempatnya atau Readers bisa menyediakan kantong plastik besar untuk sisa plastik maupun makanan yang Readers bawa, ya.

Jangan lupa untuk mengabadikan setiap momen baik bersama keluarga maupun sendirian. Penuhi laman sosial media Readers dengan semua foto yang Readers ambil selama di air terjun mandi angin. Bahkan, banyak pelancong yang sengaja datang ke sini untuk meng-eksplore Air terjun Mandi Angin dan membuat konten di sosial media, loh. Mulai dari instagram,facebook bahkan youtube, nih Readers.

Readers, selama berada di air terjun Mandi Angin ini usahakan untuk tetap menjaga tata krama baik tingkah maupun laku, ya. Seperti jangan sombong atau takabur, berbicara sembarangan, berbuat mesum dengan pasangan non-halal, dan jangan merusak apapun yang berkaitan dengan alam yang berada di kawasan itu. Jagalah diri dari semua hal yang bisa merugikan Readers, ya. Semoga bermanfaat dan selamat berakhir pekan, Readers.

Galau ? Taklukkan Bukit Hitam Kepahiyang-Bengkulu Obatnya !

Bagi sebagian pendaki, wilayah Kepahiyang adalah surga. Sebab, wilayah yang mendiami provinsi Bengkulu ini memiliki beberapa bukit yang sangat layak untuk Readers takluki. Dari sekian banyaknya bukit yang dimiliki provinsi bengkulu, ada 1 bukit yang wajib sekali untuk para Readers daki, yakni bukit Hitam. Ada yang pernah dengar nama bukit ini ? Mari kita bahas hal istimewa apa yang dimiliki oleh bukit ini, namun sebelum itu mari Readers berkenalan dulu dengan Kecamatan Kepahiyang, ya. Stay tune !


Jika sudah menapakkan kaki ke Kecamatan Kabawetan, Readers tidak akan mau kembali lagi ke rumah, loh. Sebab, alam di Kabawetan sangat asri dan sejuk. Ada yang belum pernah kesini ? Kabawetan adalah sebuah kecamatan yang berdiri di Kabupaten Kepahiang, Bengkulu. Awal mula terbentuknya Kecamatan ini adalah sebab dahulu berjalannya program transmigrasi yang menyebabkan para pendatang di tanah Marga Merigi dan Bermani Ilir. Adapun para peserta transmigrasi ini datang dari Jawa Barat, Jawa Tengah, maupun Jawa Timur yang bahkan memiliki jumlah tak kurang dari 600 kepala keluarga, saja. Lalu, dari 600 KK ini dikelompokkan menjadi 12 grup dan kemudian ditempatkan di wilayah Marga Bermani Ilir ini. Sebab program transmigrasi ini, menjadikan Kabawetan satu-satunya kecamatan yang ada di Kepahiang memiliki mayoritas penduduk yang bukan asli dari suku bangsa Rejang, melainkan Jawa dan Sunda, walaupun suku Sunda termasuk minoritas, tetapi cukup bisa diperhitungkan kehadirannya. 


Wilayah Kabawetan berada di sebelah utara dan merangkap juga sebagai ibu kota kabupaten. Bentuk daerah ini umumnya berbukit-bukit dengan lembah dan lereng-lereng pada ketinggian antara 600-1.200 mdpl. Meskipun berada di provinsi bengkulu, namun semua wilayah Kabawetan berada di pedalaman dan jauh dari kawasan pesisir, ya Readers. Nah, jika biasanya kabawetan terkenal dengan kebun teh yang sangat luas, di artikel ini kita akan membahas tentang gunung Hitam, atau masyarakat lokal lebih familar dengan sebutan bukit Hitam. Bukit Hitam sendiri berlokasi di Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang. Bukit Hitam adalah gunung yang terletak di perbatasan 3 kabupaten yaitu, Kabupaten Seluma dan Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, serta Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan, Indonesia. Tinggi bukit Hitam ini 1.279 m (4.196 kaki).


Untuk Readers yang ingin mencapai Bukit Hitam, Readers terlebih dahulu harus melakukan perjalanan yang tak mudah. Apabila Readers berangkat dari Kota Bengkulu, Readers harus berkendara selama 1,5 jam untuk mencapai Kepahiang. Saat sudah sampai di Kepahiyang, Readers akan melanjutkan perjalanan menuju Desa Wisata Air Sempiang selama lebih kurang satu jam. Jangan takut bosan, ya Readers. Karena sepanjang perjalanan Readers akan bertemu dengan panorama perkebunan teh dan perbukitan, belum lagi udara yang jau hdari kata polusi sangat cocok buat Readers yang ingin membersihkan paru-paru dari udara kotor, ya. Perjalanan dari bengkulu ke kepayang bisa Readers tempuh menggunakan kendaraan roda empat maupun kendaraan roda dua, namun saat Readers mulai memasuki perbatasan Desa Air Sempiang, Readers hanya bisa menggunakan sepeda motor saja, ya Readers. Apabila Readers datang terlalu larut, Readers bisa bermalam di "Winnies Homestay" tentu saja dengan budjet yang tidak menguras kantong, loh. Readers bisa menyewa penginapan yang beralamat di Desa Sido Makmur tak jauh dari Desa Air Sempiang dengan harga 250 ribu saja, loh Readers. Suasana yang disajikan oleh " Winnies Homestay" ini sangatlah Hommy, karena Ia memiliki pemandangan berupa hamparan Kebuh kopi luas dan di lengkapi dengan Strawberry yang tumbuh liar di sisi hamparan Kebuh kopi, jangan lupakan kicauan burung di tiap waktu yang bisa menambah semangat Readers saat terbangun dari tidur. Ingin tetap menyewa tapi tidak ingin tidur di Homestay? Bisa, dong. Readers bisa menyewa tenda plus dengan fasilitas yang cukup lengkap, loh. Listrik dan toilet juga bisa Readers gunakan dengan bebs namun bijak, ya. Namun, apabila Readers ingin minim budget alias gratis, Readers juga di perbolehkan untuk membangun tenda di sekitaran Desa Sido Makmur, nih. Wahh.. Menyenangkan sekali, kan Readers.


Setelah malam yang dingin nan panjang, tibalah saatnya Readers akan memulai perjalanan yang melelahkan. Selama perjalanan dari homestay ke pos pendakian, Readers akan selalu di temani oleh berbagai macam tanaman penduduk lokal yang menghijau. Readers akan memulai perjalanan dengan berjalan kaki melalui jalur tanah. Sebelum memasuki 'kawasan' air terjun Bidadari, Readersbisa terlebih dahulu melipir ke sumber air panas, dari jalur utama, Readers silahkan turun kebawah menuju sumber air panas, Readers membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk sampai. Meskipun hanya 10 menit, namun perjalanan terasa panjang sebab Readers akan berhadapan dengan kontur jalan yang terbilang tidak terlalu susah. Readers akan melintasi track yang cukup terkenal yakniTebing Ambyar, Tebing ini memiliki nama yang unik karena track yang dilalui menanjak dan juga sisi yang licin. Kawasan kawah atau air panas ini masih masuk dalam kawasan gunung berapi, yakni Bukit Kaba. Readers pun di perbolehkan untuk berendam di air hangat guna merelaksasikan otot serta menyegarkan pikiran. Meskipun dikenal menawarkan pemandangan yang menakjubkan, biaya tiket masuk yang cukup terjangkau yakni sekitar Rp 8.000,- per orang saja.. Selama 2-3 jam pertama dari terakhir kali Readers meninggalkan pos Pokdarwis, Readers akan bertemu dengan 'penghuni' kedua di bukit Hitam yakni Air Terjun Bidadari. Disini, Readers akan benar-benar melihat definisi cantik yang alami. Readers akan disugukan dengan pemandangan air terjun setinggi 20 – 30 meter, kicauan – kicauan burung dan hutan yang asri, dan kolam yang terbentuk secara alami oleh alam. Berhati-hati dalam melangkah, sebab bebatuan sangat licin terbukti dengan bebatuan yang di peluk oleh lumut alami berwarna hijau. Readers bisa membasuh tubuh dengan segarnya air yang mengalir langsung dari bukit Bawah. Jika ingin, Readers bahkan bisa beristirahat disini sejenak sembari menyegarkan pikiran sebelum melanjutkan perjalanan ke puncak bukit Hitam. 


Lalu, Readers akan kembali melanjutkan perjalanan dengan track yang mulai  menurun dan kembali  menanjak. Sangat menguras tenaga, loh. Namun, semua lelah Readers akan segera terbalaskan ketika Readers sudah menginjakkan kaki di hamparan ilalang yang luas atau para pendaki biasa menyebutnya dengan padang savana. Saat disini, Readers bisa berhenti dan berfoto ria. Lokasi ini sangat instagramable, loh Readers. Terdapat beberapa pohon yang hidup dengan jarak yang berjauhan satu dengan yang lain, setelah puas dengan padang savana yang penuh dengan ilalang, perjalanan di lanjutkan kembali melalui track terakhir yaitu puncak  Bukit Hitam. Jika di padang savana saja, rasa lelah di bayar lunas oleh pemandangan sekitar apalagi jika Readers sudah mencapai puncak ini. Luasnya pemandang membuat Readers merasa telah menaklukkan Mount Everest. Terlebih lagi jika pada malam hari hirup pikuk lampu kota akan Readers temui disini, sembari menikmati secangkir kopi, Teh dan roti akan menambah pengalaman pendakaian Readers yang berkesan. Jadi, secara keseluruhan perjalanan Readers dari Pos 1 menuju air terjun waktu tempuhnya sekitar dua jam. Sementara puncaknya yang setinggi 1.933 mdpl dapat para pendaki dan Readers akses dengan pendakian sekitar 7-8 jam. Dengan medan yang tidak masuk akal.


Nah, apabila Readers adalah seorang pemula, Readers harus mempelajari dulu hal-hal dasar tentang pendakian, ya Readers. Ada beberapa tips yang bisa Readers lakukan untuk pendaki pemula jika ingin mendaki gunung bukit Hitam ii, apa saja tips-nya, ayo kita kupas bersama :

  • Kumpulkan Niat : Yang paling penting untuk mendaki gunung adalah punya niat, ya Readers. Seorang pendaki harus memiliki keyakinan dan dan kegigihan yang kuat waktu mendaki. Apalagi jika Readers adalah baru pertama kali mendaki. Niat ini adalah pendorong utama yang akan membimbing setiap langkah pendaki di setiap jalur yang menantang. 
  • Cari Tahu Aturannya : Bagi para pendaki pemula, Readers wajib memcari perihal track apa saja dan seberapa ingkat kesulitan yang akan Readers hadapi. Apalagi setiap gunung itu memiliki peraturan dan etika yang perlu diikuti untuk menjaga kelestarian alam dan keselamatan pendaki. 
  • Bawa Teman : Ini sangat penting, jangan mentang-mentang lagi galau, Readers memutuskan untuk mendaki gunung sendiri tanpa membawa teman. Membawa teman pun tidak sembarang, sebab jika perlu Readers mengajak teman yang sudah terbiasa dengan keadaan gunung, ya.
  • Cek Cuaca Sebelum Mendaki :Cuaca adalah kunci utama dari berat atau tidaknya track yang harus Readers lewati. Karena, dari segi cuaca saja, pemilihan pakaian, persiapan perlengkapan, dan penjadwalan perjalanan bisa berbeda,ya.
  • Siapkan Perlengkapan dan Peralatan yang Dibutuhkan : Bawalah perlengkapan dan peralatan yang sesuai. Jangan membawa hal-hal tidak penting sehingga bisa menyulitkan diri sendiri saat berada di perjalanan. Persiapkan logistik dengan cermat, bila perlu bawa ekstra,ya.
  • Bawa Perlengkapan Darurat : Perlengkapan darurat biasanya merujuk seperti peta dan kompas untuk navigasi, senter atau kepala lampu untuk kondisi gelap, dan perlengkapan medis ringan untuk keperluan pertolongan pertama..
  • Siapkan Kondisi Fisik dan Psikis :  Untuk itu menyiapkan kondisi fisik dan psikis bagi para pendaki pemula usahakan Readers melakukan latihan fisik yang cukup seperti jogging dan berjalan jarak jauh, sehingga otot tidak terasa kaku saat melakukan pendakian. 
Jangan ragu untuk mendaki bukit Hitam, ya. Banyak keajaiban yang akan Readers temui di sini. Istirahatkan tubuh dengan menikmati keindahan alam yang telah di sajikan oleh bukit Hitam.

Air Terjun Napal Jungur Seluma : Bak Zamrud yang Tenggelam di Bumi Bagian Selatan Bengkulu

Bengkulu bagian selatan memang terkenal dengan 1001 keindahan alamnya. Tak hanya pantai, Seluma juga mempunyai air terjun dan objek wisata lainnya yang mampu bersaing dengan wilayah yang lain. Nah, dari banyaknya objek wisata mengagumkan yang ada di Seluma, ada satu objek wisata yang berhasil membuat Readers maupun pelancong lain berdecak tak habis pkir dengan keindahannya yang luar biasa. Ya, namanya adalah Air terjun Napal Jungur Seluma. Namun, sebelum kita masuk ke penjelasan air terjun, bagaimana jika Readers berkenalan dulu dengan Kabupten Seluma yang penuh dengan kisah zaman terdahulu, tertarik untuk mendengarkan ?

Kabupaten Seluma adalah salah satu kabupaten di provinsi Bengkulu, Indonesia. Ibu kotanya adalah Pasar Tais. Kabupaten yang penuh dengan kisah legenda ini merupakan wilayah yang berasal dari pemekaran Kabupaten Bengkulu Selatan, loh Readers. Dimana selain bahasa Indonesia, warga lokal banyak menggunakan bahasa Serawai, yakni bahasa suku Serawai yang mendiami kabupaten ini. Bisa dikatakan bahwa Seluma merupakan lumbung padi untuk wilayah sekitaran Kabupaten Seluma, nih. Dengan luas wilayah sebesar 240.004 Ha, menjadikan Kabupaten Seluma sebagai wilayah terbesar ketiga di Propinsi Bengkulu. Nah, adapun perbatasan Kabupaten Seluma yakni berbatasan langsung dengan Kota Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Bengkulu Selatan, Kabupaten Lahat Propinsi Sumatera Selatan dan Samudra Hindia. Wahh... Kerenkan Readers.

Apakah Readers tahu bahwa nama Seluma dan Tais memiliki cerita tersendiri, loh. Penasaran ? Begini ceritanya. Rumor yang berhembus kencang tentang tercetusnya nama Seluma ternyata berasal kata siluman, nih Readers. Konon katanya kisah siluman berawal dari diutusnya Puyang Perpati Sakti oleh Adica Warman, yakni seorang Raja di Kerajaan Pagar Uyup yang mendiami daerah Sungai Terap, Nah tujuan Puyang Perpati Sakti ini diutus yakni untuk mengetahui potensi di Pulau Sumatera.Setelah perjalanan yang jauh, akhirnya Ia sampai di Kerajaan Selebar. Namun, alangkah terkejutnya Puyang Perpati Sakti saat melihat secara langsung seekor naga yang memiliki dua butir telur yang menutup Danau Bukit Campang di Kerajaan Selebar. Saat telur itu menetas, naga dan telur tersebut langsung menghilang bak di telan bumi. Dari sanalah Puyang Perpati sakti mengetahui bahwa naga tersebut merupakan Siluman. Akhirnya, Ia memutuskan untuk memberi nama daerah itu dengan nama Seluma yang saat ini menjadi kabupaten Seluma. 

Kemudian untuk penamaan Tais yang saat ini menjadi ibukota Kabupaten Seluma, juga berdasarkan kisah di masa lampu. Diceritakan bahwa, Raja Pagar Uyup yang kerajaannya berpusat di Sungai Terap memberi titah kepada para pembantunya untuk berkeliling Sumatera, hal ini bertujuan untuk mengetahui seluk beluk Pulau Sumatera. Ia menugaskan Maharaja Sakti yaitu adik kandung sang raja sendiri untuk pergi ke arah bagian selatan pulau Sumatera. Saat sang adik tiba di Kerajaan Bangkahulu, Maharaja Sakti dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanannya ke arah selatan pusat kerajaan. Waktu itu, tibalah waktu untuk berhenti dan beristirahat sejenak dimana terdapat beberapa pondok kebun dan beberapa penduduk setempat. Saat sedang beristirahat, tiba-tiba jatuh buah pohon yang ada di dekat mereka. Maharaja Sakti mengambil buah tersebut. Bentuknya seperti buah embacang tapi memiliki massa yang lebih besar. Saat ditanyakan ke salah seorang penduduk, Ia menjawab bahwa buah tersebut bernama buah Tais.  Buah tersebut tidak mengandung racun, namun saat dimakan rasanya gatal dan sangat asam. Jadi sebab nama buah yang i temukan itu Maharaja Sakti memberikan nama wilayah itu menjadi Tais, sama seperti buah yang Ia temukan.


Bagi penduduk asli Kabupaten Seluma, pasti tidak asing dengan Air Terjun Napal Jungur. Air terjun yang sangat indah ini adalah pilihan yang cocok untuk Readers yang ingin menjernihkan pikiran dari beban masalah dan deadline kerja yang harus dikerjakan, loh. Ini bukan omong kosong belaka, loh Readers. Sebab,Air Terjun Napal Jungur memiliki air yang unik. Pemandangan air terjun yang dikelilingi hutan hijau yang alami tak akan mengecewakan. Meskipun air terjunnya hanya memiliki ketinggian sekitar 5 meter tapi aliran airnya dari air terjunnya cukup deras, nih Readers. Belum lagi tempat pemandiannya yang berada di bawah air terjun ini tergolong cukup luas di sekitaran sungai yang tersusun dari bebatuan sungai sehingga menyerupai bentuk kolam renang yang alami. Oh iya pada bagian hulu terdapat sebuah tempat terjun yang di buat untuk pelancong yang hobi menguji adreanalin, loh. Yang menarik adalah selain air yang masih sangat terjaga,  warna air yang dihantarkan dari atas itu berwarna kebiru-biruan bercampur hijau, bak batu zamrud yang tenggelam dan menyebarkan warna di dalam air. Inilah daya tarik utama dari air terjun ini.

Jika ingin kesini, pastikan untuk memiliki badan yang cukup fit, ya Readers. Karena perjalanan menuju air terjun ini sedikit melelahkan. Sebab air terjun mempesona ini berlokasi di Desa Napal Jungur, Kecamatan Lubuk Sandi, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu. Yang berarti jika Readers berangkat dari Kota Bengkulu, Readers harus menempuh perjalanan sepanjang 50km, atau sekitar 1,5 jam perjalanan, ya. Setelah sampai di Kabupaten Seluma, Readers pun harus menempuh perjalanan lagi dengan estimasi kurang lebih 30 menit untuk sampai kewisata Air Terjun Napal Jungur. Nah, dalam perjalanan yang tidak mulus ini Readers akan disuguhkan dengan suasana alam yang masih sangat asri seperti melewati perpohonan yang menjulang tinggi, kemudian disambung dengan perkebunan karet milik warga lokal, suara burung dan gemuruh air yang seakan mengundang untuk langsung mandi. Untuk Menuju ke air terjunnya dapat menggunakan kendaraan roda dua saja, ya Readers. Sebab jalan yang masih licin, menanjak dan berlubang. Akan sangat menyusahkan jika Readers memaksakan untuk membawa kendaraan roda empat. 

Untuk menikmati semua keindahan ini, Readers cukup membayar tiket masuk sebesar Rp 5.000 saja per orang, ya. Apalagi, fasilitas yang diberikan oleh pihak pengelola cukup Lengkap, nih Readers. Fasilitasnya berupa beberapa kamar ganti di berbagai titik, Toilet dan jejeran Warung yang menyediakan makanan cepat saji. Apabila Readers membawa anak kecil ataupun teman yang tidak terlalu lancar dalam berenang, sangat disarankan untuk menyewa ban atau pelampung,ya . Tarifnya cukup bervariasi, nih Readers. Jika ingin informasi yang lebih lanjut, Readersbisa langsung bertanya ke bagian informasi pengelola wisata.


Banyak hal yang bisa Readers lakukan disini, seperti piknik, berenang, tracking dan berfoto ria bersama keluarga. Belum lagi pondokan yang tersedia untuk beristirahat sangat cocok untuk Readers kumpul keluarga, nih. Ada beberapa tips yang bisa Readers lakukan selama berada di Air Terjun Napal Jungur, tujuannnya agar acara liburan Readers di air terjun berjalan dengan lancar dan meninggalkan kesan yang menyenangkan. Apa saja, ya tips yang sebaiknya Readers lakukan. Yuk kita intip :

  • Pakaian ganti. Mau mandi ataupun tidak, Readers sepertinya wajib membawa baju ganti, ya. Mengingat perjalanan yang licin dan kemungkinan besar Readers akan berkena air dari air terjun. jadi ekstra pakaian bisa Readers bawa untuk berjaga-jaga agar tidak masuk angin, ya Readers.
  • Sepatu yang tepat. Kadang, Readers akan menemukan jalan yang berbatu dan licin, jadi alas kaki yang Readers pakai harus sesuai, ya. Yakni sepatu yang dilengkapi dengan grip yang nyaman.
  • Readers juga bisa membawa topi agar kepala terhindar dari sinar matahari langsung atau adanya serangga yang berbahaya.
  • Obat-obatan dan perawatan luka. Ini hanya sebagai jaga-jaga bila Readers terluka baik saat di air terjun maupun di rute yang lain.
  • Ekstra kantong sangat wajib untuk Readers bawa, sebab terkadang Readers yang membawa makanan atau minuman kemasan, jadi berguna untuk menampung sisa sampah yang Readers bawa. Jangan membuang sampah di area air terjun agar lokasi tetap asri!
  • Jaga anak agar selalu dalam pengawasan, ya. Meskipun mereka telah di lengkapi dengan alat keselamatan seperti pelampung, tapi alangkah baiknya jika Readers masih siaga terhadap apa yang dilakukan oleh si kecil, ya.
Ayo, kapan lagi bisa liburan dengan budget yang tidak masuk akal, nih Readers. Selama disini, Readers akan benar-benar merasa dimanjakan oleh alam sekitar. Yuk, ajak keluarga untuk menghabiskan waktu bersama disini. Happy weekend and see yaaa...

Mengukir Kenangan di Sudut Pantai Pasar Bawah Manna, Bengkulu

Jika Bengkulu terkenal dengan ikon pantai Panjangnya, maka Kabupaten Bengkulu Selatan juga punya ikon yang terkenal, loh. Yakni Pantai Pasar Bawah atau biasa dikenal penduduk lokal dengan nama Pantai Duayu Sekundang. Lokasi pantai ini berada di Kabupaten Kota Manna, Bengkulu Selatan. Ada yang pernah bermain di Kabupaten Kota Manna ? Sebelum bermain di pantai Pantai Pasar Bawah, Readers harus berkenalan dulu dengan kawasan ini, ya Readers

Kota Manna adalah salah satu kecamatan yang terletak di Kabupaten Bengkulu Selatan, Bengkulu, Indonesia. Kota ini juga menjadi ibu kota dari kabupaten tersebut. Kota Manna juga salah satu daerah penyumbang pantai cantik di provinsi Bengkulu. Nah, kawasan ini memiliki penduduk asli, mereka adalah suku serawai dan pesisir. Ngomong-ngomong, disini, banyak sekali sejarah yang tersimpan rapat di kota kecil namun indah ini, salah satunya adalah adanya sebuah daerah keramat yang dikenal masyarakat lokal dengan nama Dusun Tinggi atau ada juga yang mengenalnya dengan Sebakas. Konon, dahulu tempat ini dipercaya masyarakat lokal sebagai sebuah kota hilang. Dimana pada zaman kerajaan dulu, tempat ini sempat menjadi pusat persembunyian dari kejamnya para penjajah. Ada juga yang mengatakan bahwa Kota Manna dahulunya pernah disinggahi oleh Patih Gajah Mada Di sebuah dusun Padang Niur (Padang Kedongdong) terdapat sebuah keris dan sebuah pedang sakti yang disimpan dirumah penduduk yang bernama pak Juliam dan Ibu Ili, keris ini juga dipercaya masyarakat setempat sebagai pusaka yang dahulunya pernah dipakai Patih Gajah Mada.



Untuk mencapai Pantai yang menyimpan banyak keindahan ini, Readers harus berkendara sekitar 1 Km  dari pusat Kota Manna atau jika Readers berangkat dari Kota Bengkulu, Readers akan menempuh perjalanan yang sedikit memelahkan, sebab Readers akan menempuh jarak sepanjang 142km, yang memakan waktu sekitar 3 sampai 4 jam, loh Readers. Namun, meskipun melelahkan, Readers akan kembali segar saat berhasil menginjakkan kaki di Pantai Pasar Bawah ini. Readers juga bisa menggunakan kendaraan pribadi berupa motor maupun mobil, karena jalanan sudah di aspal, ya Readers.

Salah satu mata pencarian warga lokal pun adalah nelayan, jadi jangan heran jika makanan laut disini sangat fresh, ya. Pada umumnya, sebuah pantai selalu dihiasi oleh pasir pantai yang halus seluas mata memandang. Namun, berbeda dengan Pantai Pasar Bawah, loh Readers. Sebab, Pantai yang indah ini di penuhi oleh bebatuan di bibir pantainya. Nah, pantai ini ternyata sangat memiliki potensi keindahan alam yag sangat luar biasa. Selain pantai yang luas dan relatif landai, Readers juga akan disuguhkan dengan udara yang sejuk karena pinggiran pantai turut dihiasi dengan pohon-pohon cemara yang biasa hidup di pegunungan. Belum lagi ribuan pohon bakau yang memeluk kawasan pantai ini. Pantai ini mejadi pantai unggulan di Kota Manna. Banyak pelancong yang mampir kesini saat melintasi Kota Mana, baik dari rute Bengkulu-Lampung maupun sebaliknya. Banyak hal yang bisa Readers lakukan disini, loh. Bukan sekedar meikmati senja saat bulan mulai merajak naik menggantikan matahari, Readers juga di perbolehkan untuk memancing, loh.

Meskipun tidak memiliki pasir pantai yang cantik untuk dimainkan, namun Readers bisa jangan kecewa, ya. Sebab, Readers bisa menghabiskan waktu dengan duduk dikursi yang nyaman serta payung lebar agar Readers dan pelancong lain tidak kepanasan, duduk di depan pantai yang lautnya itu langsung tembus ke samudera hindia, nih. Jangan lupa untuk meyicip kesegaran kelapa muda yang di jajakan oleh para pedagang. Sudah ada bayangan belum seasik apa jika menghabiskan waktu disini.


Meskipun memiliki paorama yag sangat memikat, namun nyatanya pantai Pasar Bawah masih belum cukup untuk menarik miat para PEMDA Kota Manna. Hal ini bisa di buktikan dengan penataan di Pantai Pasar Bawah kurang bagus dan belum sesuai dengan kriteria 'objek wisata'. Ditambah dengan bayaknya gubuk-gubuk warung makan yang dibagun secara sembarang, dan warung payung yang berdiri di tepi pantai yang mengurangi nilai estetika pantai ini. Sangat di sayangkan, ya Readers.

Pada hari biasa, Readers akan bisa leluasa keluar masuk ke patai ini tanpa harus mengeluarkan uang sepeserpun ALIAS gratis, ya. Hanya uag parkir yang harus Readers bayar. Namun, Ketika waktu libur nasional atau akhir pekan telah di depan mata, untuk masuk ke sii readrs akan dikenakan uang tiket sebesar Rp 10.000,- per orang. Hal ini tidak akan sebanding dengan decakan kagum yang akan Readers dapatkan sesaat setelah menginjakkan kaki di Pantai Pasar Bawah. Apabila Readers ingin menginap, warga lokal telah menyediakan akses mudah ke penginapan di sekitarnya. Tentu saja, penginapan ini adalah peginapan pribadi yang di kelola langsung oleh penduduk lokal, ya Readers. Apabila Readers menginap disini, siap-siap untuk menyambut pagi dengan deburan ribut sang ombak, belum lagi hamparan laut yang bersinggugan langsung dengan Samudra Hidia membuat pantai ini semakin mempesona.

Namun, ada yang perlu Readers ingat bahwa liburan di pantai itu meskipun menyenangkan tapi juga memiliki sejumlah risiko yang harus Readers dan keluarga hindari, ya. Jadi, ada beberapa tips yang harus Readers perhatikan agar liburan reders dan keluarga selalu aman dan menyenangkan. Berikut ini enam tips liburan aman di pantai, seperti :
  • Sinar Matahari Langsung : Sinar matahari itu memiliki jam-jam yang rawan membakar tubuh, ya Readers. Nah, waktu yang paling berbahaya untuk para pelancong yang menikmati pantai adalah pada pukul 10.00 - 14.00 WIB. Jadi, jangan berjemur di pantai pada jam-jam tersebut. Itulah sebabnya, mengapa para pedagang menyiapkan tempat duduk dan payung besar untuk berteduh para pelancong.
  • Topi dan Sunblock : Apabila bermain ke Pantai Pasar Bawah Kota Manna, usahakan untuk menggunakan pakaian yang berbahan katun agar Readers nyaman dan topi. Jangan lupa juga oleskan krim tabir surya ke setiap bagian tubuh yang terbuka setiap 2 jam sekali dan setelah keluar dari air. Cara ini akan meminimalkan kerusakan kulit akibat terbakar sinar matahari. 
  • Periksa Kondisi Air :Sebelum berenang, ada baiknya jika Readers menanyakan kepada penjaga pantai atau pedagang perihal kondisi pantai, berupa gelombang yang sedang pasang atau surut, berombak atau tenang.
  • Awasi Anak : Tidak peduli seberapa aman situasi di pantai, jangan biarkan anak-anak lepas dari pengawasan, ya. Jaga selalu anak agar jangan sampai masuk ke dalam air terlalu dalam.
  • Menbawa makanan : Piknik bisa menjadi pilihan disaat ombak sedang tidak bersahabat utnuk berenang. Readers bisa membawa nasi atau makanan lain untuk di bawa piknik ke pantai.
  • Buang Sampah Pada Tempatnya : Hal ini sangat wajib Readers lakukan, ya. Apabila Readers membawa makanan atau minuman kemasan, usahakan untuk membawa kantong pelastik untuk sampah yang akan Readers hasilkan, ya. Bijaklah dalam berbuat, Readers.
Sebenarnya, masih banyak lagi tips yang bisa Writer tulis, namun kita ambil poin yang penting saja, ya. Jangan lupa untuk mampir dan menghabiskan waktu di Pantai Pasar Bawah Kota Manna Bengkulu Selatan, happy weekend and see yaa...

Salah Satu Hidden Gem Terbaik Di Kepahiyang : Air Terjun Sengkuang Bengkulu

Kephiang dan 1001 pesona yang Ia miliki. Ya.. tidak berlebihan jika Readers mengatakan hal demikian. Sebab, banyak tempat wisata yang berasal dari wilayah bersuhu rendah ini. Mulai dari hamparan kebun teh yang luas, berbagai macam objek wisata hingga air terjun tersedia disini. Kali ini kita akan membahas salah satu wisata populer yang ada di Kepahiang, yakni air terjun Sengkuang. Namun, sebelum Readers mengintip lebih jauh keindahan air terjun ini, ada baiknya kita berkenalan dulu dengan kawasan Kepahiyang yang terkenal dengan dinginnya suhu disini.

Kepahiang merupakan salah satu kabupaten yang berasal dari Provinsi Bengkulu, Indonesia. Nah, Kabupaten ini diresmikan lahir pada 7 Januari 2004. Dahulu, sebelum menjadi Kabupaten, Kepahiyang ini wilayah Kabupaten Rejang Lebong, loh Readers. Untuk Ibu Kota sendiri, Kabupaten Kepahiang bernama Kecamatan Kepahiang. Dimana secara administratif, daerah ini terbagi menjadi delapan kecamatan dan 91 desa, ya.

Ngomong-ngomong, apakah Readers ada yang sadar dengan nama yang tidak asing ini ? Atau apakah Readers pernah mendengar istilah 'mabuk kepahiyang' ? Apakah berhubungan dengan nama daerah ini ?Wahh... banyak pertanyaan, ya Readers. Namun, akan Readers jawab satu persatu. Asal muasal kabupaten cantik ini di beri nama Kepahiang sebab dahulu daerah ini terdapat banyak keluak atau dalam bahasa Rejang disebut kepayang. Jadi dimanapun Readers akan dengan mudah menemui kluak, ya.Yang kedua, ya bisa dikatakan mereka berkaitan sebab Istilah mabuk kepayang juga didasari atas efek yang terjadi saat mengonsumsi buah keluak. Buah keluak sendiri apabila yang tidak diolah secara tepat dan benar maka mengakibatkan Readers mabuk berat, loh. Kepayang berubah menjadi Kepahiang setelah penamaannya disahkan secara legalitas hukum yang ada di Indonesia.



Lokasi Air terjun memikat ini berada di Gang Sengkuang, Kaba Wetan, Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu.Jika Readers ingin berlibur kesini dan Readers berasal atau berangkat dari Kota Bengkulu, Readers harus menempuh jarak perjalanan sekitar 48 kilometer untuk mencapai Air terjun Sengkuang. Atau sekitar 1 jam 30 menit perjalanan menggunakan kendaraan pribadi, baik menggunakan roda empat maupun roda dua, ya Readers. Setibanya di Kepahiang, Readers langsung membelah perkebunan teh di Kecamatan Kabawetan, sejauh 5 kilometer perjalanan untuk menuju Desa Mekar Sari. Jangan takut bosan selama perjalana, ya. Karena, pemandangan hijaunya perkebunan teh yang sudah ada sejak pendudukan Inggris di Bengkulu itu bisa dipastikan mampu memanjakan mata dan mengobati rasa lelah sepanjang perjalanan, loh. Tiba ujung Desa Mekar Sari, silahkan Readers melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Medan perjalanan cukup menantang, yakni berupa turunan sejauh satu kilometer di sela kebun selada penduduk lokal, pastikan selalu berhati-hati, ya. Selain licin, jalanan menurun ini juga berada di sisi tebing yang lumayan curam, sangat rawan apabila Readers mengenakan alas kaki yang tidak pas. Saat memasuki kawasan ini, Readers akan dikenai biaya tiket masuk sebesar Rp 5.000,- saja. Wah.. tidak sebanding dengan keindahan yang disuguhkan oleh air terjun ini, kan Readers!


Asal muasal nama air terjun ini adalah karena dahulu di kawasan ini, penduduk lokal melihat banyak pohon Sengkuang yang tumbuh berjejer satu dengan yang lain. Yang mana ukurannya tak jarang bisa lebih tinggi dari air terjun Sengkuang yang memiliki tinggi 30 meter dan lebar 15 meter. Namun sayangnya saat ini, sangat sulit utuk menemukan pohon yang kayunya adalah bahan utama dari korek api kayu tersebut. Ada yang mencuri perhatian disini, yakni ukuran kolam alaminya yang berada dibawah air terjun terpampang luas dan mampu menampung banyak pengunjung, nih Readers.


Didekat kolam, ada beberapa pondok yang bisa Readers gunakan untuk bersantai dan itu gratis, loh Readers. DUduk bersantai sambil menikmati indahnya hamparan batu cadas yang menjadi jalan utama aliran air agar terjun bebas di sela dua tebing melengkung. Dinding tebing pun dihiasi oleh rerumputan hijau yang benar-benar meenyejukkan mata. Pikiran akan kembali segar apabila Readers bersedia untuk berenang di kolam yang segar dan cenderung dingin itu. Apabila lapar, Readers bisa makan camilan atau makanan berat yang bisa Readers beli di kantin yang ada di dekat air terjun. Di akhir pekan atau hari libur nasional, para orang tua biasanya akan menjadikan air terjun ini sebagai alternarif untuk menghabiskan waktu bersama tanpa mengeluarkan uang yang banyak. Bermain air bersama anak-anak mandi di aliran air terjun, merupakan sebuah kesenangan tersendiri. Yang akan menjadi kenangan dan dikenang seumur hidup. Ada yang unik, nih. Yakni walaupun posisinya termasuk dekat dari jalan raya dan perumahan penduduk, air terjun ini masih termasuk ‘tersembunyi’. Kalau anak Gen Z bilang sih, Hidden gem , readers.

Seperti yang Readers tau bahwa bermain di air terjun itu sangat berbeda dengan bermain di pantai. Jadi persiapan untuk bermain di air terjun pun berbeda, meskipun sama-masa berenang tapi biasanya untuk menuju air terjun itu harus menempuh jalan yang cukup berat, kan Readers. Seperti jalan yang curam, licin atau yang lainnya. Jadi, agar reader aman dan nyaman saat menikmati air terjun, Writer punya beberapa tips yang wajib banget dipahami dan dilakukan, ya.

  • Pastikan Tubuh dalam Kondisi Prima : Kalau yang ini sih wajib, ya Readers. karena Readers tidak akan tau medan seperti apa yang akan Readers lalui nanti. Jadi sebelum berpetualang ala Bolang, pastikan kodisi tubuh Readers dalam keadaan prima.
  • Gunakan Alas Kaki Yang Nyaman : Akan lebih baik jika Readers menggunakan sepatu atau sendal gunung, ya. Hal ini sangat penting mengingat Readers akan melewati medan yang lumayan berat loh. Ditambah lagi ketika sampai di lokasi air terjun pasti memiliki batu yang licin apalagi yang berlumut. Jika tidak ingin menggunakan sepatu atau sendal gunung, setidaknya Readers bisa menggunakan sendal yang memiliki grip yang kuat, ya Readers. Jangan bandel !
  • Bawa Air Minum dan Makanan dan  Cemilan Yang Cukup : Readers bisa membawa makanan dan minuman dari rumah, atau bisa jadi silahkan piknik di air terjun yang mempesona ini. Jika Readers ingin langsung minum dari aliran air terjunpun tidak masalah. Namun, bagi sebagian orang hal tersebut sangat menjijikan jadi ya bawa lah air minum minimal untuk kebutuhan diri sendiri.
  • Bawa Pakaian Ganti : Jika memang berniat untuk berenang disini, pastikan untuk membawa pakaian ganti, ya Readers.
  • Bawa Kamera : Kalau yang atu ini jangan sampai terlewat, ya Readers. Bisa dibilang kalau alat untuk mengabadikan momen yang satu ini gak akan pernah absen nih dari para pelancong. Banyak spot yang sangat keren disini, jadi pastikan Readers selalu mengabadikan momen saat berada disini, ya.
  • Jaga Kebersihan Air terjun : Dari semua hal yang harus Readers lakukan, menjaga kebersihan adalah poin utama yang harus Readers maupun pelancong lain lakukan. Apabila Readers membawa makanan ataupun minuman kemasan, pastikan selalu membuang sampah pada tempatnya, ya. Karena sampah-sampah yang dibuang sembarangan akan membuat kelestarian air terjun berkurang dan merusak lingkungan. 
Jadi, apabila Reader sedang melewati Kabupaten Kepahiyang, jangan lupa untuk mampir ke Air terjun Sengkuang yang indah ini, ya Readers. Bersantailah sejenak dari semua beban hiruk-pikuk kota yang melelahkan. Happy weekend and see you..